My Chef

My Chef
#6 Pulang Kerumah



****


Akhirnya setelah seminggu Papa Ayra dirawat dirumah sakit. Hari ini Papa Ayra sudah bisa pulang kerumahnya.


*****


Ayra dan Nisha sedang duduk di ruang tamu. Mereka beristirahat sejenak, setelah hampir seharian menyiapkan makanan, untuk menyambut kepulangan pak Abu Bakar dari rumah sakit.


"Akhirnya hari ini Papa bisa pulang kerumah juga ya Nish," ujar Ayra yang sangat senang Papanya pulang, tak henti-henti senyum menghiasi bibir Ayra.


Membuat Ayra terlihat manis.


"Iya Ra, aku ikut bahagia papa udah bisa pulang kerumah," jawab Nisha yang juga tersenyum.


"Tapi kok lama banget ya? apa Angga telat jemput mereka?" tanya Ayra resah.


"Dih kamu Ra, gak sabaran ya, padahal jarak dari rumah sakit kesini kan lumayan jauh Ra," jawab Nisha sambil terkekeh.


"Tunggu sebentar lagi ya sayang," lanjut Nisha sambil merangkul pundak Ayra.


Ayra pun mengangguk dan tersenyum kemudian memeluk Nisha.


Mereka berdua tersenyum bersama.


*****


Sepuluh menit kemudian Angga datang bersama kedua orang tua nya.


"Asalamu'alaikum!" teriak Angga.


"Kak, Kak, Kak Ayra!" teriak Angga lagi.


Namun tak terdengar sahutan dari dalam rumah. Kemudian Angga membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.


Mama Ayra pun mendorong kursi roda Pak Abu Bakar memasuki rumah.


"Ck ternyata mereka berdua tertidur di sofa ini, hemm mana pintu gak dikunci.


Dasar dua orang ceroboh," batin Angga.


Tanpa sadar Angga memandangi wajah Nisha yang tertidur lelap.


"Cantik," gumam Angga pelan.


Mama Ayra menyenggol pundak Angga dan berucap pelan.


"Ngga biarin mereka berdua tidur, kamu jangan berisik," kata mama Ayra.


"Iya Ma," jawab Angga pelan.


"Ya udah ,Mama mau nemenin Papa istirahat dikamar dulu ya," kata Mama Ayra sambil mendorong kursi roda Pak Abu Bakar menuju kamar.


"Iya Ma." Angga mengangguk dan tersenyum.


Angga masih saja memperhatikan wajah Nisha yang tertidur pulas. Tanpa sadar Angga terus mendekatkan wajahnya.


"Cup" Angga mengecup kening Nisha singkat. Belum sempat menjauhkan wajahnya, tiba-tiba Nisha terbangun.


"Uuugghh..." Nisha membuka mata perlahan.


"ANGGA!" teriak Nisha spontan dan langsung mendorong Angga.


Angga pun tersungkur ke lantai.


"Aduh, sakit tau Kak!"


"Bar-bar banget sih jadi cewek," kata Angga sambil mengelus pantatnya.


"Lagian kamu ngapain juga deket deket gitu mukanya?"


"Kan Kakak kaget Ngga" kata Nisha mendengus kesal.


"Iya deh Kak iya, maaf, tadi Angga cuma mau nepuk nyamuk tu di jidat Lakak" ujar Angga ngeles.


"Dih..modus kamu ya Ngga?" kata Nisha sambil memicingkan matanya menatap Angga curiga.


"Apaan sih kak, gr banget"


"Lagian ya, kalian tidur apa pingsan sih?" Angga mendengus kesal.


Ayrapun terbangun, Ayra nampak terkejut melihat Angga di rumah.


"Angga, kamu kapan sampai? Mama Papa mana Ngga?" kata Ayra.


"Udah dari tadi Kak, lagian Kakak tidur apa pingsan sih, di panggilin daritadi nggak nyahut-nyahut!!" jawab Angga kesal.


"Iya deh iya maaf kami ketiduran Ngga" jawab Ayra sambil terkekeh.


"Mama sama Papa lagi istirahat dikamar,"


" Nanti aja lihatnya,"


"Kalian jangan ganggu mereka dulu ya,"


kata Angga.


"Dih... Cerewet banget sih Ra adik kamu tu, mirip ibu-ibu komplek lagi milih-milih sayuran," ujar Nisha yang disusul tawa dari Ayra.


"Hahahahha...Bisa aja kamu Nish," ujar Ayra yang masih terus tertawa.


Angga mendengus kesal dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


" Dasar tante-tante girang, girang amat ngetawain bronis kayak aku," lanjut Angga dan terus masuk kekamarnya.


*bronis(brondong manis)


Ayra dan Nisha mendengus bersma.


"Ck dasar bocah," lanjut Ayra.


Mereka berduapun melanjutkan obrolan hingga sore.


****


Waktu makan malampun tiba, Ayra dan Nisha menyiapkan makanan di atas meja makan.


"Ngga, udah siap ni makan malemnya," Ayra sedikit teriak.


"Keluar kamar gih cepetan," lanjut Ayra.


"K**ok gak ada sahutan sih?" batin Ayra.


"Iya Ra, aku kekamarnya dulu ya," jawab Nisha.


"Iya Nish, langsung masuk aja, paling tuh bocah tidur," kata Ayra.


"Aku mau kekamar Mama, kayak


nya Papa masih istirahat, mau bangunin mereka dulu," lanjut Ayra.


"C**k dasar bocah tengil, tidur atau apa nih bocah dipanggil-panggil daritadi gak nyahut-nyahut, awas aja ntar aku jitak tu bocah" batin Nisha sambil tertawa jahat.


Nisha langsung masuk kamar Angga tanpa mengetuk pintu.


"Aaaaaaaaa" teriak Nisha.


Angga yang terkejut pun langsung menghampiri Nisha dan menutup mulutnya.


"Apaan sih Kak, main teriak-teriak aja, nanti aku dikira ngapa-ngapain kakak lagi" ujar Angga sambil membuka tangan nya perlahan , yang menutup mulut Nisha tadi.


"Kamu ngapain gak pakai baju Ngga?" tanya Nisha yang menutup mata dengan tangannya.


Tentu saja jari tangannya direnggangkan jadi Nisha masih bisa mengintip dari sela sela jarinya.


"Y**a ampun tu perut sixpack banget ya, padahalkan dia masih bocah juga" batin Nisha heran.


"Ck ck lagian Kakak ya main masuk-masuk kamar aku aja, gak ngetuk pintu segala" Angga mendengus kesal.


"Aku juga masih pakai handuk Kak" lanjut Angga.


"Atau Kakak sengaja ya mau ngintip perut sixpack aku" ujar Angga sambil menaik turunkan alisnya menggoda Nisha.


"C**k ni bocah bisa baca pikiran aku apa ya? kok dia bisa tahu sih" batin Nisha.


"Ng-ngak kok" ujar Nisha terbata.


Sekarang posisi Nisha menempel dinding dengan Angga yang tepat memepet didepan Nisha. Sangking dekatnya jarak mereka hingga hembusan nafas Anggapun terasa membelai dipipi Nisha.


Angga sengaja mau menjahili Nisha, dia terus mendekatkan diri ke Nisha hingga tak ada lagi jarak yang tersisa di antara mereka.


Namun karena terbawa suasana Anggapun ******* pelan bibir Nisha.


"Manis" batin Angga.


Nisha yang awalnya terkejut hanya diam, namun perlahan dia mulai menikmatinya dan membalas dengan ******* bibir Angga lembut, sambil memejamkan mata nya.


Angga yang mendapat respon pun mulai melanjutkan aksinya. Tangannya langsung bergrilya menyusup dibalik kaos yang digunakan Nisha.


Nisha hanya diam dan terus menikmati ******* ******* lembut dibibirnya.


"Eehmm...aahhmm." desahan kecil keluar dari bibir Nisha.


"Apa ini, kenapa aku begitu menginginkan lebih?" batin Nisha.


Tangan Angga masih asik me**ras pelan sesuatu dibalik kaos Nisha.


Nisha masih menikmatinya bahkan mengalungkan tangannya di leher Angga.


Namun tiba tiba terdengar suara Ayra yang berteriak memanggil mereka.


"Nga, Nish" ujar Ayra sedikit berteriak.


Terdengar suara langkah kaki mendekat.


Nishapun tersadar dan langsung mendorong Angga kuat sampai Angga tersungkur.


Dan membuat handuknya terlepas.


"Aaaaaaaaaaaa" Nisha berteriak kencang dan langsung keluar meninggalkan Angga.


"Astaga apa yang udah aku lakuin?"


"bisa bisanya aku berciuman dengan Angga, bocah tengil itu" batin Nisha.


"L**agian tuh handuk pakek lepas segala,


ah mataku, ternodai sudah" batin Nisha lagi.


Ayra menepuk pundak Nisha yang berjalan sambil melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Nish" tegur Ayra yang menepuk pelan pundak Nisha.


."E-eh eh i-iya Ra" jawab Nisha terbata bata.


"Kamu mikirin apa sih Nish? pasti Angga jailin kamu lagi ya?" tanya Ayra curiga.


"Udah, jangan dipikirin lagi,ntar aku marahin dia," lanjut Ayra.


"Kamu duduk aja sana , Papa sama Mama udah nunggu dimeja makan" kata Ayra tersenyum.


"Iya Ra, aku duluan ya" jawab Nisha.


"M**anis banget sih" Batin Nisha yang tanpa sadar mengusap bibirnya sendiri.


"Ya ampun, mikirin apaan sih aku?" gumam Nisha pelan.


Nisha pun duduk dimeja makan bersma kedua orang tua Ayra.


"Pa, gimana keadaannya Pa? apa masih pusing atau gimana Pa?" tanya Nisha memulai obrolan.


" Udah gak apa apa kok Nish" jawab Papa Ayra tersenyum ramah.


"Kamu kenapa Nish,kok melamun daritadi?" tanya Mama Ayra.


"Ng-ngak kok Ma," jawab Nisha terbata sambil berusaha tersenyum.


*****


Happy reading readers, 😊😊😊😊😊


Author nulis ini sampai senyum senyum sendiri,


ngehalu tengah malam, maka nya bisa mesum kemana2... 😂😂🙏🙏 :V


Makasih ya masih setia membaca cerita recehku ini, 😁😁😁


Jangan lupa like, coment, rate dan vote y .


😊😊😊


*****