
jangan lupa untuk coment dan like.
Leonard masion.
Malam harinya xander menemani nadia yang sedang mengemasi barang barang nya untuk ia bawah pergi camping besok. Selama ia pergi xander selalu mengawasi nadia dari jauh. Bahkan xander tau hal bejat apa yang talah dilakukan kakak nya kepada gadis polos tersebut. Hasrat untuk melindungi nadia dari janis semakin kuat. Membuat xander berpikir ulang jika ingin meninggalkan nadia sendirian di rumah.
"Apa kak janis sudah pulang.? Ini sudah sangat larut." Tanya nadia pada xander. Terlihat dari raut muka nadia jika dia sedang cemas.
"Ada apa princes.? Kau mencemaskan nya.?"
"Tidak biasanya kak janis pulang larut." Ujar nadia.
"Tenanglah. Aku sudah hidup dengan janis bertahun tahun. Pasti akan ada saatnya dia ingin bersenang senang diluar princes." Ucap xander.
"Mungkin. Aku akan tidur kak sudah pukul sembilan malam aku tidak ingin bangun kesiangan besok." Ujarnya.
"Baiklah princes good night." Ujar xander lalu pergi meninggalkan kamar nadia.
Xander berjalan ke arah lantai bawah rumahnya menuju arah mini bar yang di ada di rumahnya. Ruangan mini bar dilengkapi dengan vasilitas billiards yang biasanya di gunakan untuk bersantai dengan para tamu bisnis keluarga leonard. Xander merenungkan apa yang terjadi kepada kakak nya sampai sampai adik nya sendiri menjadi korban nya. Xander menghabiskan satu botol alkohol sendiri tapi ia tidak merasa pusing sama sekali. Dilihatnya sudah pukul dua belas malam. Ia mendengar suara mobil berhenti di depan pintu masuk masion. Xander menebak jika itu adalah janis. Xander tidak menggubrisnya tapi ia mendengar samar samar suara perempuan dari arah ruang tamu. Karena penasaran xander berinisiatif untuk melihat ke depan.
Saat xander keluar dari ruangan mini bar tersebut ia langsung melihat janis yang sedang di bopong oleh seorang perempuan menuju arah kamar nya di lantai dua. Xander pun mengikuti nya sampai mereka berdua memasuki kamar janis. Xander yang tau jika pintu tersebut tidak terkunci mencoba melihatnya. Ternyata saat dilihat disana terlihat dua insan yang sedang otw memadu kasih. Janis mencium perempuan tersebut dengan brutal. Ia tau jika mereka akan melakukan ritual suami istri dan yang pasti nadia akan dengar suara suara percintaan mereka karena kamarnya bersebelahan dengan janis.
Xander pun langsung menuju kamar nadia dan langsung menggendong tubuh nadia yang sedang tertidur menuju kamarnya.
"Pria itu sangat brengsek." Ujar xander.
Di dalam kamarnya xander langsung menidurkan nadia dan di peluknya adik nya itu. Malam tersebut xander merasa tidurnya sangat nyenyang sehingga membuatnya terus ingin seperti itu.
___________________________
Pagi pun tiba semilir angin dingin yang di keluarkan oleh pendingin ruangan menyapu kulit lembut nadia membuatnya semakin merapatkan pelukan nya ke dalam selimut. Tanpa ia ketahui jika seuatu yang ia peluk tersebut adalah kakak nya yaitu xander.
Nadia mulai mengerjap kan matanya. Saat pertama kali membuka mata. Nadia merasa sangat asing dengan kamar nya. Ia melihat di sebelahnya ternyata terdapat xander yang sudah bangun lalu hanya menatapnya.
"Kakak yang pindahin aku.?" Tanya nadia.
"Bukan. Kamu sendiri tidur sambil berjalan ke sini." Jawab xander.
"Benarkah.?" Ujar nadia tidak percaya.
"Mungkin kamu mimpi buruk princes. Sehingga kamu mencari ku dan langsung memeluku." Kata xander mengarang.
Nadia berfikir keras untuk mengingat kejadian yang katanya ia berjalan sendiri ke kamar kak xander tapi semakin di ingat ingat semakin pusing sendiri.
"Sudahlah princes. Lebih baik kamu mandi dan kita berangkat." Ujar xander.
"Kita sarapan dulu di bawah kak." Ujar nadia.
"Lebih baik kita sarapan di luar ya princes."
"Tidak biasa nya kakak." Setelah mengatakan itu nafia pergi menuju kamarnya.
Saat nadia melewati kamar janis, tiba tiba pintu ruangan janis terbuka dan keluarlah seorang perempuan cantik yang kemudian menabrak nadia hingga terjatuh.
"Ah maafkan aku." Ucap nadia.
"Oh tidak apa apa nona. Seharusnya aku yang meminta maaf kepada mu." Ujar perempuan tersebut sambil tersenyum.
"Kak mia.? Kakak habis dari kamar kak xander pagi pagi begini.?" Tanya nadia tanpa curiga sedikit pun.
"Uhhmmm aku pulang dulu ya nona. Sebentar lagi mau ke kantor." Ujar mia.
"kita bisa sarapan bersama. Dan kak mia juga bisa satu mobil dengan kak janis nanti." Ujar nadia yang mulai memahami situasinya saat melihat kamar kakak nya begitu berantakan dan celana panjang kakak nya berserakan di lantai.
"Saya akan tunggu di bawah kalo gitu." Ujar mia lalu pergi dari hadapan nadia.
"Aku yakin kakak hanya berbuat kesalahan. Jika kakak mengulangi nya mungkin itu bukan kesalahan." Batin nadia.
Lalu nadia pergi masuk kedalam kamarnya. Tanpa ia ketahui ada sesorang sedari tadi yang mengawasi nadia. Alexander melihat betapa adiknya terluka mengetahui sifat asli janis.
"Si brengsek itu belum memulangkan jalang nya ternyata. Sia sia aku menyembunyikan semuanya dari nadia pada akhirnya pun dia tau sendiri." Batin xander.
Setelah memakai baju casual dengan celana jins nadia menggeret kopernya keluar dari kamar. Dilihatnya kamar kakak nya yang sudah bersih dan mungkin kakak nya sudah berada di meja makan. Nadia mengangkat kopernya untuk menuruni tangga tapi tiba tiba xander datang dan membantu nadia.
"Terimakasih." Ujar nadia sambil tersenyum yang hanya di balas dengan senyuman oleh xandeer.
Saat mereka turun dari tangga xander dan nadia terkejut melihat kursi yang biasanya di duduki oleh nadia telah di tempati oleh mia dan janis hanya diam saja mengetahui hal itu.
"Kita sarapan di luar saja ya princes." Bisik xander pada nadia. Yang hanya di jawab gelengan oleh nadia. Membuat xander mengalah pada adik nya.
"Selamat pagi tuan alex." Sapa mia yang membuat janis mengalihkan pandangan nya dari koran ke arah xander dan nadia. Xander pun tidak menggubris sapaan dari mia.
"Bukan kah kursi sebelah kanan mu itu tempat nadia. Jika memang wanita ini adalah istrimu dia berhak duduk di sebelah kanan mu." Ujar xander yang langsung membuat janis menatap mia.
"Pindahlah." Ujar janis cuek.
"Tidak usah kak. Karena kita akan sarapan di luar." Ujar nadia lalu menyeret xander pergi dari sana.
"Siapa yang mengizinkan mu pergi sekarang nadia." Bentak janis yang langsung memenuhi masion.
"Aku tunggu di mobil princes." Ujar xander sambil mencium pipi nadia yang langsung membuat janis naik pintam.
"Biarkan aku bersihkan noda xander." Kata janis langsung berjalan tergesa gesa menuju tempat nadia.
"Noda apa yang kakak maksut.? Sebelum itu berkaca lah kak. Kakak lebih banyak noda ketimbang aku. Biarkan aku pergi dengan kak xander." Ujar nadia lantang yang langsung membuat janis mematung. Ia berfikir nadia mengetahui kejadian tadi malam.
Janis teringat kejadian yang dia alami tadi malam bersama mia. Padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia akan menjaga nadia dan tidak akan melepaskan nya. Tapi janis sendiri yang lupa karena tergoda oleh mia.
_______________________
Setelah membeli sarapan nadia dan xander pun melanjutkan perjalan menuju sekolah nadia. Dalam hati nadia ia ingin menyimpan semua nya sendiri. Tapi ia juga tau jika kak xander memang sengaja membawanya pergi sarapan di luar masion agar tidak sakit hati mengetahui sifat dan sikap kak janis sebenarnya.
"Kak aku mau tanya. Apa kakak sudah tau semuanya.?" Tanya nadia.
"Maksut kamu.?" Tanya xander pura pura tidak mengetahui semuanya. Nadia yang ditanya xander pun hanya terdiam.
"Kakak sudah tau semuanya." Jawaban xander pun membuat nadia langsung memalingkan wajahnya menghadap sang kakak.
"Tapi kakak tau jika hubungan mu dan janis tidak berhak dilarang. Karena memang kita sebenarnya tidak ada hubungan sedarah. Tapi asal kamu tau nad. Dari awal pertemuan kita kakak sudah tertarik kepadamu. Tapi lupakan saja. Mungkin janis lebih cocok dengan mu. Kakak akan menjadi kakak terbaik mu saja." Sabung xander.
"Kak. Aku tidak akan pernah meninggalkan kak janis apapun yang terjadi. Terkecuali jika dia sendiri yang menginginkan nadia untuk pergi dari kehidupan nya." Ujar nadia yang langsung membuat hati xander mencolos.
Hening pun menyelimuti perjalanan mereka. Xander hapal betul sifat janis yang serakah. Ketakutan xander adalah jika suatu saat janis benar benar meninggalkan nadia saat seluruhnya telah menjadi milik nya. Mobil xander memasuki gerbang sekolah nadia. Beberapa pengawas camp dan perwakilan guru sudah berkumpul di sana mengabsen seluruh siswa. Para wali murid pun mengantarkan anak anak nya. Xander yang baru saja datang pun langsung membawakan koper nadia. Sementara nadia ikut berbaris di barisan teman teman kelas nya.
Kepala sekolah menghampiri xander membuat beberapa orang tua terkejut karena kedatangan putra keluarga leonard di sana. Mereka baru mengetahui jika putri keluarga leonard juga bersekolah di sana.
"Selamat pagi tuan alexander." Sapa kepala sekolah.
"Pagi bapak kepalah sekolah. Saya ingin adik saya tercinta tersebut mendapatkan prilaku spesial di sana." Ujar xander.
"Kita semua juga akan menjaga nona nadia tuan." Jawab kepalah sekolah.
Kemudian akhirnya nadia kembali ke kakaknya dan berpamitan dengan nya.
"Kamu hati hati princes." Xander memeluk nadia dengan begitu erat.
"Kak bus nya sudah mau berangkat. Aku akan mengingat pesan kakak." Ujar nadia lalu pergi berlari memasuki bus.
Satu persatu bus para siswa berangkat menuju tempat camp. Di dalam bus nadia menatap kakak nya lalu melambaikan tangan nya dan di balas oleh xander.