
Kantor.
Nadia melihat banyak sekali wartawan yang berkerumun di depan lobi kantor. Nadia penasaran dengan apa yang terjadi. Nadia pun berjalan menuju kerumunan tersebut. Ternyata disana terlihat xander yang sedang di kerumuni oleh reporter.
"benarka anda sudah menikah tuan.?" tanya reporter perempuan berambut pendek.
"siapa wanita yang anda nikahi tuan.?" tanya reporter berambut hitam.
"kenapa pernikahan anda tidak di ekspos.? Bukan kah seharus nya anda mengngundang beberapa rekan bisnis anda." tanya perempuan berambut kuning.
"maaf tuan kami sedang sibuk." ujar satpam yang berusaha menolong xander untuk masuk ke dalam kantor.
Nadia pun melanjutkan jalan nya menuju meja nya yang berada di depan ruangan xander. Xander pun memasuki lift pribadi nya. Nadia sudah bisa menebak jika suami nya sekarang sedang bad mood. Sebelum nadia memasuki lift nadia membeli kopi di kantin kantor. Saat akan memasuki lift tiba tiba nadia di cegat oleh agista.
"nona ela ada yang ingin saya tanyakan." ujar agista membuat nadia bingung. Pasalnya agista tidak pernah bersikap ramah seperti ini pada nya.
"apa.?" tanya nadia.
"apa kau tau jika mr. Alex telah menikah.?" tanya agista.
"aku tau. Bukankah hal tersebut sekarang menjadi perbincangan.?" tanya nadia balik.
"benar. Tapi apakah kamu tau siapa istri nya.?" tanya agista lagi.
"saya tidak tau. Jika anda ingin tau. Tanyakan saja pada mr alex." jawab nadia lalu pergi meninggalkan agista.
Agusta nampak berfikir siapa ssbenarnya istri lelaki yang menjadi incaran nya.
Nadia pun sampai di lantai yang paling atas. Dia menaruh tas nya di meja lalu bejalan menuju ruangan xander. Tok tok tok pintu pun diketuk oleh nadia.
"masuk." jawab xander dari dalam.
"honney masuk lah. Sini mendekatlah." kata xander yang melihat nadia membuka pintu nya.
"aku bawahkan kopi untuk kakak." ujar nadia sambil memberikan kopi xander.
"terima kasih honney. Kau tau jika aku sedang butuh kopi untuk pekerjaan ini." jelas xander.
"apa javi tidak datang ke kantor hari ini.? Karena nanti siang ada acara yang harus javi datangi untuk menggantikan kakak." kata nadia sambil memakan beberapa cemilan coklat yang tersedia di atas meja tamu.
"batalkan saja. Karena javi mungkin akan kembali nanti malam." jelas xander.
"baiklah kak." jawab nadia.
"kau akhir akhir ini suka makan ya honney." tegur xander.
"aku menjadi sering lapar kak." jawab nadia.
Xander pun mendekati nadia lalu duduk di sebwlah nya.
"apa di sini sudah ada yang tumbuh.?" tanya xander sambil mengelus perut nadia.
Nadia terkejut mendengar ucapan kakak nya. Ia juga berfikir sedemikian juga.
"kita akan mengetes nya sepulang dari kantor." jawab nadia.
"kita tes sekarang ya honey. Biar aku suru oengawal membeli beberapa tes pack." kata xander yang di angguki oleh nadia.
Nadia teringat ia pernah melakukan nya dengan xander sebelum pernikahan nya. Nadia pun melanjutkan pekerjaan nya begitu juga dengan xander. Sampai akhir nya pesanan xander pun datang. Xander pun memanggil istri nya ke dalam ruangan nya.
"kak, jika hasil nya negatif apa kakak akan marah.?" tanya nadia pada xander.
"perfikirlah positif honey." ujar xander menenangkan nadia.
Nadia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengecek nya. Sementara xander sedang menunggu di depan toilet dengan perasaan yang campur aduk. Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit nadia pun membuka pintu dengan keadaan yang kacau. Air mata nya menetes membuat xander mengerti perasaan istri nya. Seharus nya xander tau jika hal itu akan membuat nadia tertekan.
"kita akan mencoba nya lagi ya.? Kamu jangan menangis." kata xander berusaha menenangkan nadia.
"Maaf kak." hanya itu yang keluar dari bibir nadia.
"ga apa sayang. Kita akan mencoba nya terus." ujar xander.
Xander pun mencium bibir nadia berusaha menenangkan tangisan nya. Nadia pun membalas ciuman tersebut. Tangan xander mulai bergerak menuju gundukan nadia. Sesekali meremas nya membuat nadia mengeluarkan ******* nya. Xander pun mengangkat nadia ke atas meja kerja nya. Mereka masih asik berciuman tangan xander mulai turun ke bawah. Menyingkap sedikit rok nadia. Tangan xander pun masuk lebih dalam menuju pusat inti nadia. Xander pun memasukan satu jari nya di sana membuat nadia seketika mendesah dan mengeliat.
"aahhhh.." desah nadia pun lolos.
Xander mempercepat gerakan tangan nya di dalam sana membuat nadia semakin mengeliat dan mengeluarkan cairan di sana.
"aaarrrggghh ah ah.. Ahh.." desah nadia saat merasakan pelepasan nya.
"aku akan memasukan nya honey." ujar xander.
Xander pun menarik ****** ***** nadia hingga terlepas. Nadia masih menggunakan oakaian utuh begitu juga dengan xander. Hanya bawahan nadia yang sedikit menyingkap karena mengakangi kaki xander. Xander pun mulai menggerakan badan nya untuk meraih pelepasan bersama istri nya.
"ahhh... Ahh..."
"fasterrr... Ah..a ah... Aku mau keluar..." jerit nadia tertahan.
"kita keluarkan bersama.. Ahh ahh arrggkk." desis xander saat mencapai ******* nya.
"kau lelah honey.?" tanya xander tanpa mencabut batang ******** nya dari liang nadia. Nadia pun menatap nya dengan senyuman.
"kita lanjut di dalam kamar istirahat." kata xander sambil berjalan ke kamar yang biasa nya di buat untuk diri nya istirahat. Tanpa melepas penyatuan mereka.
Tanpa mereka sadari sedari tadi pintu ruangan xander tidak terkunci. Dan ada seseorang yang melihat percintaan panas mereka.
Satu minggu kemudian saat nadia berangkat ke kantor semua mata menatap nya dengan tatapan yang berbeda. Semua menatap nadia seolah olah dirinya sedang menjadi tersangka sebuah kasus.
"dasar bicth." ujar salah satu pegawai wanita.
Nadia dengan cepat memencet tombol lift saat akan masuk ke dalam lift seseorang menghentikan nya. Dia adalah reno seorang pegawai magang di kantor tersebut. Reno memberikan handphone nya kepada nadia. Nadia melihat nya betapa terkejut nya nadia mengetahui vidio percintaan nya dengan xander. Reno langsung menyeret nadia keluar kantor dengan di ikuti oleh beberapa orang.
"kita nggak mau satu kantor dengan pelacur seperti mu." ujar salah satu dari mereka.
"lebih baik kamu pergi dari kantor ini. Kantor ini tidak cocok untuk pelacur seperti anda nona." ujar erina.
"pantas saja saat aku tanyai tentang istri mr. Alex dia tidak menjawab ternyata selama ini dia sendiri seorang pelakor rumah tangga nya mr. Alex." ujar agista.
Nadia hanya mampu menangis saat di cecar oleh beberapa orang. Sebuah mobil putih pun berhenti tepat di depan kerumunan tersebut. Xander datang seperti pangeran berkuda putih. Xander bingung dengan apa yang terjadi di sana. Saat xander melihat ada orang ditengah kerumunan tersebut ia terkejut melihat nadia yang menangis di sana. Xander langsung marah melihat istrinya seperti itu.
"ADA APA INI.?" bentak xander pada mereka.
Salah satu dari mereka pun memberikan handphone nya pada xander. Saat melihat apa yang ada di dalam handphone tersebut xander langsung memecahkan handphone itu.
"Kalian. Asal kalian tau. MISS ELA ADALAH ISTRIKU. DIA ADALAH EQUELA NADIA LEONARD." bentak xander yang membuat mereka semua terkejut.
"javi. Cari sumber dari penyebar vidio itu. Berikan sp pada semua orang yang menghina istriku. Cari tau di cctv." ujar xander pada javi.
Xander pun memeluk nadia dan membawah nya menuju lift. Nadia menangis di pelukan sang suami.
"mulai sekarang kamu tidak usah bekerja ya. Ini pasti sulit untuk mu honey." kata xander pada nadia.
"tidak kak. Aku tidak ingin kabur dari kenyataan." jawab nadia.
"baiklah. Kalau begitu apa kamu mau memberikan pernyataan pada publik bahwa kamu adalah istri ku. " tanya xander pada nadia.
Nadia pun mengangguk menyetujui usul xander. Ia tidak mau jika hal seperti ini terjadi lagi.
Tok tok tok.. Suara pintu pun di ketuk oleh javi. Javi masuk lalu di susul oleh beberapa body guart yang menyeret seseorang. orang tersebut sudah babak belur dia adalah lelaki magang yang tadi mencegat nadia.
"dia adalah perekam vidio tersebut tuan. Dia adalah anak magang di kantor ini." ujar javi.
"tidak tuan jangan. Ampun tuan." kata lelaki tersebut sambil berlutut di sana.
"seret dia pergi. Setelah ini siapkan ballrom untuk ku. Apa vidio tersebut sudah di hapus.?" tanya xander.
"sudah tuan." jawab javi.
"pergilah. Setelah selesai telfon aku dan kumpulkan para karyawan di sana." ujar xander.
"baik tuan." jawab javi lalu pergi meninggalkan ruang kerja xander.
"are you oke honey.?" tanya xander sekali lagi pada nadia.
"iya kak." jawab nadia.
"lelaki magang itu harus di beri pelajaran agar mereka tau apa konsekuensi nya jika mengganggu keluarga ku." ujar xander lalu mulai memeluk istri nya lagi.
Dilain sisi tepat nya di masion leonard janis sedang berada di ruang kerja menyiapkan berkas berkas nya untuk melamar pekerjaan.
"sangat konyol jika aku tidak bekerja di perusahaan ku sendiri." ujar janis dalam hati.
"aku harus bekerja jika tidak aku akan malu menjadi bahan omongan orang." ujar nya lagi.
"kamu mau kemana.? Kenapa rapi.?" tanya mia di depan pintu.
"aku mau menemui xander dan meminta pekerjaan pada nya." ujar janis.
"kau sudah baikan dengan adik mu.?" tanya mia.
"setidak nya aku harus baik pada nya agar mendapatkan posisi penting lagi di perusahaan." jawab janis.
"cinta mu sudah menjadi istri adik mu. Bagaimana perasaan mu." tanya mia yang langsung membuat janis menoleh menatap nya.
"aku akan berusaha merebut nya kembali. Aku akan mengembalikan keadaan seperti Semula lagi." ujar janis lalu pergi dari masion menuju kantor xander.
Kembali lagi di kantor xander. Semua para karyawan berkumpul di ruang perkumpulan seperti ballroom yang ada di perusahaan. Mereka tau kenapa mereka dikumpulkan seperti itu. Pintu ballroom pun di buka. Disana ada nadia dan xander serta beberapa pengawal mereka. Pandangan sinis ditunjukan pada nadia. Xander pun dengan sigap memeluk pundak nadia. Mereka yang awalnya menatap sinis pun menjadi takut. Xander dan nadia pun menaiki panggung kecil di depan sana. Xander pun mengambil microphone.
"Selamat siang. Saya Alexander leonard ingin mengklarifikasi tentang vidio yang menggemparkan kantor tadi pagi. Dividio tersebut benar adanya. Saya dan nona melakukan nya.." kata xander yang langsung membuat beberapa orang terkejut.
"Saya dan nona ela sudah menikah. Ini adalah foto foto pernikahan kami. Jadi apa salah saya melakukan nya kepada istri saya sendiri. Jadi sudah cukup kalian mengusik istri saya. Saya tidak mau jika istri saya mengalami pelecehan seperti tadi pagi." ujar xander lalu mengajak nadia untuk pergi dari ruangan tersebut.
Xander pun mengajak nadia menuju kembali ke masion. Di dalam perjalanan xander terus menggenggam tangan istri nya tersebut. Mobil pun berhenti di sebuah minimarket yang dekat dengan masion. nadia yang melihat itu pun menjadi bingung.
"apa kakak ingin membeli sesuatu.?" tanya nadia.
"kamu tunggu sini ya honey." ujar xander lalu mengecup kening nadia.
Nadia pun membuka ponsel nya lalu mulai mengirim pesan pada sahabat nya yaitu sharen. Nadia menanyakan tentang perkembangan kasus penembakan yang dilakukan nikolas. Karena nadia sangat dilarang oleh daddy nya untuk ikut campur masalah tersebut. Saat nadia menoleh melihat ke arah supermarket disana ia terkejut melihat xander keluar dengan menenteng dua tas plastik besar. Nadia pun keluar dari mobil berniat ingin membantu xander.
"kakak membeli apa sebanyak itu.?" tanya nadia pada xander.
"ice cream dan snack untuk mu honey." jawab xander saat memasukan kresek kresek tersebut ke dalam kursi penumpang.
"kenapa banyak sekali.?" tanya nadia.
"aku tidak tau kesukaan mu honey. Jadi aku membeli semua rasa ice cream yang ada di sana." jawab xander.
"kenapa tidak mengajak ku.?" tanya nadia.
"karena itu surprise untuk mu honey. Aku ingin membuat mood mu kembali ceria lagi. Karena setauku dari internet wanita Suka diberi sebuah surprise." ujar xander yang membuat nadia tersenyum.
Xander pun menghidupkan mobil nya lalu mulai menjalankan nya menuju masion alexander. Di perjalanan menuju masion xander terus mengelus tangan nadia. Sampai akhir nya mereka sampai di masion.
Mobil xander pun memasuki pelantaran masion nya. Saat mobil berhenti tepat di lobi masion Nadia keluar dari mobil saat seorang pengawal membukakan pintu nya begitu juga dengan xander. Nadia ingin mengangkat barang belanjaan xander tapi xander melarang nya dan menyuruh para pelayan untuk membawakan nya.
"ayo honey kita ganti baju dulu. Hari ini kita bersantai di rumah saja ya." ujar xander lalu menggandeng tangan istri nya menuju kamar.
"tolong taruh barang barang itu di meja makan. Aku akan segera turun." ujar nadia pada kedua pelayan yang mengangkat tas plastik.
"baik nyonya." jawab mereka.
Nadia dan xander pun pergi ke lantai dua menuju ke kamar mereka berdua. Xander pun duduk berniat melepas sepatu nya. Tapi tangan kecil dan halus tersebut pun membantu melepaskan nya. Nadia membantu melepaskan sepatu serta kaos kaki xander.
"biarkan aku membantu kak. Bukan kah ini juga tugas istri." ujar nadia.
"terimakasih honey." jawab xander.
Nadia pun berjalan menuju walkin closet. Ia memilih kaos dan celana kain selutut. Setelah berganti baju nadia pun memilihkan kaos untuk suami nya. Terlihat xander yang sedang tiduran di kasur.
"kak ganti baju dulu. Aku tunggu di bawah ya. Setelah ini kita makan siang." ujar nadia lalu pergi menuju lantai bawah.
Nadia menuju meja makan dan mulai membuka isi kantong plastik tersebut. Betapa terkejutnya melihat banyak sekali kotak kotak ice cream yang suami nya beli. Serta banyak sekali coklat dan hanya beberapa makanan ringan. Hampir semua nya coklat dan ice cream. Nadia pun mengambil sendok untuk memakan satu kotak ice cream.
"tolong masukan semua nya di lemari pendingin. Eh tunggu sisakan satu coklat di meja. Biar aku makan." ujar nadia pada para pelayan.
"baik nyonya." ujar pelayan.
"untuk makan siang nanti paman calt memasak apa.?" tanya nadia pada pelayan yang ada di belakang nya.
"hari ini uncle calt memasak sup iga, ayam bakar dan daging panggang." ujar pelayan.
"tolong beritahu paman calt untuk membuatkan nasi goreng sea food kesukaan ku." ujar nadia.
"baik nyonya." jawab pelayan lalu pergi menuju dapur.
"honey apa kau suka dengan ice cream nya.?" tanya xander pada sang istri.
"aku sangat suka. Aku baru memakan satu kak. Kau bisa membuat ku gemuk jika menyuruhku menghabiskan nya dalam sekejap." ujar nadia.
"habiskan lah honey. Aku membelinya hanya untuk kamu." ujar xander lalu mencium bibir nadia.
"kak ada orang." ujar nadia.
"aku hanya membersihkan ice cream itu di bibirmu honey." jawab xander.
"terima kasih kak." ujar nadia.
"selamat siang tuan. Maaf mengganggu Saya membawa laporan dari kantor cabang." ujar javi yang beru saja datang.
"tunggulah ke ruangan ku." ajak xander pada javi.
"honey aku ke ruang kerja ya." ujar xander.
"iya kak. Nanti aku akan memanggilmu jika makan siang sudah siap." jawab nadia.
"iya honey." jawab xander lalu pergi menuju ruang kerja nya.
Nadia pun mengambil ipad nya dan mulai menonton film di sana. Tidak terasa sudah dua jam berlalu. Nadia tertidur di meja makan. Seorang pelayan pun membangunkan nya.
"nyonya maaf membangunkan. Ada tamu di depan." ujar pelayan tersebut.
"dimana xander.?" tanya nadia.
"tuan masih di ruang kerja nyonya." jawab pelayan.
Nadia pun berjalan melangkah menuju ruang tamu. Dengan sedikit berantakan nadia tidak peduli siapa tamu nya. Saat nadia sampai di ruang tamu ia terkejut melihat seseorang sudah duduk di sana.
"kak janis.." ujar nadia.