
seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Rumah sakit.
Pagi harinya xander terbangun dari tidur nya. Ia merenggangkan badan nya. Saat ia melihat ranjang tempat nadia berada ia langsung terkejut saat menemukan nadia tidak ada di sana. Xander pun panik dengan cepat meraih hand phone nya untuk menelpon seseorang. Tiba tiba suara pintu terbuka mengalihkan pandangan nya. Di sana nadia duduk di kursi roda yang di dorong oleh Elgura. Xander pun berlari ke arah nadia lalu memeluk nya. Nadia yang bingung dengan sang kakak pun hanya membalas pelukan nya.
"Apa kau mengirah aku sudah membawah pergi putri ku.?" Tanya el.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu." Ujar xander dingin.
"Kak. Aku sudah meminta izin kepada daddy untuk tinggal bersama kakak. Daddy juga sudah cerita pada ku jika ia akan membawaku." Ujar nadia yang membuat xander sedikit lega.
"Tapi nadia akan tinggal bersama ku beberapa saat. Mungkin sampai dirinya lulus sekolah." Ujar elgura yang langsung membuat xander sedih.
"Princes. Kakak mohon kamu tinggal di sini ya. Kakak janji ini tidak akan terjadi lagi." Xander memohon di depan kursi roda nadia.
"Tenanglah kak. Aku akan pergi bersama daddy. Daddy juga tidak akan membatasi kakak untuk menemui ku. Setelah waktunya tiba aku akan kembali ke sisi kakak untuk selama nya. Aku juga sudah membicarakan tentang lamaran kakak waktu aku mengandung kepada daddy. Dan aku memutuskan akan menikah jika sudah ingin kembali ke sini. Di sini semua kenangan sangat menyakitkan untuk ku. Berikan aku waktu untuk menerima semua nya." Jelas nadia yang membuat xander langsung memeluk nadia.
"Cepat kembali princes." Ujar xander.
"Dengan satu syarat." Ujar elgura tiba tiba.
"Apa syarat nya.? Aku akan melakukan nya." Tanya xander dengan sungguh sungguh.
"Kau harus mengalahkan perusahaan kakak mu yang sekarang sedang berkembang pesat. Setelah itu kau baru bisa membawa nadia kembali dan menikahi nya." Ujar el gura.
"Aku akan melakukan nya." Ujar xander.
"Berikan hasil tes ini pada kakak mu. Kemarin anak buah ku tidak membunuh nya. Jeselin hanya melukai nya. Karena ia masih memikirkan jika janis adalah kakak mu." Ujar elgura yang di angguki oleh xander.
"Siapa jeselin.?" Tanya nadia pada daddy nya.
"Dia wanita yang pernah kamu temui waktu itu princes." Jawab xander.
"Satu minggu lagi kamu pasti bertemu dengan nya. Aku akan memberi mu waktu selama satu minggu bersama nadia xander sebelum aku menjemputnya lagi. Aku titipkan putriku. Aku harus kembali dan mempersiapkan pesta untuk nya. Daddy pamit sayang." Ujar elgura lalu meninggalkan ruang nadia.
Disana tinggal nadia dan xander. Xander pun membantu nadia tidur di ranjang. Ia berusaha membuat nadia agar tidak mau ikut bersama daddy nya.
"Kata dokter nanti sore aku sudah di perbolekan perbolekan pulang." Kata nadia tiba tiba.
"Benarkah princes.?" Xander tidak percaya dengan perkataan nadia.
"Tadi daddy tanya ke dokter. Kakak aku harap satu minggu ini kau tetap di sampingku." Rengek nadia.
"Pasti princes."
"Semoga putraku bahagia di surga." Ujar nadia tiba tiba.
Sore pun tiba xander menuntun kursi roda yang di tumpangi oleh nadia menuju mobil yang sudah menunggu di depan lobi rumah sakit. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit itu. Xander terus menggenggam tangan nadia. Sesekali ia mencium nya. Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai. Nadia begitu terkejut saat melihat kimi dirinya sedang berada di masion leonard. Xander yang melihat itu pun menenangkan nadia.
"Tenang lah. Aku hanya sebentar. Kamu tunggu di sini dulu." Ujar xander. Nadia pun hanya mengangguk. Sebelum xander pergi masuk ke dalam masion ia menyempatkan untuk mencium kening sang pujaan hati.
"Segeralah kembali kak." Ujar nadia.
"Javi aku titip nadia." Kata xander ke javi.
"Baik tuan." Jawab javi.
Xander memasuki masion di sambut oleh beberapa pelayan. Ia berjalan berpapasan dengan mia di tangga. Perut mia kini sudah terlihat membesar. Tanpa menyapa xander terus berjalan ke lantai dua. Xander membuka kamar janis dengan sangat kasar.
"Apa kau tidak memiliki sopan santu.?" Teriak janis tanpa menoleh.
"Ternyata kau." Ujar janis saat melihat keberadaan xander disana.
Xander berjalan ke arah janis dengan sangat keras ia melemparkan kertas amplop yang ia bawah. Janis mengambil amplop tersebut lalu membuka nya.
"Aku tak perlu membuat mu menyesal. Karena mungkin penyesalan itu akan datang padamu dengan sendirinya. Ingatlah bagaima kau membunuh anak mu yang bahkan belum lahir." Ujar xander dengan sangat dingin.
Terlihat janis terkejut melihat hasil tes DNA yang dilakukan oleh xander. Air mata janis terlihat menetes di pipinya.
"Aku akan menikahi nadia. Karena kini kau bukan lagi walinya. Nadia sudah bertemu dengan daddy nya yang kini menjadi wali sah nadia." Setelah mengatakan itu xander pun berjalan ke luar dari kamar janis. Saat xander berada di luar ruangan terdengar beberapa barang pecah dan berjatuhan.
________________________
Alexander masion.
Nadia bersandar di ranjang nya. Ingatan nya kembali teringat tentang kehamilan nya. Awalnya ia terkejut dan sulit menerimanya. Tapi berkat xander ia bahkan menantikan nya terlahir di dunia. Xander membawakan makan malam nadia ke kamar. Xander menaruh makanan tersebut di atas nakas.
"Maafkan kakak yang tidak bisa menjaga mu." Ujar xander sambil memeluk nadia.
"Ini bukan salah kakak. Anggap saja ini adalah pelajaran untuk ku." Jawab nadia.
"Ayo makan lalu minum obat nya. Semoga selama satu minggu ini daddy mu berubah pikiran untuk menitipkan kamu princes." Ujar xander.
"Sangat tidak mungkin jika daddy masih membiarkan ku di sini kak." Kata nadia.
"Apa kamu sudah tau siapa dan apa pekerjaan daddy mu nad.?" Tanya xander secara tiba tiba.
"Sudah. Tadi daddy sudah menceritakan semua nya. Dia adalah seorang mafia yang mengharuskan nya menikah dengan putri dari mafia juga agar memperluas kekuasaan nya. Pada saat mama hamil, daddy diancam oleh kakek. Jika ia tidak menjauh dari mama. Kakek akan membunuh mama dan bayi yang dikandung nya. Dengan berat hati ia melepaskan mama dan aku. Tapi hampir setiap hari daddy selalu mengawasi ku. Aku percaya karena daddy menunjukan foto foto ku dari kecil yang diambil dari kejauhan. Seperti mata mata." Jelas nadia lalu ia tertawa kecil.
"Bahkan seluruh body guart ku diganti oleh daddy mu princes." Timpal xander.
"Benarkah.?" Tanya nadia tidak percaya.
"Mereka semua anak buah daddy mu yang di suruh mengamankan rumah ini. Katanya mereka lebih berpengalaman." Jelas xander.
"Apa kakak keberatan.? Aku akan bicara pada daddy jika keberatan." Kata nya.
"Tidak. Itu juga sangat baik untuk melindungi mu princes." Jawab xander lalu mencium kening nadia.
"Kakak aku lapar." Rengek nadia.
"Ayo kakak suapin. setelah itu kamu minum obat ya princes."
"Iya siap kak." Jawab nadia.
________________________
Leonard masion.
Mia menunggu sang suami membuka kamar tidurnya. Sejak xander pergi janis mengunci dirinya di dalam kamar dan membanting seluruh barang barang yang ada di kamar nya. Seluruh pelayan kawatir begitu pun mia. Saat ini teo sedang perjalanan menuju masion leonard. Tadi janis langsung memerintah seluruh anak buah nya untuk mencari tau tentang keaslian hasil tes dna tersebut.
Di dalam ruangan janis terlihat sangat frustasi ia melihat galeri handphone yang masih tersimpan foto nya bersama nadia. Dipandangi nya wajah cantik tersebut. Setetes air mata membasahi pipinya.
"Maaf." Hanya itu yang keluar dari bibir janis.
Setelah beberapa saat akhir nya janis pun tenang. Ia melangkah keluar membuka pintu kamar nya. Dilihat beberapa pelayan dan istrinya menunggu di sana. Ditatapnya mia dengan penuh kemarahan. Saat mia hendak memegang tangan janis. Janis buru buru menepisnya lalu pergi menuju dapur.
"Apa ada masalah kantor.?" Tanya mia pada janis.
Janis tidak menggubris mia sama sekali. Bahkan menoleh untuk menatap wajah mia pun ia tidak mau.
"Untuk sementara tidurlah di kamar tamu. Jangan pernah naik ke lantai atas sebelum aku sendiri yang mengizin kan nya." Ujar janis lalu pergi menuju ruang kerja nya.
Ternyata di dalam ruang kerja janis sudah ada teo yang menunggu. Janis pun langsung menanyakan tentang nadia.
"Bagaimana.?" Tanya janis.
"Benar tuan. Hasil tes ini di ambil dari rumah sakit yang menangani nona nadia. Mereka bilang nona keguguran setelah mendapatkan pelecehan sexual. Dan tes dna itu memang benar ada nya. Anda memang ayah dari anak tersebut." Jelas teo yang langsung membuat pertahanan janis runtuh.
"Ada lagi yang saya dapatkan tuan." Sambung teo.
"Apa.?" Tanya janis yang langsung menatap mata teo.
"Nona nadia adalah putri tunggal dari elgura sofran." Jawab teo.
"El sofran.? Bagaimana bisa.?" Tanya janis yang terkejut mendengar kabar teesebut.
"Tuan el sofran dulu di ancam oleh mendiang ayah nya untuk meninggalkan istrinya yang sedang hamil untuk menikahi putri mafia lain. Tapi pada saat itu istri tuan el sedang mengandung tuan. Cinta mereka di tentang oleh para anggota membuat tuan el terpaksa meninggalkan istrinya dan putri nya yang belum lahir." Cerita teo.
"Istrinya sisil.?" Tanya janis.
"Benar tuan." Jawab teo.
"Apa maksut dari semua nya.? Nadia hamil anak kamu.?" Teriak mia di depan pintu.
Janis yang melihat hal itu murka. Ia pergi begitu saja meninggalkan mia. Janis pergi untuk meluapkan amarah nya. Teo setia mendampingi tuan nya. Janis pergi ke tempat bar untuk minum daj melampiaskan semua rasa bersalanya.
___________________
Kini nadia telah bersiap menggunakan kaos kebesaran dan celana hot pants serta sepatu vans yang sangat cocok di kaki nya. Nadia pun melihat pantulan dirinya di kaca. Ia melihat diri nya sendiri masih seperti anak kecil. Sungguh sangat aneh bila iya berjalan jalan dengan perut besar. Kini perutnya telah mengecil. Ada perasaan sedikit kecewa di dalam hati. Tapi nadia berusaha untuk kuat.
Tok.. Tok.. Tok.. Suara pintu kamar nadia di ketuk.
"Apa sudah siap.?" Tanya xander.
"Sudah kak." Jawab nadia.
"Ayo kita berangkat ." Ajak xander.
"Lets go." Jawab nadia sambil merangkul lengan xander.
Mereka sangat cocok bahkan saat berjalan pun cocok. Xander membukakan pintu untuk nadia. Nadia sangat senang dengan sikap xander. Ia tidak percaya tinggal hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama. Setelah itu Mereka akan ldr.
"Kak. Setelah ini aku hanya bisa percaya pada apa yang kakak ucapkan. Itu kenyataan atau tidak. Aku akan tetap mempercayai nya. Aku hanya ingin satu. Tolong jaga hati kakak." Ujar nadia secara tiba tiba.
"Tentu princes. Kakak akan menunggu sampai kamu siap kembali ke pelukan kakak sebagai seorang istri. Sudah jangan dipikirkan. Kita nikmati waktu ini karena besok daddy mu akan mengambil mu dari ku." Ujar xander yang membuat nadia langsung tersenyum dan tertawa kecil.
___________________________
Leonard masion.
Mobil janis baru saja berhenti di depan masion nya. Kini penampilan janis sangat berbeda dengan sebelum sebelum nya. Janis terlihat sangat berantakan. Lelaki tersebut itu pun memasuki masion nya. Saat melewati ruang tamu tanpa ia ketahui bahwa mia sudah duduk menunggu nya di sana.
"Kenapa jarang pulang.? Bahkan pulang hanya untuk mandi dan ganti baju." Ujar mia yang langsung membuat janis menoleh.
"Kenapa kau keberatan.?" Tanya janis.
"Aku ini istri mu. Istri mana yang tidak keberatan jika suaminya pulang pagi terus menerus." Ujar mia.
"Diamlah pelacur. Bukankah yang kau ingin kan hanyalah kekayaan ini. Kemewahan ini.?" Bentak janis membuat mia terkejut.
Janis pun berjalan pergi ke lantai atas. Saat berada di atas tangga tangan nya di penggang oleh seseorang. Disana ada mia yang menghentikan langkah janis. Dengan sangat kasar janis menepis tangan mia dan membuat nya kehilangan keseimbangan. Mia jatuh terguling guling di atas tangga. Janis yang melihat itu masih belum sadar jika mia sekarang juga sedang membawah calon bayi nya.
Para pelayan yang mendengar kegaduhan pun datang. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat nyonya nya sudah terkapar lemas di lantai. Mereka semua panik. Bahkan teo yang melihat nya juga ikut panik. Janis masih di pengaruhi oleh alkohol.
"Biarkan jalang itu. Jangan sampai ada yang menolong nya. Dia hanya ber akting." Ujar janis sambil berjalan mendekati mia.
Brruuaaakkk... Janis menendang tubuh mia tanpa perasaan.
"Aaarrkkhh.." Hanya rintihan kesakitan yang keluar dari mulut mia.
"Tuan. Jangan seperti itu tuan. Nona sedang mengandung." Ujar salah satu pelayan yang langsung membuat janis tersadar.
Janis tersadar jika mia kini sedang mengandung darah daging nya. Dilihatnya mia dengan sangat lekat. Di sana di kaki nya terdapat noda darah yang mengalir. Pikiran janis pun melayang pada saat dirinya menyiksa nadia. Dan waktu itu nadia juga hamil buah hati nya. Dengan reflek janis pun menggendong mia menuju mobil nya. Ia tidak ingin hal seperti nadia terjadi lagi. Janis tidak ingin merasa bersalah nya bertambah setelah membunuh bayi buah cinta nya dengan nadia.
Di lain sisi xander begitu memanjakan nadia. Ia membelikan perlengkapan dan beberapa keperluan nadia di alaska meskipun xander sendiri yakin jika daddy nadia sudah mempersiapkan segala nya.
"Kak ini sangat banyak. Bagaimana aku bisa membawah semua barang barangku.?" Tanya nadia.
"Bukankah besok kamu di jemput pesawat jet pribadi.?" Tanya xander.
"Mungkin daddy akan melakukan nya. Karena daddy juga ikut menjemputku bukan.?" Ujar nadia.
"Kau akan membawah nya princes. Anggap saja ini adalah hadiah dari ku." Ucap xander lalu menggandeng nadia pergi ke restoran yang ada di mall tersebut.
Banyak dari beberapa pengunjung yang menatap xander dan nadia. Mereka terpesona dengan ketampanan xander dan kecantikan nadia. Bagi mereka xander dan nadia adalah pasangan yang serasi.
_______________________
Masion alexander.
Malam hari nya setelah makan malam xander membantu nadia mengemasi barang barang nya ke dalam koper. Sebenarnya xander sudah melarang nadia untuk berkemas karena xander takut jika nadia nanti merasa pegal. Tapi nadia memaksa untuk melakukan nya sendiri.
"Ah akhirnya selesai juga kak." Ujar nadia sambil merenggangkan tubuh nya.
"Kamu lelah.?" Tanya xander.
"Tidak. Aku tidak lelah sama sekali. Terimakasih sudah membuat aku senang hari ini." Ujar nadia lalu berjalan memeluk tubuh hangat xander.
"Terimakasih sudah memberi kesempatan untuk kakak." Ujar xander.
Xander pun menatap dalam wajah nadia begitulun sebalik nya. Xander terbawah arus suasana tanpa sadar kini nadia dan xander berciuman dengan sangat insten xander menidurkan nadia di atas ranjang nya. Lalu mulai meraba nadia. Tapi tiba tiba xander menghantikan nya membuat nadia bingung.
"Belum saat nya princes. Kita harus menikah dulu baru bisa melakukan nya. Lagian sekarang kau lagi masa nifas." Jelas xander yang membuat nadia langsung tersenyum.
"Sekarang waktunya tidur." Ujar nadia.
"Selamat tidur princes." xander pun mencium kening nadia. Saat xander ingin keluar kamar ia pun di cegah oleh nadia.
"Jangan pergi kak. Tidurlah di sampingku." Ujar nadia.
"Baiklah princes. Segeralah tidur." Kata xander lalu masuk ke dalam selimut nadia.
Xander memeluk nadia lalu mengusap usap kepala nadia membuat nya nyaman. Nadia mulai memejam kan mata nya. Xander terus memandangi wajah damai adik nya. Ia sangat ingin membuat nadia terus tersenyum bahkan ia tidak rela jika nadia mengeluarkan air mata nya.
Xander berjanji kepada diri nya sendiri untuk tidak akan menyakiti hati perempuan nya tersebut. Drrrtttt drrttt hand phone xander bergetar menandakan telfon masuk. Di layar tertulis nama javi.
"Halo ada apa jav.?" Tanya xander sambil menjaug dari nadia.
"Saya baru saja mendapatkan kabar jika istri tuan janis masuk rumah sakit di akibatkan kdrt." Ujar javi di sebrang telfon.
"Baiklah. Besok aku akan menjenguk nya setelah mengantarkan nadia. Kau ikut bersama ku." Jawab xander.
"Baik tuan." Jawab javi yang membuat xander langsung mematikan telfon nya.
______________________
Airport
Nadia dan xander berjalan memasuki air port. Beberapa pengawal membawakan koper koper nadia. Di bawah pesawat sudah ada elgura dan seorang wanita cantik. Nadia mengeratkan gandengan tangan nya. Sesampai nya di depan daddy nya nadia langsung memeluk el gura.
"Sudah siap.?" Tanya elgura.
"Sudah daddy." Jawab nadia.
"Ini adalah jeselin. Dia kakak kamu." Ujar elgura.
"Hai. Aku jeseline. Kita pernah bertemu bukan.?" Tanya jeselin.
"Iya. Kakak yang datang ke masion waktu itu bukan.?" Tanya nadia.
"Benar." Jawab jeselin.
"Ayo kita naik." Ajak elgura yang membuat nadia dan jeselin menoleh.
"Daddy naik dulu. Aku harus berbicara dengan kak xander. "
"3 menit." Ujar el gura.
"Masuk lah princes. Di sini sangat panas. Kita masih bisa bertelephone saat kamu sampai." Ujar xander.
"Aku hanya ingin memeluk kakak." Kata nadia lalu berjalan memeluk kakak.
"Kakak jaga hati kakak. Aku akan sangat merindukan kakak." Ujar nadia lalu mencium bibir xander sekilas.
"Aku akan segera memenuhi keinginan daddy mu. Agar kita bisa segera bersatu kembali."
"Aku pergi dulu kak. Sampai jumpa." Ujar nadia lalu pergi menaiki jet pribadi mimik daddy nya.
Xander pun menjauh lalu melihat dari balik jendela kaca besar yang mengarah langsung pada landasan. Terlihat pesawat nadia sudah mulai bergerak. Hati xander sakit melihat nadia pergi jauh dari nya. Tapi ia harus membuktikan bahwa ia memang bersungguh sungguh dengan nadia.
Setelah mengantar nadia ke air port xander dan javi langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Di dalam perjalanan xander sempat bertanya kepada javi tentang kondisi kakak ipar nya.
"Apa kondisinya membaik.?" Tanya xander.
"Tidak tuan. Mia mengalami pendarahan dan harus kehilangan bayi nya. Mia terjatuh dari tangga karena tidak sengaja terdorong oleh tuan janis. Dan saat telah terkapar tuan janis malam menendang istrinya. Tadi malam dilakukan nya oprasi pengangkatan janin." Jelas javi.
"Janis benar benar nggak punya otak." Ujar xander.
MAAF BANGET JIKA MASIH BANYAK KURANG NYA.