MY Brother Is My Boy. .

MY Brother Is My Boy. .
part 19



Masion alexander.


Sharen, fiki dan juga mark pun berpamitan kepada nadia. Mereka berniat membuat rencana bertemu kembali. Setelah mengantarkan teman teman nya di teras. Nadia langsung masuk ke dalam untuk menemui kakak nya. Nadia begitu sibuk dengan teman nya sehingga melupakan xander. Nadia mencari xander di ruang kerja nya tapi tidak ditemukan. Nadia pun berjalan menuju kamar xander berada. Saat nadia membuka kamar xander terlihat balkon kamar yang sedang terbuka. Nadia yakin jika xander sedang ada di balkon.


"Kakak." Panggil nadia membuat xander menoleh.


"Apa teman teman mu sudah pulang honney.?" Tanya xander.


"Sudah. Apa aku mengganggu mu kak.?" Tanya nadia.


"Tidak princes. Ayo masuk. Udarah di luar sangat dingin."


Nadia dan xander pun masuk kedalam ruangan. Mereka duduk di atas ranjang. Dalam hening nadia pun mencium bibis xander. Xander yang sedari tadi menahan nya pun membalas ciuman nadia. Mereka saling berpangutan. Ciuman xander turun ke leher nadia. Nadia yang dibuat neremang oleh xander tidak tahan menahan nya. Suara hembuasan nafas mengisi kamar xander.


"Ahhh. Esstth." Desis nadia.


Xander menidurkan nadia di ranjang nya. Dengan cepat tangan xander menerobos gaun tidur nadia. Nadia semakin tidak karuan.


Saat xander membuka celana nya nadia langsung tersadar. Dengan cepat nadia mendoring xander dari atas nya. Nadia berlari tanpa menoleh ke belakang. Xander yang syok dengan nadia pun sadar jika dirinya telah kelewatan batas. Dengan cepat xander menyusul nadia ke kamar nya.


Sesampai nya di kamar nadia xander tidak menemukan nadia. Xander pun mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Xander tau jika nadia sedang berada di dalam kamar mandi. Saat ingin mengetuk tiba tiba pintu kamar mandi terbuka. Disana nadia langsung memeluk xander.


"Kak. Maafkan aku. Aku masih takut dengan kejadian terakhir yang menimpa ku." Ujar nadia sambil menangis.


"Aku yang seharusnya minta maaf pada mu princes. Maaf sudah membuat mu kembali merasakan trauma." xander pun memeluk nadia dengan sangat erat.


_____________________


Pagi hari nya nadia dan xander yang sedang sarapan kedatangan javi yang baru balik setelah tugas.


"Apa tuan memanggil saya.? Saya baru kembali dari anak cabang perusahaan." Ujar javi.


"Tolong bantu nadia. Hari ini dia mulai bekerja sebagai sekretaris ku. Kau cukup menjadi tangan kanan ku saja javi." Kata xander.


"Baik tuan." Jawab javi.


"Kau satu mobil dengan ku princes.?" Tanya xander.


"Tidak kak. Aku akan membawa mobil ku sendiri. Lagian jika aku berangkat bersama mu. Semua orang akan curiga." Jelas nadia.


"Baiklah princes. Hati hati ya. Aku berangkat dulu." Xander pun berdiri lalu mencium kening nadia.


"Hati hati kak." Jawab nadia.


Xander pun pergi menuju kantornya setelah itu nadi menyusul menggunakan mobil pribadi nya. Nadia tampil menggunakan rok span dan kemeja wanita. Ia tampak cantik dengan rambut merah yang di gerai. Nadia pun sampai di kantor kakak nya. Disana sangat ramai. Beberapa mata menatap nadia dengan tatapan yabg berbeda beda. Akhirnya nadia pun menaiki lift untuk pegawai. Ia tidak berani menggunakan lift milik kakak nya seperti kemarin.


Seorang perempuan masuk ke dalam lift bersama nadia. Nadia berniat menyapa. Tapi tatapan perempuan tersebut sinis terhadapnya. Kini nadia ingat jika wanita tersebut adalah agista.


"Selamat ya kamu sudah jadi sekretaris. Aku heran dengan mr xander yang tiba tiba merekrut wanita seperti kamu. Apa bagusnya." Ujar agista sinis.


"Mr xander merekrut saya karena mungkin ia lebih suka kinerja saya." Jawab nadia tak kalah sinis.


Lift pun berhenti lalu nadia keluar dan di ikuti oleh agista. Saat nadia sudah berada di meja depan ruangan xander. Agista berjalan menuju pintu ruang kerja xander.


"Et et.. Anda mau ngapain.?" Tanya nadia menghentikan agista.


"Gue mau ngasih ini ke mr xander. File ini penting." Ujar agista.


"Sepenting apapun file itu. Saya sebagai sekretaris harus memeriksanya lalu saya yang memberikan nya pada mr alex." Ujar nadia.


"Lo ngelarang gue.?" Tanya agista dengan nada tinggi.


"Iya. Tidak sembarang orang bisa bertemu dengan ceo tanpa membuat janji." Ujar nadia sambil menekan suaranya di setiap kata.


"Awas lo." Ujar agista lalu pergi dengan melemparkan beberapa file pada nadia.


Nadia yang mendapatkan file tersebut langsung memeriksa nya. Javi yang baru saja datang tidak mengetahui apa yang terjadi.


"Apa ini file dari agista nona.?" Tanya javi pada nadia.


"Ia. Ini dari wanita jahat tersebut." Jawab nadia.


"saya akan membantu anda nona." ujar javi.


Javi pun mengajari nadia segala hal yang dilakukan Oleh seorang sekretaris. Dan dengan gampang nya nadia Mengerti semua itu. Javi cukup kagum dengan nona nya tersebut. Hingga makan siang akhirnya nadia memutuskan untuk menangani semua nya sendiri.


"Terima kasih javi sudah mengajariku." Ujar nadia.


"Sama sama nona." Jawab javi.


Javi pun meninggalkan nadia untuk mengurus kantor cabang. Kini nadia menghandel kerjaan nya sendiri. Setelah bertemu dengan xander saat makan siang nadia menjadi bersemangat. Tak terasa sudah sore dan waktu nya pulang. Tapi pekerjaan nadia masih sangat banyak. Apa lagi belum mengatur jadwal xander besok. Tapi nadia tetap semangat.


"Honney. Ayo pulang." Ajak xander. Nadia yang memang sedari tadi memandang komputer pun terkejut.


"Kak aku terkejut. Kakak pulang saja dulu. Lima belas menit lagi akan selesai." Ujar nadia.


"Aku akan menunggumu honney." Ujar xander.


"Tidak deh. Aku akan mengerjakan nya di rumah nanti setelah makan malam." Kata nadia yang tidak ingin membuat kakak nya menunggu.


"Kakak tunggu di lobi ya." Ujar xander yang langsung di angguki oleh nadia.


Nadia pun membereskan barang barang nya lalu segera menyusul sang kakak. Saat nadia sampai di lantai dasar ia melihat keadaan lobi masih sangat ramai. Di sofa tunggu nadia melihat xander sedang bersama agista dan teman perempuan nya. Nadia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena ia takut identitas nya akan terbongkar.


"Nona ela. Apa anda akan pulang.?" Ujar agista dengan sangat kencang membiat nadia mau tidak mau harus menoleh ke arah nya.


"Kemari lah." Ujar perempuan di sebelah agista.


"Kau seharusnya berpamitan kepada atasan mu saat ingin pulang." Ujar agista pada nadia saat nadia mendekat.


"Iya." Jawab nadia.


"Tidak perlu karena kami akan pulang bersama." Ujar xander yang membuat beberapa orang terkejut.


"Ayo ela kita pulang." Ujar xander lalu mengajak nadia naik mobil bersama. Terlihat disana beberapa orang mulai menatap satu sama lain. Mempertanyakan hubungan nadia dan xander.


Sesampainya di masion nadia langsung pergi tanpa menunggu xander. Xander tau jika nadia sekarang sedang marah pada nya.


"Aku masih kesal kak." Kata nadia dari dalam.


"Maafkan kakak." Kata xander.


Nadia pun tidak menggubris nya. Nadia masih sangat marah karena nadia takut jika identitas nya akan terbongkar.


"Ayolah princess. Aku janji akan mengajak mu berlibur ke villa milik mu." Ujar xander.


Setedik kemudian nadia membukakan pintu untuk xander. Xander tersenyum melihat nadia sudah tidak marah lagi.


"vVilla milik ku yang mana.?" Tanya nadia.


"Apa kau lupa jika daddy leandro memberikan mu villa di alaska.?" Tanya xander.


"Apa kakak akan mengajak ku ke sana.?" Tanya nadia.


"Tentu saja jika kau mau." Jawab xander dengan tersenyum.


"Kenapa kakak tidak memberitahu ku saat aku di alaska mungkin aku akan mampir ke villa ku." Ujar nadia.


"Villa mu jauh dari kota. Di sana kau hanya menemukan ketenangan. Kau juga tidak memiliki tetangga. Karena memang daddy membuat villa tersebut hanya untuk mencari ketenangan dari kerasnya dunia ini." Kata xander.


"Aku mau ke sana nanti." Kata nadia.


"Iya kita akan ke sana." Jawab xander yang langsung membuat nadia memeluknya erat.


"Kak temani aku tidur." Ujar nadia.


"Kau tidak makan dulu.?" Tanya xander.


"Tidak kak. Aku sangat lelah." Jawab nadia.


"Kakak buatkan susu dulu ya." Ujar xander sambil menyelipkan rambut nadia di kuping nya.


"Aku tidak ingin kak. Aku ngantuk." Ujar nadia sambil merengek.


"Baiklah ayo kakak temani tidur." Xander pun menuntun nadia ke ranjang nya.


"Kak, akan kah kakak mencintaiku terus.?" Tanya nadia.


"Kakak akan mencinta mu honney hingga maut memisahkan kita." Jawab xander.


"Meskipun aku sudah pernah melakukan nya dengan kak janis.?" Tanya nadia. Xander terdiam begitu lama sebelum ia menjawab.


"Aku mencintai mu dari pandangan pertama saat kita bertemu di mall pada saat itu. Kau ingat kan.? Aku mencintai mu dari kekurangan mu. Jika aku mencintai mu dari kelebihan mu, mungkin aku tidak bisa menerima kekurangan mu. Jadi percayalah honney. Bahwa aku mencintaimu." Kata xander yang membuat nadia meneteskan air matanya.


Nadia pun menangis haru dalam pelukan xander. Kini xander sangat ingin menikahi gadis kecil yang ada di dekapan nya tersebut. Nadia pun tertidur dengan bekas air mata yang menetes di pipinya. Xander mencium bibir nadia sekilas lalu berdiri dan berjalan ke arah balkon. Xander mengeluarkan benda pipih dari saku nya. Ia menghububgi seseorang. Ia berbicara sangat lama. Setelah itu pergi ke kamar nya mengambil sesuatu di laci yang ternyata sebuah suntikan baru dan sebuah obat. Xander membawa nya kembali ke kamar nadia lalu menyuntikan obat tersebut ke dalam tubuh nadia.


_________________


Villa di alaska.


Nadia terbangun karena sinar matahari memasuki kamar dan mengenai mata nya. Mata nadia mengerjap ngerjap seperti mencari sesuatu. Nadia merasa sangat asing dengan tempat tersebut. Nadia pun turun dari ranjangnya. Dilihatnya tungku perapian yang masih menyala. Lalu mata nya ber alih ke jendela jendela besar yang memperlihatkan hamparan tanah putih yang berlapiskan salju lalu hutan yang daun daun nya sudah menjadi putih.Nadia merasa takjub. Nadia merasa jika ini mimpi. Tapi kenapa rasanya seperti nyata.


"Waaw indah." Hanya itu yang keluar dari mulut nadia.


Nadia baru menyadari jika dirinya sekarang berada di lantai dua. Nadia berjalan tanpa alas kaki. Ia keluar dadi kamar lalu menemukan beberapa ruanh di sana. Nadi berjalan terus hingga ia menemukan tangga. Suara samar samar terdengar dari lantai bawah. Nadia pun turun ke bawah ia melihat kakak nya xander sedang berbicara pada seorang wanita tua. Xander mengalihkan pandangan nya saat mendengar suara langkah kaki.


"Honey. Sudah bangun." Tanya xander yang membuat nadia terkejut.


"Ternyata bukan mimpi." Batin nadia.


"Kau kenapa honney.?" Tanya xander lagi.


"Kita di mana kak.?" tan1ya nadia.


"Kita di alaska. Maaf jika tidak memberitahumu. Karena malam itu aku menyuntukan obat tidur pada tubuh mu." Ujar xander.


"Kita di alaska. Villa daddy.?" Tanya nadia yang terkejut.


"Benar." Jawab xander.


"Wanita tadi siapa.?" Tanya nadia yang penasaran.


"Dia adalah bibi rose yang menjaga villa ini. Ia tinggal tidak jauh dari sini." Jelas xander.


"Apa kita hanya berdua di villa ini.?" Tanya nadia.


"Apa kau takut princes.?" Ujar xander.


"Tidak kak. aku hanya senang saja bisa menghabiskan waktu berdua dengan kakak." Ujar nadia.


"Duduklah princes. Aku akan membawakan sarapan untuk mu." Xander pun ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah di sediakan oleh bibi rose tadi.


Saat xander kembali ia tidak melihat keberadaan nadia. Xander melihat ke arah luar jendela ia begitu terkejut saat melihat nadia berada di luar. Xander pun berlari menyusul nadia. Saat sampai xander pun langsung memeluk nadia dan menggendong nya. Xander tidak habis pikir. Bagaimana bisa nadia keluar di cuaca yang ekstrim ini. Bahkan hanya menggunakan baju tidur dan tidak menggunakan alas kaki.


"Kak. Aku ingin melihat rusa." Kata nadia sambil merengek.


"Honey di luar sangat dingin. Pakai dulu mantel mu jangan lupa sepatu. Kau bisa terserang flue jika hanya menggunakan baju tidur." Ucap xander sambil marah marah kepada nadia.


"Maafkan aku kak." Kata nadia menyesal.


Xander pun langsung memeluknya. Ia tidak tega memarahi nadia. Mereka pun akhirnya berbaikan. Setelah selesai sarapan. Nadia pun berganti baju dengan baju yang tebal. Xander dan nadia pun jalan jalan di sekitar villa. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk sekedar bermain di atas danau yang beku. Bahkan mereka menaiki sebuah papan yang di tarik oleh anjing anjing. Tentu saja dalam pengawasan oleh yang sudah ahli dalam bidang nya. Mereka kembali pada saat matahari mulai terbenam.


Bibi rose menyiapkan makan malam mereka berdua. Dan menaruh beberapa perlengkapan di kulkas. Bibi rose mengatakan kemungkinan besok ia tidak datang dan tidak keluar rumah dikarena badai salju akan melanda kawasan mereka besok. Bibi desi juga mengingatkan xander agar tidak kemana mana.


Setelah makan malam nadia pun kembali ke kamar nya. Kamar xander berada tepat di sebelah kamar nya. Nadia berfikir keras pada saat itu. Ia merasa kasihat kepada xander yang selalu menahan hasratnya kepada nadia hanya karena kekecewaan nadia pada seorang laki laki di masa lalu nya. Air mata pun menetes dikala ia mengingat kenangan nya bersama janis. Jika dulu nadia tidak tertiou bujuk rayu janis. Mungkin kini diri nya bisa memberikan hal berharga tersebut pada xander.


Dengan cepat nadia mengusap air mata nya. Ia bertekat untuk memberikan apa yang selama ini ditahan oleh xander.


Nadia keluar dari kamar nya menuju kamar xander. Saat nadia membuka kamar xander, nadia tak menemukan siapa pun di sana. Di dengarnya suara xabder yang sedang bernyanyi di dalam kamar mandi. Nadia yakin jika kakak ny sekarang sedang mandi.


Nadia melepaskan pakaian nya satu persatu. Kini ia tidak menggenakan satu helai pun pada dirinya. Nadia membuka pintu kamar mandi tanpa menimbulkan suara. Dilihat nya xander yang sedang berendam air hangat. Nadia pun berjalan ke arah nya. Saat nadia berada di dekat nya xander membuka mata nya. Alangkah terkejutnya xander melihat nadia di depan nya.


"Nad. Apa yang..?" Xander tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.