
Mobil xander pun memasuki pelantaran masion nya. Saat mobil berhenti tepat di lobi masion Nadia keluar dari mobil saat seorang pengawal membukakan pintu nya begitu juga dengan xander. Nadia ingin mengangkat barang belanjaan xander tapi xander melarang nya dan menyuruh para pelayan untuk membawakan nya.
"ayo honey kita ganti baju dulu. Hari ini kita bersantai di rumah saja ya." ujar xander lalu menggandeng tangan istri nya menuju kamar.
"tolong taruh barang barang itu di meja makan. Aku akan segera turun." ujar nadia pada kedua pelayan yang mengangkat tas plastik.
"baik nyonya." jawab mereka.
Nadia dan xander pun pergi ke lantai dua menuju ke kamar mereka berdua. Xander pun duduk berniat melepas sepatu nya. Tapi tangan kecil dan halus tersebut pun membantu melepaskan nya. Nadia membantu melepaskan sepatu serta kaos kaki xander.
"biarkan aku membantu kak. Bukan kah ini juga tugas istri." ujar nadia.
"terimakasih honey." jawab xander.
Nadia pun berjalan menuju walkin closet. Ia memilih kaos dan celana kain selutut. Setelah berganti baju nadia pun memilihkan kaos untuk suami nya. Terlihat xander yang sedang tiduran di kasur.
"kak ganti baju dulu. Aku tunggu di bawah ya. Setelah ini kita makan siang." ujar nadia lalu pergi menuju lantai bawah.
Nadia menuju meja makan dan mulai membuka isi kantong plastik tersebut. Betapa terkejutnya melihat banyak sekali kotak kotak ice cream yang suami nya beli. Serta banyak sekali coklat dan hanya beberapa makanan ringan. Hampir semua nya coklat dan ice cream. Nadia pun mengambil sendok untuk memakan satu kotak ice cream.
"tolong masukan semua nya di lemari pendingin. Eh tunggu sisakan satu coklat di meja. Biar aku makan." ujar nadia pada para pelayan.
"baik nyonya." ujar pelayan.
"untuk makan siang nanti paman calt memasak apa.?" tanya nadia pada pelayan yang ada di belakang nya.
"hari ini uncle calt memasak sup iga, ayam bakar dan daging panggang." ujar pelayan.
"tolong beritahu paman calt untuk membuatkan nasi goreng sea food kesukaan ku." ujar nadia.
"baik nyonya." jawab pelayan lalu pergi menuju dapur.
"honey apa kau suka dengan ice cream nya.?" tanya xander pada sang istri.
"aku sangat suka. Aku baru memakan satu kak. Kau bisa membuat ku gemuk jika menyuruhku menghabiskan nya dalam sekejap." ujar nadia.
"habiskan lah honey. Aku membelinya hanya untuk kamu." ujar xander lalu mencium bibir nadia.
"kak ada orang." ujar nadia.
"aku hanya membersihkan ice cream itu di bibirmu honey." jawab xander.
"terima kasih kak." ujar nadia.
"selamat siang tuan. Maaf mengganggu Saya membawa laporan dari kantor cabang." ujar javi yang beru saja datang.
"tunggulah ke ruangan ku." ajak xander pada javi.
"honey aku ke ruang kerja ya." ujar xander.
"iya kak. Nanti aku akan memanggilmu jika makan siang sudah siap." jawab nadia.
"iya honey." jawab xander lalu pergi menuju ruang kerja nya.
Nadia pun mengambil ipad nya dan mulai menonton film di sana. Tidak terasa sudah dua jam berlalu. Nadia tertidur di meja makan. Seorang pelayan pun membangunkan nya.
"nyonya maaf membangunkan. Ada tamu di depan." ujar pelayan tersebut.
"dimana xander.?" tanya nadia.
"tuan masih di ruang kerja nyonya." jawab pelayan.
Nadia pun berjalan melangkah menuju ruang tamu. Dengan sedikit berantakan nadia tidak peduli siapa tamu nya. Saat nadia sampai di ruang tamu ia terkejut melihat seseorang sudah duduk di sana.
"kak janis.." ujar nadia yang terkejut karena ternyata tamu nya adalah kakak ipar nya janis.
"maaf mengganggu. Tapi aku mencari xander di kantor kata nya sudah pulang. Jadi aku kemari. Dimana xander.?" tanya janis pada nadia.
"tunggulah sebentar. Aku akan memanggil nya. Kakak mau minum apa.?" tanya nadia yang berusaha ramah.
"jus jeruk saja." jawab janis.
"kau bawahkan jus jeruk. Aku akan memanggil xander." ujar nadia lalu berlalu pergi meninggalkan xander di ruang tamu.
Nadia pun pergi menuju ke ruang kerja suami nya. Nadia takut mengganggu xander tapi ia lebih takut jika berada di dekat janis.
Tok tok tok... Nadia pun mengetuk pintu ruang kerja xander.
"masuk." ada jawaban dari dalam. Nadia pun memasuki ruangan tersebut. Terlihat xander yang sedang fokus pada layar leptop nya.
"nyonya." sapa javi yang membuat xander langsung mengalihkan pamdangam nya menuju nadia.
"ada apa honey.?" tanya xander yang melepas kaca mata nya.
"ada kak janis di bawah. Dia mencari kakak." ujar nadia.
"ayo kita ke bawah bersama. Apa kau masih takut dengan nya.?" tanya xander.
"aku hanya masih trauma kak." jawab nadia sambil berkaca kaca.
"tidak apa honey. Aku akan selalu ada untuk kamu. Jangan kawatir. Ayo ke bawah." xander pun merangkul bahu nadia. Mereka pun akhir nya turun untuk menemui janis.
Sesampai nya di ruang tamu mereka terkejut tidak melihat keberadaan janis. Xander pun bertanya pada salah satu pelayan. Ternyata dengan lancang nya janis masuk ke dalam ruang makan. Javi xander dan nadia pun berjalan ke sana berniat menyusul janis. Ternyata benar di sana ada janis yang sedang duduk.
"ohh maafkan aku karena lancang. Tapi perut ku sangat lapar dan tidak bisa menahan nya." ujar janis.
"ada apa kakak kemari.?" tanya xander to the point.
"aku hanya ingin menemui mu untuk memberikan berkas berkas ini. Aku menginginkan jabatan di perusahaan. Meskipun bukan ceo setidak nya aku memiliki jabatan." ujar janis.
"aku akan mempertimbangkan nya. Sekarang silahkan kakak pergi dari sini." ujar xander dingin.
"aku kakak mu. Bukan kah aku harus menganggap rumah adek ku dengan rumah ku juga. Apa kalian tidak mempersilakan tamu yang kelaparan ini ikut makan siang bersama kalian." cerocos janis yang hampir saja membuat xander marah.
"honey, duduklah. Ayo kita makan siang." ujar xander pada nadia.
Mereka pun akhir nya makan siang bersama. Janis terus memperhatikan nadia dan diketahui oleh xander. Xander hanya ingin tau seberapa berani nya sang kakak pada istri kecil nya tersebut. Nadia yang mulai mengetahui jika janis sedang memperhatikan nya pun merasa risih. Xander tau istri nya sedang tidak nyaman.
"jangan menatap nadia seperti itu. Kau boleh mengusik ku asal jangan istri ku." ujar xander yang menggeretak janis.
"aku hanya mengingat saat saat dia makan seperti dulu. Setelah aku pandang pandang kau bertambah cantik juga." kata janis sambil mengedipkan sebelah mata nya.
"jaga sikap mu janis." bentak xander.
"ngomong ngomong aku juga merindukan diri mu saat berada di atas." celetuk janis yang langsung menyulut api amarah janis.
"APA maksut mu.?" bentak xander.
"sudah kak. Jangan." ucap nadia yang mencoba menenangkan suami nya.
"KELUAR." kata xander sambil menunjuk arah pintu.
"sabar alex. Kau lupa aku kakak mu." kata janis yang berusaha merayu xander.
Javi pun bertindak begitu juga dengan para pengawal. Mereka langsung menyeret janis dengan paksa dari sana. Janis pun tidak berontak. Tapi saat ia sudah sampai di luar terdengar suara teriakan janis yang membuat para pelayan serta pengawal terkejut.
"INGAT NAD. KAU MELAKUKAN HUBUNGAN BADAN PERTAMA KALI BERSAMA KU. BERSAMAKU JANGAN LUPAKAN ITU." teriak janis.
Nadia terkejut saat mendengar teriakan janis. Beberapa pelayan langsung menatap nadia. Nadia yang ingin menangis pun langsung memeluk sang suami. Xander kini marah besar kepada janis.
"ayo kita ke kamar. Semua akan baik baik saja honey." ujar xander yang berusaha menenangkan nadia.
Xander melihat istri nya yang sudah tertidur nyenyak setelah menangis. Xander merasa kasian melihat nadia yang terus menerus dikucilkan dengan keadaan sekitar. Xander pun turun ke lantai dasar untuk menemui javi. Ternyata javi sedang berada di kamar nya. Xander pun menyuruh paman calt untuk memanggil javi.
Javi pun datang menemui xander di ruangan nya.
"tuan memanggil saya.?" tanya javi.
"iya. Pecat para pelayan. Ganti mereka dengan pelayan yang baru. Sisakan paman calt sebagai kepala pelayan." ujar xander yang membuat javi. Sedikit terkejut.
"kenapa tuan tiba tiba memecat semua pelayan.?" tanya javi.
"kau pasti tau kenapa aku memecat nya." jawab xander.
"siap saya akan lakukan tugas nya." kata javi lalu pergi meninggalkan ruangan xander.
Terdengar suara riuh dari depan. Xander tau jika suara suara tersebut adalah suara para pelayan yang sudah di pecat oleh javi. Para pelayan mungkin tidak terima jika tiba tiba dipecat hanya karena mendengar tentang masa lalu istri nya.
Xander menghembuskan nafas nya perlahan. Ia tampak berfikir sesuatu. Entah apa yang ada di dalam otak xander. Xander pun mengotak atik handphone nya. Lalu menelpon seseorang.
"Hallo.. Ini aku dad, xander. Kelihatan nya sudah waktu nya membuat janis jatuh sejatuh jatuh nya. Meskipun ini berat karena dia adalah kakak ku tapi aku akan tetap melakukan nya demi istri ku." ujar xander.
"lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Selagi hal tersebut tidak menyakiti hati putri ku." ujar elgura di seberang telfon.
"baik dad." jawab xander lalu mematikan telfon nya.
Sore hari nya nadia terbangun dari tidur nya. Terlihat xander yang sedang menatap ke arah leptop nya. Nadia masih teringat perkataan janis tadi siang. Kini ia takut dan malu di rumah nya sendiri. Para pelayan sudah tau tentang masa lalu nya.
"honey.? Kamu sudah bangun.?" tanya xander yang melihat nadia sudah membuka mata nya.
"aku baru saja bangun." jawab nadia.
Xander pun menaruh leptop dan kaca mata nya. Lalu berjalan ke arah nadia.
"apa kamu masih memikirkan nya honey.?" ujar xander sambil mengelus rambut nadia.
"aku takut kak." kata nadia.
"takut apa.? Mereka yang mendengar ucapan janis tadi sudah aku pecat." ujar xander yang membuat nadia terkejut.
"belakangan ini banyak sekali kejadian kejadian buruk yang harus menimpah mu honey. Jadi aku harus minta maaf pada mu. Karena tidak bisa membuat mu bahagia selama menikah dengan ku. Tapi aku janji setelah ini aku akan lebih berusaha untuk membuat mu bahagia." kata xander lalu memeluk istri nya.
Mereka pun berpelukan dengan sangat erat. Nadia sangat bersyukur memiliki suami seperti xander. Xander pun menyuruh nadia untuk bersiap siap. Karena xander ingin mengajak nadia ke suatu tempat. Setelah bersiap nadia pun turun ke bawah untuk mencari suami nya. Terlihat di lantai bawah di dekat tangga banyak sekali wanita wanita berpakaian pelayan. Tapi nadia tidak mengenal salah satu dari mereka. Di saja ada javi dan paman calt yang menjelaskan prosedur tentang pekerjaan di masion alexander.
"Nyonya." sapa javi saat melihat nadia yang berdiri di anak tangga paling bawah. Semua pelayan tersebut pun melihat ke arah nadia.
"dimana kak xander, javi.?" tanya nadia pada javi.
"tuan sudah menunggu di depan nyonya." jawab javi pada nadia.
"baiklah kalau begitu aku akan ke sana." kata nadia lalu melenggang melewati para pelayan baru nya.
Setelah nadia pergi javi melihat ada satu orang yang tidak menunduk saat nadia berjalan di depan nya.
"Hey.. Siapa nama mu.?" tanya javi dengan menuding perempuan tersebut.
"sa.. Saya feren." jawab perempuan tersebut.
"Jika atasan mu lewat di depan mu. Tundukan kepala mengerti." ujar javi.
"mengerti tuan." jawab feren dengan menunduk.
"ada yang ingin kalian tanyakan.?" tanya javi pada ke dua puluh pelayan tersebut.
"saya." ujar pelayan tersebut sambil mengacungkan tangan nya.
"tanyakan." jawab javi.
"apa nona kecil tadi adalah nyonya di rumah ini.?" tanya pelayan yang berlesung pipi.
"benar nyonya di rumah ini adalah dia. Jangan berani berani kalian membuat nya marah. Karena membuat nya marah sama dengan kata pecat yang keluar dari mulut nya." jawab paman calt.
"sekarang kalian pergi ke paviliun belakang dan istirahat karena mungkin tuan dan nyonya akan datang nanti malam. Jika terdapat bunyi bel salah satu dari kalian yang piket pada hari itu harus pergi ke masion dan melaksanakan tugas. Karena sering nyonya terbangun karena lapar. Atau tuan yang meminta kopi pada malam hari. Jika matahari sudah terbit tapi kalian masih belum kembali ke paviliun kalian akan mendapatkan skors yang akan memotong gaji kalian. JELAS.?" jelas javi panjang lebar.
"jelas tuan." jawab para pelayan lalu mereka pergi ke kamar mereka untuk istirahat.
Dilain sisi xander dan nadia sudah sampai di sebuah pantai. Nadia sering melewati pantai ini tapi tidak pernah nadia mempir hanya untuk menikmati sunset. Matahari di depan nadia berwarna jingga. Xander dan nadia bersandar di atas kap mobil nya. Matahari semakin menghilang. Hanya suara obak yang mendampingi mereka.
"kau suka.?" tanya xander pada istri nya.
"aku suka kak. Terimakasih ini sangat menghibur." jawab nadia.
"aku akan melakukan sesuatu agar kau terus tersenyum dan bahagia. Meskipun aku harus kehilangan nyawah ku honey." ujar xander.
"aku tidak ingin kehilangan kamu kak. Jangan pernah pergi. Berjanjilah." kata nadia sambil berkaca kaca.
"aku berjanji." jawab xander.
Mereka pun berciuman di saat matahari benar benar menghilang. Langit pun kini berganti warna. Bintang bintang bermunculan. Gemuruh ombak yang semakin terdengar jelas di telingah nadia. Angin menerbangkan rambut nadia yang memang sengaja di urai. Mereka melepas ciuman nya setelah kehabisan nafas. Xander menatap istri nya begitu juga dengan nadia.
"I love you." ujar mereka bersamaan membuat nadia dan xander saling tertawa.
Nadia pun berlarian di pinggiran pantai. Pada saat ingin mendekat xander pun manarik tubuh nadia. Membuat nadia jatuh ke dalam pelukan nya.
"jangan bermain air. Ombak nya sedang besar honey." jelas xander.
"baiklah. Kalu begitu apa kita hanya melihat laut kak.?" protes nadia.
"tutup mata mu. I have something." ujar xander.
Xander pun menutup mata nadia dengan kain. Nadia pun di tuntun xander dengan mata tertutup.
Setelah lama berjalan akhir nya xander berhenti dan membuat nadia semakin penasaran.
"aku akan membuka penutup mata ini. Jadi bersiaplah." bisik xander yang langsung di angguki oleh nadia.
Xander pun melepas ikatan kain nadia. Remang remang nadia melihat cahaya di depan nya. Saat penglihatan nya kembali normal. Nadia terkejut bahkan meneteskan air mata nya. Terlihat di sana jalan yang tebuat dari ribuan kelopak bunga mawar menuju ke sebuah meja dan dua kursi di sana. Nadia melihat di sekeliling nya ternyata hanya ada satu hotel di sana yang kemungkinan hotel tersebutlah yang mempersiapkan.
"Romantis dinner.?" tanya nadia pada xander. Yang mendapat anggukan dari xander.
"maaf hanya bisa menyiapkan ini honney." ujar xander yang membalas pelukan nadia.
"terimakasih." ujar nadia.
"ayo duduk.?" ajak xander.
Mereka pun duduk di kursi dan meja tersebut. Dengan kaki yang berada di pasir pantai membuat suasana menjadi lebih natural. Suarah musik menambah kesan romantis di sana. Para pelayan pun berdatangan mengisi meja yang di pesan oleh xander. Koki yang memasak pun menghampiri mereka. Menjelaskan tentang menu menu yang tersaji di meja. Xander dan nadia pun mulai menyantap makanan nya. Setelah selesai para pelayan membereskan meja xander dan mengganti sajian dengan minuman anggur.
"kau ingin mencobanya.?" tanya xander yang langsung di angguki oleh nadia.
"boleh." jawab nadia.
"jangan berlebihan. Nanti kau bisa mabuk honney." ujar xander sambil menuangkan anggur ke dalam gelas nadia.
Nadia mulai meminum nya. Itu adalah hal pertama nadia mencoba minuman anggur.
"pelan pelan saja honey. Agar tenggorokan mu tidak sakit." ujar xander.
"boleh aku menuang nya lagi.?" tanya nadia.
Xander melihat gelas istri nya yang sudah kosong pun mengisi nya kembali. Dilain sisi janis sedang uring uringan di masion nya. Mia berusaha menenangkan janis.
"Besok masion ini akan di lelang. Aku harus bagaimana ini." jelas janis pada mia.
"simpan lah egomu. Segera minta bantuan pada adik mu." ujar mia.
"mungkin saja ini adalah ulah xander. Karena tadi siang aku sudah menyakiti hati istri nya." kata janis.
"kau bodoh. Kita bisa miskin jika sampai sampai rumah ini di lelang janis." teriak mia.
"tenanglah. Aku masih memiliki saham di leonard corp." jelas janis.
"tapi aku nggak mau. Hidup di rumah yang kecil." rengek mia.
"tenanglah aku akan berusaha agar hidup ku kembali. Aku tau jika ini adalah ulah xander."
"telfon adik mu. Sekarang." ujar mia.
"aku sudah menelfon dari tadi tanpa kau suruh. Tapi handphone nya mati." bentak janis.
"lebih baik sekarang kita ke masion nya." ujar mia yang di setujui oleh janis.
Mereka pun pergi menuju masion alexander. Di masion alexander nadia dan xander baru saja tiba. Nadia yang sudah tidak kuat untuk berjalan karena kebanyakan minum anggur pun harus di gendong oleh xander. Nadia terus menciumi leher xander. Membuat xander meremang. Setelah sampai di kamar xander dan nadia pun melakukan hubungan suami istri dengan sangat insten. Beberapa kali xander mengeluarkan nya di dalam. Dan xander berdoa agar sesuatu tumbuh di dalam rahim nadia.
Xander pun beranjak menuju kamar mandi. Saat ingin menyiram badan nya menggunakan shower pintu kamar nadia pun diketuk oleh seseorang. Karena tidak mungkin nadia terbangun. Xander pun menggunakan ganduk wardrop nya lalu berjalan menuju pintu kamar nya. Terlihat disana ada javi yang menunggu.
"Maaf tuan mengganggu. Tapi di bawah ada tuan janis dan istri nya. Mereka bilang ada yang harus di bicarakan. Beberapa kali saya mengusir nya dan menuyuhnya datang besok oagi tapi mereka tetap memaksa." jelas javi.
"baiklah ayo kita turun." ajak xander.
Javi pun turun di belakang mengkitu xander. Javi memberitahu kepada beberapa pengawal untuk siap siaga jika terjadi keributan yang bisa membahayakan tuan nya.
"kenapa kau malam malam datang mengganggu waktu kebersamaan ku dengan istri tercinta ku.?" tanya xander langsung pada janis.
"apa maksut dari semua masalah ini xander.? Kau ingin membuat ku miskin.?" tanya janis.
"membuatmu miskin sekarang sangat lah mudah. Aku harap kau tidak usah mengganggu keluarga ku terutama istriku. Jika hal itu terjadi dalam hitungan detik kau akan langsung miskin." ujar xander dengan dingin.
"aku meminta maaf atas semua nya. Jangan buat aku miskin xander. Ingat kita adalah saudarah." ujar janis sambil berlutut di hadapan xander.
"gunakan 18% persen saham itu dengan baik. Aku akan menyediakan rumah untuk mu jika masion tersebut benar benar di lelang. Sekarang javi akan menyiapkan berkas berkas yang perlu kau tanda tangani jika kau masih ingin aman." jelas xander lalu pergi meninggalkan janis dan mia.
"Terimakasih tuan." ujar mia.
Janis pun menandatangi semua lembar lembar tersebut tanpa melihat isi nya.
jangan lupa untuk coment.