
Masion alexander.
Pagi hari nadia terbangun dengan perasaan seperti orang yang sedang masuk angin. Kepala nadia terasa sangat pusing. Saat melihat jam di nakas nadia terkejut karena melihat jam sudah menunjukan pukul sebelas siang. Nadia pun mencoba mengingat kejadian tadi malam. Dia baru ingat jika ia kemarin malam nadia telah minum terlalu banyak. Ia juga mengingat jika tadi malam melakukan nya dengan xander lagi. Nadia pun beranjak dari atas ranjang nya menuju kamar mandi. Nadia membersihkan diri nya setelah itu ia pergi menuju lantai bawah. Beberapa kali ia berpapasan dengan pelayan yang menunduk sopan di hadapan nya. Saat tiba di meja makan nadia tidak melihat ada makanan di atas sana. Nadia pun menyuruh salah satu pelayan di dekat nya untuk menyajikan makanan untuk dirinya.
"tolong ambilkan sarapan untuk ku." ujar nadia sambil memijat pelipis nya yang masih terasa sakit.
"bukan kah sekarang belum waktu nya makan siang nyonya." bantah pelayan tersebut.
"dasar kurang ajar. Jika nona nadia menyuruh mu. Segeralah lakukan." bentak paman calt pada pelayan tersebut.
"maafkan pelayan tadi nona. Saya akan menyiapkan sarapan anda." ujar paman calt.
"terimakasih paman." ujar nadia pada paman calt.
Paman calt pun menyiapkan sarapan nadia. Setelah itu paman calt menghukum pelayan yang taxi membantah perintah nadia. Kepala nadia sangat berputar. Tiba tiba ia ingin memutahkan seluru makanan nya. Dengan cepat nadia lari ke dapur membuat beberapa pelayan kebingungan. Nadia menutahkan seluru makanan nya di sana. Selera makan nya pun kini sudah hilang. Kepalanya terus bendenyut denyut.
"saya akan menghubungi dokter nona. Lebih baik nona istirahat." ujar pelayan perambut pirang.
"tidak usah. Aku hanya butuh istirahat. Bereskan meja nya. Aku akan makan siang di kamar saja nanti." ujar nadia lalu kembali ke kamar.
"saya akan menghubungi tuan, nona." kata paman calt.
"tidak perlu paman. Aku hanya perlu istirahat." ujar nadia.
Nadia pun berjalan menuju kamar nya. Keadaan nya sedang tidak sehat. Dilain sisi janis dan istrinya mengikuti mobil xander sang adik untuk menuju rumah baru nya. Masion leonard telah disita akibat hutang janis. Mereka memasuki kawasan pemukiman warga dan berhenti di sebuah rumah minimalis modern bercat putih. Rumah tersebut adalah rumah terbesar di daerah tersebut tapi tidak sebesar masion yang di tinggali janis dahulu.
Xander turun bersama javi diikuti oleh janis dan istri nya mia. Hanya dua pelayan yang ikut dengan mereka di rumah baru nya. Mia terdiam memandangi rumah baru mereka.
"ini rumah baru kami.?" tanya mia pada xander.
"setidak nya berikan kami masion." ujar mia yang merengek.
"sudah. Terima kasih xander. Kau sudah mau membelikan kami rumah. Aku akan berusaha meningkatkan nilai saham dan bekerja keras di kantor lagi." ujar janis.
"kau hanya bekerja sebagai kepala cabang. Aku tidak bisa membiarkan mu melakukan kesalahan lagi." jawab xander lalu pergi masuk ke mobil lagi.
"dasar. Adik tidak tau sopan santun." gerutu mia.
"ini adalah surat tanah dan bangunan ini. Semua nya sudah berganti atas nama anda. Semoga ini menjadi pelajaran tuan." ujar javi sambil memberikan amplop merah kepada janis.
"Terima kasih javi." ujar janis.
Javi pun memasuki mobil yang di dalam nya sudah ada xander. Mobil yang dikendarai javi pun mulai meninggalkan kawasan rumah janis. Mia yang jengkel pun mulai mengomeli sang suami.
"kenapa kita harus tinggal di rumah seperti ini." teriak mia sambil meneteskan air mata nya.
"setidak nya kita masih punya rumah. Di situasi yang seperti ini. Tidak memungkinkan kita untuk melawan xander." jawab janis cuek lalu meninggalkan mia dan memasuki rumah terlebih dahulu.
"kalian cepat bereskan barang barang kami." ujar mia pada kedua pelayan tersebut.
Mia melihat lihat isi rumah tersebut. Hanya terdapat lima kamar dan satu kamar yang di gunakan untuk dua orang pelayan. Kamar mandi tanpa bathup dan hanya lemari biasa tanpa wardrop. Janis tidak keberatan dengan hal itu. Tapi berbeda dengan respon mia.
"jika kau ingin pergi. Pergilah. Tapi jika aku sudah mengembalikan semuanya seperti semula. Jangan harap untuk menjadi istriku lagi." kata janis.
"aku akan mencoba beradaptasi janis." jawab mia lalu mulai menata pakaian nya di lemari.
______________________
Alexander masion.
Mobil xander pun memasuki pelantaran masion dam berhenti tepat di pintu masion. Xander pun memasuki masion dan tidak menemukan keberadaan istri nya. Lalu xander bertanya kepada javi tentang keberadaan istri nya karena tidak mungkin istrinya pergi tanpa memberitahu nya.
"dimana nona.?" tanya xander pada javi.
"nona, hari ini tidak keluar masion tuan." jawab javi.
"maaf tuan menyelah. Nona sedang berada di kamar nya seharian ini. Karena ia mengeluh jika badan nya sedang tidak sehat." ujar paman calt.
"kenapa tidak menelpon.?" tanya xander dengan suara tertekan.
"nona melarang untuk menghubungi anda tuan." jawab paman calt.
"seharusnya kau menghubungi ku. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada nona. Tuan pasti akan memberi mu sanksi." ujar javi lalu menyusul xander yang pergi ke arah kamar nya.
Xander membuka kamar nya dengan terburu buru. Terlihat nadia yang tertidur pulas di atas ranjang. Didekati nya istri nya. Xander pun menyentuh dahi nadia. Ia tidak merasakan suhu badan nadia yang tinggi. Itu menandakan bahwa nadia baik baik saja. Perlahan nadia pun membuka mata nya.
"kamu sudah pulang.?" tanya nadia.
"maaf mengganggu. Bagaimana keadaan mu sayang.? Paman calt memberitahu ku jika kau sakit. Apa aku perlu memanggilkan dokter.?" tanya xander.
"istirahat lah. Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu." ujar xander lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
Tok tok tok... Suara pintu di ketuk oleh seseorang. Nadia yang sudah sedikit sehat pun berjalan membuka kamar nya. Ternyata di sana ada javi yang menunggu.
"apa anda sudah sehat nona.?" tanya javi.
"aku sudah mendingan." jawab nadia sambil tersenyum ramah.
"baiklah kalau begitu nona. Saya permisi pergi dulu." kata javi lalu pergi meninggalkan kamar nadia.
Nadia berjalan menuju meja rias nya. Dia sedikit memoleh wajah nya dengan bedak dan lipstik agar terlihat segar. Nadia berjalan menuju lantai bawah. Saat berjalan di lorong tanpa sengaja seorang pelayan menabrak nadia dan membuat nadia hampir terjatuh jika xander tidak datang tepat waktu. Dia adalah perempuan berlesung pipi. Ia wanita yang sangat manis di mata nadia.
"Maaf nona. Saya tidak melihat anda." ujar perempuan tersebut sambil tersenyum ke arah xander.
"siapa nama mu.?" tanya xander langsung membuat nadia sedikit terkejut.
"nama saya allen tuan." jawab wanita itu dengan tersenyum penuh arti pada xander.
"sekali lagi kau bersikap kurang ajar. Aku akan langsung memecat mu." ujar xander dingin membuat senyuman allen langsung pudar.
"kamu tidak apa apa.?" tanya xander pada sang istri dengan nada yang lembut.
"aku gak apa kak. Terimakasih." kata nadia sambil memeluk lengan suami nya. Harum maskulin membuat nadia ingin selalu memeluk sang suami.
"kenapa tiba tiba jadi manja begini.?"tanya xander yang bingung akibat kelakuan istri nya.
"apa aku tidak boleh manja pada mu kak.?" tanya balik nadia.
"boleh sayang." jawab xander lalu mencium mesrah bibir nadia.
Ada mata tajam yang mengawasi mereka berdua seperti sedang mengintai. Xander pun mengajak nadia untuk pergi ke meja makan. Dilihat nya sekitar hanya ada beberapa pelayan disana.1
"hari ini saya memasak steak untuk makan malam." ujar paman calt.
"terima kasih paman." jawab nadia lalu melahap steak.
Xander yang melihat sang istri makan dengan lahap pun tersenyum. Terlihat steak di piring nadia sudah habis. Nadia pun memanggil paman calt dan meminta dibuatkan steak lagi.
"apa steak buatan paman sangat enak princes.?" tanya xander.
"enak kak. Rasa nya luar biasa." jawab nadia sambil ternyum.
"apa sekarang sudah mendingan atau masih sakit kepala.?" tanya xander.
"aku sudah baik baik saja. Mungkin kemarin karena kebanyakan minum kak." bisik nadia.
"lain kali jangan kebanyakan minum anggur. Ingat kesehatan mu sayang." ujar xander.
"mungkin aku akan merekrut pak dodi untuk menjadi sekretaris ku. Karena aku sangat menghindari perempuan di kantor. Takut nanti kamu salah paham." ujar xander sambil memegang erat tangan sang istri.
"terimakasih kak." ujar nadia.
"nona ini steak nya." kata paman calt sambil memberikan steak baru nadia.
Nadia mulai memakan daging nya diam diam xander memotret istrinya di handphone tanpa sepengetahuan nadia. Suata ketukan sepatu terdengar. Ternyata ada javi yang baru saja datang ke masion. Dia membisikan sesuatu kepada xander membuat xander terkejut tapi berusaha menutupinya. Xander lalu berpamitan kepada nadia untuk ke taman belakang membicarakan sesuatu dengan javi.
"kenapa daddy mengirim tambahan penjaga untuk masion kita.? Bukankah penjagaan nya sudah diperketat semenjak kedatangan nadia.?" tanya xander yang marah kepada javi.
"ada seorang penyusup yang berusaha mencelakai anda atau nona. Dan mereka tidak tau siapa penyusup itu. Laki laki atau perempuan. Bisa jadi jika laki laki orang itu telah berhianat kepada tuan elgura." jelas javi.
"jangan kawatirkan aku. Jaga nadia dan terus awasi orang orang di sekitar istriku. Jangan sampai lengah." ujar xander.
"baik tuan." jawab javi.
Dilain sisi seorang pelayan mendekat ke arah nadia dengan membawa nampan yang di atas nya terdapat jus jeruk. Pelayan tersebut pun menaruh nya di atas meja.
"nona. Ini jus nya." ujar pelayan tersebut. Tanpa sengaja siku nadia mengenai gelas yang ditaruh di pinggir meja makan dan membuat nya terjatuh.
Pyyyaaaaaarr..... Suara gelas pecah mengagetkan semua orang yang ada di sana. Bersamaan dengan suara jeritan perempuan.
"aaarkkkk sakit. Kaki ku." jerit nya.
Jangan lupa di komen dan like.
Terima kasih.