MY Brother Is My Boy. .

MY Brother Is My Boy. .
part 14



Apartemen.


Pagi hari nadia bangun lebih pagi dari biasanya. Ia membuka tas nya lalu mengambil bungkusan yang ia beli kemarin malam di supermarket. Sebuah alat tes kehamilan. Nadia bergegas pergi ke kamar mandi untuk menggunakan alat tersebut. Setelah berhasil menggunakan nya nadia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Tiba tiba sakit kepala tersebut datang lagi. Kini di sertai sedikit mual. Nadia memuntahkan cairan putih ke wastafel lalu membasuh wajah nya. Sudah lebih dari 5 menit sudah waktunya melihat hasilnya. Dengan kepala yang sangat pusing nadia melihat hasilnya. Betaoa terjejutnya nadia.


"Dua garis." Lirih nadia.


Sedetik kemudian nadia merasa sakit kepala yang sangat luar biasa sehingga membuatnya jatuh tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi.


Xander yang sudah rapi dengan setelan jas nya pun mencari keberadaan nadia di dapur. Saat menyadari nadia belum ke dapur karena menyadari dapur nya masih bersih. Ia pergi menuju kamar sang adik.


Tokk.. Tok.. Tok.. Xander mengetuk pintu kamar nadia. Tidak ada sahutan sama sekalo dari dalam. Xander mencoba membuka pintu kanar tapi terkunci membuat xander tambah panik. Dengan cepat xander pergi mengambil kunci cadangan kamar nadia. Setelah menemukan xander bergegas membuka kamar nadia. Pintu pun terbuka xander berlari memasuki kamar tapi yang di lihat nya hanyalah kosong.


"Nadia. Kamu di dalam.?" Tanya xander di depan kamar mandi.


Tidak ada sahutan sama sekali. Takut terjadi apa apa xander membuka pintu kamar mandi dan menemukan nadia yang sudah tergeletak di lantai kamar mandi. Dengan cepat xander membopong nadia ke atas ranjang lalu menyelimuti nadia. Xander kembali lagi ke kamar mandi untuk melihat barang yang sempat ia lihat sekilas tadi. Xander mengambil testpack yang ada di lantai. Ia terkejut menemukan hasil tes tersebut.


Xander mengeluarkan telfon nya lalu menghubungi javi untuk memanggil dokter pribadi nya. Xander melihat wajah nadia yang semakin pucat. Ia tidak tau jika janis sudah bertindak sejauh ini pada nadia.


Setelah menunggu lama javi dan dokter simon pun datang. Xander menemani dokter simon yang sedang memeriksa nadia. Setelah selesai dokter simon ingin berbicara sesuatu kepada xander. Xander mengajak dokter tersebut ke dalam ruang kerjanya. Javi pun menunggu di luar.


"Bagaima dokter.?" Tanya xander.


"Nona sekarang sedang hamil. Usia kehamilan nya sudah berjalan 3 minggu. Saya akan memasang infus vitamin untuk nya. Setelah vitamin tersebut habis anda bisa melepasnya atau saya akan menyuruh salah satu perawat ke sini." Ujar dokternya.


"Lakukan dokter." Ujar xander.


"Usia kehamilan ini sangat rentan. Ditambah lagi nona masih berusia belasan tahun. Jadi saya akan membuatkan resep obat untuk menguatkan janin." Jelas sang dokter.


"Terimakasih dok. Javi akan mengantar anda ke lobi." Ujar xander.


"Perawat nya akan segera datang 30 menit lagi tuan." Ujar dokter.


"Javi antarkan dokter ke lobi. Sekalian ambil obat ini ke apotek." Kata xander.


"Baik tuan." Jawab javi.


Xander berjalan memasuki kamar nadia. Ia duduk di sebelah adik nya. Xander tau ini pasti sangat berat bagi nadia. Di tambah lagi kini janis sudah mencampakan adik nya tersebut. Xander menggenggam tangan nadia dengan erat. Ia mencium tangan sang princes. Tanpa xander ketahui jika nadia sudah tersadar.


"Kakak." Ujar nadia sambil berkaca kaca.


"Nadia. Apa ada yang sakit.? Kenapa kamu menangis.?" Tanya xander.


Nadia yang tidak kuat menahan tangisnya pun segera menumpahkan semua air matanya. Xander yang mengerti segera memeluk sang adik.


"Dengarkan kakak nadia." Ujar xander tapi tetap membuat nadia menangis.


"Jika janis tidak menginginkan nya. Kakak siap merawat bayi tersebut dan bertanggung jawab." Ujar xander yang membuat nadia terkejut.


"Tapi ini bukan anak kakak." Ujar nadia.


"Coba bicarakan dengan janis. Jika dia tetap tidak menginginkan bayi ini. Biar kakak yang bertanggung jawab." Ujar xander yang di angguk oleh nadia.


"Jika kak janis menginginkan ku tetap berada di sisinya. Aku akan tetap bersamanya. Jika yang terjadi sebaliknya. Aku tidak akan kembali dengan nya meskipun dia berlutut di hadapan ku." Ujar nadia sambil meneteskan air matanya.


"Istirahat lah. Javi sedang mengambil obatmu. Jika sudah sembuh kamu boleh oergi menemui janis. Javi juga sudah mengurusi sekolah mu. Mulai besok kamu akan belajar daring princes tanpa perlu ke sekolah." Ujar xander.


"Terimakasih kakak." Ucap nadia.


_______________________________


Xander pergi ke kantor janis sementara nadia bersama perawat di apartemen. Ia ingin melihat keadaan janis di kantor. Saat sampai di kantor xander langsung menuju ke ruangan janis. Saat sampai di lantai ruangan janis ia melihat janis berjalan ke arah ruangan nya dengan di dampingi oleh mia.


"Janis." Panggil xander.


"Astaga ada gerangan apa adik ku tercinta ke mari.?" Tanya janis sedikit basa basi.


"Ini tentang nadia.."


"Ah nadia." Belum sempat xander menyelesaikan bicaranya janis pun menyela.


"Bilang pada anak itu. Aku akan mengirimkan undangan pernikahan ku yang akan di laksanakan satu bulan lagi. Mia sedang mengandung bayiku. Bukan kah hal baik jika aku segera menikahinya." Ujar janis yang membuat xander menegang seketika.


"Brengsek sekali. Aku bahkan tidak sudih mengakui mu sebagai kakak mulai sekarang. Akan aku Pastikan penyesalan mu akan lebih menyakitkan." ujar xander lalu pergi meninggalkan leonard corp.


Janis sebenarnya sangat bimbang dengan hatinya. Ia bingung memili antara mia dan nadia. Hatinya memilih untuk bersama nadia tapi sebagai laki laki ia harus bertanggung jawab pada mia.


"Sayang. Sudah tidak perlu di pikirkan ucapan adik mu." Ujar mia.


"Keluarlah. Aku ingin sendiri." Ucap janis yang menyuruh mia untuk pergi.


Mia pun pergi meninggalkan janis di ruangan nya.


_______________________


Apartemen.


Nadia berkutat dengan leptopnya dengan tangan yang masih di infus. Ia mencari tau tentang kehamilan. Karena menurutnya ia masih sangat kecil untuk mengetahui hal itu. Suster yang sedari tadi menemani nya pun sudah kembali ke rumah sakit karena cairan infus nadia sudah habis. Nadia melihat jam menunjukan pukul dua siang. Ia benar benar merasa bosan sekarang. Ia kini sudah merasa sangat sehat. Mungkin akibat vitamin pemberian dokter tersebut. nadia berjalan pergi ke dapur karena perutnya terasa lapar. Saat ingin mengambil susu nadia dikejutkan dengan suara bel pintu.


"Sebentar." Jawab nadia.


"To my princes. Semoga kamu menyukai nya. Hari ini aku akan pulang sedikit terlambat karena sesuatu hal. Jangan menunggu tidurlah terlebih dahulu. Semoga kamu menyukai bunga nya. Dari xander." Baca nadia.


Nadia tersenyum melihat bunga tersebut. Nadia tau jika kakaknya xander juga menaruh perasaan padanya sejak lama tapi entah itu kapan. Jika nadia menerima xander akan kah adil untuk nya jika memiliki anak yang bukan darah daging nya. Nadia bimbang entah apa yang akan ia lakukan setelah ini.


Waktu begitu cepat matahari sudah tenggelam beberapa jam yang lalu. Hari sudah semakin larut tapi nadia belum bisa tidur. Ia tidak tau banyak sekali yang kini ia pikirkan. Ia pun memutuskan untuk pergi keluar balkon melihat pemandangan kota di bawah. Semilir angin menerpa rambut nadia yang terurai. Di bawah sinar rembulan nadia nampak cantik. Nadia melihat ke atas bintang ia berdoa untuk mamanya. Berharap sang mama kini melihat nya. Cekleekkk.. Suara pintu kamar nadia dibuka. Nadia tidak menggubris nya.


"Belum tidur princes.?" Tanya xander yang baru saja datang.


"Belum." Jawab nadia.


Xander memeluk nadia dari belakang membuat nadia sedikit terkejut di buat nya. Tapi nadia merasakan nyaman saat xander memeluknya.


"Kenapa belum tidur.?" Tanya xander.


"Aku masih belum mengantuk kak." Jawab nadia.


"Kita akan pindah ke masion. Suasana apartemen yang sempit ini akan membuat kamu mudah bosan." Ujar xander.


"Apa kita akan pergi ke masion leonard.?" Tanya nadia.


"Tidak. Aku kan mengajakmu pergi ke masion baru ku. Tapi setelah kamu membicarakan perihal kehamilan ini pada janis. Setelah itu terserah kamu. Mau tinggal dengan janis atau dengan ku." Jelas xander.


"Baiklah kak." Jawab nadia.


"Sekarang kamu tidur ya.? Sudah malam. Besok adalah hari sabtu. Kemungkinan janis ada di masion jadi jika mau kakak akan mengantarmu ke sana besok." Ujar xander.


"Terima kasih kak." Ujar nadia.


Xander pun menggiring nadia ke tempat tidurnya. Ia menyelimuti sang adik lalu mengecup keningnya. Saat xander ingin pergi nadia mencegah nya.


"Kak bisahkah kakak memeluk ku seperti tadi. Aku sulit tidur jika tidak di peluk." Ucap nadia yang langsung di setujui oleh xander.


"Tidurlah princes kakak akan selalu memeluk mu." Ujar xander.


Mereka berdua pun tidur di atas ranjang yang sama. Xander dan juga nadia merasakan nyaman satu sama lain. Mereka tidur sangat nyenyak malam itu.


_____________________


Pagi pun tiba. Cahaya yang masuk dari cela cela korden pun membangunkan alexander. Hal pertama yang xander lihat adalah wajah cantik nadia saat tertidur. Ingin xander tidur lebih lama lagi untuk menikmati momen yang seperti ini.


"Kakak sudah bangun.?" Tanya nadia.


"Baru saja." Jawab xander.


"Aku akan segera membersihkan tubuh. Setelah itu akan memasak untuk kakak." Ujar nadia.


"Panggil kakak jika terjadi sesuatu. Kakak akan pergi ke kamar untuk ber beres." Kata xander.


"Kita akan pergi hari ini kak.?" Tanya nadia.


"Iya. Bawah saja yang ingin kamu bawah. Baju dan seluruh perlengkapan kamu sudah di siapkan di masion kakak." Jelas xander.


"Baiklah kak." Jawab nadia.


Nadia pun membersihkan diri. Setelah selesai ia mulai memanggang roti untuk sarapan nya dan xander. Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan membahas masion yang akan di tempati nadia nanti.


______________________


Leonard masion.


Janis bersantai di depan kolam renang sambil mengelus perut mia yang sedang duduk di sebelah nya. Janis sangat tidak sabar menunggu kelahiran bayi tersebut yang bahkan belum membesar di dalam perut mia.


"Permisi tuan. Ada nona nadia dan tuan xander datang." Ujar desi kepala pelayan.


"Mereka datang.?" Tanya janis bingung.


"Mereka sedang menunggu di ruang kerja anda. Tuan xander mengatakan bahwa ia tidak ingin berlama lama." Jelas desi yang di angguki oleh janis.


Janis pun mengajak mia masuk menemui xander dan nadia. Disana xander duduk bersebelahan dengan nadia. Janis yang melihat itu sebenarnya agak risih.


"Apa kalian berniat kembali ke masion ini.?" Ujar janis sarkas.


"Tidak. Meskipun aku dan nadia tidak kembali ke sini, kami masih memiliki hak atas rumah ini." Kata xander.


"Oh apa kalian mau meminta restu." Tanya mia yang membuat janis xander dan nadia menoleh ke arah nya seketika.


"Apa aku salah.?" Tanya mia.


"Kita ke sini untuk memberitahu sesuatu. Bisa kita bicara berdua saja kak." Ujar nadia.


"Sekalian kalian ada di sini. Aku juga ingin memberi tahu sesuatu. Jika bulan depan aku dan mia akan melaksanakan pernikahan. Karena mia sekarang sedang mengandung." ucap janis yang seperti sambaran petir bagi nadia. Nadia terkejut dengan perkataan janis.


"Jadi kalian ingin membicarakan apa.?" Tanya janis.


jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian.


Terima kasih buat yang sudah like dan komen.