MY Brother Is My Boy. .

MY Brother Is My Boy. .
part 10



jangan lupa untuk komen dan like.


berikan dukungan kalian melalui vote dan comen sebanyak banyak nya.


terimakasih dan selamat membaca.


Leonard corp.


Janis selama dikantor terus uring uringan membuat teo kelimpungan. Ia tidak tau apa masalah tuan nya sehingga membuat janis menjadi seperti itu. Tiba tiba suara janis terdengar membuyarkan lamunan teo.


"TEOO." Panggil janis.


"Ada apa tuan.? Kelihatan nya mood anda sedang tidak bagus.?" Tanya teo.


"Kirim sesorang untuk memantau kegiatan nadia di camping. Kirimkan makanan yang di sukai remaja di tempat camping nadia. Bawahkan juga bunga. Ah tidak jangan bunga. Bawakan saja boneka teddy yang kecil. Nanti jika pulang aku akan memberikan teddy besar padanya. Sekarang berangkat lah." Perintah janis.


"Baik tuan." Jawab teo lalu meninggalkan janis.


Tak lama setelah teo pergi. Mia mengetuk pintu ruangan janis lalu setelah itu tanpa menunggu jawaban dari janis ia langsung masuk. Membuat janis sedikit kesal padanya.


"Ada apa kau ke mari.?" Tanya janis dengan wajah datar nya.


"Aku tahu jika kemarin adalah hal yang tidak anda sengaja. Tapi anda juga mungkin tau itu adalah pengalaman pertama saya. Jadi saya takut jika terjadi sesuatu tuan tidak ingin tanggung jawab."


"Omong kosong apa ini.? Kau tau aku tidak pernah selengah itu. Jadi kau tenang saja."


"Baiklah tuan. Saya akan mencoba percaya pada anda. Tapi saya harap anda bertanggung jawab jika terjadi sesuatu." Kata mia lalu pergi meninggalkan ruangan janis.


Janis pun langsung memijat pelipis kepalah nya. Ia sangat lemah jika sudah menyentuh yang nama nya alkohol. Ia sendiri takut jika mia sampai mengandung anak nya. Karena ia sadar saat melakukan dengan nadia untuk yang kedua kalinya ia melepaskan benih nya di dalam ****** nadia. Ia takut jika nadia dan mia hamil bersamaan.


Tokk tookk tok.... Tiba tiba pintu ruangan janis diketut oleh seseorang.


"Masuk." jawab janis.


"Tuan. Maaf jika tadi saya lancang. Ini saya bawahkan kopi hitam." Ujar mia yang masuk sambil membawah kopi.


"Saya tidak minta. Tapi tidak apa lah." Jawab janis lalu meminum kopi tersebut.


Senyum devil terlihat di bibir mia. Setelah itu mia berjalan mengunci pintu ruangan janis. Ia berjalan duduk di sofa dengan menyingkap sedikit rok nya. Tiba tiba tubuh janis berkeringat ia lalu sadar jika ada sesuati di dalam minuman nya. Lalu berjalan menuju mia. Dengan cepat janis mencekik mia.


"Apa yang kau masukan di minuman ku.?" Tanya janis dengan nada serak.


"Aakkhh lepas." Kata mia sambil berusaha melepaskan cekikan janis.


"Dasar jalang. Aku akan menuruti permintaan mu." kata janis sambil tersenyum.


Janis lalu menyeret mia ke dalam kamar tempat ia beristirahat. Janis mendorong tubuh mia ke atas kasur. Saat mia sedang mengeluh kesakitan janis berjalan ke arah lemari. Ia mengambil rotan dan tali di ikat nya tangan mia ke sisi sisi ranjang sampai berbentuk huruf X.


"Ini kan yang kamu mau." Ujar janis lalu tersenyum.


Janis melepaskan seluruh pakaian nya hingga tak tersisa. Melihat itu mia menjadi semakin takut. Ia tidak tau jika hal ini akan terjadi padanya. Jani pun dengan kasar menarik kemeja mia hingga membuat kancing kemeja berantakan. Mia terkejut dengan perlakuan janis. Belum hilang rasa keterkejutan nya janis lalu menggunting seluruh pakaian yang mia kenakan. Kini mia pun masa bugil nya dengan janis. Janis mengambil obat di nakas dengan cepat ia langsung meminum nya.


"Mari kita mulai bermain. Jangan mengeluh sebelum aku lelah sayang." Ujar janis dengan suara serak nya.


Janis memukul mia dengan rotan sehingga membuat beberapa tetes darah keluar dari luka yang di sebabkan nya. Setelah melukai mia. Tanpa aba aba dan tanpa pemanasan janis langsung menerobos lubang mia.


"Sakit." Jerit mia. Saat janis memasuki nya.


"Bukan kah ini yang kau mau." Jawab janis.


Janis menggoyangkan badan nya dengan sangat cepat membuat mia meneteskan air mata nya karena ia tidak menikmati persatuan tersebut sama sekali. Janis meminum obat kuat sebelum ia melakukan nya dengan mia. Sampai akhirnya setelah beberapa jam mia sudah tidak tahan bahkan sampai tidak bersuara lagi. Hanya air mata yang keluar dari mata nya.


Dilain sisi nadia sudah selesai membangun tenda nya. Entah apa yang xander bilang pada kepala sekolah sehingga nadia mendapatkan perlakuan spesial. Mulai dari tenda yang hanya di isi oleh dirinya dan sharen padahal seharusnya satu tenda di isi oleh 4 anak. Lalu di sebelah nya terdapat tenda guru putri.


"Enak banget ya nad jadi kamu." Ujar fiki dengan tersenyum.


Kini nadia dan teman teman nya sedang menggelar karpet di depan tenda. Sedang istirahat karena sampai nanti malam mereka akan free. Kegiatan nanti malam hanya api unggun.


"Enak dong. Lo kan juga enak fik cuma satu tenda sama niko." Jawab sharen.


"Iya itu karena nadia. Terimakasih ya nad." Ujar fiki.


"Sama sama." Jawab nadia sambil memakan makanan ringan yang di berikan nikolas.


"Sebentar lagi makan siang. Kita satu regu kurang satu. Bukan nya satu regu harus ada 5 orang." Ujar nikolas.


"Aku akan masuk regu kalian." Kata mark yang tiba tiba datang ke kerumunan nadia.


"Bukan maksut apa apa nih ya mark. Aku agak takut secara lo pernah kena kasus pelecehan. Dan lo kan juga ada 2 teman lo." Ujar sharen.


Nadia hanya diam saja. Ia bingung harus bersikap seperti apa. Dia takut salah bersikap sehingga menimbulkan kecurigaan pada teman teman nya.


"Lo gue izinin. Asalkan lo tetap se tenda sama mereka." Ujar nikolas sambil menunjuk kedua teman mark yang ternyata satu regu dengan lara.


"Oke. Aku terima. Jadi kita akan makan siang apa.? Secara aku regu kalian." Kata xander.


"Petualangan yang sebenarnya akan di mulai besok. Kita akan mencari ikan di sungai. Seperti kata pembimbing tadi kita dilarang ke danau. Karena danau nya kan banyak ular. Meskipun ularnya tidak berbisa tetap saja itu tambah bahaya karena bisa menelan manusia tanpa minum" Cerocos fiki.


"Selamat siang nona. Saya di suruh oleh tuan janis untuk membawakan makan siang anda dan teman teman satu regu anda. Untuk makan malam saya bawakan daging steak nanti anda tinggal memasaknya. Dan kita juga membawakan bubur instan untuk anda dan teman teman anda sarapan besok. Anda tidak perlu mencari makanan di hutan. Dan kemungkinan besok siang saya akan kembali untuk membawakan makanan." Ujar teo yang tiba tiba datang di sana.


Nadia yang sedari tadi hanya mendengarkan ocehan dari kaki tangan kakak nya pun hanya diam. Karena nadia malu di perlakukan seperti ini oleh kakaknya. Nikolas yang mengetahui jika nadia kurang nyaman mencoba untuk membantunya.


"Seperti ini tuan te..."


"Sepertinya besok kita akan memancing ikan di sungai untuk makan siang. Karena jika anda mengirim kami makanan seperti ini. Nadia mungkin akan marah karena acara camping nya di rusak. Dan bukan nya sekolahan mengadakan camping untuk membuat kami para siswa mandiri." Ujar mark yang tiba tiba menyelah nikolas.


"Benar. Lagian kita sudah cukup kok dengan ini. Besok siang kita semua di sini akan di beri pelajaran cara untuk hidup mandiri di alam liar." Ujar sharen.


"Baiklah kalau begitu saya akan berbicara pada ibu jose agar menghubungi saya segera jika terjadi sesuatu pada nona." Kata teo.


"Kembalilah ke kantor kakak. Ucapkan terimakasih padanya." Ujar nadia lalu melenggang pergi dari sana.


Nikolas yang akan mengejar nadia pun di cegah oleh seorang teman nya. Yang mengatakan jika dirinya di panggil untuk menemui pembimbing karena masalah rute jelaja besok. Dengan berat hati nikolas membiarkan nadia pergi menenangkan diri. Tanpa nikolas ketahui mark sudah pergi dahulu menusul nadia.


Nadia kini duduk di atas sebuah batu besar di tepi sungai. Perhatian janis membuat nadia marah karena nadia menganggap itu berlebihan untuk nya. Mark yang melihat nadia melamun langsung mengejutkan nya.


"Doorr." Teriak mark.


"Astaga... Mark kau membuat ku terkejut." Ujar nadia datar.


"Ayo kembali ke tenda. Mungkin utusan kakak mu sudah pulang." Ucap mark.


Nadia hanya diam tidak menggubris. Ia masih tidak percaya dengan mark setelah aoa yang mark lakukan padanya.


"Kembali lah dulu. Aku akan segera menyusul." Ucap nadia.


"Aku akan nenunggumu di sini juga. Aku sangat menyesal dengan semua hal buruk yang pernah aku lakukan padamu nad. Aku harap aku bisa menebus kesalahan tersebut." Ujar mark yang duduk di batu samping nadia.


"Aku akan mengingat kata katamu." Jawab nadia sambil tersenyum ke arah mark.


Mark sempat terkejut melihat senyuman nadia yang tidak pernah ia lihat. Ia tertegun dengan senyuman manis nadia. Mereka tidak tau jika ada beberapa mata yang sedang mengawasi mereka.


"Dasar cewek ganjen. Bisa bisanya dia menggoda mark." Kata siska yang langsung membuat lara bertambah marah.


"Kelihatan nya kita harus beri dia pelajaran deh ra." Ujar tania yang langsung di angguki oleh lara.


"Kita harus beri dia pelajaran." Mantap lara lalu melenggang pergi meninggalkan sungai.


Mark dan nadia pun semakin dekat. Ia sudah bisa menerima mark menjadi teman nya. Saat mereka ingin kembali. Tiba tiba nikolas datang menghampiri mereka berdua. Nikolas marah mengetahui jika nadia sedang bersama mark.


"Nad. Kamu gak papa kan.?" Tanya nikolas.


"Emangnya aku kenapa.?" Tanya balik nadia yang membuat mark sedikit tersenyum mengejek ke arah nikolas.


Nikolas yang melihat itu pun langsung ingin melayangkan pukulan padanya tapi nadia menghalangi nya. Sehingga mengenai pipi mulus nadia. Mark yang melihat nadia tersungkur menjadi marah dan ingin membalasnya. Tapi nadia melarang nya.


"Mark lebih baik kita pergi dari sini. Niko aku kecewa sama kamu." Ujar nadia lalu pergi meninggalkan nikolas.


"Nad, aku minta maaf nad." Kata nikolas.


"Aku butuh waktu niko. Ayo mark kita oergi dari sini." Nadia berjalan pergi dengan mark. Nikolas yang melihat itu semakin marah.


Nadia dan mark berjalan ke arah tempat camping. Tapi nadia ingin berhenti di jalur sungai tersebut. Mereka sudah jauh dari nikolas. Mark yang melihat memar dan lecet pada pipi menyentuhnya.


"Nadia maafkan aku." Ujar mark.


"It's oke mark. Seharusnya nikolas yang meminta maaf pada mu. Maafkan nikolas ya. Dia memang terlalu protektif terhadap ku." Kata nadia.


"Apa kalian memiliki hubungan khusus.? Terlihat dari nikolas yang sangat cemburu melihat mu dengan ku." Ucap mark yang mengejutkan nadia.


"Tidak. Kami hanya bersahabat." Jawab nadia dengan tersenyum.


"Apa kau sekarang tidak takut hanya bersua dengan ku.?" Tanya mark pada nadia.


"Bukan kah sekarang kita adalah teman mark.? Jadi buat apa takut.?" Jawab nadia yang membuat mark pun tersenyum lega.


"Ayo kembali ke perkemahan. Aku akan mengobati luka mu."


"Bisakah aku menunggu di sini. Aku tidak mau mereka semua melihat wajah lebam ku mark." Sifat manja nadia pun keluar secara tidak langsung ia telah merengek kepada mark. Dan hal tersebut membuat mark senang. Dengan semangat merk pun menganggukan kepala nya.


"Tunggu di sini. Aku akan mengambilkan obat untuk luka mu." Ujar mark lalu berlari meninggalkan nadia di sungai.


Nadia senang dengan sifat mark yang hangat. Air sungai mengalir sangat deras. Ia sangat suka melihat nya. Suasana asri masih terpancar di tempat perkemahan tersebut.


Srraaakkk... Suara rumput yang di injak pun membuat nadia menoleh untuk melihat apakah mark sudah sampai. Tapi yang di dapati nadia sangat mengejutkan.


"Kamu...."


Braaakkkk belum selesai ia berbicara kepala nadia sudah di hantam batu dan membuat kesadaran nadia menghilang. Darah segar mengalir deras dari kepala nadia. Pelaku pun menaruh tubuh nadia di pinggiran sungai. Membuat nya seolah olah nadia jatuh terpeleset di pinggir sungai.