MY Brother Is My Boy. .

MY Brother Is My Boy. .
part 18



Jangan lupa untuk like komen dan komen se banyak banyak nya.


Rumah sakit.


Janis duduk di sofa ruangan mia dirawat inap. Ia tidak berbicara apapun kini janis benar benar merasa bersalah. Dua anak nya meninggal dikarenakan kebodohan nya. Tapi dengan begitu janis tidak berniat meminta maaf atau hanya sekedar bertanya kabar kepada istri nya.


Tokk tokk tokk. Suara pintu mengalihkan pandangan janis begitu juga mia. Janis pun berjalan untuk membuka pintu ruangan tersebut. Saat membuka janis terkejut melihat alexander di sana.


"Alex.?" Tanya janis. Janis terkejut melihat adiknya datang dengan membawa buah buahan di tangan nya.


"Aku ingin menjenguk kakak ipar ku." Jawab xander lalu berjalan masuk.


"Bagaimana ke adaan mu.?" Tanya xander pada mia.


"Sudah lebih baik." Jawab mia.


"Aku tau kalian sangat sedih. Tapi mungkin setelah ini kalian akan memiliki bayi lagi." Ujar xander.


"Kau datang sendiri.?" Tanya janis tiba tiba.


"Tidak mungkin aku datang bersama adik ku bukan.?" Tanya xander yang langsung membuat janis terdiam.


"Main lah sesekali ke masion ku. Kau kakak ku. Bukan kah seharus nya kau perlu ke masion ku sesekali." Ujar xander.


"Aku akan mampir ke sana." Ujar janis dengan semangat. Janis pikir dia bisa bertemu dengan nadia jika bermain di masion xander.


"Kita akan main ke sana sesekali." Ujar mia dengan tersenyum.


"Baik lah aku pamit. Aku harus pergi ke kantor." Ujar xander lalu pergi keluar ruangan.


Saat xander sampai di tempat parkir janis pun berlari menghampiri nya.


"Alex tunggu." Kata janis sambil terengah engah.


"Ada apa?" Tanya xander.


"Tolong sampaikan maafku pada nadia." Ujar janis.


"Aku tidak bisa. Menjauhlah dari nadia. Karena sebentar lagi aku akan menikahi nya." Ujar xander lalu masuk ke dalam mobil nya meninggalkan janis di sana.


____________________


Masion alexander.


Dua bulan sudah berlalu xander merasa kesepian di masion sebesar itu. Dalam dua bulan ini xander jarang menghubungi nadia karena ia sibuk bekerja. Selama dua bulan ini xander bertekat untuk memgembangkan bisnis nya. Kini ia sudah melampaui kesuksesan sang kakak. Bahkan dalam dua bulan ini perusahaan janis hampir bangkrut dikarenakan menurun nya kinerja janis sebagai pemimpin. Tokk tokk tokk.


"Tuan ini javi. Nona nadia menelfon anda." Ujar javi dari luar kamar.


"Bilang saja aku sudah tidur." Ujar xander.


"Baik tuan." Javi pun pergi dari depan kamarnya.


Xander menghindari nadia karena ia tidak kuat untuk melohat pujaan hati nya merengek karena rindu.


Pagi hari nya saat xander ingin berangkat kerja ia dikejutkan dengan kue ulang tahun di atas meja makan. Di sana tertulis selamat ulang tahun untuk xander. Xander pun bingung tapi ia tidak menyentuh nya karena ia sedabg buru buru untuk berangkat ke kantor.


Saat tiba dikantor xander selalu menjadi pusat perhatian. Pegawai wanita sangat tertarik bahkan beberapa dari mereka berusaha menggoda xander. Tapi xander tak sekali pun pernah melirik mereka. Karena xander telah berjanji kepada diri nya sendiri untuk menjaga hati nya hanya untuk nadia.


Waktu pun berlalu. Seorang perempuan datang menggunakan mini cooper ke kantor alexander. Rambut yang di cat berwarna merah sangat cocok dengan kulit perempuan tersebut yang sangat putih. Ia berjalan dengan sangat anggun. Para mata pun menatap ke arah nya. Mereka semua bingung karena perempuan tersebut berani menggunakan lift khusus ceo.


Saat ini xander sedang uring uringan karena lift yang seharusnya khusus untuk dirinya sedang di naiki oleh seseorang. Ia tau jika yang menaiki lift itu adalah seorang wanita. Bisa saja itu adalah salah satu penggoda yang biasa nya menggoda xander. Dengan cepat xander berdiri di depan pintu lift untuk memberi pelajaran pada wanita tersebut.


Ting... Suara lift yang sudah sampai pun membuat xander bersiap siap. Saat pintu lift terbuka betapa terkejutnya xander melihat wanita yang ada di depan nya. Belum berkata kata apa apa wanita tersebut pun berlari lalu mencium bibir xander. Xander yang ingin protes pun mengalah. Tanpa sadar xander menikmati ciuman tersebut dengan diperhatikan oleh javi di sana. Xander membalas ciuman itu dan memperdalam nya.


"Ehmm." Javi pun berdehem mengejutkan xander dan wanita tersebut.


"Surprise.." Teriak nadia.


Yah wanita tersebut adalah nadia yang sudah berubah penampilan 180 derajat. Nadia bertransformasi menjadi seorang yang sangat anggun dan sexy di mata xander.


"Aku tidak menyangka ini kamu princes." Ujar xander.


"Kau selalu menghindariku. Jadi kau tidak tau penampilan ku sekarang. Apa tidak pantas.?" Tanya nadia.


"So pretty and sexy." Bisik xander di telingah nadia.


"Kau tidak memakan kue ulang tahun mu.? Aku menyiapkan nya dari semalam." Rengek nadia.


"Kau datang tadi semalam.?" Tanya xander yang bingung.


"Iya. Saat javi ke kamar mu dan memberitahu mendapat telfon dari ku. Sebebarnya aku sudah di masion. Tapi ternyata kau menolak telfon ku. Apa se sibuk itu kak.?" Tanya nadia sambil berjalan memasuki ruangan xander.


"Tidak. Oke sekarang maafkan aku princes. Karena aku tidak mau tersiksa melihat wajah mu yang sedih karena harus jauh dari ku." Jelas xander sambil mengslus pipi nadia.


Xander berjalan menutup pintu ruangan nya lalu mengunci nya. Kemudian xander berjalan cepat ke arah nadia. Xander langsung mencium bibir nadia dengan sangat rakus. Xander berfikir bibir kekasihbya ini sangat candu bagi nya.


"Aku sangat merindukan mu princes." Ujar xander lalu melanjutkan ciuman nya.


Nadia pun membalas ciuman sang kakak. Nadia tidak bisa berbohong bahwa sebenarnya ia juga sangat merindukan xander. Mereka berciuman selama hampir satu menit setelah itu xander meleoaskan nya. Karena ia tau nadia sudah kehabisan nafas.


"Apa daddy sudah mengizin kan mu untuk kembali pada ku honney.?" Tanya xander.


"Belum, tapi aku merengek padanya." Ujar nadia lalu memeluk sang kakak.


"Kenapa tadi pagi tidak mencegahku berangkat ke kantor jika sudah datang.?" Tanya xander.


"Aku masih tertidur kak." Jawab nadia.


"Bagaimana sekolah mu princes.?" Tanya xander.


"Aku sudah lulus. Karena daddy mengambilkan ku kejar paket. Jadi selama satu bulan aku sudah menyelesaikan sekolah ku. Sekarang aku ingin bekerja." Kata nadia yang membuat xander terkejut.


"Kenapa bekerja.?" Tanya xander.


"Aku hanya ingin kak. Boleh aku bekerja di kantor kakak.? Sebagai ob pun gak apa." Ujar nadia.


"Kau ini apa apa an princes." Ujar xander marah.


"Aku mohon kak." Ujar nadia dengan memohon. Diperlihatkan nya puppy eye nya. Seketika membuat xander luluh.


"Baik lah. Mulai besok kau boleh bekerja sebagai sekretaris ku." Ujar xander.


"Tapi ada syarat nya lagi kak." Kata nadia.


"Apa sayang.?" Tanya xander pada nadia.


"Kakak harus merahasiakan identitas ku di sini. Jangan bilang aku nadia kak. Mereka akan tau jika aku adalah adik kak xander." Ujar nadia.


"Baiklah princes. Terima kasih sudah kembali sayang." Ujar xander lalu mencium bibir nadia sekilas.


Tok tok tok. Suara pintu pun diketuk oleh seseorang. Xander membuka pintu tersebut karena sebelum nya ia yang mengunci. Ternyata ada seorang perempuan berdandan menor yang ada di depan pintu.


"Agista ada apa.?" Tanya xander dingin.


"Tapi saya sedang ada tamu." Tolak xander.


"Tuan bisa bicara dengan nya. Saya tidak keberatan." Ujar nadia yang berbicara formal pada kakak nya.


"Baik lah. Ayo masuk." Ujar xander.


Perempuan bernama agista tersebut pun berjalan masuk. Lalu menatap nadia dengan sinis. Agista tau jika perempuan yang sedang duduk di sofa tersebut adalah perempuan yang menjadi pusat perhatian tadi.


"Ada apa lagi.?" Tanya xander.


"Saya hanya ingin menyampaikan. Saya bekerja di sini kurang lebih sudah 4 tahun dan saya tau jika posisi sebagai sekretaris anda masih kosong. Saya ingin mengajukan diri sebagai sekretaris anda tuan." Ujar agista.


"Sebelumnya memang posisi tersebut kosong. Tapi sekarang sudah terisi." Ujar xander.


"Siapa tuan.? Tuan bahkan belum pernah menginterview seseorang." Tanya agista bingung.


"Posisi tersebut sudah terisi oleh nona yang duduk di sofa itu. Perkenalkan dia adalah equela. Atu ela." Ujar xander.


"Aku ela. Besok aku sudah mulai bekerja." Ujar nadia yang membuay agista menatap nya dengan tajam.


"Silahkan pergi jika sudah tidak ada lagi yang di sampai kan.." Mendengar ucapan xander agista langsung pergi meninggalkan ruangan xander.


"Tatapan nya sangat menakutkan." Ujar nadia.


"Kau akan sering mendapatkan tatapan seperti itu princes. Jadi bersiaplah." Ujar xander.


"Kak. Aku mau jalan sama sharen. Sudah lama tidak bertemu dengan nya. Jadi akan ke mall bersama nya" Ujar nadia.


"Hati hatilah princes. Jika terjadi sesuatu segera telfon aku. Aku kakak antar ke bawah." Ujar xander lalu mengantarkan nadia ke lobi.


Di lobi mereka berdua menjadi pusat perhatian. Pasalnya xander tidak pernah dengan dengan perempuan walauoun itu klien nya sendiri.


"Maafkan aku tidak bisa mengantar karena ada rapat mendadak. Tapi mungkin aku akan mengirimkan beberapa orang untuk mengawasimu dari jauh princes." Ujar xander.


"It's oke kak. Nanti sore aku tunggu di rumah ya. Bye. I love you." Ujar nadia.


"I love you to honney." Jawab xander sambil melambaikan tangan nya.


Di dalam perjalanan nadia sangat senang. Setelah dua bulan terpisah dari xander kini dirinya bisa bertemu kembali. Mobil nadia melambat saat sampai di lampu merah. Nadia pun menoleh ke mobil samping kiri nya. Ia begitu terkejut saat mendapati janis ada di mobil sebelah nya. Janis pun menoleh. Mata mereka pun saling tatap. Janis yang pada saat itu terkejut melihat nadia setelah sekian lama langsung keluar dari dalam mobil nya. Dan tepat pada saat itu lampu pun berubah menjadi hijau. Nadia langsung menancap gas nya meninggalkan janis di sana. Dengan cepat janis mengejar mobil nadia. Begitupun nadia ia membelokan mobil nya ke arah masion xander. Kecepatan nadia melampaui batas wajar begitu juga janis. Mobil nadia pun sampai di depan masion. Dengan buru buru nadia turun dari mobil lalu pergi berlari melewati gerbang kecil khusus orang.


"Nad, nadia tunggu nad." Teriak janis.


"Anda tidak boleh masuk tuan. Jika ingin masuk anda harus membuat janji pada tuan atau nona." Ujar body guart yang ada di sana.


"Sebentar saja." Ujar janis.


"Jika anda tetap memaksa saya akan menembak kaki anda. Apa anda paham.?" Ujar body guart tersebut.


Janis pun pergi dari sana dengan sangat lesu. Ia menyesal telah menyakiti nadia. Kini ia tidak memiliki apa apa. Saham yang ia punya hanya 15 persen di leonard corp. kini ia tidak menjadi ceo. Ia menyesal telah membuat nadia sakit hati. Janis tau jika para penjaga masiom xander adalah anak buah el sofran. Membuat nya tidak berani untuk bertindak jauh.


Nadia sekarang sedang berada di kamar nya. Ia masih takut bertemu dengan xander. Nadia pun memutuskan untuk menelpon sharen agar berkunjung ke masion nya.


"Halo sharen. Maaf aku tidak bisa keluar. Jika tidak keberatan datanglah ke masion kak xander." Ujar nadia saat telfon sudah tersambung.


"Oke nad. Nanti aku ke sana sama teman teman." Ujar sharen di telefon.


"Baik lah. Aku tunggu." Setelah itu nadia menutup telfon nya. Ia tau jika mungkin sekarang xander sedang perjalanan menuju masion. Karena tidak mungkin xander membiarkan nya bertemu dengan janis setelah yang di lakukan oleh janis waktu itu.


Benar saja selang beberapa menit xander sampai di masion. Xander segera pergi menuju kamar nadia. Xander sangat kawatir saat mendapatkan kabar dari anak buah nya jika mobil nadia di ikuti terus oleh janis. Xander nggak habis pikir dengan janis belum puas kah xander membuat nya bangkrut ia masih saja berani mendekati nadia.


Selama dua bulan ini xander telah membeli saham milik nadia yang di jual nya. Kini pemimpin leonard corp adalah xander. Janis hanya memiliki 15 persen saham saja.


"Nadia. Kamu tidak apa apa honney.?" Tanya xander yang masuk ke kamar nadia dengan buru buru.


"Aku tidak apa kak. Aku hanya masih sedikit takut bertemu dengan nya sendirian." Kata nadia yang tidak ingin menyebut nama janis.


"Syukurlah honney. Aku sangat kawatir mendengar jika janis membuntuti mu." Kata xander.


"Maaf telah mengacaukan pekerjaan mu kak." Kata nadia.


"Aku akan lebih merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada mu." Kata xander yang mengeratkan pelukan nya pada nadia.


Tok tok tok.. Suara pintu diketuk oleh srorang pelayan. Nadia pun melepaskan pelukan nya.


"Ada apa.?" Tanya xander.


"Maaf mengganggu tuan. Dibawah ada teman nona nadia. Namanya sharen." Ujar pelayan tersebut.


"Aku akan datang sebentar lagi. Tolong bawahkan cemilan dan jus jeruk untuk kami ya." Kata nadia dengan nada yang lembut. Pelayan tersebut pun undur diri.


"Kau mengundang mereka honney.?" Tanya xander.


"Iya kak. Aku begitu takut untuk keluar sendiri hari ini." Jawab nadia.


"Temui mereka. Mungkin mereka kini sedang menunggu." Ujar xander yang langsung di angguki oleh nadia.


Nadia turun ke bawah untuk menemui teman teman nya yang sudah lama tidak nadia jumpai. Di ruang tamu sudah ada fiki, sharen dan mark. Mereka sudah lebih dewasa. Mereka pun terkejut melihat penampilan baru nadia.


"Haaayyyy... Yaampun aku kangen banget. Lo kemana aja sih nad. Astaga lo cantik banget." Ujar sharen.


"Ayo duduk." Ajak nadia pada teman teman nya.


"Lo kemana aja nad.?" Tanya fiki.


"Ngilang aja kayak ditelan bumi. Lo tau nggak kita itu sedih gak ada lo." Ujar mark.


"Hallah gombal tu mark. Sebenarnya dia kangen nad." Ujar sharen yang membuat mereka tertawa.


"Aku selama ini di alaska. Ikut daddy kandung ku." ujar nadia.


"Jadi lo pindah di sana.?" Tanya fiki.


"Iya. Tapi sekarang sudah kembali ke sini. Aku dan kak xander tidak memiliki hubungan darah. Dan kami saling mencintai. Mungkin beberapa tahun atau bulan ke depan kami akan menikah.." Kata nadia yang langsung membuat mereka bertiga syok.


"Astaga. Yang bener lo nad.?" Tanya sharen.


"Iya benar." Jawab nadia.


"Yaampun kasihan sekali mark. Pasti sakit hati." Ujar fiki.


Mereka pun tertawa bersama. Saling menceritakan kehidupan nya masing masing.


"Nikolas dimana.?" Tanya nadia tiba tiba.


"Nikolas ya di rumah nya. Tapi kita sudah nggak akur." Kata fiki.


"Kenapa.?" Tanya nadia.


Sharen pun menceritakan tentang nikolas yang sangat membenci mark tanpa tau penyebab nya. Mereka tidak menjauh dari nikolas sama sekali. Tapi nikolas lah yang menjauh dari mereka.


mengingatkan lagi. jangan lupa untuk meninggalkan jejak. :)