MY Brother Is My Boy. .

MY Brother Is My Boy. .
part 15



jangan lupa untuk like coment untuk meninggalkan jejak.


Leonard masion.


Janis bersantai di depan kolam renang sambil mengelus perut mia yang sedang duduk di sebelah nya. Janis sangat tidak sabar menunggu kelahiran bayi tersebut yang bahkan belum membesar di dalam perut mia.


"Permisi tuan. Ada nona nadia dan tuan xander datang." Ujar desi kepala pelayan.


"Mereka datang.?" Tanya janis bingung.


"Mereka sedang menunggu di ruang kerja anda. Tuan xander mengatakan bahwa ia tidak ingin berlama lama." Jelas desi yang di angguki oleh janis.


Janis pun mengajak mia masuk menemui xander dan nadia. Disana xander duduk bersebelahan dengan nadia. Janis yang melihat itu sebenarnya agak risih.


"Apa kalian berniat kembali ke masion ini.?" Ujar janis sarkas.


"Tidak. Meskipun aku dan nadia tidak kembali ke sini, kami masih memiliki hak atas rumah ini." Kata xander.


"Oh apa kalian mau meminta restu." Tanya mia yang membuat janis xander dan nadia menoleh ke arah nya seketika.


"Apa aku salah.?" Tanya mia.


"Kita ke sini untuk memberitahu sesuatu. Bisa kita bicara berdua saja kak." Ujar nadia.


"Sekalian kalian ada di sini. Aku juga ingin memberi tahu sesuatu. Jika bulan depan aku dan mia akan melaksanakan pernikahan. Karena mia sekarang sedang mengandung." Ucap janis yang seperti sambaran petir bagi nadia.


"Jadi kalian ingin membicarakan apa.?" Tanya janis.


"Kami hanya ingin memberitahu jika kita tidak akan kembali ke masion ini lagi." Ujar nadia yang membuat xander terkejut.


"Kalo begitu kami pamit dulu. Ayo kak kita pergi" Ajak nadia pada xander.


Mereka berdua pun pergi dari masion tersebut. Dalam perjalanan nadia hanya diam tanpa berbicara sedikit pun. Xander tau jika kini nadia sedang sakit hati mengetahui tentang pernikahan janis. Xander mengendarai mobil sekitar setengah jam setelah itu mereka sampai di sebuah masion mewah di pinggir hutan kota. Banyak masion masion mewah di sebelah masion xander. Karena kawasan tersebut adalah kawasan elit.


Digerbang masion bertuliskan alexander masion. Masion tersebut nampak elegan dengan air mancur di tengah tengah halaman luas. Nadia pun terpukau melihat keindahan masion tersebut. Mobil pun berhenti tepat di lobi masion. Mereka di sambut javi dan beberapa perempuan berpakaian pelayan. Nadia dan xander pun masuk kedalam lalu di sugukan dengan lobi yang langsung menembus ke ruang tamu dan hanya di beri skat kaca.


"Selamat datang tuan dan nona. Saya sudah merekrut beberapa pelayan dan kepala pelayan. Dia adalah mr. Calt kepala pelayan di rumah ini. Silahkan perkenalkan diri anda." Ujar javi pada seorang laki laki tua paruh baya.


"Perkenalkan saya adalah calt kepala pelayan masion anda tuan." Ujar calt.


"Semoga anda bisa mengatur masion ini dengan baik. Ayo princes aku tunjukan kamar mu." Ujar xander yang di angguki oleh nadia.


Mereka pun menaiki lantai dua. Di lantai dua ada beberapa kamar dan ruang kerja xander. Xander menjelaskan jika di lantai dua ada sekitar 5 kamar. Lalu di lantai satu hanya ada 3 kamar untuk tamu, tempat billiart, ruang makan, perpustakaan, mini bar, dapur, ruang keluarga. Jika out door nadia akan menemukan kolam renang, taman serta tempat gym yang memang sengaja di pisah dari rumah. Dilantai tiga paling atas ada balkon dan beberapa gazebo untuk bersantai atau mengadakan pesta barbeque. Masion xander memang hampir mirio dengan masion leonard tapi masih luas masion xander. Karena terdapat lapangan golf di belakang nya.


"Lalu para pelayan tidak tinggal disini kak.?" Tanya nadia.


"Mereka tinggal di paviliun belakang. Kita memisahkan dari pelayan. Javi tinggal di lantai satu disalah satu kamar tamu. Agar memudahkan semua urusan. Jadi jika malam hari kamu lapar. Kamu segera pencet bel di dapur untuk membangunkan para pelanyan. Kamu mengerti kan princes.?" Tanya xander.


"Aku mengerti kak." Ujar nadia.


"Ini kamar kamu. Kakak sengaja memberi kamar terbesar di masion ini untuk kamu. Kakak harap kamu suka ya." Ujar xander lalu membuka pintu tersebut.


Nadia terkejut saat melihat kamarnya yang sangat indah. Berwarna putih bersih. Bahkan ada tedy bear berwarna senada. Nadia memasuki kamar nya lebih dalam. Ia melihat kamar mandi yang sangat luas. Setelah itu ia berjalan menuju pintu selanjutnya. Ada dua pintu di dalam kamar nadia. Saat membuka pintu kedua ia begitu terkejut melihat nya. Di sana terlihat banyak sekali baju sepatu tas tertata rapi.


"Ini walkin closet.?" Tanya nadia.


"Semoga kamu suka." Jawab xander yang langsung mendapat kan pelukan dari nadia.


"Terima kasih. Aku sangat suka kak." Jawab nadia.


"Mandilah. Lalu turun ke bawah untuk makan siang. Setelah itu tidur siang. Kamu ingat kan princes untuk tidak kecapean.?"


"Iya kak."


"Kakak akan menemui javi terlebih dahulu." Xander pun beranjak pergi.


"Kak. Tunggu." Cegah nadia.


"Apa ada masalah princes.?" Tanya xander.


"Bolehkan aku meminta sesuatu."


"Sure. Tentu boleh." Jawab xander.


"Aku ingin mencari ayah ku. Aku tidak ingin kak janis menjadi waliku lagi." Ucap nadia sambil menangis.


"Tenanglah. Tanpa kamu minta kakak sudah mencari di mana ayah mu. Tapi sampai sekarang masih belum ketemu jadi sabar ya princes." Jelas xander.


"Terimakasih banyak kak." Ujar nadia.


________________________________


Masion alexander.


4 bulan kemudian hari hari nadia kini dipenuhi canda tawa yang tercipta karena xander. Tak jarang xander pulang cepat dengan membawakan suatu barang untuk nadia. Kini mereka semakin dekat. Bahkan semenjak kepindahan nya nadia tidak pernah memikirkan janis sedikit pun. Bahkan pada Masa masa sulit nadia hanya xander yang setia berada di samping nadia. Pada saat pernikahan janis mereka sama sama tidak datang. Karena memang xander yang melarang nadia untuk datang.


Pernah pada saat usia kandungan nadia berumur 2 bulan xander melamarnya. Tapi hingga kini nadia belum menjawab nya.


"Masih belum tidur princes.?" Tanya xander yang melihat nadia masih duduk di ruang keluarga.


"Belum kak. Aku masih belum ngantuk." Jawab nadia.


"Boleh kakak menyentuhnya.?"


"Kakak boleh menyentuh nya. Mungkin dia juga rindu dengan kakak." Kata nadia sambil mengelus perutnya.


Xander pun mulai mengelus perut nadia yang kini tidak rata. Nadia tersenyum melihat hal itu.


"Besok jadwal periksa kandungan kamu kan princes.?"


"Iya kak. Besok jika kakak nggak bisa mengantar aku akan pergi sendiri dengan supir." Ujar nadia.


"Kakak akan masuk siang besok." Kata xander sambil tersenyum.


Xander yang di peluk dengan adiknya secara tiba tiba pun tidak dapat menolak. Ia pun membalas pelukan sang adik.


"Tentang pertanyaan kakak waktu itu. Aku menerimanya. Karena aku tidak tau sejak kapan aku mulai merasa nyaman." Jelas nadia yang langsung membuat xander tersenyum.


"Meskipun masih nyaman. Mungkin nanti akan jadi cinta." Jawab xander.


"Tapi aku ingin melanjutkan sekolah ku dulu baru kita menikah." Ujar nadia.


"Kakak akan menunggu kamu siap princes. Terima kasih sudah menerima lamaran kakak." Xander pun memeluk nadia dengan erat.


"Aku mengantuk." Rengek nadia.


"Ayo kakak antar ke kamar." Xander pun mengantarkan nadia ke kamarnya. Tidak terjadi apa apa malam itu. Yang ada hanya xander dan nadia yang akhirnya tertidur di kamar nadia.


Pagi pun tiba saat xander sarapam dengan nadia tiba tiba mereka kedatangan tamu. Seorang perempuan cantik yang katanya di suruh menyampaikan sebuah pesan rahasia.


"Siapa kak.?" Tanya nadia yang tidak suka melihat perempuan tersebut seperti menggoda kakak nya.


"Dia adalah sekretaris teman bisnis kakak. Kamu jangan kawatir honney." Ujar xander yang langsung membuat nadia memerah.


Xander pun meninggalkan nadia di meja makan sendirian. Lalu pergi ke perpustakaan untuk membicarakan sesuatu. Nadia yang lama menunggu pun kesal di buat nya. Saat nadia ingin masuk ke perpustakaan tiba tiba pintu nya terbuka. Lalu muncul lah perempuan cantik tadi.


"Anda pasti nona nadia.? Perkenalkan saya jeselin. Anda bisa memanggil saya miss.j atau kakak." Ujar nya lalu melenggang pergi dengan tidak sopan.


"Tunggu." Cegah nadia.


"Sepertinya tidak lama kita akan bertemu lagi nona." Jawab nya lalu pergi.


"Apa ada masalah princes.?" Tanya xander yang ada di samping nadia.


"Ti.. Tidak." Jawab nadia.


"Kita berangkat sekarang.?"


"Iya kak." Jawab nadia.


Di lain sisi janis sangat pusing dengan kemauan mia. Mia sangat cerewet serta menuntut janis untuk berbuat ini itu. Saat ini mereka sedang perjalanan menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandungan mia. Janis sudah sangat pusinh dengan celoteh mia.


"Shiit diam lah. Kau membuat kepala ku hampir pecah." Bentak janisr pada mia.


"Seperti ini kah kelakuan mu pada orang hamil. Ingat aku ini istri mu." Ucap mia dengan suara lantang nya.


"Diamlah. Jika tidak aku akan menurunkan mu di jalanan. Kau membuat ku bertambah pusing." Ancam janis yang langsung membuat mia terdiam.


Mereka pun sampai di rumah sakit begitu juga dengan nadia dan xander. Xander berjalan sambil memeluk pundak nadia. Janis yang tidak sengaja melihat xander pun ingin tau kemana adiknya pergi.


"Bukan nya itu xander. Siapa wanita di sebelahnya." Tanya janis pada mia. Mia pun melihat kearah janis lihat.


"Iya itu kan adik kamu." Ujar mia.


"Xander memang adik ku." Jawab janis.


"Bukan maksutnya yang di sebelah xander. Dia nadia." Ujar mia yang langsung membuat janis terkejut.


"Kamu pergi ke tempak periksa dulu. Nanti aku susul." Kata janis lalu berlari mencari keberadaan xander. Tapi dia sudah telat mereka sudah tak terlihat lagi. Dengan pasrah janis pun kembali menyusul sang istri.


"Apa kamu sudah bertemu dengan xander.?" Tanya mia yang sedang duduk di ruang tunggu.


"Diamlah." Kata janis.


"Tunggu lah mungkin sebentar lagi mereka akan terlihat." Ujar mia sambil tersenyum tipis.


"Mungkin kamu akan terkejut setelahnya." Tambah mia dalam hati.


Setelah menunggi hampir setengah jam. Pasien yang berada di dalam untuk memeriksa kandungan pun keluar. Janis yang mendengar suarah pintu pun melihat ke arah nya. Betapa terkejutnya janis saat melihat xander dan nadia keluar dari sana. Nadia yang melihat janis berada di sana pun sama terkejutnya begitu juga xander.


"Sayang aku masuk dulu ya. Kamu pasti mau bicara sesuatu pada mereka." Ucap mia lalu pergi masuk ke ruang dokter kandungan.


"Kak ayo pergi dari sini." Ajak nadia pada xander.


Baru beberapa langkah mereka dikejutkan dejgan suara tepuk tangan janis.


"Waw.. Apa ini nad.? Kau hamil.? Dengan xander.? Aku tidak percaya dengan ini. Setelah bermain dengan ku, kau juga msnjebak adik ku. Sepertinya benar kau dan mama mu sama sama pelacur." Ujar janis.


"Jaga mulut mu janis." Bentak xander pada janis.


"Terserah kakak mau bilang apa. Tapi kak xander tidak pernah berbuat lancang padaku." Jelas nadia.


"Jika bukan anak xander berati orang lain. Atau jangan jangan kau bercinta dengan banyak orang."


Plaakkk suara tamparan mengenai pipi janis.


"Jaga mulut lo." Tuding xander lalu menuntun nadia pergi dari hadapan janis.


Janis hatinya sangat dongkol mengetahui nadia hamil anak orang lain. Hati janis masih milik nadia. Entah bahagaimana dia bisa seegois itu. Janis mengeluarkan handphone nya lalu mrnghubungi sesorang.


"Teo jemput mia di rumah sakit. Aku ada urusan." Ujar janis saat telepon sudah tersambung.


Janis berlari keluar melihat mobil xander yang sudah meninggalkan parkiran rumah sakit. Dengan cekatan janis berlari ke mobilnya lalu mengikuti ke mana perginya mobil xander. Setelah mengikuti selama beberapa menit mobil xander pun memasuki parkiran mall terbesar disana. Janis pun mengikuti kembali.


"Kenapa aku mengikuti mereka.?" Tanya janis dalam hati.


Janis pun berjalan dibelakang mereka. Xander dan nadia tidak mengetahui jika sekarang sedang di ikuti oleh seseorang. Mereka pun sampai di sebuah restoran sea food. Janis duduk di belakang kursi nadia dan xander.


"Sudah cuma pesan itu princes.?" Tanya xander pada nadia.


"Sudah kak. Beby nya cuma mau itu." Ujar nadia dengan tersenyum.


"Seandainya kak janis tau yang sebenarnya." Kata nadia yang langsung membuat janis menajamkan pendengaran nya.


"Sudah lah. Bukan kah aku sudah berjanji akan menyayangi bayi itu seperti anak ku sendiri. Jadi dia akan lebih mengenalku sebagai daddy bukan paman." Ujar xander yang langsung membuat janis berfikir fikir.