MY Brother Is My Boy. .

MY Brother Is My Boy. .
part 20



Villa.


Bibi rose menyiapkan makan malam mereka berdua. Dan menaruh beberapa perlengkapan di kulkas. Bibi rose mengatakan kemungkinan besok ia tidak datang dan tidak keluar rumah dikarena badai salju akan melanda kawasan mereka besok. Bibi desi juga mengingatkan xander agar tidak kemana mana.


Setelah makan malam nadia pun kembali ke kamar nya. Kamar xander berada tepat di sebelah kamar nya. Nadia berfikir keras pada saat itu. Ia merasa kasihat kepada xander yang selalu menahan hasratnya kepada nadia hanya karena kekecewaan nadia pada seorang laki laki di masa lalu nya. Air mata pun menetes dikala ia mengingat kenangan nya bersama janis. Jika dulu nadia tidak tertiou bujuk rayu janis. Mungkin kini diri nya bisa memberikan hal berharga tersebut pada xander.


Dengan cepat nadia mengusap air mata nya. Ia bertekat untuk memberikan apa yang selama ini ditahan oleh xander.


Nadia keluar dari kamar nya menuju kamar xander. Saat nadia membuka kamar xander, nadia tak menemukan siapa pun di sana. Di dengarnya suara xabder yang sedang bernyanyi di dalam kamar mandi. Nadia yakin jika kakak ny sekarang sedang mandi.


Nadia melepaskan pakaian nya satu persatu. Kini ia tidak menggenakan satu helai pun pada dirinya. Nadia membuka pintu kamar mandi tanpa menimbulkan suara. Dilihat nya xander yang sedang berendam air hangat. Nadia pun berjalan ke arah nya. Saat nadia berada di dekat nya xander membuka mata nya. Alangkah terkejutnya xander melihat nadia di depan nya yang sudah tidak memakai apapun lagi.


"Nad. Apa yang..?" Xander tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.


Nadia ikut berendam di dalam bathup bersama xander. Xander pun berusaha menahan diri nya sendiri untuk tidak melakukan hal lebih kepada nadia.


"Princes apa ini.?" Tanya xander dengan suara yang berat.


"Ssstth.." Ujar nadia sambil meletakan jari telunjuk nya ke bibir xander.


Nadia mendekatkan bibirnya kepada xander. Nadia mencium bibir sang kakak. Awal nya xander tidak merespon tetapi akhirnya xander pun hanyut di dalam permainan nadia. Ciuman tersebut terasa sangat liar. Xander pun mengangkat tubuh nadia ke atas tubuh nya. Nadia bisa merasakan sesuatu yang ada di bawah sudah sangat tegang. Ciuman xander turun ke leher nadia. Menciptakan banyak kiss mark di sana. Nadia pun mulai mengeluarkan desahan nya.


"Ahh.. Eeuuggh.." Desah nadia.


"Princes apa kau yakin.?" Tanya xander kepada nadia.


"Lakukan lah kak." Jawab nadia dengan semangat.


"Kita pindah ke kamar." Ujar xander lalu mengangkat tubuh nadia keluar dari bath up. Ciuman mereka tidak lepas sampai akhir nya xander pun menidurkan nadia di ranjangnya. Mereka pun melakukan nya malam itu. Di malam yang dingin tersebut mereka bersatu dengan di banjiri keringat hangat di tubuh mereka.


Pagi pun datang. Tidak ada cahaya matahari yang muncul. Hanya kabut putih yang terlihat di luar jendela. Badai sedang terjadi pagi itu. Xander dan nadia masih tertidur setelah malam panas yang mereka lalui. Xander terbangun saat mendengar suara angin yang sangat kencang dan menerbangkan beberapa ranting pohon. Ia melihat sang pujaan hati yang sedang terlelap. Xander teringat jika kini nadia telah menjadi wanita nya. Xander pun pergi ke arah lemari mengambil kaos dan celana pendek. Lalu ia pergi ke lantai bawah untuk menyiapkan sarapan.


__________________________


Leonard masion.


Janis yang baru saja pulang dari bar di sambut oleh istrinya mia. Mia sangat sedih mengetahui jika kini janis tidak memiliki jabatan apa apa di kantor nya sendiri. Ia hanya memiliki beberapa saham yang hanya cukup untuk membayar beberapa pengawal, pelayan dan makan mereka. Mereka juga harus menjual mobil mobil yang tidak di pakai. Kini hidup janis berubah drastis. Ia sering mabuk mabuk dan sering marah marah tidak jelas di masion. Bahkan teo kaki kanan janis pun kini sudah mengundurkan diri.


"Ada apa dengan diri mu.? kenapa setiap pulang seperti ini.?" tanya mia.


"Tutup mulut mu bicht. Gara gara kau hidup ku susah." Teriak janis dengan tidak terkontrol.


"Kau yang menikahi ku janis." Balas mia.


"Jika kau tidak hadir. Aku sudah bersama nadia hingga sekarang." Bentak janis.


Plaaakkk... Satu tamparan mia mendarat di pipi janis.


"Berani nya kau." Teriak janis di wajah mia.


Janis murka karena mendapatkan tamparan dari mia. Mia pun terkejut setelah melihat reaksi janis yang seperti itu. Janis pun menarik mia ke ruang tamu. Lalu mendorong nya hingga mia jatuh ke lantai. Janis lalu mulai merobek robek pakaian yang mia kenakan. Para pelayan yang melihat itu langsung pergi meninggalkan tuan dan nyonya nya.


"ak1u mohon janis jangan seperti ini." Ujar mia.


"in1i yang dirasakan nadia ku. Kau juga harus merasakan nya dasar pelacur. Cuih." Ujar janis sambil meludahi nadia.


Janis langsung membuka kaki mia dan memasukan kejantanan nya ke dalam milik mia.


"Sakit. Aku mohon jangan janis." Ujar mia yang merintih kesakitan.


Janis tidak menggubris mia sama sekali. Ia trus melakukan hal yang membuat mia merintih kesakitan. Janis sedang di bawah pengaruh alkohol yang menyebabkan nya tidak sadar apa yang sedang ia lakukan saat ini. Janis melakukan nya seperti hewan. Setelah selesai janis pun meninggalkan mia di ruang tamu sendirian tanpa pakaian tanpa penutup badan. Salah satu pelayan yang masih belum tidur pun membawakan selimut untuk nyonya nya.


Pagi harinya mia terbangun karena mendengar beberapa pelayan yang lalu lalang. Dirinya baru menyadari apa yang terjadi pada nya kemarin. Mia pun memegang erat selimut nya. Ia tidak habis pikir karena janis pun tidak mengangkatnya ke kamar. Bahkan para pelayan sekarang tidak menganggapnya. Harga diri mia seakan akan langsung jatuh. Janis yang baru saja melewati ruang tamu tidak menoleh sama sekali ke arah mia. Janis berangkat kerja tanpa menggubris mia sama sekali.


Mia pun berjalan tertatih menuju kamar nya. Ia mulai membersihkan tubuhnya di bawah pancuran air dingin. Ia menyesal dulu pernah menggoda janis. Tapi mia tidak akan melepaskan janis begitu saja.


"Aku nggak mungkin meninggalkan kemewahan ini begitu saja." Ujar mia sambil tersenyum.


Beberapa hari pun terlewati kini nadia sudah kembali ke kantor begitu juga xander. Nadia kini sedang menatap layar komputer nya. Ia memeriksa jadwal xander hari ini. Sebenarnya xander melarang nadia untuk bekerja di karenakan xander tau jika banyak bawahan nya yang tidak menyukai nadia.


Tiba tiba seorang perempuan muncul di hadapan nadia. Ya perempuan jahat bernama agista tersebut yang kini sedang di hadapan nadia. Nadia sangat muak hanya untuk melihat wajah garang tersebut.


"Selamat siang nona ela. Aku dengar kau tidak masuk beberapa hari ini padahal kau kan pegawai baru." Kata agista sambil sesekali melirik handphone mahal nadia.


"Saya sedang ada urusan keluarga di alaska." Jawab nadia formal.


"Aku dengar lagi mr xander juga cuti. Dan sangat kebetulan sekali kalian masuk di hari yang sama." ujar agista lagi. Nadia yang sudah tidak tahan pun berdiri lalu mecondongkan badan nya ke arah agista.


"Apa aku juga harus memberitahu mu bagaimana malam ku bersama mr xander.?" Bisik nadia tepat di telinga agista. Yang membuat agista langsung terkejut dibuat nya. Mata agista melebar.


"Apa aku memperkerjakan kalian hanya untuk bergosip.?" Suara bariton mengejutkan nadia dan agista. Disana terdapat xander yang baru saja datang setelah dari meeting.


"Mr xander, saya hanya ingin memberikan beberapa berkas pada nona ela." Jelas agista lalu berpamitan pergi dari sana.


Setelah agista pergi xander menyuruh nadia untuk datang ke ruangan nya. Nadia pun menuruti hal itu. Mereka pun pergi ke ruangan xander.


"Ada apa kak.?" Tanya nadia.


"Apa wanita tadi mengganggu mu.?" Tanya xander pada sang adik.


"Tidak kak. Aku hanya memberitahu nya jika aku adalah pacarmu." Ujar nadia sambil tersenyum.


"Bukan kah kau ingin merahasiakan hubungan ini princes.?" tan1ya xander yang bingung.


"Entahlah kak. Aku akan merahasiakan nya dari yang lain kecuali perempuan jahat tadi." k1ata nadia.


"Sebernarnya kau tidak usah bekerja princes. Aku tidak mau kamu ke lelahan." Ujar xander lalu berjalan ke arah nadia dan memeluk nya.


"Kak, jangan seperti ini. Nanti ada yang lihat." Ujar nadia yang ketakukan jika ada orang yang tiba tiba masuk.


"Lihat lah mata cantik ini. Kini mata cantik ini berubah menjadi mata panda." Kata xander yang bercanda.


"Biarlah kak. Besok juga akan kembali ke asal jya menjadi mata nadia yang cantik." Jawab nadia dengan senyum yang sangat semringah membuat xander terpukau dengan senyuman tersebut.


"Kau tau princes. Semua yang kini aku miliki tidak ada harga nya tanpa kamu." Ujar xander tiba tiba.


"Kini aku juga bersyukur di pertemukan pria seperti kakak. Yang selalu ada untuk aku." Timpal nadia.


Xander pun mendekatkan wajah nya ke wajah nadia. Begitupun nadia, mereka berciuman saat itu juga. Bagi xander bibir nadia kini candu bagi nya. Xander mengangkat nadia ke atas pangkuan nya dengan ciuman yang tidak lepas begitu saja. Mereka berciuman sampai akhirnya xander merasakan tidak ada balasan lagi dari lawan nya. Saat xander melihat nadia sudah tertidur lelap. Xander pun memindahkan nadia ke sofa sebelum ia memindahkan nya ke kamar pribadi tempat ia biasa nya istirahat.


"Kau terlalu bekerja keras princes." Ujar xander lalu mengecup kening nadia dan perganti ke perut nadia.


"Aku harap sesuatu tumbuh di sini." Ujar xander.


Tok tok tok suara pintu xander terdengar diketuk oleh seseorang. Xander pun menyuruh nya masuk tanpa memindahkan nadia terlebih dahulu. Karena dipikiran nya jika orang kantor tau nadia adalah kekasih nya itu akan bagus bagi xander.


"Masuk." Jawab xander dingin.


"Apa ada yang salah.?" Tanya xander pada eryna.


"Tidak mr." Jawab eryna.


"Kenapa kau menatap nadia terus jika tidak ada masalah." Ujar xander.


"Bagaimana dia bisa tidur di jam kantor mr. Bukan kah itu tidak di perbolehkan." Elak eryna.


"Dia adalah bawahan ku. Aku sebagai bos nya saja tidak keberatan." Jelas xander yang langsung membungkam mulut eryna.


"Ada apa kau ke mari.?" Tanya xabder terang terangan.


"Hanya ingin memberikan beberapa file ini mr. Dan juga kopi." Ujar eryna lalu memberikan beberapa file pada xander dan menaruh kopi nya di meja.


"Keluar lah." Usir xander yang langsung dituruti oleh eryna. Karena eryna tau jika kini xander sedang marah pada nya.


Xander mencium aroma kopi tersebut dan xander tau ada campuran obat di dalam nya.


"Wanita jalang." Bisik xander yang tau minuman tersebut di isi dengan obat perangsan. Tapi xander tidak membuang nya tapi malah meminum nya.


Setelah beberapa saat tubuh xander mulai bereaksi. Keringat mulai keluar dari tubuh xander. Xander pun berjalan ke arah nadia.


"Priincees.. Princes bangun." Ujar xander yang berusaha menahan gairah nya.


"Kakak. Kakak kenapa.?" Tanya nadia yang mendengar suara xander serak.


"Seseorang memasukan sesuatu di dalam kopi. Princes ini panas sekali. Izinkan aku ya.?" Ujar xander yang ternyata hanya taktik untuk mengajak nadia.


Nadia merasa de javu dengan peristiwa seperti ini. Dengan cekatan nadia membopong xander ke arah kamar tempat nya istirahat di kantor. Nadia tidak ingin xander melampiaskan nya dengan wanita lain. Xander tersenyum tipis mengetahui nadia membawah nya ke dalam kamar. Dengan sangat tidak sabaran xander mulai menciumi leher nadia. Membuat nadia merinding di buat nya.


"Aahhhh.." Desah nadia.


Xander pun mencium bibit nadia begitu juga nadia yang membalas ciuman dari xander. Xander pun segera melepaskan jas nya dibanti oleh nadia hingga kini hanya cd yang dipakai oleh xander. Terlihat sesuatu memenuhi nya. Dengan sangat lembut xander menidurkan nadia. Xander membuka kancing kemeja nadia. Tapi karena tidak sabar akhirnya xander menari kemeja tersebut sehingga membuat beberapa kancing terlepas. Xander membuka seluruh pakaian yang nadia kenakan. Hingga kini mereka berdua naked. Beberapa kali darah nadia dibuat berdesir karena bersentuhan dengan kulit xander. Ciuman xander yang awalnya hanya di sekitar perut pun turun ke bawah.


Wajah xander tepat di depan liang kewanitaan nadia. Xander menjulurkan lidah nya lalu mengobrak abrik nya. Nadia yang merasa kegelihan pun mengeliat seperti cacing kepanasan. Xander terus melahap nya dengan rakus. Sampai akhir nya sesuatu keluar dari sana dengan deras membanjiri tenggorokan xander dan di barengi dengan jeritan nadia.


"Aaaahhhhhhkkkk.... Ah ah ah." Nadia pun kini lemas di buat nya.


Xander mulai memainkan senjata nya di depan goa nadia. Membuat nadia merintih dan memohon untuk segera memasukan nya.


"Kak.. Ayo masukan. Aahhhkk" Jerit nadia.


Xander memasukan kejantanan nya yang sangat besar terssbut ke dalam nadia. Membuat nadia Beberapa kali mengerang.


"Eeeeggghhh... Ahh"


"Kau hangat princes." Ujar xander lalu mencium bibir nadia.


Mereka berciuman lalu dengan sangat cepat xander memompa tubuh nadia dengan tidak melepaskan ciuman mereka. Suara jeritan nadia yang dibungkam dengan mulut xander pun membuat xander bertambah bergaira. Xander pun meminta nadia untuk menungging. Nadia menuruti nya dengan cepat xander memasuki nadia dari belakang.


"Aakkkhhh ah ah ah... Kakak fasterr... Go honney." Racau nadia yang kini merasakan sensasi lain.


Xander pun menggerakan tubuh nadia dengan menarik rambut nadia ke arah belakang. Xander pun hampir keluar dengan cepat xander menggerakan pinggulnya.


"I want i want honney." Racau xander.


"Aakkkhhh ahh aku keluuarrr.." Teriak nadia.


"Bersama sayang... Akhgh." Jerit xander yang tertahan.


Xander mengeluarkan ****** nya di dalam rahim nadia. Nafas nadia memburu begitu juga xander. Nadia pun ambruk begitu juga dengan xander. Mereka berdua kelelahan. Tanpa melepas penyatuan nya xander dan nadia pun tertidur. Nadia tidur membelakangi xander. Dan xander yang tidur sambil memeluk nadia.


Sore hari nya nadia terbangun tanpa xander di sebelah nya. Nadia mendengar suara percakapan dari luar pintu. Ternyata di sana terdapat suara seorang laki laki yang sedang marah marah kepada xander. Seketika nadia tersadar jika itu adalah suarah daddy nya. Ya daddy nya mungkin tau jika xander sudah melakukan hal lebih kepada putri nya sehingga membuat elgura marah besar.


"BAWAH DENGAN PAKSA DIA." Teriak elgura yang terdengar di telinga nadia.


Dengan cepat nadia membuka pintu hanya dengan tubuh yang terbalut selimut di dalam nya. Nadia tidak ingin pria yang kini bersarang di hati nya di sakiti oleh daddy nya sendiri.


"Dad. Jangan daddy." Nadia berlari ke arah xander yang sedang berlutut di hadapan daddy nadia.


Dilihat nya wajah xander yang sudah babak belur. Dan di sana sudah terlihat javi dan beberapa body guart xander yang berhasil di lumpuhkan oleh amak buah elgura.


Nadia menangis seketika mendapati xander yang terluka di beberapa bagian.


"Princes jangan menangis semuanya akan baik baik saja." Ujar xander sambil mengusap pipi nadia.


"JAUHKAN TANGAN KOTOR MU DARI PUTRI KU XANDER." Teriak elgura.


"Daddy jangan seperti ini dad. Aku mohon." Tangis nadia pecah di hadapan sang ayah.


"DIA SUDAH KETERLALUAN. DIA BAJINGAN SEPERTI KAKAK NYA." Teriak el gura lalu menendang perut xander.


"Dad." Teriak nadia lalu memeluk xander.


"Aku mohon daddy jangan seperti ini." Nadia memohon kepada ayah nya untuk tidak seperti ini.


"Aku akan memaafkan mu xander. Demi putri ku. Aku tidak ingin melihat putri ku terus memohon seperti ini. Besok kalian harus menikah. Anak buah ku akan mempersiapkan semua nya." Ujar elgura yang membuat xander langsung terkejut.


Pasal nya sedari tadi elgura menolak saat xander meminta untuk menikahi nadia. Tapi sekarang saat xander sudah memar memar elgura baru merestui nya


"Aku hanya ingin melihat keseriusan mu pada putri ku tadi. Maafkan aku boy." Ujar elgura lalu pergi meninggalkan ruangan kantor xander.


Nadia yang melihat itu pun baru mengerti jika daddy nya hanya mengerjai xander.


___________________________


Alexander masion.


Sepulang dari kantor nadia langsung mengobati luka luka xander. Saat telah tiba di masion mereka terkejut saat mendapati masion telah di rubah untuk pernikahan mereka besok. Dan semua nya sudah di persiapkan oleh elgura dan anak buah nya. Bahkan gaun pengantin nadia sudah di siapkan di kamar nya. Dengan sangat hati hati nadia menempelkan handsaplas gambar bintang bintang ke wajah alexander.


"Aku harap besok wajah ini sudah sembuh. Aku nggak bisa nge bayangin gimana foto kakak besok." Kata nadia sambil bercanda.


"Pasti tetap ganteng dong." Ujar xander dengan sangat pede.


"Maafin daddy ya kak.?" Ujar nadia.


"Gak apa princes. Itu adalah ujian sebelum menikahi anak perempuan tuan elgura." Xander pun mencium pipi nadia.


"Apa kakak senang dengan pernikahan ini.?" Tanya nadia.


"Aku senang karena bisa memiliki mu sutuhnya honney." Ujar xander lalu memeluk nadia.


"Apa kak janis akan datang besok.?" Tanya nadia.