My Beautiful Police

My Beautiful Police
Bab 59 - Ariana Aditama



'Ariana,' panggil seorang malaikat di atas langit sana.


Gadis yang begitu ceria dan sedang bermain bersama teman-teman barunya itu pun langsung mendekat saat namanya di panggil.


'Hem, kenapa?' tanya Ariana, menjawab dengan suaranya yang terdengar riang.


'Aku akan memberi mu kesempatan hidup sekali lagi, menjadi jiwa yang baru tanpa merebut tubuh orang lain,' ucap malaikat tersebut.


'Ha apa maksudnya?' kedua mata Ariana sampai nyaris copot mendengar kalimat tersebut.


'Kamu akan dilahirkan kembali, sekarang kamu bahkan boleh memilih siapa kedua orang tua mu,' jelas sang Malaikat, Ariana adalah gadis yang hatinya begitu murni, hingga Tuhan memberinya kesempatan yang luar biasa ini.


Mendengar kalimat itu pun Ariana seketika tercengang, dan makin menganga mulutnya disaat dia diminta memilih kedua orang tua yang dia inginkan.


Ada 10 sepasang suami dan istri di hadapan Ariana.


Dan bibir gadis cantik itu makin tersenyum saat dia membaca nama Sean dan Sherina.


'Aku sudah menemukan calon kedua orang tuaku,' ucap Ariana dengan kedua mata yang menatap haru.


'Siapa?' tanya malaikat itu.


'Sean dan Sherina.'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Huwek!" muntah Sherina, pagi-pagi sekali dia merasa sangat mual, tubuhnya seketika merinding dan jadi mengurungkan niat untuk mandi.


Sean sudah sangat cemas, berulang kali memijat lembut tengkuk sang istri.


"Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Sean, saat akhirnya mereka keluar dari dalam kamar mandi.


Kini mereka berdua sudah tinggal di rumah Sean, tidak lagi bersama dengan papa William.


Pagi itu juga Sean membawa sang istri untuk pergi ke rumah sakit, memeriksakan diri dan ternyata Sherina dinyatakan hamil.


Tercengang dan terharu, dua hal itulah yang langsung dirasakan oleh Sean dan Sherina.


Kecupan hangat di bibir Sean berikan saat pertama kali kabar bahagia itu mereka dengar, sampai membuat dokter yang menangani Sherina jadi memalingkan wajahnya demi dulu.


"Alhamdulillah," ucap Sean dan Sherina bersamaan.


Sebuah kalimat syukur yang makin mereka agungkan ketika di bulan ke 5 mereka mengetahui jika jenis kellamin anak pertama mereka adalah perempuan.


Sherina senang sekali, dan bahagianya sang istri tentu saja membuat Sean merasa lebih bahagia.


"Mom, mandinya jangan sore-sore, ayo ayo aku mandikan," ucap Sean, bicara pada istrinya. Sekarang panggilan mereka sudah berubah lagi, bukan Mas dan Sayang, tapi mommy dan daddy. Mulai membiasakan diri untuk memanggil seperti itu, sekaligus mengajari sang anak yang masih berada di dalam kandungan.


Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 04.00 sore. Tapi istrinya itu masih asik bercengkrama dengan ibunya, hari ini mereka memang memutuskan untuk menginap di rumah terutama keluarga Aditama.


Merayakan tentang anak perempuan yang sedang dikandung oleh Sherina, anak perempuan yang sudah ditunggu-tunggu oleh semua keluarga, pasalnya semua anak di keluarga ini semuanya laki-laki.


Bahkan anak om dan tante Sean juga laki-laki semua.


Jadi ketika mengetahui jika Sherina hamil anak perempuan dia langsung dimanja oleh semua orang.


"Iya sayang, kamu mandi dulu sana, mama akan buatkan teh hangat." Mama Ajeng yang menyahut.


"Nanti selesai mandi panggil Oma, biar Oma balur tubuh mu menggunakan minyak kayu putih," ucap Oma Putri juga.


"Itu aku bisa melakukannya sendiri Oma," jawab Sean dengan ketus.


Namun malah menyulut tawa Sherina, mama Ajeng dan Oma Putri.


Semuanya sudah tidak sabar untuk menyambut kelahiran bayi perempuan tersebut.


Sampai waktu rasanya berjalan dengan begitu cepat.


4 bulan penantian dan akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh semua orang pun tiba.


Dua keluarga menyambut bahagia atas bayi cantik yang dilahirkan oleh Sherina.


Bayi yang oleh kedua orang tuanya diberi nama.


Ariana Aditama.


...TAMAT...