My Beautiful Police

My Beautiful Police
Bab 58 - My Beautiful Police



Waktu bergulir, akan jadi waktu yang sangat manis ketika Sherina menghabiskan waktunya bersama sang suami. Dia jadi wanita yang sangat penurut, manis dan lemah lembut.


Tapi semuanya berubah dalam sekejap ketika wanita itu berada di kantor polisi, Sherina akan berubah jadi begitu dingin dan menatap dengan sorot mata yang tajam.


Sedikitpun tidak memberikan kesempatan pada orang-orang yang berniat menjatuhkannya. Kini Sherina bahkan tak segan menunjukkan semua kekuatan yang dia punya, bahwa dia memiliki kekuatan ayahnya, memiliki kemampuan diri dan uang suaminya.


Tiga hal yang membuatnya jadi orang paling beruntung.


Di hadapan para korban kejahatan, Sherina pun berubah jadi bak seorang malaikat.


Sungguh, bahkan Sean yang kadang-kadang memperhatikan istrinya itu bekerja jadi takjub sendiri.


Di awal-awal Sean memang masih sangat mencemaskan istrinya itu, tapi semakin berjalannya hari kini Sean telah benar-benar mempercayai istrinya, bahwa Sherina mampu.


Setelah 2 bulan berlalu akhirnya hari ini adalah hari keputusan vonis tentang kasus Mario dan Faisal, juga Brandon dan Deasy.


Tapi persidangan pertama ini adalah tentang Mario dan Faisal lebih dulu, baru di jam berikutnya adalah persidangan keputusan vonis Brandon dan Deasy.


Sherina saat itu datang ke pengadilan dengan penuh percaya diri.


Di sana dia bertemu dengan Lucas dan Jeremy.


"Selamat Sher, kamu jadi ketua Tim 5," ucap Lucas, dia, Sherina dan Jeremy berdiri di barisan paling akhir ruang persidangan tersebut.


Di depan sana persidangan itu masih berlangsung, tapi di sini mereka Jadi saling bertukar sapa.


Telah banyak yang berubah sejak bubarnya Tim 1. Sherina, Lucas dan Jeremy bahkan sudah memiliki timnya masing-masing.


Dan untuk Sherina, dia telah ditunjuk untuk jadi ketua tim 5 berdasarkan kasus yang berhasil ditangani, yaitu kasus Mario dan Faisal. Kasus itu adalah kasus berat, maka ketika Sherina berhasil menyelesaikannya dia mendapatkan banyak kehormatan.


Dan Sherina tidak menjawabi dengan kata-kata ucapan selamat dari lucas tersebut, dia hanya tersenyum kecil di sudut bibirnya.


Jeremy pun hanya diam, saat ini Sherina benar-benar telah berubah dari beberapa waktu lalu. Tapi entah kenapa dia merasa senang dengan perubahan Sherina tersebut.


Detik-detik pengucapan vonis oleh hakim, ruang persidangan jadi begitu senyap. Beberapa media yang hadir dalam persidangan itu pun mulai menyorot secara intens.


Dan hakim mengucapkan kalimat dan kalimat dalam keputusan yang secara rinci, Faisal adalah seorang bandar Narkoba, sementara Mario adalah pengedarnya. Mario juga merupakan seorang mucikari dan telah melakukan percobaan pembunuhan atas putrinya sendiri.


Dengan banyaknya kejahatan yang telah diperbuat oleh keduanya maka Mario dan Faisal dijatuhi hukuman Matti.


Mendengar keputusan itu seketika suara pengadilan jadi riuh, suara penuh syukur keluarga korban yang anaknya ditemukan meninggal di club malam Mario.


Sementara Sherina segera meninggalkan ruang persilangan itu dengan bibirnya yang tersenyum miring.


Berharap Ariana di atas sana puas dengan semua keputusan.


Di jam 2 siang Brandon dan Deasy pun menghadapi nasibnya. Brandon penjara seumur hidup, sementara Deasy 20 tahun penjara.


Sherina cukup puas dengan keputusan itu.


"Huh!" ucap Sherina, dia membuang nafasnya dengan sangat kasar, seperti melepas semua beban.


Keluar dari ruang persidangan yang kedua, Sherina langsung menghubungi sang suami minta dijemput.


"Mas, sudah selesai," ucap Sherina dengan suaranya yang terdengar manja.


"Aku tau, aku bahkan sudah menunggumu di luar."


Mendengar itu senyum Sherina jadi terukir semakin lebar, dia segera mematikan sambungan telepon mereka dan berlari keluar dari gedung tersebut.


Saat berlari menghampiri suaminya itu, rambut panjang Sherina yang diikat ekor kuda bergerak dengan sangat cantik.


Sampai membuat Sean yang menunggunya di samping mobil jadi terpesona.


My Beautiful Police, batin Sean, tersenyum penuh damba.