My Beautiful Police

My Beautiful Police
Bab 37 - Kak Sherina Dimana?



Keluar dari ruangan pak Johan itu, Ariana merasa lega sekali, sangat lega hatinya.


Apa yang selama ini selalu dipendam oleh kak Sherina dan tidak berani diungkapkan akhirnya dia suarakan.


"Sher," panggil Lucas. Apa yang terjadi saat ini begitu mengejutkan, rasanya sangat campur aduk.


Begitu berat rasanya ketika mendengar Pak Johan bersedia untuk membubarkan tim 1 dan secara tidak hormat memecat Brandon dan Deasy, dicabut profesinya sebagai seorang polisi. Bahkan terancam hukuman penjara karena kasus percobaan pembunuhan.


Lucas sampai terasa limbung dunianya.


"Maafkan aku," ucap Lucas, sungguh dia tak pernah menyangka jika akan separah ini. Selama ini Lucas hanya terpedaya dengan semua ucapan Brandon dan Deasy.


Bahkan saat Sherina jatuh ke sungai, kedua orang itu mengatakan itu hanya kecelakaan dalam tugas.


"Maafkan aku Sher," ucap Lucas sekali lagi karena Sherina hanya terdiam mendengar permintaan maafnya yang pertama.


Ariana sontak membalikkan badan dan menatap ke arah Lucas. Dia tersenyum kecil.


"Aku sudah memaafkan kalian semua, tapi kamu tau kan? namanya keadilan harus ditegakkan, dan maaf, aku benar-benar ingin tim 1 bubar," balas Ariana.


Dia tahu Lucas dan Jeremy tak pernah menganggu dia, tapi mau bagaimana? satu-satunya jalan untuk membersihkan diri adalah dengan membubarkan tim 1 itu.


Dia, Lucas dan Jeremy masih bisa menjadi polisi rahasia, namun akan berada di dalam tim yang berbeda.


Kebersamaan mereka selama 4 tahun terakhir ini akan berakhir, akan jadi kenangan yang begitu buruk untuk dikenang.


"Maafkan aku," ucap Lucas sekali lagi dan Ariana hanya mampu mengangguk.


Selepas dari sana, mereka tak lagi bersama. Ariana pergi ke tujuannya sendiri, sementara Lucas pergi entah kemana.


Langit sedikit mendung jadi tak ada panas yang menyengat.


Ariana akhirnya punya kesempatan untuk mendatangi makam tubuhnya sendiri.


Makam yang telah dibuat begitu indah oleh kak Sean.


Di dekat pusara itu, Ariana berjongkok, membaca namanya sendiri di dalam batu nisan.


Tiba-tiba ada air mata yang jatuh.


"Kak Sherina, kak Sherina dimana?" tanya Ariana. Mendadak dia begitu lemah, dia menunjukkan sisinya yang hanyalah seorang gadis berusia 18 tahun.


"Misi kita sudah selesai kak, setelah ini pasti kak Sean ingin menagih janji untuk menikah, kak Sherina dimana? ambil lagi tubuh mu kak? aku tidak ingin menikah dengan kak Sean," ucap Ariana lagi, dia sesenggukan.


"Aku tau, kak Sherina mencintai kak Sean," katanya lirih. Debar yang selalu dia rasa tiap kali berhadapan dengan pria itu, Ariana yakin itu bukan dari hatinya, tapi hati kak Sherina.


"Kak, terima kasih, karena telah meminjamkan tubuh ini untuk ku, sungguh, aku tidak ingin lebih dari ini, aku tidak ingin mengambil kebahagian kak Sherina, jadi apakah bisa kita kembali bertukar posisi? sekarang aku ikhlas mati," ucap Ariana.


Terus dia bicara sendiri di depan pusara itu, sampai akhirnya hujan rintik-rintik pun turun. Langit juga berangsur menggelap.


Di dalam hati gadis kecil itu dia berulang kali meminta pada Tuhan, untuk dikembalikan pada hidupnya sendiri.


Untuk memberi kesempatan kak Sherina bisa merasakan kebahagiaan hidup ini.


Merasakan dicintai, oleh orang yang selama ini diam-diam dia cintai.


Tak peduli pada hujan yang mengguyur tubuhnya, Ariana tetap berjalan degan perlahan menuju mobil untuk pulang, sedikitpun dia tidak berlari.