My Beautiful Police

My Beautiful Police
Bab 55 - Kado Pernikahanmu



Malam ini benar-benar jadi malam yang paling indah bagi Sherina, dua keluarga berkumpul dan berbagai cerita.


Tentang pernikahannya dengan Sean adalah topik utama, tapi tetap saja rasanya lebih dari itu.


Keluarga yang saling memberi kehangatan inilah yang Sherina inginkan sejak lama. Diam-diam meski sambil ikut tertawa, Sherina meneteskan air mata.


Tapi dia pintar sekali menyembunyikan tangisnya harunya itu hingga tak ada ada satu pun yang menyadari.


Pagi-pagi sekali, di rumah utama keluarga Foster telah nampak kesibukan.


Pernikahan itu tidak jadi diadakan di tempat ibadah, tapi akan dilaksanakan di rumah ini.


Mama Ajeng telah mengirim beberapa baju agar Sherina bisa memilih baju yang dia suka untuk ijab kabul nanti.


Meski acaranya mendadak, namun tak ada satupun yang terlewatkan. Hal sekecil apapun tetap diperhatikan oleh calon mama mertuanya tersebut.


Sebuah perlakuan yang membuat Sherina terus merasa haru.


"Nona, ada telepon," ucap seorang pelayan, dia juga menyerahkan ponsel milik Sherina yang tadi tergeletak di atas meja.


Saat itu wajah Sherina masih dirias, dan dia melihat ada panggilan telepon dari Lucas.


Setelah membuang nafasnya kasar, akhirnya Sherina menjawab panggilan telepon tersebut.


"Halo," jawab Sherina.


"Halo Sher, aku dengar kabar tentang pernikahan mu," ucap Lucas.


Hening sesaat.


"Selamat," ucap Lucas degan begitu canggung.


Kini Tim 1 benar-benar telah dibubarkan, mereka bisa saja jadi orang asing, karena tak akan lagi terlibat dalam kasus yang sama.


"Brandon, Deasy, Mario dan Faisal sudah ditetapkan jadi tersangka, kasus mereka akan segera masuk ke pengadilan, aku hanya bisa menyampaikan itu sebagai kado pernikahan mu," terang Lucas lagi.


Sherina masih terdiam, kasus itu telah dipegang penuh oleh pengacaranya dan penuntut umum, jadi dia benar-benar telah lepas tangan dan hanya cukup memperhatikan dari jauh.


"Baiklah, hanya itu saja yang ingin aku sampaikan pada mu, sekali lagi selamat," ucap Lucas lagi.


Sherina yang sejak tadi diam akhirnya buka suara ...


"Terima kasih Luc, kado itu adalah kado yang paling indah untukku. Ku harap suatu saat ketika kita bertemu, kita akan jadi seperti teman lama," jawab Sherina.


Di ujung sana Lucas mengangguk, seolah Sherina bisa melihat pergerakan kepalanya tersebut.


Meski pahit kenangan yang mereka punya, tapi di perjalanan hidup keduanya mereka telah saling terhubung.


Mungkin masa lalu memang tidak bisa diperbaiki, tapi keduanya memutuskan untuk sama-sama memperbaiki masa depan.


"Titipkan salam ku untuk Jeremy," ucap Sherina lagi.


Dan Lucas menganggukkan kepalanya lagi.


"Akan aku sampaikan, baiklah, ku tutup teleponnya," jawab Lucas, mengakhiri panggilan telepon mereka pagi itu.


Telepon terakhir diantara keduanya, entah kapan lagi akan ada telepon seperti itu diantara mereka berdua.


Sherina pun segera meletakkan ponsel itu di atas meja, tersenyum dan mempersilahkan perias itu kembali merias wajahnya.


Berulang kali Sherina menarik dan membuang nafasnya perlahan.


Sungguh, dia tidak ingin terikat dengan masa lalu yang menyakitkan. Kini semuanya telah usai dan Sherina ingin menjalani hidup yang bahagia bersama Sean.


Kembali menangani kasus dengan suasana yang baru, jadi Sherina yang penuh keberanian.


Jam 8 pagi akhirnya Sherina telah siap.


Kak Celine pun masuk ke dalam kamarnya dengan tergesa.


"Calon suami mu sudah datang," ucap kak Celine dengan bibir yang tersenyum lebar.


Deg! dan kabar itu membuat jantung Sherina makin berdebar tak karuan.