My Alter Ego Girl

My Alter Ego Girl
Hibernasi



Setelah menjenguk Damar, Lyandra tidak langsung pulang tapi ia pergi dulu ke markas, sedangkan Indri, gadis itu sudah pergi katanya sih ada sesuatu yang mendesak, Lyandra hanya mengangguk membiarkan Indri pergi.


-Markas Geng Leo-


Dalam perjalanan menuju kearah tempat pelatihan geng Leo, Lyandra berpapasan dengan Kiara yah sepertinya keadaan dia sudah sedikit membaik, itu dilihat bagaimana ia bisa berjalan santai sekarang dibandingkan dengan kemarin.


"Lyandra, akhirnya lo datang juga ke markas," ucap Kiara.


Kiara lalu memeluk Lyandra yang sudah diam berada didepannya itu, ia sangat merindukan gadis ini, gadis penolongnya.


"Baru aja kemarin udah kangen-kangenan," seru Lyandra dengan tertawa.


"Ish, ini beneran gua kangen lo."


Lyandra tidak mengindahkan gerutuan Kiara, ia hanya menepuk-nepuk punggung Kiara dengan ringan, setelah beberapa menit Kiara melepaskan pelukannya.


"Oh iya aku lupa,"gumam Kiara menepuk keningnya dengan pelan.


"Ada apa?" tanya Lyandra dengan raut wajah heran.


"Gua udah ditunggu sama Ketua Angkasa buat ngomongin soal lomba balap motor," Jawab Kiara dengan cepat berlalu pergi meninggalkan Lyandra sendirian.


"Lomba balap motor?" Lyandra merasa tertarik dengan lomba ini, tapi memikirkan peringatan dari wali kelasnya untuk fokus belajar membuat Lyandra memijat pelipisnya pusing.


"Kalau aja Riana bukan anak rajin, dan dia anak bandel, gua bisa gak mikirin pelajaran apapun," gumam Lyandra dalam hatinya dengan perasaan tidak nyaman, mau bagaimanapun ia masih memikirkan Riana yang begitu ambis mendapatkan nilai tinggi di sekolah.


Tidak mau memikirkan hal yang membuatnya pusing, Lyandra melatih dirinya dengan balapan motor di area pelatihan, ia juga latihan untuk memperkuat pertahanan dirinya.


Motor Lyandra mengikut Angkasa yang berada didepannya, tidak lama kemudian mereka berdua sampai di komplek rumah Lyandra.


"Makasih bos udah mau nganterin," seru Lyandra sedikit keras setelah Angkasa memberikan satu jempol kepadanya, dan ia pun berlalu pergi dengan motornya.


Setelah memarkirkan motornya di garasi, Lyandra mencopot helmnya dan menaruhnya di stang motor membiarkannya disana, gadis itu lalu berjalan ke pintu masuk rumahnya.


Seperti biasa setelah memasuki rumahnya, ia mendapati kedua orangtuanya bertengkar, dengan ibu yang sudah duduk dilantai menangis dan sang ayah yang berkata-kata kasar kepada ibu.


Pemandangan seperti itu sudah ia lihat dari kecil, ia tidak peduli lagi dengan mereka karena bukan urusannya, Lyandra berjalan ke kamarnya dengan santai tanpa memperdulikan pertengkaran yang ada di depan mata.


Suasana kamar memang sangat cocok bagi Lyandra yang membutuhkan ketenangan sekarang, gadis itu menerawang kejadian-kejadian masalalunya bersama Riana.


"Kapan kita bahagia?" tanya dalam diri sendiri.


Pertanyaan itu terus-menerus terngiang-ngiang di kepalanya, karena merasa badan sudah terasa lengket Lyandra lalu mengambil handuk dan mandi.


Karena sudah merasa lelah, Lyandra lalu membiarkan Riana yang menggantikannya, lagipula Lyandra sudah sering menggunakannya beberapa hari ini, sudah saatnya dia hibernasi.


Setelah tersadar, Riana lalu melanjutkan mandinya dengan murung, ia tahu Lyandra tidak muncul beberapa hari ini, yah dia harus bisa mengatasi sendiri hal-hal yang berkaitan dengan Lyandra.


"Lyandra cepatlah bangun, atau kamu akan menemukan ku sudah mati."


...----------------...