
Sehabis pulang sekolah Lyandra dicegat oleh geng Leshila, gadis kecil itu hanya memutar bola matanya malas, ia benar-benar sedang tidak ingin meladeni mereka.
"Ada apa? katakan intinya gua sedang sibuk."
"Heh cupu, makin kesini lo makin berani awas aja, oh ya di perjalanan pulang nanti gua udah menyiapkan hadiah."
Melihat geng Leshila pergi dengan perasaan tidak peduli Lyandra mengendarai motornya, ia tidak takut jika ada orang yang menculiknya atau apa, dia bisa menghadapinya dengan kemampuannya.
Melalui kaca spion Lyandra dapat melihat ada sekelompok orang yang mengikutinya dengan berpakaian seperti preman, gadis kecil itu dengan baik berbelok kearah jalanan yang sepi, ia lalu turun diikuti oleh motor yang mengikutinya.
"Kalian di perintah oleh Leshila?"
Mereka bertiga saling pandang bingung, bagaimana dia bisa mengenalinya? tapi karena tidak peduli apa, mereka hanya diberi perintah untuk melecehkan perempuan di depannya.
"kalau lo udah tahu, maka tidak perlu basa-basi serahkan dirimu pada kami, kita akan bersikap lembut."
Sekelompok orang itu tertawa setelah mengatakannya begitu ringan, tanpa mengetahui bahaya apa yang mereka pancing.
"Ayo bermain, para anakan babi!"
Tiga laki-laki itu terprovokasi oleh perkataan Lyandra, dengan tidak terima mereka segera menyerang Lyandra tanpa belas kasih, sekalipun itu perempuan.
Tapi sekelompok laki-laki itu tidak memiliki seni beladiri, Lyandra dengan cepat mengalahkan mereka hanya dengan satu jurus tendangan saja.
"Kalian sangat sampah masyarakat, beraninya melawan keroyokan apalagi perempuan, sungguh laki-laki tidak punya harga diri!"
"Akhhhh, ampun nona kami hanya diperintahkan, kami tidak tahu bahwa sudah menyinggung nona."
Salah satu dari mereka memohon belas kasih saat Lyandra menginjak kepalanya kuat-kuat untuk mencium aspal, ia merasa marah ketika mereka ingin melecehkannya.
"Kalian dari geng mana?"
"Geng Leo."
"Antar gua ke markas kalian."
"Tapi... kita tidak boleh sembarangan membawa orang."
"Oh? apakah gua sedang meminta persetujuan kalian?" Lyandra memiringkan kepalanya dengan alis terangkat, itu membuat auranya semakin kuat terasa.
Ketiga orang tersebut segera kelabakan dan mulai menuntun Lyandra untuk menuju ke markas, tidak peduli dimarahi oleh ketua yang terpenting nyawa mereka selamat dari gadis iblis ini.
-Geng Motor Leo-
Sampailah mereka di hutan dengan sebuah rumah sederhana yang terlihat tidak ada bahaya, tapi Lyandra tahu di dalam rumah sederhana itu ada banyak bahaya.
"Kita sudah sampai, seharusnya nona sampai sini sebelum dimarahi ketua kita."
Mendengar ancaman tidak berguna itu Lyandra menggelengkan kepalanya, ia lalu memberi ancaman peringatan jika mereka tidak membawanya ke dalam lewat matanya.
Ketiga orang tersebut tahu kodenya dengan segera membawa Lyandra ke dalam markas, termasuk tempat biasa mereka berkumpul bersama anak-anak lain.
"Yo, kalian ngebawa siapa?" Salah satu dari mereka bertanya kepada ketiga orang itu dengan raut wajah penasaran.
"Itu... katanya dia ingin bertemu bos kita."
Lyandra hanya mengangkat alisnya ketika salah satunya berbohong, tapi dia tidak ambil pusing karena memang dia ingin bertemu ketua geng Leo ini.
"Hanya seorang perempuan berumur 15 tahun, ingin bertemu bos kita? jangan ngimpi ya lo, bos kita tidak semudah itu untuk ditemui!"
"Hei, cepat panggil ketua kalian, mumpung gua lagi pengen nemuin ketua kalian, sebelum ini orang mati ditangan gua."
"Lo mau bunuh gua? yakin?"
Lyandra tidak mengatakan apapun ia hanya semakin memperdalam pisaunya kearah kulit, menyebabkan darah mengalir membuat semua anggota waspada, Lyandra tidak berbohong!
"Cepat atur pertemuan gua dengan ketua kalian, ini peringatan terakhir!"
Segera salah satu mereka melaporkan ke pihak ketua, tidak lama kemudian datanglah ketua geng Leo dengan inti anggotanya.
"Oh, jadi gadis ini yang ingin bertemu dengan gua?"
Melihat ketua geng Leo Lyandra agak sedikit terkejut, pasalnya ia masih muda terlihat berumur sekitar 17 tahun tapi di bawah kendalinya, dia memiliki geng Leo ditangannya.
Jujur saja Lyandra agak sedikit terkejut ketika Leshila bisa memerintahkan salah satu geng Leo, sebab geng motor Leo terkenal akan kesadisan, kekejaman, tanpa belas kasih terhadap musuh, mereka juga ditakuti di kota ini, tidak dipungkiri geng ini sering menyinggung polisi.
"Karena lo udah datang, gua ingin bicara dengan lo termasuk geng inti lo." setelah mengatakan itu Lyandra menyingkirkan ancaman tidak berguna ditangannya.
Gadis kecil itu memandang ketua geng Leo yang mengeluarkan aura intimidasi dengan tenang, apapun rintangan di hadapannya Lyandra sama sekali tidak takut sekalipun itu membahayakan nyawanya.
Melihat gadis yang sedikit menarik ketua geng Leo mempersilahkan melakukan apapun yang diinginkan Lyandra, lagipula hidupnya ini sudah bosan akhir-akhir ini bermain sedikit tidak apa-apa bukan?
Geng inti milik geng Leo ada 4 orang, itu terdiri dari para pemuda yang terlihat masih sekolah sma, di masing-masing orang ada kelebihan yang sangat dibutuhkan oleh geng Leo.
"Lo benar-benar pintar milih orang." puji Lyandra sedikit berbasa-basi.
"Gak usah basa-basi apa mau lo?"
Melihat ketua geng Leo yang tidak mau basa-basi, Lyandra hanya mengangkat bahunya tidak peduli lalu menatap mereka berlima dengan dingin.
"Kenalin nama gua Lyandra Wheeler kalian bisa manggil gua Lyandra, kali ini gua pengen masuk ke geng ini tapi bukan sebagai anggota biasa tapi geng inti."
Mendengar perkataan Lyandra mereka tertawa terbahak-bahak, hei dia gadis berumur 15 tahun apakah dia memiliki kemampuan? selain kemampuan bertarung?
"Oke, Lyandra kenalin gua Angkasa Satria Pratama lo bisa panggil gua angkasa, seperti yang lo tau gua ketua geng Leo." ucap angkasa dengan tenang.
"Lo pengen masuk ke geng Leo serius? sebelum kesini pasti lo udah tau bagaimana rumor geng Leo kan?"
Melihat angkasa yang mengujinya Lyandra hanya memutar pisau lipat masih ada noda darah disitu, membuat aura Lyandra yang dingin tapi terlihat jahat secara bersamaan semakin menguar dan membuat tekanan terhadap mereka berlima.
"Gua tau apa yang gua lakuin, apapun syaratnya gua ingin masuk ke anggota inti geng Leo."
"Oke, sekarang kita mulai nguji lo, kalau lo menang lo akan memasuki babak selanjutnya, kalau lo kalah dapat hukuman setelah itu boleh lanjut ke babak berikutnya."
Lyandra melempar tas yang masih digendong secara sembarangan, ia lalu mulai mengganti seragamnya dihadapan mereka berlima, tenang saja itu hanya perlu melepaskan seragamnya karena Lyandra sudah memakai pakaiannya, membuat lima anggota itu menghela nafas lega.
Walaupun mereka bisa disebut anak berandal tapi mereka tidak pernah melecehkan perempuan sekalipun, apalagi melihat hal yang tidak senonoh mereka tidak pernah melihatnya.
"Kamu itu anak gadis berumur 15 tahun, tidak mempunyai rasa malu sekalipun?!" Sagara Galendra segera memperingati dengan nada kasar.
"Oh? gua cuman nguji kalian berlima aja, soalnya anak buah kalian tadi ada kata yang akan melecehkan gua, itu sih katanya."
Mendengar hal itu wajah angkasa seakan tertampar, tapi ia sama sekali tidak mengetahui misi yang sering dilakukan oleh anggotanya! baru kali ini mendengarnya, setelah itu mereka berlima saling pandang seakan mengerti apa yang dikatakan lewat mata.
Dalam hatinya Lyandra bersorak gembira walaupun ia memaafkan ketiga orang itu, ia sama sekali tidak lupa karena dia adalah pendendam, dia akan membalas apa yang mereka lakukan tanpa belas kasih.
...----------------...