My Alter Ego Girl

My Alter Ego Girl
I'm back again



Dengan penampilan yang berbeda daripada sebelumnya, Riana ah tidak itu adalah Lyandra, gadis itu menatap kelasnya yang sangat ramai dengan dingin.


Aura dinginnya terasa sampai membuat seisi kelas menjadi terdiam, mereka memandang Lyandra dengan merinding.


"Halo kawan-kawan, I'm back again." mendengar kata itu seisi kelas tidak mengerti, tentu saja hanya Lyandra dan Riana yang mengetahui kata itu.


Tapi mendapatkan aura menindas dari Lyandra mau tidak mau mereka membalas sapaannya dengan canggung, hei bagaimana seorang yang tertutup antisosial tiba-tiba menjadi seperti ini? ada apa dengannya? begitulah pemikiran orang-orang itu melihat gadis berbanding terbalik daripada sebelumnya.


"Yo, si cupu jadi berubah begini? wah lo kayaknya semakin menarik kan?"


Leshila yang baru saja memasuki kelas melihat gadis yang biasa dibullynya menjadi berbeda, berkata dengan suara yang halus tapi ada ancaman tersembunyi dibaliknya.


"Halo Shila, gua memiliki nama kenalin nama gua Riana Amelia Lestari, lo harus panggil gua Lia mulai sekarang." kata Lyandra dengan kilatan dingin melintas di matanya, dengan orang-orang memangilnya Lia itu tidak jauh berbeda memanggil dirinya Lyandra.


"Dan sekarang kalian juga sama mulai sekarang, panggil gua Lia, you understand guys?"


"Yah, Lia." serempak segera menjawab setelah mendapatkan tatapan tajam dari mata Lyandra, mereka merasa aura Lyandra lebih menindas dibandingkan milik Leshila.


"Wah, cupu ini juga makin jago sekarang, kita harus memberinya pelajaran Leshila." Natalie berkata dengan emosi, beraninya dia bertingkah angkuh dihadapan Leshila? apakah dia tidak tahu siapa yang mendominasi di sekolah ini?!


"Mari beri pelajaran bersama-sama." mendengar perintah dari Leshila mereka segera mengikutinya, lagipula dengan melawan mereka bertiga si cupu pasti tidak akan bisa melawan mereka.


Lyandra melemparkan tasnya ke bangkunya, gadis kecil itu menggulung bajunya dan mulai memasang kuda-kuda.


Natalie yang menendang segera diblokir menangkap kaki Natalie yang menendang sembarangan, Lyandra menekuk jari-jari kaki Natalie yang membuatnya meringis kesakitan.


Tak sampai disitu, Lyandra menendang perut Natalie sampai membuatnya mengenai kursi menambah kesakitannya.


Setelah membereskan Natalie, Viranda datang dengan tangan sudah sigap menampar Lyandra, tapi Lyandra sudah terlebih dulu menangkap tangannya.


Ia lalu memutar lengan Viranda membuat gadis kecil itu menjerit kesakitan, Lyandra lalu menendang betis Viranda dengan kuat sampai jatuh terduduk.


Serangan datang dari Leshila dengan bogeman mentah yang siap datang ke wajah Lyandra, tapi Lyandra menangkisnya membuat Leshila mengerang kesakitan, akibat lengannya yang lembut mengenai tenaga Lyandra yang kuat.


Tidak putus asa disitu ia juga mencoba untuk menjambak rambut Lyandra, tapi gadis itu sudah mengantisipasi gerakannya dengan cepat ia menendang perut Leshila membuatnya terlempar jauh dari tempatnya.


Melihat Lyandra yang bisa mengalahkan mereka bertiga seisi kelas memandang Lyandra ngeri, sepertinya akan ada perubahan lagi dalam sekolah ini.


"Oh ya, jika kalian berani mencari masalah denganku ini akibatnya, dan untuk kalian juga."


Mendapatkan peringatan dari Lyandra seisi kelas mengangguk dengan cepat, mereka tidak mau menyentuh mereka berempat yang sangat bermasalah di sekolah ini.


Melihat geng Leshila sudah dikalahkan olehnya dengan mudah, Lyandra kembali ke tempat duduknya mulai membaca buku pelajaran, itu seperti kejadian tadi tidak ada hubungan dengannya.


Diam-diam Lyandra meninju dada kirinya dengan keras, setelah itu Riana akhirnya tersadar apa yang telah dilakukan oleh Lyandra, Riana hanya menghela nafasnya panjang.


Riana memodifikasi sifat Lyandra untuk memiliki sifat pembunuh, itulah sebabnya jika menggunakan identitas Lyandra dia akan menjadi kejam, dia akan melawan siapapun yang melawan dirinya tanpa belas kasih apapun.


Gadis kecil itu sudah mencoba untuk membatasi kekejaman karakter Lyandra tapi ternyata tidak mudah, karena karakter Lyandra benar-benar sudah mempengaruhi kehidupannya.


Waktu istirahat telah tiba tapi bukannya istirahat, Riana sekarang sedang berada di ruang bimbingan konseling atau biasa disebut bk.


Riana menarik nafasnya ketika seorang guru bk menatap dirinya tajam, itu adalah Bu sari yang terkenal killer di sekolah ini.


"Riana, kamu pertama kali masuk ke ruang bk, saya akan memaafkan kamu jika kamu benar-benar tidak melakukan ini." Bu sari menunjuk kearah geng Leshila yang terluka.


Guru itu juga tidak mempercayai bahwa geng Leshila dikalahkan oleh Riana, sebab geng Leshila adalah karakter yang paling mendominasi di sekolah ini tidak ada yang berani melawannya.


Bahkan melihat karakter Riana yang diceritakan oleh para guru, ia merasa tidak yakin, dan nilai Riana juga tinggi di sekolah ini, ia merasa semakin tidak yakin.


"Maaf Bu, tapi geng Leshila dulu yang memprovokasi saya, mereka dari masa pengenalan lingkungan sekolah dan sampai sekarang, mereka selalu membullyku saya hanya berani melawan saat sekarang."


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal Riana?! setidaknya kamu katakan dari dulu."


"Karena saya masih mau mendapatkan nilai tinggi di sekolah ini."


Kilatan dingin melintas sekilas di mata Riana, dengan adanya Lyandra ia yakin nilainya tidak akan baik-baik saja, karena karakter Lyandra tidak suka belajar.


"Bohong, dia itu berbohong masa geng saya membullynya selama itu tidak ada yang berani melaporkan?!"


"Bener Bu apa kata Shila, seharusnya itu sudah terbongkar sejak lama, lagipula tidak ada bukti kalau kami membullynya kan?" Viranda menimpalinya dengan penuh emosi, sekarang cupu ini benar-benar berubah.


Mendengar hal itu Bu Sari juga bimbang tidak ada bukti hanya ada perkataan, membuat guru perempuan itu bingung sejenak sebelum mendapatkan sebuah ide.


"Begini saja saya anggap kesalahan ini kalian berempat yang berbuat, setelah ini cepat berdiri hormat di lapangan menghadap ke bendera sampai jam pulang, saya tidak menerima bantahan."


Dengan berat hari geng Leshila harus menerimanya, lagipula jika Bu Sari sudah bertindak mereka tidak bisa apa-apa.


"Dasar cupu ini semua gara-gara lo, setelah mengalahkan kita lo pikir kita gak mau lagi ganggu lo? enggak sayang, gua akan semakin membully sampai lo keluar dari sekolah ini."


Mendengar ancaman dari Shila, Riana tidak menggubrisnya ia sibuk melaksanakan hukumannya, lagipula mengurusi geng Leshila membuat tubuhnya terkuras banyak tenaga.


Melihat Riana yang hanya diam saja Leshila mencibir dalam hatinya, ia berpikir kalau Riana takut padanya, padahal sebenarnya Riana tidak memperhatikan sejak geng Leshila menyeretnya ke dalam bk.


"Aduh aku pusing banget, Viranda dan Natalie cepat antar aku ke uks."


Viranda dan Natalie dengan cepat membawa Shila yang sedang berpura-pura pusing ke uks, sedangkan Riana diam-diam hanya bisa menggelengkan kepalanya, cuaca hari ini mendung setidaknya lihat keadaan cuaca jika mau berpura-pura.


...----------------...