My Alter Ego Girl

My Alter Ego Girl
Lyandra Wheeler



Di tengah malam Riana bukannya tidur tapi malah menatap kosong ke arah pintu kamar, ia mendengar berbagai pecahan kaca terdengar nyaring, gadis kecil itu yakin, pasti orangtuanya sedang bertengkar.


"Berisik kamu mas! kamu sudah selingkuh, udah gak kerja mau judi?!"


"Diam! kamu juga sering shopping sana-sini, gak mikirin suami udah gak kerja!"


Hari ini akhirnya tahu, kenapa abangnya begitu lama di perantauan, orangtunya sudah gila materi, mereka selalu menghabiskan uang tanpa memandang bulu.


Riana dengan cepat bangkit dari tidurnya, ia lalu membuka pintu dengan keras, menarik perhatian kedua orangtuanya.


"Jadi ini sebabnya abang Mark lama di perantauan? kalian tidak memikirkan dia yang bekerja keras, kalian malah bersenang-senang disini? beginikah sifat kedua orangtuaku?!"


Riana membentak mereka dengan penuh benci, ia muak dengan semua ini, ia tidak kuat lagi untuk memendam semuanya, ia ingin mengeluarkan semuanya tanpa pandang bulu.


"Beraninya kamu anak tidak berguna membentak kami! tidak cukupkah siksaan mu selama ini?!"


Jonathan mencengkeram leher Riana dengan penuh amarah, dulu kakaknya juga pembangkang, sekarang adiknya juga mengikuti jejaknya? mereka anggap apa kedua orangtua ini?!


Ivanna hanya mundur tanpa berniat untuk ikut campur, waktunya lebih berharga daripada menghabiskan waktu dengan kedua orang ini.


"Lepaskan, aku..."


Riana yang tidak bisa bernafas memegang tangan ayahnya dengan erat, setelah melepaskannya ia lalu menendang perut Jonathan.


"Akhhhh, gadis sialan!"


"Hehehe, pak tua kamu tidak akan bisa lepas dari genggaman ku, kamu telah menyakitinya."


Jonathan merasakan krisis, ia ingin kabur tapi tangan anaknya sudah menggenggam rambutnya dengan lemah, ia menjambaknya begitu keras membuat Jonathan mengerang kesakitan.


"Riana, anak tidak berguna, cepat lepaskan!"


"Kau pikir aku takut pada ancamanmu? pak tua, yakinlah hidupmu setelah ini tidak akan tenang bersama dengan keluargamu."


"Ini hanyalah hukuman ringan, pak tua."


Bersamaan dengan itu Riana melepaskan jambakannya, dan pergi menuju kamarnya lagi, Ivanna hanya merasakan aura dingin mengelilinginya, dengan cepat ia merasa ngeri.


Jonathan masih mengerang kesakitan di bagian perutnya, ia menatap tajam kearah Riana yang sangat berbeda daripada sebelumnya, apakah dia berubah lagi?


"Hahaha, benar-benar menyenangkan."


Ia tertawa keras seakan menertawakan semuanya, ntahlah dia hanya tertawa tanpa kendali, matanya tidak lagi memiliki kekosongan tapi itu sebuah kedinginan dan ketajaman.


Dia bukan lagi Riana, tapi orang berbeda yang dimiliki dalam tubuhnya, dia memiliki nama Lyandra Wheeler, berumur 15 tahun, memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Riana.


"Kukira aku tak akan bisa kembali, ternyata dia masih tidak berguna seperti biasanya."


Lyandra menghentikan tawanya, ia menatap dirinya di depan cermin, itu adalah dia, yah dia sendiri bukan si lemah itu.


"Riana, kamu menciptakan aku, dan kamu masih memiliki kendali terhadap itu."


Setelah mengatakan itu, ia meninju dada kirinya, Riana lalu tersadar dari tindakannya, gadis kecil itu menatap dirinya kosong ke dalam cermin.


-Flashback On-


Melihat pertengkaran kedua orangtuanya tinju Riana terkepal, pasalnya mereka berebutan harta warisan dari almarhum kakeknya.


Gadis kecil itu dengan geram mengambil tongkat bisbol, dan mulai menghancurkan barang yang berada di dekatnya.


"Riana apa yang kamu lakukan?!"


"Kalian sangat berisik! hanya harta itu kalian berebut, sungguh tidak tahu malu!"


"Anak kecil seperti mu sebaiknya tidak usah ikut campur!"


Ivanna memperingati dengan santainya lagipula menghadapi Riana itu mudah, yang membuatnya membuang waktu itu berurusan dengan pak tua di hadapannya ini.


"Aku sekarang berumur 12 tahun, bukankah kata ibu aku sudah dewasa?"


Mendengar perkataan Riana kata Ivanna menggelap ternyata dia berani juga membantahnya, apakah dia akan mengikuti jejak abangnya itu?!


"Sekali lagi kamu membantah, ibu tidak akan segan-segan!"


"Itulah sifat kalian, baru saja kemarin kakek meninggal tapi kalian sekarang sudah berebut, untungnya kakek tidak melihat kalian di saat-saat terakhir."


Dengan marah Riana pergi ke kamarnya melihat kedua orangtuanya, membuat ia sangat marah hingga ingin memukul mereka sampai mati.


"Akhhhh, sialan mereka beraninya."


Rasa amarah menguasai Riana ia mulai menghancurkan barang-barang disekitarnya, tidak peduli kalau benda itu sangat berharga sekalipun.


Ia memejamkan matanya untuk menenangkan diri setelah tenang air matanya menetes, mengingat masa-masa dengan kakeknya, bukankah dia pergi sangat cepat? padahal Riana ingin kakeknya melihat ia menjadi seseorang yang sukses di masadepan, tapi ternyata itu tidak berguna sekarang.


Bunyi telepon berdering Riana tidak melihat siapa peneleponnya, hanya menjawab secara acak saja.


"Gadis kecil, kamu tidak usah sedih, abang ada disini."


"Sekarang abang dimana? kemarin abang datang tapi setelah pemakaman langsung pergi, apa abang benar-benar gak bisa ke sini buat aku?"


"Abang sekarang sedang dalam perjalanan untuk ke pesawat selanjutnya, maaf Riana abang benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan abang."


"Abang di rantauan baik-baik di sana ya, abang gak usah khawatir Riana orangnya kuat kok."


"Heem."


Dengannya adanya Mark mood Riana kembali tenang, mereka teleponan tidak terlalu lama karena Riana tidak mau menganggu fokus abangnya, gadis kecil itu menatap langit-langit kamar tatapan kosong.


"Karakter ku tidak cocok untuk melakukan perlawanan, aku harus memiliki identitas lain untuk melengkapi."


Seketika Riana teringat kalau ia masih memiliki buku itu, dia lalu membuka buku yang berjudul 'Alter Ego' setelah membacanya mata Riana berbinar-binar


"Alter ego adalah seseorang yang menciptakan kepribadian lain dengan tersadar, itu artinya walaupun aku memakai alter ego aku masih sadar dan memiliki kendali penuh terhadap itu."


Yah, gadis itu tertarik untuk menciptakan karakter idealnya sebab selama ini dia tidak memiliki sifat untuk melakukan perlawanan, karakter dirinya benar-benar terlalu pengecut.


-Flashback Off-


"Sejak 3 tahun lalu aku menciptakannya menamai dirinya, tanggal lahir, umur, zodiak, memiliki kelebihan yang tidak bisa dimiliki pemilik asli, dan kemampuan yang dimiliki pemilik asli ketika sedang digunakannya akan semakin hebat."


Riana bergumam dengan kosong, siapa tahu karakter yang diciptakannya ternyata muncul lagi sebab ia tidak menggunakannya lagi.


Setelah kejadian secara tidak sengaja membunuh kucing, Riana tidak lagi menggunakan karakter Lyandra itu karena kepribadian Lyandra seperti psikopat, membuat Riana tidak bisa lagi menggunakannya.


Bahkan di pemikiran Lyandra membunuh hanyalah kesenangan bagi dirinya, Lyandra juga suka meminum darah melihat hal itu Riana langsung tersadar apa yang dilakukannya.


"Lyandra Wheeler, sekarang kamu terbangun lagi? apa yang akan kita hadapi nanti? tapi aku ternyata masih membutuhkan mu untuk membalas mereka yang masih menyakitiku, bantu aku Lyandra."


Ia tidak peduli lagi dengan suara kucing yang sudah dibunuhnya terus mengeong di masalalu, ia tidak peduli lagi dengan rasa darah yang sangat pahit kuat tapi asam secara bersamaan, ia tidak peduli selagi orang yang menyakitinya benar-benar tidak ada lagi dia akan melepaskan Lyandra.


Itulah Riana jika tidak kuat menghadapi kejamnya dunia, tanggung jawab itu akan teralihkan kepada Lyandra karakter lainnya, Riana lebih memilih lari daripada menghadapinya sendiri.


Sekarang identitas lainnya terbangun lagi, ntah apa yang terjadi pada mereka yang berani menyakitinya lagi. itu urusan Lyandra.


...----------------...