
Tidak mau membuang waktunya ke lima orang itu segera menguji Lyandra, babak pertama adalah bermain kartu, walaupun mereka tidak yakin dengan kemampuan gadis ini sebab masih berumur 15 tahun.
Kali ini lawan Lyandra adalah Daren Liew Zaraka, berumur 18 tahun, ia dikenal dengan ahli judi karena sering mendapatkan keuntungannya lewat perjudian. karena keahliannya itu membawa dana besar untuk geng Leo, tidak hanya judi saja kecerdasan Daren juga sangat diperlukan untuk geng Leo dalam mengatur strategi.
"Bagaimana kita bermain kartu?"
"Gua hanya akan mengeluarkan permainan dasar saja, mudah kita hanya bermain kartu dengan menebak angka dadu."
Daren mengeluarkan peralatan yang diperlukan, terlihat ada 3 dadu kecil dengan satu gelas berwarna hitam.
"Karena gua sedang malas bermain, kita hanya bermain 2 kesempatan saja, jika nilai kita seimbang lo dinyatakan lolos, kalau lo menang di babak keduanya tentu lolos, dan kalau lo kalah dapat hukuman, angka tebakan kita juga harus benar-benar tepat!" jelas Daren panjang lebar, sedangkan Lyandra hanya mengangguk ringan.
Mereka memulai permainannya Daren dan Lyandra terlihat tenang, setelah dadu selesai dikocok, dengan tenang mereka menjawab jumlah dadu yang dikocok.
"tiga, satu, empat kecil!" jawab Daren.
"Dua, dua, empat kecil." ucap Lyandra.
Jevras Leon Fanegar lalu membuka gelasnya, ia memandang mereka berdua lalu mulai menentukan siapa yang menang.
"Lebih tepatnya, dua, dua, empat kecil!"
Lyandra menatap Daren dengan sedikit kekaguman, ia bisa menebak dengan sedikit benar itu adalah kemampuan luar biasa, jika karena bukan memiliki pendengaran dengan baik Lyandra tidak bisa mengalahkan Daren kali ini.
Yah, gadis kecil itu mengetahui jumlah masing-masing dadu hanya dengan mendengarkan, itu adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Lyandra seorang.
"Wah, lo benar-benar memiliki kemampuan Lyandra." puji daren langsung.
"Kita memiliki satu kesempatan, lo akan tahu kemampuan gua."
Daren melambaikan tangannya pada Jevras ia rasa tidak perlu melanjutkannya, melihat penampilan Lyandra barusan sudah membuatnya puas, ia tidak ingin kalah lebih jauh lagi.
"Tidak perlu, Lyandra lo lolos di babak gua, sekarang giliran babak kedua."
Mereka berempat ingin protes kepada Daren tapi orang itu adalah Daren, orang yang tidak mudah untuk mengubah keputusannya, karena dia adalah tipe orang keras kepala.
Tanpa berkata banyak mereka lalu menguji Lyandra di babak kedua, di babak ini gadis kecil itu harus bisa mengendarai moge dengan melakukan beberapa atraksi.
Sekarang mereka berada di luar markas tidak jauh dari markas ada tempat pelatihan untuk para pengguna motor, Lyandra segera memakai helmnya dan menggunakan motornya tanpa banyak kata.
Yang menjadi lawannya adalah Glen Fredly Alfareez, ia terkenal dengan memiliki kemampuannya dalam balapan motor, bahkan dia sampai dijuluki raja racing sebab dia sering memenangkan pertandingan berkali-kali, membuat reputasi geng Leo semakin besar dibuatnya.
"Sekarang lo melakukan freestyle motor dasar saja, seperti stoppie, bournout, drifting, atau Wheelie. kalau lo bisa semuanya tanpa perlawanan lo lolos." setelah mengatakan itu Glen segera membawa motornya, dan mulai melakukan freestyle stunt riding.
Melihat freestyle Glen Lyandra menatapnya penuh kekaguman, setiap aksinya keren dan berani.
Tidak mau kalah Lyandra dengan cepat melakukan atraksinya, gadis kecil di mulai dengan memutar ban belakang motornya sampai mengeluarkan asap tapi motornya tetap diam di tempat, itu adalah teknik bournout.
Tidak lama kemudian Lyandra menjalankan motornya di area yang sudah ditentukan, ia menambahkan kecepatannya lalu berbelok seperti yang diinginkan, Lyandra melakukan teknik drifting!
Sejenak para anggota yang sedang berlatih berhenti karena baru kali ini ada seorang perempuan yang bisa melakukan beberapa aktraksi tersebut, lagipula di geng Leo mereka memang tidak ada perempuan sebab perempuan jaman sekarang tentu tidak tertarik dengan ini.
"Udahlah angkasa, kayaknya dia memang pantas buat jadi inti di geng Leo, lagipula setelah melakukan babak pertama sampai babak ini, dia memiliki kemampuan untuk menang, dia baru 15 tahun bro masih kecil tapi udah jago begituan, gimana gedenya coba?"
Mendengar komentar dari Sagara, Angkasa hanya mengangguk ringan ia sudah terpikirkan ini sejak Lyandra bisa menyelesaikan babak pertama.
Kembali ke Lyandra yang sedang melakukan teknik stoppie, teknik itu adalah menaikkan ban belakang motor, para anggota hanya bisa menahan nafas melihat Lyandra begitu santainya melakukan atraksinya.
Sudah puas dengan atraksinya gadis itu kembali ke tempat ketiga orang itu berada, sedangkan Glen masih sibuk dengan motornya.
"Lyandra, lo benar-benar memiliki kemampuan, sejak kapan lo belajar?" tanya Angkasa dengan penasaran.
"Umur 12 tahun." jawabnya tenang.
"Hah? umur 12 tahun kita masih kelas 6 sd, jadi lo belajar dari sd?" Sagara dengan segera menimpali menatap gadis di depannya dengan bingung.
"Yah, itu benar."
Ketiga orang tersebut segera membeku diam, hei pada masa sd mereka tidak akan fokus ke seperti itu, mereka hanya fokus bermain bersama teman-teman, mereka lalu memandang Lyandra dengan tidak mengerti, apa yang membuatnya bisa memikirkan seperti itu di usia begitu muda?
"Lo bisa melakukan keempat teknik itu, jadi lo lolos Lyandra." suara Glen terdengar setelah laki-laki itu puas dengan motornya, memecahkan keheningan yang canggung.
"Sebelum itu gua mau ngumumin, kalau Lyandra bakal jadi inti geng Leo kita."
Mendengar keputusan dari ketua geng Leo, mereka berempat hanya mengangguk ringan lagipula mereka sudah mengetahui kemampuan Lyandra, dia memang layak di anggota inti.
Sedangkan Lyandra yang akhirnya mendapatkan apa yang sudah ia tuju, diam-diam dalam hatinya tersenyum sinis, perjalanannya akan di mulai dari geng Leo.
"Wah, akhirnya gua dapat juga apa yang gua inginkan, gimana gua hebat kan?"
Melihat Lyandra yang begitu sombong kelima orang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa daya, dia sombong tapi dia benar.
"Lo mau rapat atau pulang? ini udah sore, anak gadis gak baik pulang malam-malam." ingat Jevras dengan ramah.
"Rapat? rapat apa?"
"Yaelah itu cuman mengumumkan lo sebagai geng inti kita."
"Gua ikut rapat aja, gua kan gak macam-macam ngapain mikirin pemikiran orang."
Melihat Lyandra yang begitu keras kepala mereka akhirnya menyerah, Angkasa segera memberi perintah untuk para anggota berkumpul.
Sebenarnya geng Leo di markas ini tidak terlalu banyak anggota, sebab geng Leo tidak hanya memiliki 1 markas saja, ada banyak markas tapi hanya beberapa orang yang bisa ke sampai markas ini, karena ini adalah markas inti.
"Gua sekarang mau melakukan pengumuman, bahwa dia Lyandra Wheeler akan menjadi anggota inti geng Leo, ucapkan selamat datang pada Lyandra."
Mendengar pengumuman itu dari ketua geng Leo mereka tidak membantahnya, sebab mereka percaya bahwa orang pilihan ketua pasti memiliki kelebihan yang tidak bisa mereka miliki.
"Selamat datang Lyandra."
"Mohon bantuannya juga."
Setelah itu mereka berenam akhirnya mundur dari panggung pengumuman, mereka sekarang berada di tempat berkumpulnya para anggota inti.
"Lo pulang sekarang Lyandra, ini waktu udah malam woy, ntar dimarahin ortu mampus lo."
Daren mengingatkan dengan mencibir, yah begitulah orangnya perhatian tapi caranya kasar, Lyandra hanya melihat jam tangannya.
"Waktu menunjukkan pukul 20.30, itu belum terlalu malam!" sergahnya dengan cepat.
"Ini udah malam goblok, besok lo sekolah."
"Bukannya kalian juga masih sekolah? kalian juga pulang, masa aku doang yang pulang, gak adil ya."
Mendengar keributan di antara keduanya, Jevras segera menengahi pernyataan Daren dan Lyandra secara bersamaan memang benar, mereka lebih memilih mengalah lagipula di markas sudah tidak ada yang menarik.
"Yaudah ayo kita pulang, Lyandra kita bakal antar lo dulu, baru kita semua pulang gak baik anak gadis sendirian di malam hari."
Mereka setuju dengan usulan Angkasa, apalagi lokasi hutan ini jauh dari kawasan penduduk, Lyandra terlalu berani untuk datang ke sini sendirian.
"Oke, tidak masalah."
Malam itu geng inti Leo dan ketua geng Leo, mengantar Lyandra sampai rumah dengan selamat, setelahnya mereka pulang ke rumah masing-masing tanpa banyak bicara.
...----------------...