
...Aku memang orang pemaaf tapi...
...aku orangnya pendendam....
...-Lyandra-...
Ketika membuka pintu rumah terlihat semua anggota keluarganya sedang menonton televisi dengan gembira, Lyandra tidak memperdulikan keluarga itu bahkan memberi salam pun tidak.
"Riana kamu semakin kurang ajar ya?!" teriakan Jonathan penuh tekanan.
"Oh? ternyata sang ayah menyadarinya? bukankah, selama ini ayah tidak peduli?" Lyandra menatap ayahnya dengan acuh tak acuh.
Melihat Riana yang semakin pembangkang seperti sebelumnya, Jonathan mengepal tangannya erat, ia kemudian mengalihkan pandangannya lagi tidak memperdulikan anak pembangkang itu.
Lyandra yang melihat ayahnya tidak ada urusan lagi pergi meninggalkan ruang tamu, sesampainya di kamar Lyandra melihat kearah cermin dengan kosong.
"Bagaimana perasaan mu hari ini Riana? bukankah hari ini menyenangkan?" dengan keras Lyandra meninju dada kirinya lagi, seketika Riana memegang kepalanya yang pusing, penggunaan identitas Lyandra seharian sangat menguras energinya.
Riana kembali mengingat apa yang telah dilakukan Lyandra, ia hanya bisa menghela nafas panjang mau dihindari apapun, Lyandra akan tetap tertarik untuk bergabung ke geng motor karena hasratnya akan tercapai di sana.
Gadis kecil itu lalu membaringkan tubuhnya di kasur, tapi sebuah pesan masuk menarik perhatiannya.
Riana membuka ponselnya, dan ia membaca pesan itu dengan perasaan malas.
[ Angkasa Satria Pratama ]
"Lyandra besok lo pagi-pagi ke markas."
"Ngapain?"
"Ada acara kumpul sama geng lain, lo sekolahnya bolos dulu."
"Oh oke, gua bakal ingat."
Mengingat besok tidak akan sekolah dengan penuh perasaan semangat Riana tidur dengan tenang, ntahlah dia sangat lelah hari ini tidak sempat untuk bersih-bersih diri.
Di sisi lain Mark sedang berkutik dengan pekerjaannya, padahal hari sudah malam tapi pekerjaannya belum selesai sama sekali.
Laki-laki itu lalu melihat sebuah pesan masuk, melihat nama pengirim pesan ia lalu meninggalkan pekerjaannya untuk sementara.
[ Para Abang Ganteng ]
Jevano ; "Kalian bakal kaget dengar berita dari gua!"
Cakra ; "Affah?"
Mark : "Cepetan, gua lagi sibuk nih notif kalian bikin berisik."
Darka : "Beuh Mark, si paling sibuk melebihi Cakra."
Jevano : "Adik lo Riana Mark, masuk geng motor Leo woy, gua baru tau dari foto teman gua di geng Leo, kalau gua gak ngelihat fotonya gua bakal gak tau, karena nama dia jadi Lyandra Wheeler dipanggil Lyandra."
Mark menutup ponselnya dengan penuh perasaan rumit, ia tahu kalau adiknya bakal berubah tapi Mark tidak mengira akan sebesar ini perubahannya.
"Apakah dia jadi mengikuti jejakku?" tanya Mark kepada diri sendiri, pusing memikirkannya ia kembali mengerjakan pekerjaan yang tertunda sementara
Keesokan harinya
"Ly, akhirnya lo datang, gapapa kan hari ini gak sekolah?" tanya Angkasa dengan perasaan penuh rasa bersalah.
Lyandra kembali mengingat bahwa hari ini seharusnya dia bertemu guru matematika wali kelasnya, untuk membahas hukuman kemarin tapi ia tidak berangkat hari ini, sepertinya besok akan menjadi hari tidak menyenangkan.
"Tidak apa-apa, paling itu cuman nambah hukuman saja."
Melihatnya begitu santai berkata Angkasa tidak sungkan lagi, ia lalu mengajak Lyandra untuk pergi ke suatu tempat itu adalah bengkel.
"Karena lo udah jadi anggota inti di geng ini, gua udah nyiapin motor khusus untuk lo dan semua perlengkapannya, motor ini hanya bisa digunakan oleh lo tanpa persetujuan lo itu gak bisa, karena gua udah memodifikasi motornya." terang Angkasa.
Lyandra mengerjapkan matanya sejenak ia tidak menyangka akan mendapatkan motor juga, sebenarnya seberapa kaya geng Leo ini? mereka saja bisa memberikan moge dengan santainya.
Tapi setelah mengingat ketenaran geng Leo, seharusnya itu tidak heran lagi hanya saja tidak menyangka, bahwa geng Leo begitu kaya.
"Apa yang harus gua bayar dengan ini?" Lyandra bertanya dengan mengangkat satu alisnya, yang ia tahu itu tidak akan mudah diberikan tanpa suatu alasan.
"Lo hanya perlu rajin-rajin mengikuti balapan sebab gua lihat, skill balapan lo hampir sama kayak raja racing kita."
Keterangan Angkasa membuat Lyandra tersenyum tipis, tentu saja itu hampir karena dia sudah diajarkan oleh ahlinya, memikirkan dia Lyandra dengan cepat menepisnya, itu sudah masalalu.
"Oke, kumpul geng ini apakah bersama geng-geng terkenal yang lain?"
"Iya, kita akan berkumpul dengan geng lain tapi kita sepertinya juga bisa merekrut orang, sebab nanti ada pertukaran anggota, ini yang bagian menarik sih soalnya kalau ada anggota yang tidak berguna jika ada yang mau bertukar maka kita bisa bertukar dengan anggota yang lebih baik."
Angkasa memberitahu informasi ini dengan mudah itu sudah umum di kalangan anak geng motor, Lyandra hanya menatap Angkasa dengan dingin lalu mengangguk ringan.
"Tapi presentase untuk jadi pengkhianat bertambah dong?"
"Tidak, sebab hukuman untuk orang pengkhianat akan lebih kejam daripada di hukum dalam kepolisian, jadi selama ini tidak ada yang berani melawan."
"Wah menarik sekali, tapi siapa yang membuat peraturan seperti ini?"
"Sebenarnya geng Leo masih tidak ada apa-apanya, peraturan ini di buat oleh Geng Motor Darkness, tanpa banyak kata pasti lo udah tau kan?"
Lyandra mengangguk mengerti tentu saja ia tahu sebab geng darkness sangat ditakuti sepanjang masa, geng motor ini sudah ada sejak terbentuknya geng motor pertama sampai sekarang, bisa dibilang geng ini adalah geng legendaris.
"Kukira geng Darkness sudah tidak ada, ternyata mereka masih ada?"
"Itu karena geng Darkness ntah kenapa menjadi menutup diri, mereka menghilang bagaikan ditelan bumi, tidak ada yang tahu siapa dan dimana geng Darkness."
Melihatnya begitu mengetahui tentang geng motor, Angkasa tidak bisa menahan diri untuk tidak memberitahu hal ini, lagipula dia sudah menjadi anggota inti di gengnya apa yang perlu ditakuti?
Karena urusan Lyandra sudah selesai dengan motornya, mereka segera berangkat menuju ke suatu tempat untuk pertemuan geng motor.
Kegiatan ini dilakukan setiap setahun sekali ini juga berarti mengetahui kondisi suatu geng, jika geng itu sedang mengalami kondisi tidak baik maka itu harus disingkirkan dari daftar geng resmi, atau biasanya di buru untuk tidak memberitahu hal-hal tidak menyenangkan kepada dunia luar.
Siapa yang membuat peraturan ini? tentu saja geng Darkness, walaupun mereka menutup diri program yang sudah merasa jalankan akan tetap berjalan dengan baik, karena mereka adalah pemimpin dari segala geng motor.
Mereka yang tidak patuh dengan geng Darkness akan mendapatkan hukuman yang setimpal, tidak ada yang tahu hukumannya seperti apa, tapi yang dunia tahu itu adalah hukuman yang kejam yang tidak terpikirkan oleh manusia.
Sebab pemimpin Darkness di rumorkan tidak memiliki hati nurani manusia, ia hanya memikirkan untuk membunuh dan membunuh sampai dirinya puas.
...----------------...