My Alter Ego Girl

My Alter Ego Girl
Menolong Orang



Pertemuan yang membosankan akhirnya selesai juga, tapi Riana masih diam ditempat sebab ia ditahan oleh pemimpin Aderfia, namanya Galaksi.


"Gua pengen pulang! kita mau bahas apa lagi? gada yang perlu dibahas!" seru Riana dengan bosan, ia sudah risih berada di tempat seperti ini yang tidak cocok untuknya.


"Haish, yakin ngasih tau disini, ngebiarin nih anak pada tau?" ancam Galaksi membuat Riana mencoba untuk tidak memukuli wajahnya, gadis kecil itu sudah terlihat sangat kesal.


"Kalian bisa keluar dulu, nanti gua nyusul." pinta Riana kepada geng Leo, mereka terlihat mengkhawatirkannya dengan enggan pergi mengikuti permintaan Riana.


Kini di ruangan itu hanya mereka berdua, Galaksi memandang tajam kearah Riana sedangkan yang ditatap mencoba untuk bersikap seperti Lyandra.


"Lo seharusnya gak usah ikut beginian segala, itu bahaya, walaupun gua yakin lo gak bakal kenapa-kenapa." setelah mengatakan itu Galaksi mengingat orang yang ditemui Lyandra tadi, akh orang itu pasti tidak membiarkan Riana terluka.


"Gak usah ikut campur, lagipula ini keinginan gua sendiri gabung ke sini, apa hak lo ngatur gua?"


Melihatnya begitu keras kepala Galaksi menggelengkan kepalanya, sepertinya Riana akan tetap disini sampai dia keluar dengan sendirinya.


"Abang lo nanti marahin gua kalau lo sampai terluka, Riana!"


"Jangan panggil gua Riana, nama gua Lyandra, itu urusan lo mau di marahin sama abang apa enggak, gua gak peduli."


"Dasar bocah keras kepala dibilangin juga, yaudahlah sana pergi sebelum geng Leo nekat terobos masuk."


Galaksi melambaikan tangannya untuk meminta Riana pergi dari tempat itu, sedangkan gadis kecil itu dengan sangat senang melangkah keluar dari ruangan yang tidak cocok untuknya.


Melihat Riana yang sudah kembali Geng Leo merasa lega, mau sehebat apapun kemampuan Lyandra, dia masih anak kecil yang perlu di jaga begitulah pemikiran anak-anak geng Leo.


"Kukira lo gak bakal bisa keluar." seru Sagara membuat Riana memutar matanya jengah.


"Gua bukan anak kecil lagi yang perlu dikhawatirkan, lagipula gua memiliki kemampuan bela diri kalian gak usah khawatir." jawab Riana mencoba menenangkan semua orang dengan perkataannya.


"Gua gak setuju, lo tetap harus dijagain mau bagaimanapun lo perempuan." sanggah Angkasa yang sangat disetujui oleh yang lain, membuat Riana tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya mulai setuju dengan enggan.


Mereka lalu mulai kembali ke Markas tapi ada masalah lagi, Riana tidak bisa menggunakan moge! karena ia masih takut dengan motor gede ini, dia trauma akan jatuh lagi.


"Astaga gua harus gimana? ya ampun, si Lyandra minta di hiihhh kenapa dia tiba-tiba berubah disini sih, awas aja tuh orang muncul ku timpuk kepalanya!"


Dalam hatinya Riana tidak bisa berhenti mengomel kepada Lyandra, ia lalu mencoba mencari siapapun yang bisa dimintai tolong.


"Kenapa gak jalan Ra?"


Sebuah pertanyaan dari Daren membuat mata Riana seketika berbinar, ia lalu mulai menyusun naskah di kepalanya untuk beralasan.


"Gua lagi males banget naik motor, numpang ke lo boleh gak?"


Permintaan Riana membuat Daren bingung tapi segera mengiyakan saja, membuat Riana dalam hatinya menghela nafas lega.


"Tapi motor gua di bawa siapa dong?"


"Itu nanti di bawa sama anak yang lain, tenang aja gak bakal ilang."


Seketika rombongan Geng Leo sudah tidak terlihat di kawasan tempat pertemuan, Galaksi yang hanya melihat dari kejauhan memandang Riana dengan rumit.


"Kenapa tiba-tiba adiknya Mark masuk kesini ya?" batinnya bertanya-tanya.


Yang Galaksi ingat, Riana adalah tipe orang yang lemah lembut, ramah, dan penakut, tapi setelah melihat sikapnya tadi kategori sikap itu sudah tidak tersemat lagi di dalam dirinya.


Galaksi lalu mengingat bahwa sikap keluarganya tidak terlalu baik kepada Riana, apakah faktor itu yang membuatnya berubah? Galaksi hanya bisa menebaknya dalam pikiran, lagipula Mark akan memberitahu sebabnya suatu hari nanti.


Kembali pada geng Leo yang sedang dalam perjalanan, tapi mereka segera berhenti ketika ada seseorang yang sedang terbaring diam ditengah jalan.


"Kenapa kita berhenti?" tanya Riana yang terbangun dari tidurnya, gadis kecil itu lalu melihat kearah anggota inti yang terlihat sedang merenung.


"Kita menemukan seseorang sedang terluka, dilihat dari penampilannya dia perempuan tomboy, tapi dia masih tidak sadarkan diri kita juga sudah mengobatinya dengan dokter pribadi kita." Jelas Glen.


Penjelasan Glen membuat Riana mengerti gadis kecil itu lalu menghampiri perempuan itu, Riana dapat melihat luka perempuan itu sudah terobati tapi matanya masih tertutup sempurna.


"Kenapa kalian tidak membawanya ke markas?"


Pertanyaan Riana membuat semua orang terdiam, tapi melihat diamnya mereka Riana teringat dengan peraturan geng Leo, tidak ada yang boleh membawa orang asing kecuali orang itu benar-benar ada urusan dengan ketua geng Leo.


Kalau orang lain dibiarkan untuk masuk ke dalam markas geng Leo, kemungkinan besar ada beberapa bocor ke dunia luar dan geng Darkness pasti akan menyingkirkan geng Leo ini.


"Lo pasti sudah tahu alasannya Lyandra, bagaimana kalau membiarkan dia disini saja, yang terpenting kita sudah membalut lukanya."


Penjelasan dari Jevras membuat Riana tidak setuju, ia tahu kalau perempuan ini dibiarkan disini nyawanya akan dalam bahaya, tapi dengan sifat Lyandra pasti itu akan dibiarkan karena Lyandra puas dengan pembunuhan, tapi dia adalah Riana, gadis kecil itu tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Bagaimana kalau merekrut dia sebagai anggota geng Leo juga? kebetulan di geng Leo tidak ada perempuan kan? bagaimana kalau dia jadi asisten gua aja dan teman perempuan gua di geng Leo."


Semua orang memandang Riana dengan rumit, apakah Lyandra sebenarnya orang yang baik hati? kenapa dia rela menggunakan dirinya sebagai jaminan? jika orang yang ditolong ternyata seorang pengkhianat, Lyandra akan dihukum oleh Geng Leo, itu pemikiran mereka.


"Lo tahu konsekuensinya kan Lyandra?" Angkasa memandang Riana dengan dingin, permintaan gadis kecil ini tidak main-main.


"Gua tahu apa yang gua lakukan, bolehkah?"


"Kalau permintaan lo seperti itu, tentu saja boleh, lagipula lo benar-benar butuh teman di geng Leo."


Persetujuan Angkasa sebagai ketua geng Leo membuat Riana senang, ia lalu mengusap tangan perempuan itu dengan sinar bahagia di matanya.


Walaupun Riana tidak tersenyum tapi perasaan bahagia itu dapat dirasakan oleh sekitarnya, membuat semua orang memandang Riana tanpa berkedip.


Walaupun mereka belum terlalu mengenal Lyandra, tapi mereka tahu bahwa Lyandra adalah orangnya dingin, tidak peduli terhadap sekitarnya, dan sombong.


Tapi kenapa kali ini auranya berbeda? Lyandra seperti memiliki sifat perempuan pada umumnya, yang berkarakter ceria, baik hati, dan suka menolong orang, mana kepribadian sebenarnya?


...----------------...