My Alter Ego Girl

My Alter Ego Girl
Pertemuan Antar Geng Motor



Dalam perjalanan menuju tempat pertemuan Lyandra terkadang melakukan beberapa freestyle motor, membuat kagum para anggota motor melihat ketrampilan Lyandra menggunakan motor, dia baru berusia 15 tahun tapi sudah menguasai ketrampilan seperti itu, seberapa hebat dia nanti?


Anggota inti yang lain juga hanya bisa menghela nafasnya, gadis kecil ini sudah menampilkan ketrampilannya pasti itu untuk menunjukkan bahwa ia layak untuk menjadi anggota inti di geng Leo, mereka tahu niat Lyandra.


Jalanan yang mereka lewati adalah jalanan sepi, jadi kelompok itu tidak terlalu sering bertemu para penduduk, jika bertemu pasti penduduk itu kabur duluan sebab mereka tahu itu adalah geng Leo, ketenaran geng leo tidak diragukan lagi.


Tidak lama kemudian mereka tiba di suatu tempat, itu adalah sebuah villa besar yang bisa menampung beberapa ribu orang, Lyandra yang melihat itu hanya bisa mendesah dalam hatinya.


"Walaupun keluarga Riana juga sedikit kaya, tapi untuk membeli sebuah rumah itu tidaklah mudah, Riana kau akan menikmati dunia yang telah aku masuki." batinnya penuh kepuasan.


"Ayo kita masuk, seperti biasa beberapa anggota di luar villa dan anggota yang sudah terpilih mengikuti ku ke dalam."


Sagara yang terjadwal memimpin anggota di luar villa, tidak mengikuti anggota inti lainnya lagipula dia juga sudah bosan dengan pertemuan itu yang penuh intrik.


"Lyandra sebaiknya kau tidak berlarian, menemukan orang hilang disini sangat sulit, bisa saja kau diculik oleh anggota geng lain." peringat Glen yang disetujui oleh yang lain.


Tapi Lyandra tidak merasa senang karena diperlakukan seperti anak kecil, tapi ia tidak repot-repot untuk berdebat jadi ia hanya mengangguk dengan enggan.


"Angka, pertemuannya lama gak? gua males banget sumpah." Tanya Jevras dengan malas.


"Seharusnya itu sih gak lama seperti tahun kemarin, geng Darkness masih belum mau menunjukkan dirinya." jawab angkasa dengan menggelengkan kepalanya.


"Mereka itu sudah 10 tahun lamanya masih gak mau nunjukin diri, apa yang sedang mereka lakukan?" seru Daren dengan santai.


"Ntahlah kita tidak bisa menebaknya dengan santai, atau akibatnya akan fatal bagi geng kita."


Peringatan dari Angkasa segera diingat oleh para anggotanya, mereka tahu betul apa akibatnya ikut campur dalam urusan geng Darkness, sedangkan Lyandra hanya diam menyimak saja.


Ditengah-tengah pembicaraan mereka akhirnya acara dimulai, geng Leo tidak jauh dari tempat utama dimana geng Darkness duduk tapi sayangnya tempat itu kosong, membuat geng Leo terlihat sedikit mencolok apalagi geng Leo membawa seorang anak perempuan berumur 15 tahun, itu menarik perhatian tapi tidak ada yang berkomentar.


"Baiklah acara pertemuan ini dimulai, saya sebagai pemimpin geng motor Aderfia akan menjadi pembawa acara seperti biasanya."


Terlihat seorang pemimpin geng motor Aderfia menggunakan pakaian khusus geng motornya, tersenyum dengan bangga dan berdiri diatas podium dengan percaya diri, dia terlihat muda tapi menjanjikan.


Para pemimpin geng motor yang lain kecuali geng Leo mendengus tidak suka, sebab geng motor Aderfia yang selalu memimpin pertemuan ini dibawah komando geng Darkness, mereka juga ingin berhubungan dengan geng Darkness, sayangnya geng Darkness hanya memilih geng Aderfia.


"Apakah ada masalah dengan geng lain? misalnya materi yang tidak terpenuhi, atau informasi kalian bocor? ingat, geng Darkness selalu tahu segalanya meskipun kalian menutupinya."


"Saya pemimpin dari geng Leo menyatakan, bahwa tidak ada masalah apapun." angkasa dengan cepat berkata, tapi sepertinya pemimpin Aderfia tidak melewatkannya dengan mudah.


"Ketua Leo, anda merekrut seorang gadis sebagai anggota inti tidak takut dia bersikap ceroboh?"


"Saya tidak takut karena saya percaya dengannya, lagipula dia juga sudah dewasa pasti sudah tahu mana yang baik untuk dirinya."


Pemimpin Aderfia melirik Lyandra dengan senyum sinis nya, seperti mengetahui sesuatu tentang Lyandra yang tidak diketahui oleh orang lain, membuat Lyandra mengepalkan tangannya bagaimana bisa ia lupa kalau orang dihadapannya, juga sahabat abangnya Riana!


"Bersikaplah dengan patuh, jangan membuat masalah jika kau tidak puas kau bisa pergi."


Mendengar hal itu dari pemimpin Aderfia, Lyandra segera menjadi pusat perhatian, hei kata-katanya sangat dipenuhi dengan makna tentu saja mereka tahu apa artinya.


"Aku bukan anak kecil lagi, jangan mengurusi urusan ku." ucap Lyandra dengan acuh tak acuh.


"Yah, aku tahu itu." jawab pemimpin Aderfia dengan santai.


Sedangkan geng Leo memandang Lyandra dengan terkejut, hei berhubungan dengan geng Aderfia itu tidak mudah! apalagi sepertinya Lyandra tidak terlalu memperhatikan pemimpin Aderfia ini, membuat mereka bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Apakah ada yang lain? jika kalian benar-benar tidak ada masalah apapun, maka kalian bisa menikmati hidangannya."


Acara inti yang membosankan akhirnya selesai, Angkasa yang ingin bertanya ke Lyandra tapi meja mereka didatangi oleh pemimpin Aderfia, dengan segera ia menyambut pemimpin itu.


"Ketua Aderfia, ada urusan apa kemari?"


"Saya ingin meminjam anggotamu Lyandra sebentar, saya akan mengembalikannya jika sudah selesai, tenang saja saya tidak akan menyakitinya."


"Tapi itu keputusan Lyandra sendiri Ketua, saya tidak berhak untuk ikut campur."


Lyandra memandang angkasa dengan puas, tidak heran Angkasa menjadi pemimpin geng Leo di usia begitu muda ia memiliki kualifikasi untuk itu.


"Saya memiliki waktu luang, jadi saya akan memenuhi permintaan dari pemimpin Aderfia." Lyandra berdiri dengan percaya diri, sedangkan Angkasa memberi kode untuk hati-hati yang diterima baik oleh Lyandra.


"Mari ikuti saya Lyandra."


Mereka berdua berjalan menuju suatu lorong dengan bungkam, sedangkan Lyandra hanya mengerutkan keningnya memandang Ketua Aderfia bingung.


"Gua sebenarnya memiliki banyak kata sama lo, tapi ada yang lebih memilih untuk bertemu dengan lo Riana, hati-hati ya."


Bersamaan dengan kata itu Lyandra di dorong ke dalam suatu ruangan, ruang itu gelap dan Lyandra juga tidak bisa melihat apapun membuat gadis itu waspada terhadap sekitar.


Tapi sebuah pelukan hangat dari belakang membuat gadis itu terkejut, pasalnya ia tidak merasakan langkah apapun dari belakang, kecuali orang yang dibelakangnya lebih kuat darinya.


Tidak ada suara apapun hanya suara nafas yang terdengar di telinga Lyandra, tapi gadis itu bukannya memberontak tapi hanya terdiam membeku, seakan waktu berhenti.


Tapi tidak butuh lama untuk perasaan hangat itu menghilang, sebab orang itu sudah pergi dengan cepat dan pemimpin Aderfia membuka pintu.


"Siapa dia?" tanya Lyandra dengan lemah.


"Aku tidak bisa memberitahu mu, itu urusan dia." jawab pemimpin Aderfia jujur dengan memandang Lyandra rumit.


"Aku bisa kembali sendiri, aku ingat jalannya."


"Baik."


Lyandra berjalan sendirian di lorong gelap dengan rasa sepi, air matanya akhirnya mengalir ia memeluk diri sendiri dengan erat, seakan merindukan sesuatu yang telah lama hilang.


Itu adalah pertama kalinya Lyandra menangis setelah sekian lama hidupnya dipenuhi dengan kegelapan, tapi dia tidak pernah menangis bahkan jika dia terluka parah berkali-kali.


"Kenapa kau pergi lagi?"


Gadis kecil itu bertanya dengan lemah, nafasnya terengah-engah karena menangis, air matanya semakin deras mengalir, tidak ada apapun disana kecuali seorang gadis kecil yang terlihat rapuh.


Rasa sepi semakin menusuk Lyandra ke dalam tulangnya, tapi rasa rindu itu sudah menguasai dirinya, membuat Lyandra tidak bisa mengendalikan kesedihannya lagi, Itu sudah bertahun-tahun lamanya untuk menahannya.


...----------------...