My Alter Ego Girl

My Alter Ego Girl
Galang Valderon



"Riana, kenapa kamu seperti ini? Ibu kecewa sama kamu!" Amarah Bu Syahla tidak bisa terbendung ketika menghadapi Riana yang sangat tenang, Bu Syahla merasakan Riana menjadi orang berbeda setelah beberapa hari lalu sering mendapatkan masalah.


"Ibu saya hanya bolos 1 hari dan tidak mengerjakan tugas ibu 1 kali, kenapa ibu semarah ini?" Sudah jelas yang berkata seperti itu bukan Riana melainkan Lyandra.


Bu Syahla memandang Lyandra dengan tatapan tajam, sorot matanya hampir keluar dengan raut wajah tidak bagus, sebaliknya Lyandra hanya tersenyum tenang menghadapi amarah wali kelasnya.


"Saya akan memberikan kamu kesempatan lagi untuk berubah Riana! Beberapa bulan kemudian akan ada ujian sekolah, sebaiknya kamu fokus belajar dan tidak melakukan apapun yang merugikan mu selama ini."


Peringatan Bu Syahla masih terngiang-ngiang dengan baik di kepala Lyandra setelah meninggalkan ruang walikelasnya, gadis itu masih berkutat dengan pikirannya hingga tidak sengaja menabrak seseorang.


"Sorry, gua lagi gak fokus." Lyandra segera meminta maaf dengan cepat, lagipula dia yang salah tentunya dia minta maaf.


Orang yang ditabrak oleh Lyandra adalah seorang anak laki-laki, tapi Lyandra masih tidak bisa melihat wajahnya ia sibuk menunduk membersihkan bagian yang kotor.


"Gua juga minta maaf karena terburu-buru." Suara anak laki-laki itu terdengar akrab di telinga Lyandra, lalu laki-laki itu mengangkat kepalanya dengan terkejut melihat kearah Lyandra terpaku.


Mereka sama-sama terpaku sejenak seakan waktu berhenti tapi dengan segera Lyandra sadar, ia lalu berusaha sealami mungkin untuk bersikap seperti Riana.


"Lo ternyata sekolah disini? Sebagai Adek kelas kan?" Jujur saja setelah bertanya seperti itu Lyandra merasa mual di perutnya, jika bukan karena Riana ia tidak repot-repot bersikap akrab dengan anak laki-laki ini.


"Iya gua kelas 8, adik kelas lo." Jawabannya sangat singkat membuat Lyandra merasa gatal di telinganya, gadis itu merasa orang di depannya berubah.


"Oh oke belajar yang rajin-rajin biar dapat ranking."


Anak laki-laki itu mengangguk mengerti lalu menjawab dengan nada terburu-buru, "gua ke kelas dulu ya, sampai jumpa."


Lyandra hendak menjawab tapi anak laki-laki itu sudah melewati dirinya dan berlari pergi jauh, gadis itu berbalik melihat punggungnya yang semakin tidak terlihat.


"Riana kau melihatnya bukan? Orang yang kamu sukai sekolah disini." Serunya dalam pikiran.


Anak laki-laki itu bernama Galang Valderon, dia pemuda yang tampan, semangat, dan suka menjahili temannya, pada masa sd dia menjadi bahan rebutan para gadis tapi Galang hanya bermain dengan Riana.


Sebenarnya Galang bukan murid asli di sekolah Riana, dia anak pindahan yang menempati kelas 5 dan Riana kelas 6, padahal Galang bisa naik ke kelas 6 tapi ntah kenapa dia memilih kelas 5 dan mereka seumuran.


Riana dan Galang tidak sengaja bertemu di depan perpustakaan, awalnya gadis itu hendak masuk ke dalam perpustakaan tapi melihat ada anak baru apalagi Galang tampan, Riana berhenti sejenak untuk melihatnya dari kejauhan tapi tatapannya ditangkap oleh sang objek, membuat gadis itu tersipu malu dengan segera mengalihkan pandangannya dan masuk ke dalam perpustakaan.


Itulah pertemuan pertama mereka, hingga Riana dengan berani bermain dengannya ntahlah gadis itu merasa tertarik dan ingin mendekatinya lebih dekat.


Mulai dari itu mereka bermain bersama-sama hingga membuat para gadis cemburu melihatnya, tapi tentu mereka tidak peduli dengan hal itu mereka masih fokus bermain, kejar-kejaran saling mencubit, mengambil barang, dan lainnya yang membuat cerita kenangan.


Sampai Riana sadar bahwa ia menyukai anak laki-laki tampan ini, gadis itu sering mendekatkan diri melakukan kontak fisik, bermain mata, dan lainnya membuat Lyandra merasa mual mengingat hal itu.


Lyandra lalu segera pergi dari tempat itu setelah beberapa menit terdiam lama, jika ada yang melihat kelakuannya pasti disangka kesurupan, Indonesia memang berbeda.


Kelasnya sudah ada guru yang mengajar dengan malas Lyandra mengetuk pintu dan masuk ke dalam setelah diijinkan oleh pengajar, bangku gadis itu sekarang berada di bagian paling belakang, dan pojok.


Dengan berani bermain ponsel tanpa mendengarkan kelas, para siswa-siswi yang melihat hal itu hanya diam saja, lagipula Lyandra sekarang di kelas sangat di segani seperti gengnya Leshila.


Bel istirahat berbunyi para siswa-siswi sekarang berada di kantin berbeda dengan Lyandra yang masih di kelas, dia masih sibuk dengan ponselnya tapi ada beberapa siswa-siswi yang di kelas juga.


"Eh denger gak sih, ada adek kelas paling ganteng di sekolah ini?"


"Enggak, siapa?"


"Ituloh si Galang Valderon murid pindahan, dia dulu mau ke mts tapi malah ke smp, btw rumah gua dekat sama dia."


Suara gosip itu terdengar di samping meja Lyandra, gadis itu menghentikan bermain ponselnya secara diam-diam memukul dada kirinya dengan keras. Seketika Riana kembali tersadar.


"Ternyata Galang sekolah disini ? Dia bilang ke aku ngotot banget ke mts!" Serunya dalam hati.


Riana masih mengingat dimana Galang berbicara dengan yakin bahwa setelah lulus ia ke mts, Riana juga ingin ikut tapi karena biaya yang besar Riana ke smp ini, tapi siapa yang tahu Tuhan membantunya?


Bagaikan mendapatkan permen Riana tersenyum tipis mengingat Galang yang sekarang, dia akui Galang semakin tampan setelah dewasa, gelar anak laki-laki tertampan untuknya bukan tanpa alasan.


"Tapi dia gak suka sama aku, cuman anggap aku teman." Batin Riana sedih.


Itulah kenyataan yang menyakitkan bagi Riana, pada masa sd Galang bilang kepadanya sudah ada orang yang disukai dia juga sudah memberitahu namanya. Riana tahu itu teman sekelasnya di masa sd, tapi di masa sekarang? Riana tidak tahu dia memiliki pacar atau belum.


Gadis itu masih mengingat dengan baik bagaimana mata Galang berbinar, dengan senyuman bahagia yang terlukis di wajah tampannya ketika menceritakan orang yang disukai.


Membuat Riana semakin terpesona dengan ketampanannya dan satu kenyataan lagi Riana seorang yang hanya menikmati berbagai ekspresi dari Galang, anak laki-laki itu ntah kenapa tidak dekat dengan yang lain kecuali Riana.


Riana juga pernah bertanya kenapa dia tidak mendekati gadis yang disukainya, tapi Galang tidak menjawab ia hanya tersenyum menatap Riana, membuat gadis itu menatapnya bingung.


"Jika dia benar-benar belum punya aku akan mengejarnya lagi tapi jika sudah, mundurlah perlahan-lahan, mohon bantuannya Lyandra." Gumam Riana yang sangat kecil membuat siapapun tidak bisa mendengarnya.


Dalam batinnya Riana sudah mengambil keputusan untuk mengejarnya kembali, semoga saja itu berjalan dengan baik.


...----------------...