Memories With PJ

Memories With PJ
Episode 8



Author POV


“Jaem Oppa... kok ada sih manusia LOL kayak dia...” Kata Yura.


“Emang LOL banget, dari dulu.” Kata Jisung.


“Tapi Jaem Oppa ganteng, lucu, pintar fot...” Ucapan Yura terhenti karena Jisung menolehkan wajah Yura dan mengecup bibirnya.


“Jangan pernah membanggakan orang lain dihadapan ku lagi Yur. Kamu paham?” Tanya Jisung dengan wajah seriusnya.


“Apa sih terserah ku lah. Sung, aku pulang ya udah mau malam nih.” Kata Yura.


“Emang berani? Dulu kan penakut...” Kata Jisung melirik Yura.


“Enggak enggak takut lagi kok... wlee” Ledek Yura.


“Tunggu bentar aku mau ambil jaket sama kunci motor, biar ku antar,” kata Jisung masuk ke dalam Dorm.


Tidak jauh dari Dorm


“Ngapain?” Tanya orang membuat orang yang sedang memata-matai orang lain terkejut.


“Si-siapa kamu?” Tanya orang yang sedang memata-matai.


Membuka masker yang dikenakan, “Aku Eunwoo, kamu ngapain disini?” Tanya Eunwoo.


“Memata-matai orang yang sudah merebut Jisung dari ku,” Kata orang itu.


“Yang kamu mata-matai itu adalah pacar ku dulu. Kamu ingin kerja sama... Baek Jiheon?” Tanya Eunwoo sambil smirk jahat.


“Ka-kamu bagaimana bisa tau nama ku?” Tanya Jiheon.


“Itu tidak penting... Jadi bagaimana?” Tanya Eunwoo lagi.


“Oke aku setuju” Kata Jiheon smirk jahat.


Fokus Yura dan Jisung


“Yuk!” Kata Jisung menggandeng tangan Jisung.


Jisung mengantar Yura kembali ke Rumah Taeyeon. Malam itu benar-benar dingin, Yura lupa untuk membawa jaket sebelumnya. Jisung yang merasa Yura kedinginan berhenti di sebuah supermarket. Yura pun bingung kenapa Jisung berhenti di supermarket.


Jisung melepas jaket nya, ”Nih pakai aja dulu dan tunggu sebentar aku mau beli minum enggak apa-apa kan?” Tanya Jisung.


Yura mengangguk, ”Sung!! Aku juga mau ya.” Kata Yura sambil tersenyum dan Jisung mengangguk serta mengusap kepala Yura.


Jisung masuk ke dalam Supermarket meninggalkan Yura yang sedang duduk di depan Supermarket. Dia membeli dua minuman, satu cappucino hangat dan susu vanila hangat. Jisung sangat mengenal Yura, jadi dia tau apa yang disukai dan tidak disukai oleh Yura. Setelah mengambil minuman tadi, Jisung pergi ke kasir dan segera membayar nya. Dia keluar dan memberikan nya kepada Yura.


“Nih...” Kata Jisung memberikan cappucino hangat kepada Yura.


“Wih cappucino... Makasih Icungg,” Kata Yura berterima kasih.


“Iya... Oh iya, Tayeon Noona kan lagi pergi emang berani di rumah sendirian?” Tanya Jisung.


“Enggak sih... Tapi kan nanti pasti ada Icungg...Hehehe” Kata Yura semangat.


“Enggak tuh. Aku nanti langsung pulang karena udah janji sama Chenle main game bersama,” Jawab Jisung.


Yura cemberut, “Tau ah... Nanti telpon Eunwoo aja suruh datang ke rumah,” Kata Yura.


“Ya udah telpon sana.. sekalian suruh ngantar buat ke rumah.” Kata Jisung santai dan tatapan dingin nya.


“Yah jangan marah Sung... Iya iya Yula minta maap...” Kata Yura lucu dan beraegyo.


“Tau bodoamat...” Jawab Jisung.


“Jisung!!!” Teriak seseorang.


Yura segera menoleh, ‘Huft kenapa sih ni orang muncul mulu’-batin Yura.


“Jiheon mau ngapain lagi lo?” Tanya Jisung dingin.


“Kok kamu beda sih sung... Apa karena cewek ini? Kenapa sih bisa suka sama ni cewek padahal kan bukan artis,” kata Jiheon.


Plak!


“Diem lo...” Kata Jisung.


 


Yura yang mendengarkan perkataan Jiheon segera pergi dari sana. Dia merasa jengkel ingin rasanya Yura memaki-maki Jiheon tapi dia nggak bisa ngelakuin hal itu, karena secara logis Jiheon mengejek nya saja. Jadi Yura memutuskan pergi berjalan kaki.


“Tuh kan gara-gara lo... Sumpah gatau diri banget sih lo...Dan cara lo ini bener-bener busuk... Sampai kapan pun gue enggak bakalan suka sama lo ngerti!” Kata Jisung menatap Jiheon dengan wajah jengkel dan pergi menyusul Yura.


Setelah kepergian Jisung, Jiheon menelpon Eunwoo “Semua beres.” Dan Tutt! Panggilan terputuskan.


Yura berjalan menuju rumah Taeyeon, dia sebenarnya hafal jalan. Tapi kalau malam-malam dia jalan sendirian benar-benar mencengkamkan. Bulu kuduk Yura berdiri, sekarang dia takut, sebenarnya Yura jago bela diri tapi satu ketakutan nya yang tersisa yaitu takut kalau ada om-om mabuk. Tidak lama Yura memikirkan nya mereka muncul.


“Hai nona cantik, Sendirian aja mau saya temanin enggak?” Tanya Om-om yang pasti tidak dikenal oleh Yura.


Flashback


“Ingat kalian nggak boleh ngelukain perempuan nya. Yang harus kalian lukai si cowok. Kalau gagal... Kalian yang akan aku bunuh sampai mati dan tidak dikuburkan.” Kata Eunwoo.


“Siap!” Kata Orang-orang yang berwajah seram ke om-om an.


“Ya, itu cewek nya, tapi kita tunggu dulu sampai cowoknya muncul di mata kita.” Kata Eunwoo.


3 Menit kemudian..


“Nah itu... sekarang kalian kerjakan,” kata Eunwoo.


Flashback Off


“Siapa kalian? Mau apa?” Kata Yura gemetar.


“Hahaha... enggak usah takut, ayo ikut kita,” Ajak salah satu orang tersebut.


“Yura!” Teriak Jisung.


“Jisung!” Yura kaget karena Jisung menyusulnya, Yura pikir Jisung tidak akan menyusulnya.


“Oh ada pacar nya ya...” Kata salah satu orang yang mungkin pemimpin nya.


Terjadilah Jisung bertengkar dengan mereka. Jisung vs orang tiga yang tubuhnya se Jaehyun sama Johnny. Ya pasti kalah lah, tidak tinggal diam Yura engambil salah satu orang tersebut dan Yura melawan nya. Dan tidak lama Jisung kalah tapi dia masih melawan, Yura yang jago bela diri dia segera menghajar lawan-lawan nya Jisung. Mereka kalah dengan Yura dan segera kabur, karena tugas mereka juga sudah selesai.


“Jisung!!!” Yura berlari ke arah Jisung membantunya untuk berdiri.


“Yura kamu enggak apa-apa kan?” Tanya Jisung.


“Bodoh!” Yura melepas jaket yang dipinjamkan Jisung dan memakaikannya pada Jisung.


“Enggak usah pakai aja.” Kata Jisung sok kuat.


“Enggak cepetan pakai, kamu nggak bisa nyetir motor kayak gini. Jadi biar aku yang nyetir” Kata Yura naik ke motor Jisung. Untung Yura pakai rok yang panjangnya selutut lebih dikit jadi setidaknya roknya tidak akan terbang saat menyetir motor.


“Enggak usah Yur, aku masih bisa kok.” Kata Jisung.


“Nggak biar aku nyetir, kamu cukup diem bentar. Dan enggak terima penolakan.” Kata Yura dan segera naik ke motor cowok yang dipakai Jisung.


Jisung segera naik ke motor dan dia pasrah karena jika Yura tidak dituruti maka Yura akan ngambek padanya, jadi  mau tidak mau Jisung menuruti kata-kata Yura. Yura menyetir motor dengan cepat karena dia khawatir pada luka Jisung, dia harus sesegera mungkin mengobatinya. Sekitar 7 menit Yura dan Jisung sampai di rumah Taeyeon. Di sana ada mobil Taeyeon yang mungkin Taeyeon sudah datang.


“Eonni!!” Teriak Yura.


“Yura... lama banget sih. Dari mana aja? Lho kok ada Jisung?Dan kenapa itu Jisung luka-luka gitu Yur?” Tanya Taeyeon.


“Eonni diam bentar!! Kotak p3k nya dimana?” Tanya Yura.


“Ada di dekat kamar mandi” Kata Taeyeon dan Yura segera mengambil kotak tersebut.


“Sung... Kok bisa kayak gini sih.. Emang ada apa?” Tanya Taeyeon kepada Jisung.


“Ceritanya panjang Noona... Jad” Belum selesai Jisung ngomong Yura sudah kembali.


“Cepet banget yur...Yaudah deh aku mau ke kamar duluan dan sung! Kamu kan enggak bisa nyetir jadi tinggal di sini saja dulu enggak papa” Kata Taeyeon dan segera pergi ke kamarnya.


“Bener tuh kata eonni, tinggal di sini dulu aja sung. Masa iya kamu mau balik dalam keadaan kayak gini” Kata Yura sambil mengobati luka Jisung.


“Enggak usah Yur,”jawab Jisung.


“Atau mau ke dorm nct 127 aja?” Tanya Yura.


“Kok bisa tau, tau dari mana?” Tanya Jisung.


“Ditanya tuh dijawab sung... Ditanya malah nanya balik...” Kata Yura.


Tes!


Darah mengalir dari lengan Yura.


“Yur katanya enggak luka itu tangan mu kenapa keluar darah?” Tanya Jisung dengan tatapan ajam karena Yura tidak mau jujur kepada Jisung.


“Bentar habis ini juga diobati sung.” Jawab Yura. Setelah mengobati Jisung, Yura mengobati lengan nya.


“Yur maaf ya nggak bis...” Ucapan Jisung terpotong oleh Yura.


“Aku yang seharusnya minta maaf sung, Maaf ya..Habis ini kamu aku antar ke dorm nya 127 ya” Kata Yura.


“Enggak usah.. udah diobatin kok nanti aku ke sana sendiri saja.” Kata Jisung.


Yura ngambek dan segera pergi menaruh kotaknya kembali.


“Iya deh... Tapi nanti kamu balik nya sendirian dong?” Tanya Jisung.


“Bawel cepetan keburu malam.” Kata Yura.


Pada akhirnya Jisung dan Yura ke dorm Nct 127. Di luar dorm ada Taeyong, Jaehyun, dan Mark mereka sedang berbincang-bincang. Tapi setelah mendengar suara motor mereka menoleh.


“Jisung!!”


.


.


.


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.