
Pagi telah tiba Yura segera bangun dan pergi mandi. Hari ini jadwal Yura sedang kosong, jadi dia memutuskan untuk berjalan-jalan dengan Jisung. Yura akan pergi dengan Jisung pukul sepuluh pagi. Setelah mandi Yura segera memakai dress yang diberi eomma nya lalu merias diri. Seusai cukup untuk Yura, dia mengambil hp nya lalu melihat sosial media nya. Dia membaca komentar yang dikirim fans nya satu per satu, ada beberapa komentar pedas yang mengatakan bahwa hubungan dia dan Jisung tidak akan bertahan lebih lama.
Semoga saja tidak terjadi -batin Yura.
"Yura Jisung sudah nunggu di bawah Yur." Kata Taeyeon mengetok pintu kamar Yura.
"Iya eon," jawab Yura.
Dengan secepatnya Yura mengambil tas nya yang sudah ada dompet dan hp nya. Yura berjalan menyusul Jisung yang ada di ruang tamu. Di sana terlihat Jisung yang sedang menunggu Yura sambil meminum teh hangat buatan bibi yang bekerja di rumah Taeyeon.
"Jisung." Panggil Yura yang sudah sampai di ruang tamu dan segera duduk di sebelah Jisung.
"Sudah?" Tanya Jisung.
Yura mengangguk, "Hari ini kita akan kemana?" Tanya Yura.
"Nanti pasti tahu Yur, yuk berangkat." Ajak Jisung.
Yura dan Jisung berjalan keluar rumah dan segera masuk ke mobil. Sebelum Yura sampai Jisung membukakan pintu mobil untuk Yura. Yura menatap Jisung dan tersenyum kepadanya sebagai ucapan terima kasih. Setelah Yura masuk Jisung segera masuk ke mobil dan segera menyetirnya.
"Kamu mau kemana Yur?" Tanya Jisung.
"Enggak tahu aku lagi enggak ada ide." Jawab Yura.
"Kalau gitu kita ke taman dulu terus ke mall." Kata Jisung fokus menyetir mobil.
"Mall? kan ramai sung, memang mau ngapain di sana?" Tanya Yura sambil menatap Jisung.
"Mau beli kado buat Doyoung Hyung." Jawab Jisung.
"Tapi di sana pasti ramai, kalau..."
"Jangan bilang yang aneh-aneh Yur." Tutur Jisung.
"Kan selalu aku yang salah, terserah mu saja lah." Kata Yura pasrah.
Tidak lama Yura dan Jisung sampai di taman. Yura dan Jisung berjalan mengelilingi taman dan menemukan sebuah ayunan. Yura berlari ke arah ayunan dan mulai memainkan nya. Tidak lama Jisung membantu Yura dengan mendorong ayunan yang dinaiki oleh Yura secara perlahan.
“Yura!” Panggil seseorang.
Yura dan Jisung segera menoleh ke belakang. Di belakang mereka ada seorang laki-laki yang tidak dikenal oleh Jisung tapi dikenal oleh Yura. Saat Yura menoleh dia terkejut dan segera turun lalu menghampiri Laki-laki yang ada di belakang nya tersebut.
“Oppa!” Panggil Yura dan segera memeluk laki-laki tersebut.
“Bagaimana kabar Oppa?” Tanya Yura.
“Aku baik-baik saja bagaimana dengan mu sendiri? Dan eomma?” Tanya laki-laki tersebut.
“Eomma dan aku baik-baik saja.” Jawab Yura.
“Ekhem” Jisung yang sudah ada di samping Yura berdehem. Tadinya Jisung berpikir yang tidak-tidak tapi dia penasaran dengan laki-laki yang dihampiri oleh Yura dan memutuskan untuk menyusul Yura.
“Siapa Yur?” Tanya laki-laki tersebut.
“Tunangan Yura.” Jawab Jisung dengan nada sinis.
“Ohh jadi putri kecil ini sudah punya tunangan. Kamu jahat sekali Yur mengadakan tunangan tanpa sepengetauhan ku.” Kata laki-laki tersebut.
“Maaf oppa tunangan nya saja mendadak.” Jawab Yura.
“Oh iya sung kenalin ini kakak angkat ku Lai Guanlin kamu bisa memanggilnya Lai saja.” Kata Yura memperkenalkan Guanlin.
Ohh kakak angkat berarti nanti jadi kakak ipar dong, harus sopan nih –batin Jisung.
“Cukup jadi diri sendiri saja sung,” kata Yura seolah-olah mendengar apa yang dibatinkan oleh Jisung.
“Annyeong Hyung aku Park Jisung panggil saja Jisung.” Kata Jisung memperkenalkan dirinya.
“Jisung? Jisung Nct kan? Bagaimana kamu bisa kencan sama Yura sedangkan kamu sendiri terkenal di seluruh dunia. Kalau Yura terserang Sasaeng bagaimana? Kamu mau bertanggung jawab?” Tanya Guanlin berturut-turut karena dia sangat khawatir dengan kondisi Yura.
“Tenang saja oppa aku bisa menjaga diri kok dan aku juga sudah menjadi idol.” Kata Yura sambil tersenyum lebar.
“Ha? Seorang idol? Sejak kapan?” Tanya Guanlin.
“Beberapa minggu yang lalu.” Jawab Yura.
“Guanlin!” Panggil seseorang dari belakang Guanlin.
“Dicariin dari tadi malah di sini. Ngapain sih tiba-tiba hilang kayak gitu.” Kata Seorang laki-laki dengan kesal.
“Siapa?” Kata seorang laki-laki tersebut.
“Daniel oppa kah?” Tanya Yura kepada Guanlin.
“Yap seratus buat putri kecil.” Kata Guanlin.
“Emang dia siapa sih Lin kok aku nggak ingat.” Kata Daniel.
“Putri kecil itu siapa?” Tanya Guanlin.
“Siapa sih aku lupa Lin.” Kata Daniel kesal.
“Yura.” Jawab Guanlin pasrah.
“Ha sumpah? Yura yang...”
“Apa Yura yang apa.” Kata Yura menatap tajam Daniel.
“Enggak jadi deh, terus sebelah mu kenapa bisa ada Jisung? Park Jisung kan?” Tanya Daniel.
“Dia tunangan sama adik ku Hyung.” Jawab Guanlin.
“Lo kapan Lin?” Tanya Daniel meremehkan.
“Nanti lah. Oh iya Yur kamu mau kemana?” Tanya Guanlin.
“Ke mall mau beli barang.” Jawab Yura.
“Boleh ikut? Sekalian mau beli baju, nanti aku traktir deh.” Kata Guanlin.
“Boleh kok Hyung.” Jawab Jisung cepat.
“Eh?” Kata Yura bingung.
“Lin enggak lihat apa ada tunangan nya.” Kata Daniel melihat Jisung.
“Beneran enggak apa-apa kok Hyung.” Kata Jisung sambil tersenyum.
“Tuh kan Jisung aja ngebolehin, sekalian jaga Yura kalau dia kenapa-napa. Aku sedikit kurang yakin kalau Jisung akan menjaga Yura dengan baik.” Kata Guanlin.
“Oppa...” Kata Yura menatap tajam Guanlin.
“Kan takut kamu kenapa-napa Yur enggak apa-apa lah.” Kata Jisung.
“Nanti kalau sudah selesai aku numpang tumpangan ke arah rumah Yur, aku rindu sama eomma.” Kata Guanlin.
“Ya sudah eh enggak apa-apa, tapi oppa jangan kejam-kejam ya sama fans nanti malah kabur semua.” Kata Yura menatap tajam Guanlin.
“Siap putri kecil yuk Hyung” Ajak Guanlin.
Yura, Jisung, Guanlin dan Daniel berjalan ke arah mobil Jisung. Guanlin melarang Jisung untuk menyetir dan dia akan menggantikan Jisung untuk menyetir. Tapi Guanlin dilarang oleh Daniel jadi Daniel lah yang menyetir mobil. Selama diperjalanan Yura, Jisung, Guanlin, dan Daniel mengobrol bersama.
“Kamu ikut agensi mana Yur?” Tanya Guanlin.
“Sm Entertaiment oppa.” Jawab Yura enteng sambil memainkan hpnya.
“Sekarang lebih hebat dari pada yang dulu ya.” Sindir Guanlin.
Tidak lama mereka sampai di mall dan segera masuk ke dalam mall. Saat mereka masuk para fans langsung berkumpul mengelilingi Yura dan yang lainnya. Guanlin membantu Yura keluar dari para fans takutnya dia terserang Sasaeng. Jisung juga dibantu oleh Daniel. Karena mereka bingung dengan para fans mereka tidak merasa ada sebuah pisau yang sepertinya sengaja kelempar mengenai salah satu dari mereka.
.
.
----------------------------Lai Guanlin--------------------------
----------------------------Kang Daniel-------------------------
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.