
Park Jisung POV
“..Enggak mau,” Jawab Yura dengan santainya.
Padahal niat ku bercanda, tapi kenapa aku deg-deg an, “Yee... Siapa juga yang mau pacaran sama macan kayak lo.”
“Apa lo bilang??,” dengan muka marah dia menjawab ucapan ku dan menghampiriku... lalu mencubit lengan ku.
“Eh... sakit bodoh...” aku mendorongnya sehingga dia hampir terjatuh..
Buk!
Jaemin menangkap tubuhnya, dan entah kenapa tiba-tiba perasaan ku menjadi ingin marah. Dan yang paling ngeselin... Yura malah senyam-senyum ga jelas.
“Awasss! Tikungan TAJAM...” Haecan nyenggol lengan ku.
“Eh... Makasih Jaem” dengan canggungnya Yura berterima kasih kepada Jaemin.
“Sama-sama. Sung! Tenang aja enggak bakalan gue ambil kok,”Jawab Jaemin menenangkan amarah ku.
“Ambil aja gue enggak butuh kok hyung...”
“Yaudah, Yur mau nggak jadi pacar gue?” kata Jaemin, dan gue pun pergi dari tempat yang udah ngebuat gue pengin marah.
Aku pergi ke tempat yang biasa ku kunjungi kalau lagi pingin sendiri. Duduk tenang sambil memperhatikan suasana yang dapat ku lihat di sana.
Tiba-tiba Yura datang, “Enggak usah marah sung, Jaemin Cuma bercanda kok.”
“Siapa yang marah? Gue enggak pernah marah hanya gara-gara cewek ye...”
Puk!
Yura meluk gue secara tiba-tiba dan deg-deg an pun kembali. Huft masa iya gue masih sayang sama lo Yur? Tapi kayak nya gue masih sayang sama lo Yur, apa gue nembak lo sekarang? Jadi bingung kan –batin gue. Gue pun ngebales pelukan Yura yang terjadi secara tiba-tiba.
“Udah sung... Enggak usah marah,” Kata Yura sambil ngelepas pelukan.
“Siapa yang marah sih Yur, gue enggak marah,”
“Lah terus kenapa kok langsung pergi?” SKAK… Gue harus jawab apa nih...
“Ya enggak papa, emang nggak boleh?”
“Bukannya ng...”
Cup!!
“Jangan kebanyakan omong... gue enggak suka sama cewek yang kebanyakan omong. Yur... tentang yang tadi gue beneran lo.”
“Yang mana?” Tanya Yura.
“Yang itu lo...”
“Ooo kan aku udah jawab...”
“Yang bener Yur!!”
“Beneran?”
“Boongan... ya beneran lah Jisung zeyeng nya Yura...”
“Langsung jadi sayang-sayangan nih,” Tiba-tiba Haechan dan anak NCT lainnya pada nongol.
Gue pun peluk Yura di depan member NCT, bodoamat sama Haechan... kan dia orang yang mudah syirik.
“Yuk makan makan...” Nah kan Haechan gila.
“Haechan yang bayar ya? Yeay...” Kata Yura bersemangat.
“Kau yang bayar bujang!” Balas Haechan dan ku hadiahi tatapan tajam yang selama ini ku punya.
Jadilah kita ke Restaurant XX untuk merayakan hari pertama kali dengan nya. Sebelumnya aku sudah memboking tempat itu. Setelah sampai kami pun turun dan menuju tempat yang sudah diboking oleh ku. Pesanan? Sudah siap dan kami pun makan sambil ngobrol dengan asik nya.
“Sung! ikut bentar yuk"
Aku mengangguk. Aku tidak tau kemana Yura akan mengajak ku,tapi mungkin dia ingin membicarakan sesuatu yang serius. Aku mengikuti langkah kaki Yura dan sampai lah disuatu tempat. Tempat ini sangat ku rindukan... saking sibuk nya dengan dunia musik aku melupakan tempat ini, tempat dimana aku dan Yura dulu menghabiskan hari disini.
"Kamu ingat tempat ini?" tanya Yura.
"Ingat lah..."
"Sung!! dengerin ucapan ku dan berjanjilah..." mendadak Yura menjadi serius kan jadi bingung.
"Kamu enggak akan pernah ninggalin aku kan? Kamu bener-bener sayang kan sama aku? apapun yang terjadi kamu mau kan tetap disisi ku..."
"Iya Yur!"
Buk!
Yura memeluk ku.
"Kamu mau kan ngulang semuanya dari awal sung?"
"Iya Yura..."
Lemah... Saat bersama Yura aku menjadi lemah...
Disisi Lain
"Yura... aku nggak akan ngebiarin kamu bahagia bersama Jisung!"
.
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.