
“Ahahaha.... Oppa geli tahu.” Teriak Yura memukul kepala Guanlin.
“Biarin.” Jawab Guanlin.
“Enggak ikutan loh Yur.” Kata Daniel.
“Bantuin oppa.” Kata Yura memelas.
“Enggak.” Jawab Daniel.
“Eomma bantuin Yura Alin oppa sedang tidak sehat akal nya.” Teriak Yura dari dalam kamar.
“Enak aja.” Kata Guanlin mencubit telinga Yura.
“Iya ya oppa mianhe.” Kata Yura memelas kepada Guanlin.
“Guanlin, Yura, Daniel ayo makan.” Teriak Eomma Tiffany dari dapur.
Buk!
Yura langsung mendorong Guanlin sampai jatuh ke lantai.
“Awas kamu Yur.” Teriak Guanlin dari kamar.
Kini Yura, Guanlin, dan Daniel sudah berada di dapur. Mereka segera duduk dan mengambil makanan masing-masing. Setelah mengambil makanan mereka langsung makan seperti orang kelaparan. Eomma Tiffany tidak makan dan melihat Yura, Guanlin, dan Daniel makan.
“Alin tangan mu kenapa?” Tanya Eomma Tiffany saat menatap tangan Guanlin yang diperban.
“Oh tadi enggak sengaja kena pisau saat di drom.” Jawab Guanlin bohong.
“Jangan bohong Lin Yura pasti tahu.” Kata Eomma Tiffany.
Saat Yura ingin menjawab pertanyaan eomma nya Guanlin menatap nya tajam. Karena Yura dan Guanlin sudah seperti kakak adik maka Yura hanya mengikuti apa yang Guanlin katakan. Kalaupun Eomma Tiffany tahu bahwa tangan Guanlin terkena pisau karena Yura yang diserang sasaeng, maka Yura tidak akan diperbolehkan untuk menjadi idol lagi.
“Aku nggak tahu eomma,” jawab Yura bohong.
“Jangan bohong,” kata Eomma Tiffany.
“Benar kok eom tadi enggak sengaja waktu kita mau ke sini kan kita makan dulu dan kemudian saat masak Guanlin sedang memotong sayur, jadi tidak sengaja kena.” Kata Daniel membela Yura dan Guanlin.
“Ya sudah kalau gitu kalian makan saja dulu.” Kata Eomma Tiffany.
“Eomma mau kemana?” Tanya Guanlin.
“Mau ke luar sebentar ada janji.” Jawab Eomma Tiffany segera pergi.
Saat makan Yura, Guanlin, maupun Daniel tidak ada yang mau mengobrol. Beberapa menit Yura selesai makan dan langsung merapikan meja lalu pergi ke ruang tamu untuk menonton tv. Tidak lama Guanlin dan Daniel bergabung dengan Yura tapi bedanya Yura duduk di bawah sedangkan Guanlin dan Daniel duduk di sofa.
“Berapa lama kamu trainee di SM Entertaiment? Kan enggak mudah untuk masuk ke sana.” Tanya Guanlin.
“Iya Yur kan untuk ke sana butuh uang yang bisa dibilang lumayan banyak.” Lanjut Daniel.
“Aku saja dapat tawaran dari Lee Sooman dan juga Manager Taeyeon.” Balas Yura.
“Tawaran? Untuk debut?” Tanya Guanlin.
“Ya iya lah.” Balas Yura.
“Tapi kok bisa kayak gitu sih Yur.” Kata Daniel.
“Panjang cerita nya oppa, kalau aku ceritain bisa satu tahun lebih. Intinya itu aku dapat tawaran dan itu bisa dibilang khusus.” Jawab Yura melanjutkan menonton tv.
“Ohh...” Kata Daniel memakan snack.
“Oppa sendiri?” Tanya Yura.
“Sama aku juga panjang cerita nya.” Balas Lai Guanlin.
Setelah beberapa lama menonton tv tanpa sadar Yura tertidur nyenyak di dekat kaki Guanlin. Guanlin segera menatap Yura, tertidur ya –batin Guanlin. Dengan segera Guanlin menggendong Yura dan membawanya ke kamar. Sampai di kamar Guanlin menutup lagi pintu kamar dan berjalan ke tempat tidur Yura. Guanlin menaruh Yura dengan sangat hati-hati karena takut mengganggu Yura yang sedang tidur.
“Selamat tidur Yura, have a nice dream, and good night.” Kata Guanlin mencium pucuk kepala Yura dan segera pergi ke kamarnya yang ada dua tempat tidur kecil untuk tidur dengan Daniel.
Pagi
Tirai kamar Yura terbuka lebar sehingga membuat cahaya matahari masuk ke kamar nya. Udara sejuk di pagi hari itu juga sudah terasa membuat Yura bangun dari mimpi nya. Yura sedang duduk di atas tempat tidurnya untuk mengumpulkan nyawa.
“Pagi Yur.” Kata Guanlin tersenyum kepada Yura.
“Oppa ngapain ke sini?” Tanya Yura.
“Jisung sebentar lagi mau ke sini cepat mandi dan siap-siap.” Jawab Guanlin.
“Tapi kemana Daniel Oppa?” Tanya Yura lagi.
“Aku tunggu di ruang tamu Yur.” Teriak Guanlin dari luar kamar mandi.
15 menit kemudian...
Yura telah siap membawa tas miliknya dan segera ke ruang tamu. Sesampai di ruang tamu tidak ada orang sama sekali dan Yura segera ke dapur. Di dapur ada Eomma Tiffany, Jisung, Guanlin, dan Daniel yang sedang meminum teh hangat. Yura segera bergabung untuk sarapan bersama.
Seusai makan, “Eomma Yura berangkat ya.” Kata Yura mencium pipi eomma nya.
“Iya hati-hati di jalan.” Kata Eomma Tiffany.
“Kalau gitu aku juga balik ya eomma.” Kata Guanlin.
“Oh ya sudah kalian hati-hati di jalan dan jaga kesehatan baik-baik ya.” Kata Eomma Tiffany.
“Yura motor mu aku bawa ya.” Kata Guanlin.
“Jangan yang sering aku pakai.” Balas Yura.
“Ya ampun Yur masa iya aku pakai motor yang satu nya kan enggak keren banget Yura.” Kata Guanlin.
“Biarin kalau oppa bawa yang motor laki nanti oppa enggak nyampai.” Ledek Yura.
“Enak saja kalau bicara.” Balas Guanlin.
“Biarin ta Yur nanti kan enggak bakalan kamu pakai juga.” Kata Eomma Tiffany.
“Tap...”
“Tapi banyak kenangan?” Tanya Guanlin.
“Kenangan apaan Hyung?” Tanya Jisung.
“Sudah lah lupain terserah oppa saja, yuk sung.” Ajak Yura menarik tangan Jisung dan erjalan ke luar.
“Sampai jumpa eomma Tiffany.” Teriak Jisung dari luar rumah.
Setelah sampai di mobil Jisung dan Yura segera masuk ke mobil dan menyetir ke arah dorm Nct untuk mengambil hadiah yang Yura titipkan kepada manager Yoojin. Saat di dalam mobil Jisung tidak ada hentinya untuk bertanya kenangan yang bersama motor milik Yura. Jisung menanyakannya berkali-kali sehingga membuat Yura kesal dan langsung mendengarkan musik dari hp nya, tidak lupa pakai earphone.
Setelah menempuh perjalanan kini Yura dan Jisung telah sampai di dorm. Yura segera turun dan meninggalkan Jisung di belakang karena dia masih kesal dengan Jisung yang banyak tanya. Di teras ada Jaemin bersama Jeno yang menikmati pemandangan pagi hari dengan satu gelas susu.
“Pagi Yura.” Sapa Jaemin ramah.
“Sehat kan Yur?” Tanya Jeno.
“Pagi Jaem, Jen iya aku baik kok.” Jawab Yura sambil tersenyum.
Tidak lama keluarlah Renjun membawa dua gelas susu dan beberapa macaron.
“Ini Yur aku sudah siapin camilan dan ini hadiah nya.” Kata Renjun memberikan sebuah paperbag.
“Kamsahmnida Renjun Oppa.” Kata Yura ramah.
“Sama-sama, Jaem, Jen ayo masuk jangan ngganggu nyamuk.” Kata Renjun masuk ke dalam duluan.
“Kita duluan ya Yur, Sung jangan pada bertengkar lah kan sudah tunangan masa bertengkar mulu.” Kata Jeno yang langsung di tarik oleh Jaemin untuk masuk ke dalam.
1 detik...
10 detik...
“Duduk Yur enggak capek apa berdiri terus.” Kata Jisung melihat Yura yang masih berdiri.
“I-iya.” Jawab Yura.
“Nih...”
.
.
Bersambung...
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.