
Sambil ngemusik 'I.P.U - Wanna One'
Tiba-tiba tangan Guanlin bergerak mengelus kepala Yura membuat Yura terkejut.
"Oppa akhirnya oppa bangun," kata Yura senang melihat Guanlin yang sudah bangun.
"Ini dimana Yura?" tanya Guanlin melihat sekitar.
"Yah oppa bodohnya keluar lagi," kata Yura cemberut.
Guanlin tertawa dan membuat Yura tersenyum, "Gimana dengan Jisung?" tanya Guanlin.
"Masih belum sadar," jawab Yura.
"Yura jangan sedih dong..." Kata Guanlin saat melihat wajah Yura yang menjadi sedih.
Tidak lama Guanlin lapar dan Yura segera mengambilkan makanan untuk Guanlin. Yura menyuapi Guanlin pelan-pelan dan penuh kasih sayang sebagai adik. Beberapa menit kemudian Taeyeon masuk ke kamar Guanlin dan memberitahu kalau Jisung sudah sadar.
"Sudah sana," kata Guanlin menyuruh Yura pergi.
"Enggak apa-apa oppa?" tanya Yura.
Guanlin mengangguk dan dengan segera Yura pergi ke kamar Jisung yang letaknya cukup jauh dari kamar Guanlin. Yura segera membuka pintu kamar Jisung melihatkan Jisung yang sedikit sadar tetapi masih dengan wajah yang sangat pucat.
"Yura," panggil Jisung pelan.
Yura segera duduk dan memeluk Jisung.
"Jisung, kamu sudah sadar." Kata Yura yang menangis bahagia.
"Yura kenapa menangis? Aku enggak apa-apa kok," kata Jisung pelan.
"Enggak apa-apa gimana... Jelas-jelas kamu sakit dibilang enggak apa-apa," kata Yura kesal.
"Yura," panggil Jisung saat suara Jisung bertambah semakin kecil dan membuat Yura khawatir.
"Kenapa Sung? Ada yang sakit kah?" tanya Yura mulai panik.
"Enggak ada kok Yur," jawab Jisung.
"Yura harus ikhlas ya karena Jisung mau pergi dan enggak akan ketemu Yura lagi. Dan Jisung juga punya hadiah untuk Yura, hadiahnya berada di Jaemin Hyung Yura harus mengambilnya." Kata Jisung menatap Yura sayu.
"Jisung mau pergi? Enggak, jangan sung... Kalau Jisung pergi Yura sama siapa sung.." Kata Yura menangis memeluk Jisung.
"Jangan menangis Yura... Jisung janji akan selalu berada di sisi Yura kok..." kata Jisung menatap Yura.
Jisung lebih mendekat kepada wajah Yura dan Jisung mencium Yura untuk terakhir kalinya.
"Jaga diri baik-baik peri kecil," kata Jisung dan tutt! dia sudah tiada.
Yura segera keluar untuk memberitahu dokter sambil menangis. Yura dan para member turut sedih atas meninggalnya Jisung. Jaemin yang sebelumnya mendapat pesan dari Jisung langsung memeluk Yura dengan penuh kasih sayang.
Flashback
Sebelum Jisung tertembak, dia berada di dorm kamar Jaemin. Tidak sengaja dia menemukan buku diary milik Jaemin. Perlahan-lahan Jisung membaca diary nya dan membuat Jisung terkejut karena ternyata selama ini Jaemin menyukai Yura secara diam-diam.
Tiba-tiba Jaemin datang dan dia ikut terkejut saat melihat Jisung membaca diary nya.
"Jisung ngapain baca buku ini?" tanya Jaemin dan mengambil bukunya.
"Kenapa selama ini hyung enggak pernah bilang ke aku kalau hyung juga suka sama Yur. Kalau begini aku jadi ngerasa bersalah kepada hyung karena sudah merebut Yura dari hyung," kata Jisung kepada Jaemin.
"Yura itu masa lalu ku sejak umur 2 tahun. Aku mengingatnya karena foto ini dan kalau aku bilang kepada mu untuk apa. Tenang saja sung aku bahagia kalau Yura juga bahagia walaupun dia bersama mu." Jelas Jaemin kepada Hidung dan menaruh kembali bukunya.
"Hyung kalau aku enggak ada hyung harus janji untuk selalu menjaga Yura dengan baik, kalaupun hyung pacaran dengan Yura juga enggak apa-apa aku juga akan bahagia karena Yura bersama dengan orang yang sangat baik seperti hyung," kata Jisung memeluk Jaemin erat.
Saat Jisung masuk rumah sakit
Jaemin menyuruh Yura untuk menjenguk Guanlin terlebih dahulu, karena dari kemarin dia hanya berada di kamar Jisung dan tidak ingin keluar sama sekali. Jaemin terus menyuruh Yura sampai Yura setuju untuk pergi ke kamar Guanlin setidaknya sebentar.
Setelah kepergian Yura, Jisung perlahan-lahan bangun. Jaemin yang sadar Jisung menggerakkan tangan nya langsung menoleh kepada Jisung.
"Jaemin hyung," panggil Jisung.
"Aku butuh kertas sama pulpennya," kata Jisung.
Jaemin segera mengambil kertas dari diary nya dan pulpen lalu memberikan nya kepada Jisung.
"Kamu menulis apa?" tanya Jaemin kepada Jidung.
"Surat untuk Yura karena kalau aku pergi dia harus mendapatkan kenang-kenangan kan hyung." Kata Jisung kepada Jaemin.
"Apa maksud mu sung?" tanya Jaemin.
"Kalau kamu enggak ada lalu siapa yang menjaga Yura?" tanya Jaemin kepada Jisung yang sedang fokus menulis.
"Tentu saja bersama hyung," goda Jisung sambil tertawa.
"Kan dia cuma suka sama kamu sung," kata Jaemin menatap Jisung.
"Kalau begitu aku yang akan membuatnya menyukai hyung," kata Jisung.
"Kalau aku tidak mau," tantang Jaemin.
"Enggak mungkin," jawab Jisung.
"Ya mungkin saja," jawab Jaemin.
"Aku berikan kepada Eunwoo," kata Jisung fokus menulis dan sesekali melirik Jaemin.
Beberapa menit kemudian, "Selesai, tolong nanti berikan kepada Yura dan berikan semua barang yang pernah aku titipkan ke hyung, tolong berikan kepada Yura termasuk Jiyu." Jelas Jisung kepada Jaemin.
"Jangan dibuka hyung, kalau hyung buka aku akan menghantui mu." Kata Jisung lalu mengusir Jaemin pergi dari kamarnya.
Flashback Off
Kini hari ke 2 setelah Jisung dimakamkan. Yura dan Jaemin pergi ke tempat Jisung, di sana Yura masih menangis dan selalu teringat kepada Jisung.
"Yura sudah jangan menangis," kata Jaemin menenangkan Yura.
"Tapi oppa aku sangat merindukan Jisung," kata Yura sambil menangis.
"Jisung pernah bilang kalau di sekitar sini ada toko es krim dan suatu saat dia dan kamu harus mencobanya di sana, jadi kamu mau ke sana bersama ku?" tanya Jaemin yang mendapat anggukan dari Yura.
Yura dan Jaemin pergi ke toko es krim yang sangat populer. Yura segera mencari tempat duduk sedangkan Jaemin memesan rasa es krim yang sering dipesan oleh Jisung saat sebelum bertemu dengan Yura. Tidak lama setelah memesan Jaemin menyusul Yura di tempat duduk yang cukup dekat dengan tempat saat dia akan memesan es krim.
"Yura," panggil Jaemin.
"Kenapa oppa?" tanya Yura menatap Jaemin.
"Jisung pernah bilang enggak kalau dia menitipkan sesuatu ke aku?" tanya Jaemin kepada Yura.
"Iya pernah, memang itu apa oppa?" tanya Yura balik.
"Permisi ini pesanannya," kata pelayan yang tiba-tiba datang dan menaruh es krim untuk Yura dan Jaemin.
"Oppa jawab yang tadi dong," kata Yura memaksa Jaemin untuk menjawabnya.
"Nanti saja, sekarang kamu harus habiskan es krim kesukaan Jisung." Suruh Jaemin kepada Yura. Jaemin dan Yura memakan es krim masing-masing.
"Enggak usah buru-buru Yura," kata Jaemin mengelap bibir Yura yang belepotan karena es krim.
"Terima kasih oppa," kata Yura kepada Jaemin.
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ