Memories With PJ

Memories With PJ
Episode 1



Prolog


Tidak kusangka, dia seseorang yang aku sayangi lebih memilih laki-laki lain. Hanya karena seorang laki-laki tadi lebih populer dari pada diriku. Hati ini seperti balon yang terkena satu jarum dan tidak akan pernah bisa menjadi balon lagi. Akan ku buat perempuan yang aku sayangi menyesal karena perbuatan yang telah dia lakukan kepadaku. Aku pendendam? sebenarnya tidak karena aku laki-laki yang polos, atau bahkan benar-benar polos.


Tahun demi tahun telah berganti, akan ku buat diri ku terkenal di dalam negara ini atau bahkan sampai luar negara dan atau bahkan sampai seluruh dunia. Akan ku buat semua orang mengenal ku, termasuk dia orang yang paling ku benci seumur hidup ku dan tidak akan pernah terlupakan oleh ku.


Aku telah bekerja keras selama bertahun-tahun dan kini apa yang ku inginkan tercapai walaupun tidak sepenuhnya. Dan akan ku buat seseorang yang di masa lalu ku mengingat ku kembali dan bahkan menjadi fans ku.


Aku masih mencintai nya? Mungkin, aku bahkan bingung dengan perasaan ku saat ini. Apakah dia masih mencintai ku? aku tidak tau dan bahkan mungkin tidak masalah bagi ku, mau dia sudah punya pacar atau belum itu bukan urusan ku.


Dan belum lama kini aku sudah terkenal di seluruh kota-kota yang ada di dalam negara ku. Apakah kau sudah melihat dia yang sekarang? belum. Tapi aku akan berusaha untuk mencari nya dan memulai permainan yang telah aku siap kan seumur hidup ku. Aku melupakan sesuatu,... yang tau tentang kejadian ini hanyalah teman-teman grup ku, ingat HANYA teman grup ku. Agensi ku? Mereka TIDAK TAU tentang kejadian ini.


Park Jisung POV


"Mimpi... mimpi semua orang bisa saja menjadi nyata dan ada juga yang tidak nyata, dan bahkan juga sebuah petunjuk untuk masa depan. Kita semua juga tidak tau mana yang benar hanya tuhan yang tau tentang mimpi itu"


"Sung!! bangun woy!"


Byur!!


Aku bangun dari mimpi ku... Kalian tau mimpi apakah itu? Yap mimpi yang membuat ku mengenang masa lalu.


"Heh, malah bengong... cepat mandi sana... Lupa ya kan sekarang ada jadwal pemotretan"


"Iya... iya udah bangun Mark hyung"


Setelah mendengar omongan Mark yang omongan nya melebihi ibu-ibu belanja di pasar, aku pun mandi dan bersiap-siap untuk pemotretan. Aku dan Mark telah siap dan kini sedang menunggu yang lain.


"Kamu mimpi tentang dia lagi?" Tanya Mark saat itu.


"Iya" Jawab ku seadanya.


"kenapa kamu tidak bisa melupakan nya?" Kini bukan Mark yang bertanya melainkan Jaemin.


"Entahlah hyung... aku sudah berusaha untuk tidak memikirkan nya," kalau kalian menganggap apa yang aku katakan jujur itu salah besar, Kenapa? tentu saja karena aku sudah berjanji untuk balas dendam pada nya.


Semua anggota sudah siap dan kini pun kami pergi untuk pemotretan di lokasi yang telah dikirimkan melewati pesan dari pihak Entertaiment kami. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya kami sampai di lokasi tersebut. Kalian tau kah, setelah ini grup ku akan menghadiri fansign dan aku mulai kepikiran untuk acara tersebut.


"Sung!! jangan bengong lah... Kita kan kerja," Kata Chenle.


"Iya hyung, mian" Jawab ku.


"Sana ganti baju setelah Renjun kan giliran mu" Mark hyung menyuruh ku untuk ganti baju, yha apa boleh buat, Jadi lah aku ganti baju.


Setelah aku ganti baju, langsung aku siap-siap ke tempat yang sudah disediakan dan mulai berpose. Bagi ku pemotretan itu bukan hal yang sulit. Setelah diri ku, giliran Haechan Hyung dan mungkin setelah istirahat beberapa menit baru kita akan ke acara fansign.


"Nih makanan nya," Renjun sambil ngasih makanan dan tentu saja bersama minuman nya ke anggota masing-masing.


"Makasih hyung," kata Chenle.


"Ne, tapi kemana perginya jisung?" Tanya Renjun.


"Enggak tau," Mark mulai panik.


"Mungkin di toilet" Kata Chenle.


"Kalau begitu aku akan menyusul nya sebentar," Jawab Renjun.


Renjun mencari Jisung di toilet, hasilnya? TIDAK ADA. Tetapi Renjun tidak panik, dia sudah mengenal Jisung sejak lama. Dan Renjun berjalan ke arah rofftop, dan menemukan Jisung yang sedang melamun sambil mengendong kucing yang entah dimana dia menemukan nya.


"Nih... Minum dulu," Renjun menyodorkan minuman yang sengaja dia bawa saat hendak mencari jisung.


"Terima kasih," Jawab Jisung.


"Hm... mungkin" Jawab Jisung.


"Tapi bagaimana kalau ketauan sama..."


"Kalau aku benar-benar mencintai nya, ya aku akan memperjuangkan nya.... tetapi kalau tidak ya sudah..."


Drt...drt...


Hp Renjun bergetar dan menampilkan sedang ada panggilan yang masuk... dan panggilan itu dari Mark. Cepat-cepat Renjun mengangkat telefon tersebut.


"Cepat setelah ini kita berangkat." dan panggilan terputuskan.


Dengan segera Renjun dan Jisung kembali. Setelah mereka kembali, baru lah mereka berangkat ke acara Fansign. Dan beberapa menit berlalu... Mereka pun telah sampai di acara fansign tersebut.


"Yakin kalau dia bakalan kesini? atau bahkan jadi fans mu?"


"Ya... yakin aja" Jawab dengan tegas.


Setelah beberapa menit berlalu, Jisung belum menemukan seseorang yang dia cari selama ini. Dan pada saat itu juga fans bergilir kembali.


"Annyeong oppa," Sapa Penggemarnya.


Kenapa suara ini tidak asing lagi bagi ku.... Dengan cepat Jisung menoleh.


"Kamu?" Bagaimana tidak terkejut, orang yang selama ini mengganggu pikiran nya muncul secara tiba-tiba.


"Tunggu... Emang kita kenal sebelumnya?" Tanya fans nya.


"Ha? Jadi enggak ingat? Cowok yang pernah jadi pacar kamu dan enggak lama kamu putusin hanya gara-gara ada cowok yang lebih populer.."Jawab Jisung.


Fans nya terkejut bahkan hampir teriak,"Jadi kamu...J-Jisung yang..."


"Iya... kenapa kaget?" Jawab Jisung dengan Smirk jahat nya.


"Udah lah sung... Lupain masalah itu dan nih buat kamu," Kata fans nya sambil menyodorkan boneka beruang yang punya kantong dan memegang love.


Blushh... Yap pipi Jisung memerah..." Makasih Yur..."


"Masih lucu ternyata..." Kata Yura.


"Nggak mau foto? habis ini waktu bergiliran lagi lho..." Kata Jisung.


"Yuk..." Sambil mengeluarkan hp serta album dan segera berfoto dengan Jisung.


"Nih... " Sambil memberikan album yang sudah di tanda tangani oleh Jisung.


"Makasih ya sung dan lupa kan saja kejadian... ya itu lah pokok nya," Ucap Yura sambil beraegyo.


"Enggak semudah itu... kalau untuk ku..." Kata Jisung lemas.


"Bisa sung, Fighting buat semua nya." Kata Yura.


Dan.....


Bersambung.....


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.