
Jisung POV
Aku menghampiri Yura yang ada di dapur. Sesampainya aku melihat Yura yang sedang cemberut.
“Yura..” Panggil ku menghampirinya. Yura tidak menoleh, dia sibuk menyiapkan makanan.
“Kamu ngapain Yur?” Sekali lagi aku tanya kepadanya.
“Panggil semua temanmu, suruh mereka makan.” Kata Yura dingin.
Aku pergi ke ruang tamu, “Hyung! Disuruh Yura makan noh...” Kata Ku.
“Wih... Yura yang masak in?” Tanya Jungwoo.
“Iya” Jawab ku dan kembali ke dapur.
Sesampai di dapur, para member duduk di tempat masing-masing.
“Terima kasih Yur, sudah mau masak in buat kita.” Kata Doyoung.
“Sama-sama” Jawab Yura.
“Wih... Siapa yang masak nih?” Tanya Jaehyun Hyung yang baru datang.
“Itu tuh calon adik ipar...” Kata Mark Hyung sambil ngelirik Yura.
Jisung POV End
.
Author POV
“Yura yang masak nih?” Tanya Jaehyun sambil senyum ke Yura.
“Ekhem... “ Jisung berdehem karena tingkah Jaehyun.
“Ya sudah kalian makan aja dulu, aku mau cari udara.” Kata Yura dan pergi dari sana.
“Samperin sung... Malah diem aja...” Kata Johnny.
“Kayaknya dia mau ngomong berdua doang sung...” Kata Taeil.
“Bener tuh...” Sambung Jaehyun.
Dari sanalah Jisung pergi menyusul Yura yang ada di depan rumah. Sesampainya di luar rumah, Yura tidak ada dan mobil nya Taeyeon yang dipakai Yura juga tidak ada. Di meja ada surat yang berisi, ‘Annyeong anak mama yang tersesat... Aku duluan ke sana. Kalau kamu ke sana maka kamu akan menemukan sesuatu –Peri kecil.’ Itulah isinya dan di bawahnya ada tanggal 21 Juni tidak disertai dengan tahun. Jisung heran sekaligus bingung, dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada hari ini.
Yura atau ...? –batin Jisung
Flashback
Dengan segera Jisung mengambil hp serta dompetnya. Sekarang dia ingat bahwa hari ini adalah hari dimana dia pertama kali punya teman bernama Rara. Pada saat itu Jisung bermain di dekat rumahnya, dia satu perumahan dengan Rara. Jisung berjalan-jalan untuk melihat perumahan yang lain, dia berjalan sampai di taman. Setelah menemukan taman Jisung bermain dan saking asiknya bermain, hari sudah menjelang malam. Dia ingin kembali ke rumahnya, tetapi dia lupa karena sebelumnya dia berjalan tanpa arah. Dan pada akhirnya Jisung menangis dan pada saat itu Rara pergi ke taman karena dia mendengar tangisan seseorang. Rara memberanikan diri, berjalan mengelilingi taman, dan tepat di ayunan dia melihat seorang anak yaitu Jisung. Rara menghampiri Jisung yang sedang menangis.
“Hei, kamu kenapa menangis disini? Dan kenapa tidak pulang?” Tanya Rara.
“Ka-kamu siapa?” Tanya Jisung di sela isakan nya.
“Itu enggak penting yang penting itu kamu ngapain disini kayak kucing yang tersesat” Kata Rara. Jisung memandang wajah Rara dan malah nangis lebih keras.
“Eh iya-iya jangan nangis dong... Aku antar kamu pulang deh.” Kata Rara membantu Jisung berdiri.
“Benar ya...” Tanya Jisung dibalas
Rara dengan anggukan.
Setelah itu Rara membawa Jisung mengelilingi perumahan, untung saja perumahan nya tidak terlalu besar jadi Rara lumayan hafal. Rara membonceng Jisung, dia mengendarai sepedanya dengan sangat ahli. Rara juga hafal dengan jalanan yang ada di perumahannya, karena itu dia bersepeda tanpa pengawasan dari orang tuanya.
“Memangnya kamu nggak pernah keluar rumah?” Tanya Rara.
“Enggak, aku dilarang sama eomma ku” Jawab Jisung.
“Laki-laki kok anak mama... Jadi laki-laki tuh enggak boleh nangis dalam hal apapun...” Kata Rara bijak.
“Oh iya ciri-ciri rumah mu apa?” Tanya Rara.
“Warna Biru langit dan pagarnya gambar kucing” Kata Jisung.
“Oh kalau itu aku pernah tahu...” Kata Rara.
“Kamu hebat ya hafal jalan...” Kata Jisung.
“Nama mu siapa?” Tanya Rara.
“Park Jisung...”
“Benar... Makasih ya peri kecil” Kata Jisung berterima kasih.
“Sama-sama... aku pulang dulu ya...” Kata Rara dan langsung pergi.
Pada saat itulah, Jisung dan Rara sering main bersama. Sampai pada akhirnya Jisung pindah rumah dan Jisung memberi Rara boneka kucing pada saat main bersama. Mamanya Jisung? Dia kenal dengan Rara. Dan pada saat itu juga Rara sedih karena kehilangan teman lagi.
Flashback End
Di sinilah Jisung berada sekarang, di mana dia pernah tersesat. Di taman, Jisung memasuki taman itu dan berjalan ke arah ayunan. Jisung terkejut, di ayunan ada sebuah kotak yang berisi kue, ya tidak begitu besar dan ada pisau serta dua piring.
“Jisung!” Panggil seseorang.
Jisung menoleh, “YURA! Kamu kok bisa di sini?” Tanya nya.
“Huft benar-benar lupa ya... Kalau ini gimana?” Kata Yura sambil menunjukkan boneka kucing dari belakang punggungnya.
“Ber-berarti kamu Rara?” Tanya Jisung.
“Yup! Rara... Yang pernah nemuin anak mama yang tersesat dan menangis di sini.” Kata Yura terkekeh.
Tes!
Air mata jatuh dari pipi Jisung.
Dia benar-benar tidak menyangka bahwa selama ini Rara adalah Yura, pacarnya saat ini. Dia berlari memeluk Yura erat, tangis nya pecah pada saat itu juga.
“Kok kamu bohongin aku? Hiks.. Hiks... ” Tanya Jisung cemberut disela tangis nya.
“Ya maaf... Kan biar seru sung. Udah lah jangan nangis, awalnya aku pingin ngasih tahu kamu waktu kita lulus, tapi ternyata kamu malah pindah sekolah.” Kata Yura.
“Hueee... Yura jahat... Icung enggak like..” Kata Jisung.
“Udah jangan lebay... Nih tisu..” Kata Yura sambil memberikan tisu kepada Jisung.
Saat Jisung membereskan wajah dan rambut nya yang berantakan akibat dia nangis, Yura memasang dua lilin ke kue dan menyalakan nya.
“Nih Sung... Kita niup nya bersama tapi doa dulu... Oke?” Tanya Yura.
“Oke”
Jisung dan Yura berdoa sesuai keinginan masing-masing, setelah itu mereka meniup lilin. Setelah itu foto bersama dan merubah foto profil akun sosial media mereka menjadi foto mereka dengan memegang kue itu. Yura dan Jisung memotong kue nya menjadi sembilan, mereka akan ngasih untuk member nct. Duanya mereka makan bersama.
"Terima kasih ya Yur...” Kata Jisung berterima kasih.
“Sama-sama, habis ini balik yuk sung” Ajak Yura.
“Ya” jawab Jisung.
Setelah memakan kue, Jisung mengantarkan Yura ke Rumah Taeyeon.
"Terima kasih sung sudah mau ngantar...” Kata Yura.
“Sama-sama peri kecil... Aku balik ya...” Kata Jisung.
“Ya.. Hati-hati sung...”
“Eh iya, Yur kamu mau enggak besok ikut ke Jepang? Lee Sooman ngebolehin ajak kamu... Jadi mau enggak?” Tanya Jisung.
“Aku sih bisa aja sung...Emang kapan?”
“Enggak tau sih, tapi nanti aku kabari deh sama besok Lee Sooman mau ketemu sama kamu. Jadi besok aku jemput kamu terus ke sm bareng...” Kata Jisung.
“Mau ngapain?” Tanya Yura.
“Udah ada lah pokoknya... Aku balik dah Yura...” Kata Jisung dan mengendarai motornya.
Setelah Jisung pergi, Yura segera masuk ke kamar dan beres-beres lalu pergi tidur.
.
.
“Aku setuju” Kata Yura.
.
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.