
Kim Yura POV
Sore telah tiba, waktu benar-benar cepat berlalu jika kita bersama orang yang kita sayangi. Aku dan Jisung sedang duduk sambil bersandar dan saling membelakangi satu sama lain. Benar-benar terasa nyaman, nyaman yang melebihi apapun itu.
"Sung! udah sore nih... balik yuk!" Kata ku sambil membangunkan Jisung yang tertidur.
Dengan setengah sadar Jisung berdiri, "Yuk! Maaf ya jadi ketiduran"
"Santai aja sung, gak apa-apa kok" Aku berdiri dibantu oleh Jisung dan berjalan menemui teman-temannya.
Kita berjalan santai sambil menikmati pemandangan yang ditunjukan oleh langit pada sore itu. Jisung melepaskan tangan yang tadinya bergandengan kini memelukku dari samping. Aku benar-benar sangat menyesal dulu, tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar sayang dengan Jisung... apapun akan aku lakukan supaya dia tetap aman.
"Yura!"
Ada yang memanggilku dan aku tidak asing lagi dengan suara ini, bahkan Jisung sempat menoleh pada ku, dan raut wajahnya seolah bertanya 'Siapa yang memanggilmu?'. Aku mengangkat bahu, tanda aku juga tidak tau.
Pada saat aku menoleh...
Dari arah belakang, terdapat orang yang sedang bersepeda dengan teman-temannya. Mereka menggunakan masker, jadi aku tidak tau siapa mereka. Dan pada saat yang paling depan melepaskan masker yang dia kenakan, mataku membulat, dan bisa dipastikan tangan Jisung yang tadinya berada dipundak ku kini berpindah dan memegang erat tangan ku.
"E...Eunwoo!" Kata ku dan Jisung bersama.
"Masih ingat ya? Oh, dan kamu Jisung kan? adik kelas yang pernah jadi pacarnya Yura, lalu diputusin hanya gara-gara aku lebih tampan dari mu bukan?" Kata Eunwoo sambil smirk jahat.
Aku mengusap tangan Jisung, "Eunwoo... Jangan bicara sembarangan..."
"Kenapa? aku berbicara sembarangan apa? Dan kenapa kamu masih sama dia Yur?" Tanya Eunwoo.
"Heh... Udahlah... Yuk sung, kita pergi dari pada disini panas banyak SETAN" Kataku sambil menatap Eunwoo tajam.
"Sung! Kok lo diem aja... Bisu?"
Plak!!!
Kesabaran ku sudah habis... benar-benar habis... Aku menamparnya sangat keras dan dengan segera menarik tangan Jisung.
"Jadi Cowok tuh jangan bodoh dan satu lagi Jisung tuh gak bisu... Paham LO" Dan aku segera menarik Jisung untuk pergi dari neraka jahanam itu.
1 Langkah
2 Langkah
3 Langkah
...
20 Langkah
Hening
"Sung! Jangan didengerin ya... kan mereka emang SETAN" Kata ku kesal. Gimana nggak kesal abis romantis-romantisan, tiba-tiba jadi akward kan nggak elit banget.
Tes!
Jisung tiba-tiba meluk dan pelukan yang dia berikan sangat erat...
"Maaf ya Yur... aku tadi enggak bisa ngomong ataupun ngelakuin apa-apa..." Katanya sambil nangis.
"Eh... Iya sung... Enggak papa kok... Cuma jangan dengerin omongan mereka aja... Dan jangan Nangis lah, kalau semisal ada fans mu yang tau kamu nangis tanpa sebab kan nggak etis banget.."Kata ku sambil mengelap pipi Jisung yang basah.
"Oke sekarang kita harus cepet-cepet balik... pasti temen mu pada nyariin..." Kata ku sambil menarik tangan Jisung, mengajak Jisung untuk ikut berlari. Benar-benar Indah... Huft semoga nggak akan ada yang terjadi lagi -Batinku dan Jisung.
Kim Yura POV END...
Flashback...
"Jadi cowok tuh jangan bodoh dan satu lagi Jisung tuh gak bisu... Paham lo" Kata Yura.
Setelah kepergian Yura, Eunwoo benar-benar tidak nyangka... sama sekali tidak menyangka kalau Yura akan menamparnya.
"Udah lah woo... Lupain aja..." Kata MJ menenangkan Eunwoo.
"Iya Hyung... kayak enggak ada cewek lain aja... Kan banyak cewek di dunia ini Hyung... Dan yang mau sama Hyung kan juga banyak..." Kata Moonbin ikut menenangkan.
"Enggak bisa! Dia benar-benar cewek yang berbeda dari pada yang lain. Dia kalau menyayangi satu orang... maka apapun pasti akan dia lakukan untuk kebahagiaan orang yang dia sayangi itu. Maka dari itu dia benar-benar menarik perhatian ku. Oh iya dan satu lagi... Waktu SMP, aku pernah dapat truth or dare... dan pada saat itu aku mendapatkan dare, dan yaaa dare nya adalah menembak si Yura di depan umum. Awalnya dia menolak dan bersikeras untuk tidak berpacaran dengan ku. Jadi aku memaksanya dan mengancamnya bahwa jika dia tidak mau berpacaran dengan ku maka aku akan melakukan hal yang tidak diinginkan olehnya kepada Jisung. Singkat ceritanya, aku tertarik pada dia karena waktu aku menembak nya dia langsung tidak mau. Biasanya kalau perempuan di sekolah ku dulu.. sekali ku dekati langsung bahagia banget... padahal aku nya biasa aja." Jelas Eunwoo panjang lebar.
"Terus mau mu apa?" Tanya Jin Jin.
"Aku enggak akan ngebiarin Yura bahagia bersama Jisung!"
"Udah lah... mendingan kita balik aja...Udah mau malam" Kata Rocky.
Flashback END...
Park Jisung POV
"Yang ditunggu-tunggu dateng juga nih..." Kata Haechan heboh.
"Silakan makan... Tuan Putri dan Pangeran" Kata Mark.
"Kalian habis ngapain sih? lama amat dah..." Tanya Jeno.
"Cuma jalan-jalan aja..." Jawab ku.
"Ke tempat masa lalu" Tambah Yura.
"Masa lalu mah lupa in aja...Kan kalian bisa ngulang dari awal..."Kata Dilan (jaemin)
"Kalian makan! Kita mau balik duluan... Oke?" Tanya Renjun.
Aku dan Yura mengangguk bersama.
"Ciee... ngangguk nya barengan... Jangan-jangan jodoh nih..." Biasa Haechan lebay.
"Apasih..." Yura pipinya blush... Lucu banget.
"Dan berterima kasih lah... yang bayar semua nya adalah Sultan kita... Yeayyyy" Kata Jeamin lebay, sambil mencoba ngerangkul Chenle.
"Terima kasih Chenle oppa..." Kata Yura sambil senyum, kan aku jadi cemburu...
"Ya sama-sama... Liat noh Jisung wajah nya raut-raut wajah cemburu noh..." Kata Chenle.
"Ya udah kita pergi... dadah..." Kata semua teman-teman ku.
"Makan Yur... jangan diliatin mulu" Kata ku sambil mencoba menyuapi Yura.
"Iya...Udah biar aku sendiri aja..." Kata Yura, aku enggak ngelepas sendok tadi...
"AAaa..." dan Yura pun membuka mulut nya.
"Makasih ya sung... Buat hari ini... semuanya..." Kata Yura sambil tersenyum lebar.
Jangan lebar-lebar sung ntar kayak Joker lagi -Author.
Eh iya ya... tapi kan author yang buat...Gimana sih? Ku pecat lo ya...-Jisung.
Ya lo bodoh yang bakalan gue pecat atau Yura nya dikasih ke Eunwoo aja ya -Author.
JANGAN T_T -Jisung.
Maaf ya... Gak jelas emang :)
"Sama-sama Yur..." Aku mengambil tangan Yura perlahan dan menciumnya.
Blush!!
"Jangan ngeblush Yur... Nanti aku diabetes" Kata Jisung. Bucin emang -_-
"Belajar dari mana sih? dari Dilan Ver. Korea ya?"
"Enggak kok" dan kita pun menghabiskan makanan yang telah disediakan.
Setelah selesai, aku mengantar Yura pulang.
"Yur... Rumah mu di mana sih...kok enggak nyampe-nyampe?" Tanya ku.
"Emang enggak nyampe-nyampe, dari tadi aku muterin kamu doang hehehe" Kata Yura nyengir.
"Ha?"
"Habis ini sung... belok kanan nanti di situ rumah ku." Kata Yura.
Setelah sampai, aku melihat ibu Yura dan papa nya yang sedang berdiri dan menikmati teh.
"Udah, turun yuk sung..."
"Iya bawel.."
"Mama!!" Kata Yura bersemangat.
"Lama banget sih Yur... kan acaranya nggak selama itu..." Kata mama Yura, Tante Tiffany.
"Maaf ma..."
"Halo tante... Saya Jisung teman nya Yura" Kata ku ramah.
"Jisung yang mana? Bukan nya dia bias mu di Nct ya Yur?"
"Emang Fans mama... tapi dia juga temen Yura dulu..."
"Ooo... Masuk yuk nak..."
"Enggak usah tante... Saya harus cepet-cepet balik. Yur duluan"
"Eh masuk aja dulu... enggak papa kok"
"Enggak usah tan... Saya duluan... Permisi" Kata ku sambil masuk ke mobil.
Setelah di mobil aku menemukan surat yang isinya nomor dan tertulis nama Yura. Benar-benar bingung... kapan dia menulis nya... dan dengan kecepatan sedang aku menjalan kan mobil ku ke arah dorm.
Di Sisi Lain,
"Aku tidak akan membiarkan kalian bersama..."
.
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.