
Jisung mengajak Yura pergi ke suatu tempat. Yura dan Jisung berjalan melewati jembatan kecil yang ada di Restaurant tersebut. Sebelum selesai melewati jembatan Jisung menyuruh Yura untuk tutup mata.
“Yur tutup mata ya,” kata Jisung.
“Ngapain pakai tutup mata sung,” kata Yura kesal.
“Tapi kalau kamu tutup mata nanti malah ngintip. Pakai kain bentar ya Yur.” Kata Jisung memelas.
“Tapi nanti kalau aku jatuh bagaimana Jisung.” Kata Yura kesal.
“Ya sudah aku gendong deh,” kata Jisung yang langsung jongkok di depan Yura.
Karena tidak mau berlama-lama Yura menuruti permintaan Jisung. Tidak lama Yura digendong, Jisung pun menurunkan nya dengan sangat hati-hati. Tangan Yura bergerak untuk membuka penutup mata yang digunakan tapi ditahan oleh Jisung. Jisung segera pergi ke belakang Yura dan membuka kan penutup matanya itu.
“Eomma,” kata Yura melihat mama nya yang ada di depannya. Yura langsung lari memeluk mama nya itu dan menangis pelan. Dari awal dia sangat merindukan mama nya, seperti sudah tidak bertemu selama beberapa tahun. Setelah beberapa puluhan detik Yura memeluk mama nya, dia pun melepaskan pelukan nya dan mama nya membantu Yura untuk mengusap air mata yang ada di pipi Yura.
“Terima kasih ya sung sudah mau ngebantu aku bertemu eomma ku. Tapi kenapa kamu masih di sini?” Tanya Yura.
“Ohh jadi ngusir ya,” kata Jisung.
“Yura biarin saja dulu, siapa tahu Jisung mau membicarakan hal hal yang penting.” Kata Eomma Yura.
“Maksud eomma apa? Kok aku enggak paham sih eom,” jawab Yura.
Tidak lama Jisung berlutut di hadapan Yura dan mengeluarkan kotak yang berisi cincin, “Yura... Kamu tahu nggak sih kalau aku tuh sebenarnya mau balas dendam dengan mu. Tapi saat aku melihat mu rasa rindu itu muncul lagi. Di hadapan eomma mu sekarang ini adalah perasaan ku yang ku pendam selama ini. Yura kamu mau kan jadi tunangan ku sampai... kapan pun.”
Yura terkejut dengan kelakuan Jisung saat ini. Dia tidak menyangka bahwa Jisung akan melamarnya di depan eomma nya langsung.
“Yura itu loh dijawab kasihan tahu berlutut lama.” Kata Eomma Yura.
“Tapi sung eomma mu sudah tahu tentang yang akan kamu lakukan saat ini?” Tanya Yura ragu.
Dari arah belakang Yura ada seseorang perempuan yang berjalan, “Tentu saja sudah tahu Yura.”
“Tante Sooyoung.” Kata Yura dan langsung berlari ke eomma Jisung.
“Loh Sooyoung,” kata Tiffany eomma Yura.
“Ohh jadi Yura itu anak kamu Tif pantas saja sangat cantik,” kata Sooyoung memuji Yura.
“Tapi Yur kasihan tahu Jisung, kalau pendapat eomma itu terserah mu.” Kata Tiffany.
Yura menoleh ke arah Sooyoung, “Menurut tante gimana?”
“Jangan panggil tante panggil mama aja ya. Kalau mama sih terserah kamu,” jawab Sooyoung dengan senyumnya.
Yura segera berlari ke arah Jisung yang masih berlutut, “Jadi bagaimana?” Tanya Jisung.
“Aku mau...” Jawab Yura gugup dan dengan cepat Jisung memasangkan cincin yang sangat indah ke jari Yura.
Karena senang mendapat jawaban iya dari Yura Jisung segera berdiri lalu memeluk Yura, tapi dengan cepat Sooyoung mencubit telinga Jisung.
“No sung enggak ada peluk-pelukan oke.” Kata Sooyoung tajam.
“Yah eomma mah enggak seru. Tante Tiffany aja setuju masa eomma nggak setuju sih.” Kata Jisung memelas.
“Bodoamat Jisung, kalau kamu coba-coba peluk Yura, awas saja.” Kata Sooyoung tajam.
“Sudah lah Young biarin saja mereka,” bisik Tiffany ke Sooyoung.
“Tap...”
“Kalian enggak apa-apa kok berpelukan seperti teletubies juga enggak apa-apa, abaikan saja Sooyoung dia memang kayak gini dari dulu.” Kata Tiffany.
Dengan cepat Jisung menarik Yura ke pelukannya. Tidak lama suara heboh mulai muncul.
“Akhirnya kalian tunangan juga, semoga kalian selalu bersama ya.” Kata Haechan heboh.
“Yura, Jisung selamat ya.” Kata Mark.
“Di tunggu undangan nikah nya,” kata Jeno.
“Kalau enggak ada uang pinjam uangnya Chenle dulu saja ya. Urusan bayarnya belakangan saja kan Chenle masih banyak uang,” kata Renjun.
“Mereka selalu bertengkar gitu ya?” Tanya Yura.
“Biasa lah Yur, selamat ya semoga bisa terus bersama walaupun...”
“Walaupun kenapa Jaem?” Tanya Yura.
“Walaupun Jisung galak dan dingin.” Kata Jaemin lalu tertawa terbahak-bahak.
“Yura, Jisung selamat ya jangan lupa pajak tunangan.” Kata Taeyeon memeluk Yura.
“Iya Noon terima kasih, Noona juga harus menyusul ya sama Baek Hyung aja sudah cocok.” Goda Jisung.
“Adik kurang ajar ya gini eon,” jelas Haechan.
“Masih mending kurang ajar dari pada bawel mulu.” Balas Jisung.
“Yeee Jisung mah gitu... Nanti aku aduin ke Taeyong Hyung loh.” Kata Haechan berpura-pura sedih.
“Sudah sudah ayo lanjut makan.” Lerai Yura.
“Iya eomma juga lapar.” Kata Tiffany.
Saat itu juga Yura dan Jisung sudah tunangan di depan orang tua mereka masing-masing. Manager mereka? Ya pasti tahu lah. Sebelumnya Jisung sudah meminta persetujuan manager dan Lee Soo-man. Setelah mendapatkan persetujuan semuanya, Jisung memulai membuat rencana bersama member Nct.
Saat Yura, Jisung, dan yang lain kembali ada manager Yura dan manager Nct serta member Nct unit lain termasuk WayV dan tidak lupa pemilik SM Entertaiment yaitu Lee Soo-Man. Beberapa tempat duduk kosong jadi Yura memutuskan untuk duduk yang masih kosong. Setelah Yura duduk dan ingin makan, Manager Jisung, Manager Nct, Lee Soo-Man mengucapkan selamat kepada Yura dan Jisung. Tidak lama, semua orang yang ada di sana segera makan dengan tenang.
Seusai makan, semua orang berterima kasih kepada Jisung karena telah mentraktir semua makanannya. Tidak lama satu per satu orang kembali pulang karena hari sudah larut.
“Eomma nanti pulangnya bagaimana?” Tanya Yura kepada Tiffany.
“Nanti juga dijemput sama papa mu.” Kata Tiffany.
“Kalau Mama?” Tanya Yura kepada Sooyoung.
“Sama, kalau gitu aku dan Tiffany akan ke depan bersama ya. Jaga diri kalian baik-baik dan Jisung jaga Rara baik-baik kalau sampai kamu lukain dia sedikit pun lihat saja.” Kata Sooyoung tajam.
“Iya iya eom,” kata Jisung pasrah.
“Kalau gitu kita duluan.” Kata Tifany dan Sooyoung berjalan ke arah pintu ke luar.
“Kita pun juga harus balik, Yuk!” Ajak Yura.
“Aku dan Yura akan pulang bersama dan Jisung kamu segera balik saja karena tidak baik untuk mu jika pulang malam-malam begini, biar nanti di belakang mobil kita ada mobil Nct 127 saja. Tidak apa-apa kan sung?” Tanya Taeyeon.
“Tidak apa-apa Noon, yuk keluar dulu.” Ajak Jisung.
Setelah semua orang keluar, mereka segera masuk ke mobil masing-masing. Di dalam mobil Yura masih senyum-senyum sendiri karena kelakuan Jisung hari ini membuatnya sangat malu. Tapi di sisi lain dia juga bahagia karena Jisung bisa mengungkapkan perasaannya secara langsung apalagi di depan eommanya.
.
Dear Yura,
Semoga kamu senang bersamanya dan bisa menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Aku memang menyukai mu, tapi rasa suka itu seakan tidak berguna. Semoga kamu dan Jisung baik-baik saja dan ingat aku selalu memihak pada kalian. Dan semoga kamu bisa tersenyum di setiap hari nya, jika kamu bersedih mungkin aku akan datang kepada mu dan mendukung mu supaya kamu bisa terus semangat dan tersenyum ~ILY
.
.
.
Quotes Eps ini ya...
"Kita tidak pernah bisa mengubah masa lalu, tetapi banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa kita petik. Oleh sebab itu kita tidak pernah tahu bagaimana caranya bangkit jika tidak pernah terjatuh"
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.