Memories With PJ

Memories With PJ
Episode 25



Tes!


Darah mengalir dari tangan Guanlin. Yura yang dilindungi oleh Guanlin langsung mengambil alih tangan Guanlin. Suatu kebetulan di sana ada manager Nct serta bodyguard nya. Manager membantu Guanlin, Yura, Jisung, dan Daniel supaya bisa keluar dari kerumunan para fansnya. Setelah itu Yura, Jisung, Guanlin, dan Daniel diajak ke suatu restaurant yang ada di mall.


“Ada apa ini Jisung?” Tanya Manager nya.


“Tadi aku dan Yura akan pergi ke sini untuk membeli kado Doyoung Hyung. Tapi sebelum itu kita mampir ke taman dan tidak sengaja bertemu Guanlin Hyung dan Daniel Hyung. Kita berbicara sebentar dan tidak lama aku dan Yura memutuskan untuk ke mall pada saat itu juga, tapi Guanlin Hyung ingin ikut dengan kami katanya sih supaya bisa membantu Yura kalau semisal ada sasaeng. Benar-benar tidak disangka kalau di mall juga ada sasaeng.” Jelas Jisung panjang lebar.


“Jisung... Jisung... Namanya juga mall pasti banyak orang apalagi kalian seorang idol.” Jawab Manager nya.


“Maaf manager...” Kata Jisung meminta maaf.


“Iya Yura juga minta maaf sama Jisung, manager, Daniel oppa, dan... Alin oppa. Yura minta maaf karena Yura tangan oppa terluka.” Kata Yura meminta maaf sambil menundukkan kepala.


“Sebentar apa hubungan Yura sama Guanlin. Guanlin kan selama ini juga seorang idol, lalu bagaimana bisa kenal dengan Yura?” Tanya Manager bingung.


“Sebenarnya aku dan Yura adalah adik kakak, tapi itu dulu karena sekarang aku bersama eomma kandung ku. Eomma Yura mengangkat ku menjadi anak nya dan tidak lama aku bertemu dengan eomma ku. Dan dengan sangat terpaksa aku dan Yura harus berpisah.” Jelas Guanlin.


“Kalau Daniel?” Tanya Manager melirik Daniel.


“Daniel dulu tetangga kami, jadi dia juga mengenal Yura dan sudah menganggap Yura sebagai adik nya sendiri.” Jelas Guanlin.


“Hah... Jisung, Yura kalian mau membeli barang apa nanti biar saya yang mencarikan.” Kata Manager.


“Eh enggak usah manager nanti malah ngerepotin...” Kata Yura tidak enak.


“Enggak apa apa karena saya juga mau membeli barang di sini juga kok.” Jawab Manager ramah.


“Nanti kalian kirim pesan ke saya saja dan sekarang Yura, Jisung, Guanlin, dan Daniel kalian pulang ke dorm masing-masing. Tapi nanti biar diantar saja dan mobil nya hanya satu, gimana ya.” Kata Manager bingung.


“Enggak apa apa Manager nanti saya, Yura, dan Daniel akan ke rumah saja rumah nya juga tidak jauh dari sini kok.” Kata Guanlin.


“Ya sudah kalau gitu, Jisung kamu harus balik ke dorm jangan ke rumah Yura dulu. Kalau mau ketemu dengan Yura besok saja karena nanti saya akan ke dorm mu dan memberikan hadiah untuk Doyoung.” Kata Manager.


“Iya,” balas Jisung.


“Saya antar kalian ke mobil yang saya bawa tadi.” Kata Manager yang mulai berjalan diikuti Jisung, Yura, Guanlin, dan Daniel.


Setelah sampai di parkir mobil Jisung pergi ke arah yang berbeda ditemani oleh dua bodyguard dan Yura, Guanlin, dan Daniel mengikuti manager. Setelah sampai di depan mobil manager tidak lupa Yura, Guanlin, dan Daniel mengucapkan terima kasih. Guanlin dan Daniel masuk duluan ke mobil, sedangkan Yura masih berada di luar bersama manager membicarakan hadiah untuk Doyoung. Setelah itu Yura segera masuk ke mobil dan duduk di samping Guanlin.


Selama diperjalanan tidak ada obrolan sama sekali antara Yura, Guanlin, dan Daniel. Mereka menutup mulut masing-masing dan memperhatikan hp masing-masing. Yura mengingatkan Guanlin untuk memberi kabar kepada manager serta teman-teman nya. Guanlin menuruti perkataan Yura dan langsung mengetik layar handphone milik nya.


Butuh waktu sekitar delapan menit untuk sampai ke rumah Yura. Setelah sampai Yura, Guanlin, dan Daniel segera masuk ke dalam rumah. Sampai pintu rumah terkunci tetapi untung saja Yura selalu membawa kunci cadangan kemana-mana. Setelah pintu terbuka Yura, Guanlin, dan Daniel segera masuk ke ruang tamu.


“Pasti eomma ada di dapur, kita kagetin yuk Yur.” Ajak Guanlin.


“Ayo...” Kata Yura dan jalan terlebih dahulu ke dapur.


Sesampai di dapur ada eomma Yura yang lagi masak makanan untuk makan siang. Yura masuk ke dapur terlebih dahulu.


“Eomma...” Kata Yura sedikit teriak.


“Yura kamu kok bisa di sini.” Kata Eomma nya.


“Ya bisa aja lah eomma, oh iya oleh-oleh nya sudah sampai kan?” Tanya Yura.


“Sudah dari kemarin.” Jawab Eomma nya.


“Aku bantuin ya eomma.” Kata Yura mengambil alih pisau.


“Iya...” Balas Eomma nya.


Satu detik...


Dua detik...


Tiga detik...


Guanlin memeluk eomma nya dari belakang.


Buk!


“ALIN!!!” Teriak Eomma Tiffany dan langsung memeluk Guanlin.


“Ahahaha... Eomma lucu banget sih kalau terkejut.” Kata Guanlin terbahak-bahak.


“Bilang apa Lin... Coba bilang satu kali lagi.” Kata Eomma Tiffany sambil mencubit telinga Guanlin.


“Hahaha....” Tawa Daniel sambil senyum manis.


“DANIEL!!!” Teriak Eomma Tiffany lagi.


“Eomma sudah diam... Jangan teriak mulu nanti kuping Yura bisa pecah.” Kata Yura masih fokus memasak dengan muka sebal.


“Tau nih Eomma.” Lanjut Guanlin.


“Yura juga kenapa enggak bilang bilang kalau ada Guanlin sama Daniel hayo...” Kata Eomma Tiffany.


“Ya maaf eomma nanti kita ceritain kejadian nya deh.” Kata Yura.


“Ya sudah sana ke kamar masing-masing biar eomma masakin buat kalian. Kamar kalian masih sama dan juga masih bersih. Kamar Guanlin juga masih rapi.” Kata Eomma Tiffany.


“Ululu... Eomma terima kasih.” Kata Yura mencium pipi sebelah kanan eomma nya.


“Iya eomma terima kasih sudah mau beres-beres kamar.” Kata Guanlin yang juga mencium pipi eomma nya sebelah kiri.


“Iya sama-sama.” Jawab Eomma Tiffany mencium pipi Yura dan Guanlin.


“Ayo lah aku lelah Lin.” Eluh Daniel.


“Ya sudah yuk Yur.” Kata Guanlin menarik tangan Yura.


Sebelum sampai di kamar Guanlin mereka lebih sampai di kamar Yura terlebih dahulu. Yura segera masuk ke kamar dan langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur nya. Tidak lama pintu kamar Yura terbuka dan tampak lah Guanlin dan Daniel yang masuk ke kamar nya.


“Kalian mau ngapain ke sini?” Tanya Yura.


“Mau liat tv Yur sama ngangguin kamu.” Jawab Guanlin sok imut.


“Hilih... Jangan di imut-imut in itu muka nya. Karena oppa nggak seimut Jisung.” Jawab Yura melirik Guanlin kesal.


“Mentang-mentang sudah punya tunangan gitu.” Kata Guanlin kesal dan segera duduk di tempat tidur Yura.


“Tau nih Yura, tapi aku lebih imut dari pada Alin kan.” Kata Daniel percaya diri.


“Enggak kalian sama-sama enggak imut yang imut itu cuma Jisung.” Kata Yura.


Daniel dan Guanlin saling menatap dan tidak lama tersenyum.


Buk!


Kini Yura di dorong oleh Guanlin sehingga menjadi posisi tidur.


.


.


.


Bersambung...


.


.


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.