
Kini Yura, Taeyeon, dan para member Nct Dream sudah berada di rumah sakit khususnya mereka sudah berada di depan ICU VIP yang dipakai untuk memeriksa Jisung, Guanlin, dan Eunwoo. Tidak lama para member astro bersama managernya datang dengan tergesah-gesah.
"Apakah Eunwoo ada di sini?" tanya managernya.
"Iya," jawab Taeyeon.
"Maafkan aku mianhe..." Kata Yura frustasi karena orang-orang yang dekat dan sangat dia sayangi tertembak saat menyelamatkan dirinya.
"Sudah ini bukan salah mu Yur... Kan mereka yang ingin menolong mu," kata Taeyeon memeluk Yura yang menangis dan tampilan yang sangat buruk.
Setelah 5 menit datanglah para member wanna one yang hanya Sungwoon, Minhyun, Daniel, dan Jihoon saja beserta manager mereka.
"Yura dimana Guanlin? Apakah dokter belum keluar?" tanya Daniel bertubi-tubi.
"Masih ditangani dokter oppa," jawab Yura.
Tidak lama dokter keluar bersama beberapa suster. Dokter menyuruh para manager untuk memberitahu tentang penyakit mereka.
"Kalau ada yang mau menjenguk silakan, tapi berdua saja jangan banyak-banyak." Jelas dokter tersebut kemudian pergi.
-
Aku berada di sebuah ruangan yang tidak pernah aku temui. Aku lupa dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Ruangan ini gelap sangat gelap membuat rasa takut ku sedikit muncul. Aku lupa dengan semuanya, tetapi tidak dengan seseorang yang sangat aku cintai, Yura. Di dalam ruangan ini aku sama sekali tidak melihatnya, padahal aku sangat merindukannya.
"Jisung," panggil seseorang membuatku menoleh seketika.
"Jaemin Hyung," kata ku saat melihat Jaemin Hyung ada di sana.
"Kamu harus cepat bangun Yura sudah menunggu mu berhari-haru. Bangunlah setidaknya sebentar saja atau bahkan kalau bisa lama dan selamanya. Kasian Yura dia selalu menemani mu setiap hari, jadi aku katakan cepat bangun." Kata Jaemin Hyung yang sama sekali aku tidak paham.
"Suruh Yura kemari Hyung, aku menunggunya di sini dan aku tidak tahu cara keluar dari sini hyung, dan tolong jagalah Yura bahagiakan dia kalau aku belum bangun atau bah..."
"Bodoh... Sudahlah intinya kamu harus segera bangun, karena Yura hanya menyukai mu sangat menyukai mu." Kata Jaemin kemudian segera pergi menjauh dari Jisung.
-
"Lin oppa cepatlah bangun, eomma sudah ada di sini." Kata Yura menangis ditemani oleh eommanya.
"Yura... Sudahlah Guanlin kan hebat jadi kamu tidak perlu khawatir lebih baik kamu pergi ke kamar Hidung." Suruh eommanya kepada Yura.
"Di sana sudah ada Jaemin oppa yang tadi menyuruhku untuk kemari menemani Lin oppa setidaknya sebentar." Jelas Yura kepada eommanya.
"Kamu sudah ke kamar Eunwoo?" tanya Eommanya membuat Yura terdiam.
"Belum," jawab Yura.
"Yura sekarang kamu ke sana ya.. Kan dia sudah membantu mu juga." Kata Eommanya mengelus pelan kepala Yura.
"Ne eomma aku akan ke sana," jawab Yura lalu segera pergi ke kamar Eunwoo.
Yura berjalan ke arah kamar Eunwoo yang pasti akan membuat Yura naik darah. Tetapi bagaimana pun Yura harus mengontrol emosinya. Perlahan-lahan Yura membuka pintu kamar Eunwoo dan terlihatlah Eunwoo yang sudah bangun ditemani teman-temannya.
"Yura," panggil Eunwoo saat Yura masuk ke kamarnya.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi dulu." Kata teman-temannya meninggalkan Eunwoo dan Yura berdua saja.
"Maafkan aku karena aku yang sudah membuat mu seperti ini," kata Yura menjadi sedih lagi karena melihat luka Eunwoo yang cukup banyak.
"Tidak apa-apa Yur," jawab Eunwoo dengan senyumnya.
Yura menggelengkan kepalanya.
"Semoga kamu dan Jisung terus bersatu ya Yur, aku bahagia kalau kamu juga bahagia." Kata Eunwoo sambil tersenyum tulus.
"Iya, semoga saja." Kata Yura menatap Eunwoo sambil tersenyum juga.
"Aku juga minta maaf karena sudah berbuat banyak kesalahan kepada mu dan juga Jisung," kata Eunwoo menatap Yura sedih.
"Tidak apa-apa kok, tapi Woo aku mau tanya gimana kejadiannya sampai bisa kamu dan Lin oppa bisa bersama?" tanya Yura ingin tahu.
"Kamu tahu dari siapa?" tanya Eunwoo balik.
"Diberi tahu Taeyeon eonnie," jawab Yura.
"Jadi awalnya itu aku diajak kerja sama oleh Jiheon, tetapi aku menolak karena aku sudah mengikhlaskan kamu dengan Jisung. Tetapi aku sudah tahu rencana dari Jiheon. Setelah beberapa hari aku terus memantaumu melewati Guanlin, karena kalau aku yang menanyakan kabar mu kamu pasti tidak akan membalasnya. Lalu tidak lama Guanlin pergi ke Jepang karena juga ada kerjaan dan kebetulan kerjaan itu sama dengan ku, jadi kita bertemu. Tidak lama Guanlin mendapatkan kabar dari Taeyeon Noona kalau kamu menghilang. Jadi aku dan Guanlin langsung menghampiri Jisung dan Taeyeon. Selama diperjalanan aku mencoba melacak mu melewati jam tangan yang kamu pakai yang diberikan dari Guanlin." Jelas Eunwoo panjang lebar.
"Lalu?" tanya Yura menunggu kelanjutan Eunwoo.
"Lalu sampailah aku dan Guanlin, kita segera menghampiri Taeyeon dan Jisung. Setelah itu Jisung sempat terkejut saat melihatku bersama Guanlin, jadi Guanlin dan Jisung saling mengobrol sementara aku masih terus mencari mu dan beberapa ketemu lokasimu jadi aku, Guanlin, Jisung segera menemuimu terlebih dahulu." Jelas Eunwoo secara singkat.
"Oh begitu, terima kasih ya Woo kamu sudah mau membantu ku." Kata Yura sambil tersenyum sangat manis.
"Sama-sama," jawab Eunwoo.
"Ya sudah aku tinggal ya karena mau menjaga oppa dulu takut eomma terlalu letih." Kata Yura segera berdiri.
"Nitip salam buat Guanlin, eomma mu, dan Jisung kalau dia sudah sadar," Kata Eunwoo.
"Iya nanti aku sampaikan, cepat sembuh Woo," kata Yura kemudian pergi dari ruangan Eunwoo.
Kini Yura berjalan ke arah ruangan Guanlin lagi. Yura takut kalau eommanya akan lelah karena baru beberapa hari eommanya sampai di Jepang dan langsung menemani Guanlin sepanjang waktu. Ibu kandung dan ayah kandung Guanlin masih banyak kerjaan jadi mereka menitipkan Guanlin kepada eomma Yura. Yura membuka pintu kamar Guanlin terlihat ada Taeyeon dan eommanya.
"Eomma mendingan eomma istirahat satu hari saja di hotel kalau oppa biar Yura yang menjaganya," kata Yura.
"Iya, biar aku yang mengantar mu bibi." Kata Taeyeon kepada eomma Yura.
Tidak lama eomma Yura setuju dan pergi bersama Taeyeon ke hotel. Kini Yura bersama Guanlin, dia duduk perlahan-lahan sambil memegang tangan Guanlin.
"Oppa kapan oppa bangun? Aku merindukan pertengkaran saat bersama mu oppa," kata Yura sambil menangis lagi.
"Ayolah oppa cepat bangun, aku benar-benar merindukan kakak ku yang sangat pemberani saat ini," kata Yura memegang tangan Guanlin dan menangis lagi.
Tiba-tiba...
.
.
Bersambung...
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like ππ», klik favorit β€, rating β, komen atau saran π, vote π, dan follow author.
-from AuthorπΊ