Memories With PJ

Memories With PJ
Episode 13



Author POV


     


Yura dan Jisung balik ke halaman belakang. Selama berjalan bersama, mereka tidak mengobrol sama sekali. Jangan kan mengobrol, mereka bahkan tidak mau memandang satu sama lain. Sesampainya di sana, Yura dan Jisung melihat tempat duduk yang kosong. Tempat duduk ini bersampingan, Ngapain sih tempat nya pakai sampingan segala -batin Yura. Karena Yura tidak mau, dia berjalan ke arah Jaemin yang ada di sebelah kirinya Taeyeon.


"Jaem oppa, tuker tempat dong..." Kata Yura memelas.


"Kenapa?" Tanya Jaemin.


"Maksud nya?" Tanya Yura.


"Kenapa enggak mau duduk di sana saja, kan enak sebelah Jisung." Kata Jaemin.


"Gak mau..." Jawab Yura.


       


Jaemin berdiri dari tempat duduk nya, menarik tangan Yura dan menuntut Yura untuk duduk di sebelah Jisung. Sesampai di tempat, Yura disuruh paksa sama Jaemin untuk duduk, mau tidak mau Yura duduk di sebelah Jisung. Setelah Yura duduk, "Nah akhirnya... Karena sudah ada yang punya acaranya langsung kita mulai saja..." Kata Mc Haechan.


Entah kenapa Haechan jadi Mc -Author.


Kan elu sendiri yang nyuruh thor... Gimana sih -_-  -Haechan.


"Yeayyy" Teriak Xiaojun.


"Bukan teman ku.." Kata Lucas yang ada di sebelah nya.


"Dia siapa? Aku nggak kenal, "kata Taeyong.


"Heh... Berisik sendiri..." Kata Haechan kesal.


Semua nya tertawa...


"Chan yang bener dong kalau jadi mc..." Kata Baekhyun yang ada di sebelah Taeyeon.


"Yee... Hyung mah gitu.. Kalau gitu Hyung aja deh.." Kata Haechan menyerah kan mic nya ke Baekhyun.


"Berani lagi, enggak usah main game bareng..." Ancam Baekhyun.


   


Melihat pertengkaran Baekhyun dan Haechan, Yura menjadi pusing. Dia tidak tahan melihat nya, jadi Yura berdiri dan berjalan ke arah Haechan. Mengambil mic nya dari Haechan dan berkata "Silakan menikmati semua nya."


Setelah itu...


.


.


.


Bruk!


Yura terjatuh ke tanah, membuat semua orang yang ada di sana langsung mengelilingi Yura. Jisung yang berada di barisan paling depan atau paling dekat dengan Yura langsung menggendong Yura dan membawa nya ke kamar. Taeyeon segera mengambil ponsel nya yang dibuat main oleh Baekhyun dan segera menelpon dokter. Semua orang mengikuti Jisung yang berjalan ke arah kamar Yura, tetapi semua orang tidak masuk, mereka berbaris lalu duduk berhadapan tetapi di tengah tetap ada jalan atau kosong.


     


Jisung meletakkan Yura dengan hati-hati. Dia sangat khawatir dengan keadaan Yura saat ini. Tidak lama pintu kamar terbuka ada dokter yang akan memeriksa Yura serta asisten nya. Jisung berjalan ke arah dokter itu, "Dokter tolong selamat kan pacar saya dok..." Kata Jisung memohon kepada dokter nya.


Taeyeon yang ada di depan pintu mulai masuk dan menarik Jisung untuk keluar dari kamar.


2 Menit...


5 Menit...


10 Menit...


Dokter yang memeriksa Yura keluar dari kamar Yura disusul oleh asisten nya yang membawa kotak yang berisikan obat.


"Bagaimana keadaan adik saya Yen?" Tanya Taeyeon, dokter Yena yang memeriksa tidak terkejut, karena dia tahu bahwa seseorang yang sudah dekat dengan nya pasti dianggap seperti keluarga nya sendiri.


"Dia baik-baik saja. Yura hanya kelelahan, mungkin ada kegiatan yang membuat nya sangat letih sehingga menyebabkan dia pingsan. Dia sebelum nya sudah sadar dan dia bilang kalian semua harus selesai kan acara nya. Kata nya makanan yang sudah disajikan harus habis." Kata Dokter Yena tersebut.


"Baik lah, terima kasih Yen. Kamu memang dokter terbaik..." Kata Taeyeon bangga.


"Sama-sama Yeon. Kalau begitu aku duluan,"kata Dokter Yena.


Setelah Dokter Yena dan asisten nya pergi,


"Kalian lanjut kan saja acara nya, aku akan menemani nya di dalam. Tapi aku akan menyiapkan makanan dan vitamin untuk Yura terlebih dahulu." Kata Jisung yang segera pergi ke dapur diikuti Jeno karena Jisung tidak bisa memasak.


Setelah Jisung dan Jeno pergi, para member, Taeyeon, Baekhyun dan Kai kembali ke halaman belakang. Mereka mengobrol seperti biasa tapi tidak begitu semangat karena merasa tidak enak kepada Yura.


"Kalau saja Yura tidak memasak makanan ini dan mentraktir kita ke Restaurant XX ya kan. Kalau pun dia nggak punya uang aku bakalan bantuin dia buat bayar semua biaya nya." Kata Chenle.


"Sudah lah.. Semua sudah terlanjur.." Kata Jaemin.


.


.


.


.


.


Fokus Jisung


   


Jisung meletakkan makanan nya di meja yang ada di samping tempat tidur Yura. Dia melihat luka yang ada di tangan sebelah kanan Yura. Lalu dia membangun kan Yura dengan lembut.


"Yura... Bangun yuk.." Kata Jisung pelan sambil mengusap kepala Yura.


"Yur... ayo... makan dulu.." Kata Jisung.


   


Yura mengeluarkan keringat dingin. Dia juga memegang tangan Jisung dan berkata 'Sung jangan pergi...' Tidak lama air mata nya juga ikutan keluar, Jisung semakin berusaha membangun kan Yura. Setelah beberapa detik Yura bangun dengan perasaan terkejut, dia melihat ke samping ada Jisung dan segera memeluk nya.


"Jisung.. Jangan pergi ya..." Kata Yura pelan sambil memeluk Jisung.


"Tenang Yur.. Aku akan terus di sisi mu.." Kata Jisung.


Setelah beberapa detik, Jisung melepaskan pelukan, "Makan dulu ya Yur.." Kata Jisung mengambil bubur yang telah di buat nya (Diajari oleh Jeno).


Yura nurut kepada Jisung. Pada saat Jisung menyuap kan makanan nya Yura memakan nya. Jisung menyuapi Yura dengan kasih sayang. Tidak terasa bubur nya telah habis, Jisung mulai mengambil teh terlebih dahulu.


"Nih Yur... Minum dulu setelah itu baru minum vitamin nya." Kata Jisung memberikan teh hangat kepada Yura.


Yura meminum sedikit teh yang diberikan Jisung, lalu memberikan nya kepada Jisung. Lalu, Jisung memberikan air putih dan vitamin c. Yura meminum vitamin yang diberikan oleh Jisung.


"Terima kasih ya sung..." Kata Yura melihat Jisung dalam.


"Sama-sama Yur..." Jawab Jisung.


"Oh iya... Acara nya gimana sung..Aku ke sana ya..." Kata Yura yang mau turun dari tempat tidur.


"Enggak usah... Acara nya sudah selesai, tadi aku dikasih tau Jeno hyung." Jawab Jisung.


"Sudah habis semua kan?" Tanya Yura.


"Sudah habis semuaaa..." Jawab Jisung.


"Beneran kan? Jisung nggak bohong kan?" Tanya Yura sekali lagi untuk memastikan.


"Iyaa Yura sayang..." Kata Jisung.


Blush!


Yura malu, "Bilangin makasih ya sung buat teman-teman mu." Kata Yura.


"Iya, kalau gitu aku balik ya... Sudah mau malam nih..." Kata Jisung.


"Sendirian?" Tanya Yura.


"Enggak kok... Sama anak Nct Dream..." Jawab Jisung.


"Oh... Ya sudah.."


Cup!


Jisung mencium pucuk kepala Yura.


"Baik-baik ya Yur.." Kata Jisung mengusap kepala Yura.


"Iya" Jawab Yura.


Jisung pun keluar dari kamar Yura dan menyusul anak Nct Dream yang ada di ruang tamu.


"Yuk balik!" Ajak Jisung.


"Yuk!" Jawab Chenle.


"Noona kita baik ya dan tolong jaga in Yura baik-baik." Kata Jisung.


"Iya tenang aja... Yura sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri kok" jawab Taeyeon.


"Kita duluan Noon.." Kata Para member Nct Dream dan segera keluar dari rumah Taeyeon.


.


.


.


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.