Memories With PJ

Memories With PJ
Barang from Jisung



Kini Yura dan Jaemin sedang berada di tempat dimana Jisung sering berlatih dance. Di tempat ini Jisung memiliki banyak kenangan termasuk saat dia debut, bertemu Yura, dan menyimpan barang-barang untuk Yura di sini.


Di ruangan ini banyak sekali foto Jisung bersama Yura yang tertempel di dinding dinding. Yura sangat bahagia karena dia tidak tahu kalau Jisung akan menyukainya seperti ini.


"Meong..." suara kucing membuat Jaemin dan Yura terkejut.


Yura segera menghampiri kucing tersebut dan menggendongnya. Yura sangat menyukai kucing dan di leher kucing tertulis 'Jiyu'


"Oppa apa maksud Jiyu yang tertulis di kalung leher ini?" tanya Yura.


" Kucing yang dititipkan Jisung kepada ku dan untuk mu," jawab Jaemin lalu pergi.


Yura bermain dengan kucing tersebut. Dia sangat menghargai apa yang telah diberikan Jisung untuk nya. Tidak lama Jaemin kembali dengan membawa sebuah kotak entah apa isinya.


"Apa itu oppa?" tanya Yura.


"Tentu saja benda," jawab Jaemin sambil tertawa pelan.


"Aku tahu itu benda, tapi benda apa yang ada di dalam nya oppa," kata Yura gemas.


"Buka saja sendiri," suruh Jaemin kepada Yura.


Yura segera mengambil kotak yang sebelumnya bersama Jaemin dan segera membuka kotak tersebut. Di dalam kotak ada sebuah buku, surat, baju, kalung, dan satu bola salju yang di dalam nya ada pohon sakura.


Yura segera mengambil buku diary dan mencoba mencari sandi nya. Dia sudah mencoba beberapa menit dan belum terbuka, jadi Yura memutuskan untuk membaca surat yang sudah di tulis Jisung terlebih dahulu, sedangkan Jaemin pergi keluar dan bermain bersama Jiyu.


-


Dear Yura,


Hai Yura, saat kamu membaca ini pasti aku sudah tiada tapi kamu tidak perlu sedih. Kalau kamu sedih aku juga akan ikut sedih jadi jangan sedih ya dan bahagia lah selalu.


Gimana kabar mu? Baik-baik saja kan? itu harus kalau kamu tidak baik aku akan marah kepada mu. Dan Jiyu bagaimana? Apakah kamu sudah melihatnya? Anggap saja Jiyu adalah aku supaya kamu tidak sedih lagi.


Jiyu aku temukan di dekat rumah ku saat aku kecil dan setelah aku pindah. Dulu aku sering menganggap Jiyu adalah kamu dan aku harap kamu juga begitu.


Aku membelikan bola salju untuk mu supaya kamu ingat saat kita bertemu pertama kali. Dan sebuah baju dan kalung yang aku rancang sendiri. Bagaimana menurut mu? Apakah baju itu cantik? Tentu saja baju itu cantik sama cantiknya seperti mu. Dan kalung itu... Aku sudah tiada jadi kamu minta tolonglah kepada Jaemin Hyung untuk memasangkan nya kepada mu. Aku tidak akan marah kalau Jaemin yang memasang kan nya untuk mu dan malah aku turut bahagia.


Yura jagalah Jiyu baik-baik dan usahakan untuk menjaganya sebaik mungkin. Kalau dia tiada mungkin aku akan sedih karena tidak ada lagi yang akan mengingatkan ku kepada mu. Tetapi bagaimana pun aku tidak boleh sedih... benarkan Yur...


Yura ini paragraf terakhir yang aku tulis karena aku sudah lelah menulisnya. Kamu adalah orang pertama yang selalu menyemangati ku dalam keadaan bagaimana pun dan kamu juga yang selalu menjaga ku saat aku sakit. Maafkan aku karena tidak bisa membuat mu bahagia saat bersama ku, aku benar-benar minta maaf. Saat aku tiada saat ini kamu tidak boleh sedih dan jangan menyerah untuk karir mu dan biarkan lah para Sasaeng itu karena sebenarnya mereka iri kepada mu. Aku dan semua orang selalu mendukung mu Yura dan terima kasih karena kamu sudah mau menemani ku saat aku mengalami koma. Bagaimana aku tahu? aku tahu dari Jaemin hyung jadi berterima kasih lah kepadanya juga karena setidaknya dia bisa menggantikan ku, walaupun tidak sepenuhnya. Sudah dulu Yur, aku benar-benar lelah yang terpenting jaga diri mu baik-baik dan aku selalu berada di sisi mu selama aku tiada.


Salam manis, Park Jisung yang sangat mencintai Yura.


-


Selesai membaca surat itu air mata yang sangat deras turun dari tempatnya. Jaemin yang melihat Yura menangis langsung menghampiri Yura.


"Yura kenapa?" tanya Jaemin menatap Yura dan melepaskan Jiyu terlebih dahulu.


Yura segera memeluk Jaemin erat membuat Jaemin sedikit terkejut.


"Sudah Yura jangan menangis," kata Jaemin menenangkan Yura pelan-pelan.


"Oppa bantuin Yura pasang kalung ini ya... Karena Jisung yang meminta nya," kata Yura memohon kepada Jaemin.


Jaemin tersenyum lalu mengangguk. Yura segera memberikan kalung tersebut kepada Jaemin. Dan Jaemin segera memasang kan kalung tersebut dengan pelan-pelan.


"Terima kasih oppa," kata Yura tersenyum kepada Jaemin.


"Sama-sama, sekarang kita pulang yuk yur karena sudah malam." Kata Jaemin kepada Yura.


"Iya, tapi bagaimana dengan Jiyu?" tanya Yura.


"Jiyu nanti kamu pegang sedangkan kotaknya taruh di tempat duduk penumpang," jawab Jaemin.


"Ya sudah yuk," ajak Yura kepada Jaemin.


Jaemin mengantarkan Yura kembali ke dorm, sedangkan Yura bermain dengan Jiyu seperti mengelus kepala, Jiyu menggerakkan kaki Jiyu, dan lainnya. Tidak lama Jaemin dan Yura sampai di dorm.


"Nah Yura aku duluan ya," kata Jaemin pamit.


"Enggak mau masuk dulu oppa?" tanya Yura.


"Enggak usah, besok aja deh Yur karena besok juga lagi kosong jadwal." Jawab Jaemin kepada Yura.


"Oh gitu.. Oppa bentar," kata Yura dan berlari mendekat ke Jaemin.


"Ken..."


Yura mencium pipi Jaemin membuat muka Jaemin merah seperti tomat. Setelah itu Yura hanya tersenyum kepada Jaemin.


"Good night oppa dan hati-hati di jalan," kata Yura segera masuk ke dorm.


Mimpi apa aku sung semalam -batin Jaemin.


Dengan cepat Jaemin langsung masuk ke mobil dan segera kembali ke dorm karena takut member lain menghawatirkan nya.


-



Ini Jiyu kucing yang dirawat oleh Jisung sejak kecil dan sekarang dia berikan kepada Yura. Nama Jiyu dibuat oleh Jisung yang terinspirasi dari nama nya dan Yura sehingga menjadi Jiyu.



Dan ini bola salju yang diberikan Jisung kepada Yura untuk mengingatkan Yura saat pertama kali dia bertemu dengan Jisung saat musim gugur bunga sakura.


.


.


.


Bersambung...


Terima kasih untuk para pembaca...


Jangan lupa buat like πŸ‘πŸ», klik favorit ❀, rating ⭐, komen atau saran πŸ’Œ, vote πŸ’Ž, dan follow author.


-from Author🌺