
Jisung memberikan sebuah bingkisan yang terbungkus lucu sehingga Yura menyukai nya. Setelah Yura menerima hadiah yang diberikan Jisung dia berterima kasih meskipun dia tidak tahu apa yang diberikan oleh Jisung. Kemudian Jisung dan Yura makan beberapa macaron dan susu yang sudah dibuatkan oleh Renjun.
“Yur menurutmu kita lebih baik ngerayain di dorm atau di tempat latihan?” Tanya Jisung.
“Ngerayain? Ngerayain ulang tahun Doyoung Oppa?” Tanya Yura balik.
“Gini nih kalau ngomong sama Yura selalu kalau ditanya malah nanya balik.” Kata Jisung kesal.
“Eh iya iya sung jangan marah dong kan aku enggak tahu Sung.” Kata Yura sambil mencubit pipi Jisung.
“Permisi pangeran Jisung dan tuan putri Yura silakan masuk ke dalam untuk makan pagi.” Kata Jaemin berpura pura menjadi ksatria.
“Tapi kita sudah makan Jaem kalau Yura enggak tahu masih lapar atau enggak.” Kata Jisung.
“Bagaimana tuan putri Yura apakah anda masih lapar?” Tanya Jaemin lagi.
“Aku masih kenyang Jaem,” jawab Yura sambil ketawa tipis.
“Ya sudah tapi kalian tetap harus masuk karena kita bakalan nyusun tahap tahap acaranya.” Kata Jaemin meninggalkan Jisung dan Yura.
“Yuk masuk Yur,” kata Jisung menggandeng tangan Jisung.
Yura dan Jisung berjalan menuju meja makan. Di atas meja makan terdapat beberapa roti selai dan sushi. Saat Yura ingin duduk Jisung menarik kursi untuk Yura sehingga Yura tidak perlu menarik kursi lagi dan membuat para member lain bersorak seakan akan mereka selalu menjadi korban obat nyamuk dari Yura dan Jisung.
“Astaga...”
“Kalian bisa enggak sih nyimpan adegan romantis kalian sebentar saja.”
“Banyak banget sih nyamuk nya.”
“Ngingg...”
“Ngueng...” kata Haechan bagaikan motor.
“Plis lah Chan jangan ngelucu nanti aku malah muntah.” Kata Renjun.
“Untung saja aku lagi mode sabar Njun kalau enggak gak tahu lagi deh nasib mu bagaimana.” Kata Haechan menatap Renjun sinis.
“Masa sih Chan kalau gitu khusus Haechan enggak boleh makan.” Kata Renjun jahat.
“Yah Njun masa enggak makan sih kan aku manusia pasti juga lapar.” Eluh Haechan.
“Makan aja tuh dolar Lele,” kata Jeno melirik Chenle dan ketawa canggung.
“Uang mana bisa dimakan.” Jawab Chenle kesal.
“Memang enggak bisa tapi kan nanti bisa ditukar dengan cara membeli makanan nya oppa.” Balas Yura.
“Bucin diam.” Jawab Haechan galak membuat Yura langsung diam sambil memainkan piring kosong yang ada di depan nya.
“Heh Chan kalau ngomong jangan pedas pedas lah kasian sama perempuan yang bakalan jadi pacar lo nanti bodoh.” Kata Renjun membela Yura.
“Tahu tuh kasian Yura bodoh kan lo pernah di buatin makanan sama Yura sampai dia sakit sakitan.” Balas Jaemin.
“Aku merasakan aura gelap yang berasal dari pawang nya.” Kata Chenle sambil pura-pura menghirup hawa yang dia sebutkan.
Tes!
“Loh Yur jangan nangis dong kan aku cuma bercanda,” kata Haechan khawatir.
“Pawang nya sudah panas loh Chan.” Kata Renjun tertawa garing.
“Yah Sung jangan marah lah kan gue cuma bercanda Sung.” Kata Haechan memelas.
“Aku kasih tahu ya Hyung dia punya kakak angkat loh.” Kata Jisung santai.
“Ha? Yura punya kakak angkat? Siapa?” Tanya Haechan antusias.
“Coba tebak, sifat nya dulu deh aku kasih tau deskripsi nya sedikit ya. Kakak angkat Yura tuh termasuk dalam daftar list orang yang hyung kagumi, tinggi, tampan meskipun tampanan aku.” Kata Jisung percaya diri sehingga membuat Yura sedikit tersenyum.
“Orang yang gue kagumi? Siapa?” Tanya Haechan.
“Lai Guanlin jadi kalau mau cari masalah jangan sama Yura sama yang lain saja.” Jawab Jisung dengan wajah serius dan sinis nya.
“Eh Lai Guanlin Wanna One?” Tanya Haechan memastikan.
Jisung hanya mengangguk.
“Yah Yur maafin gue ya Yur.” Kata Haechan memohon pada Yura.
“Loh Yura adik angkat Guanlin yang...”
“Enggak jadi deh,” balas Jeno.
“Loh enggak apa-apa aku enggak bakalan bilang sama Lin Lin oppa juga kok.” Kata Yura melihat Jeno dengan ramah.
“Enggak apa-apa Yur,” balas Jeno.
“Yura maafin Echan ya kan Echan bener bener enggak tahu.” Kata Haechan lagi.
“Enggak usah dimaafin juga nggak apa apa Yur enggak bakalan berpengaruh.” Kata Renjun asal.
“Renjun DIAM.” Kata Haechan galak lagi.
“Chan enggak usah makan sana pergi.” Kata Renjun menyuruh Haechan pergi dari meja makan.
“Tahu ah salah mulu, halo Hyung kenapa?” Kata Haechan pergi dari sana dan mengangkat telfon dari member lain.
“Lupain saja Yur Haechan memang begitu kalau ngomong suka asal.” Kata Jaemin menenangkan Yura.
“Ya sudah lanjut makan saja ya.” Kata Jeno menenangkan semuanya.
Yura, Jisung, dan member lain nya melanjutkan makan pagi mereka tanpa Haechan yang pergi ke dorm Nct 127 lebih dahulu. Setelah makan selesai Yura membantu Jeno membersihkan piring dan yang lain nya, sedangkan yang Renjun, Jaemin, Jisung, dan Chenle pergi mandi. Tidak lama satu per satu anggota berjalan dan duduk ke arah sofa yang sudah ada Jeno dan Yura.
"Ayo kita susun rencananya," kata Renjun.
"Enggak perlu rencananya sudah disusun sama Hyung yang lain jadi kita tinggal berangkat saja." Kata Mark tiba-tiba datang.
"Tugas kita nggak ngapa-ngapain gitu?" Tanya Renjun sombong.
"Hanya membeli kue saja," kata Mark.
"Ya sudah yuk," jawab Chenle.
Pada saat itu juga Yura, Jisung, dan yang lain berangkat ke toko kue. Setelah sampai di toko kue Mark memutuskan untuk tidak turun semua, karena takut akan menarik perhatian banyak orang. Jadi mereka memutuskan Jisung, Jaemin, dan Yura yang akan membelikan kue nya. Chenle segera memberikan uang nya untuk beli kue.
Yura, Jisung, dan Jaemin masuk ke dalam toko kue. Mereka mencari kue yang mungkin akan disukai oleh Doyoung. Setelah memilih kue mereka segera ke kasir dan membayarnya. Saat mereka antri di belakang pas ada Guanlin yang membawa satu brownis.
"Yura," sapa Guanlin.
"Oppa, oppa ngapain di sini?" Tanya Yura.
Guanlin menunjukan brownis yang dia bawa.
"Ohh... Kalau begitu aku duluan ya oppa." Kat Yura pamit kepada Lai Guanlin.
"Hati-hati Yur dan Sung tolong jaga Yura baik-baik jangan sampai terluka sedikitpun." Kata Guanlin.
"Iya Hyung kita duluan ya," jawab Jisung.
Setelah membeli kue Yura, Jisung, dan Jaemin kembali ke mobil. Di dalam mobil Yura mengembalikan uang yang tadinya diberi oleh Chenle.
"Loh kenapa Yur?" Tanya Chenle saat Yura memberikan uangnya.
"Sudah dibayar sama Lin Lin Oppa jadi aku kembalikan saja." Kata Yura memberikan uang Chenle.
"Lin Lin Oppa?" Tanya Chenle bingung.
"Guanlin Le," balas Jaemin.
"Ohh ya sudah yuk segera ke dorm." Kata Chenle.
"Let's go..." Balas Jaemin dan Jeno bersama.
.
.
.
Bersambung...
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.