
“Hah apa maksud mu sung?” Tanya Taeyeon bingung.
“Tidak apa-apa, aku akan ke toilet sebentar, permisi.” Kata Jisung pergi ke toilet.
-
“Saat kamu membuat kesalahan, aku selalu memaafkan mu, tapi seuatu yang retak itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menerima mu kembali” Kim Yura.
-
Yura berpikiran yang tidak-tidak tentang Jisung. Dia memiliki firasat yang begitu kuat untuk terwujud. Jadi Yura memutuskan untuk ke toilet juga. Dia mengikuti Jisung diam-diam, awal nya Jisung memang ke toilet. Tapi setelah Jisung keluar, ada cewek yang tiba-tiba menghadang jalan Jisung dan mencium nya. Untung saja di sana sepi bahkan sangat sepi, Jisung juga terkejut karena dia di cium dengan perempuan tadi.
Jisung...-batin Yura.
Yura yang melihat kejadian itu langsung meneteskan air matanya. Karena Jisung tidak melawan perempuan yang ada di depan nya itu. Perempuan yang ada di hadapan Jisung adalah kakak kelas Jisung dulu yang bernama Jiheon. Jaemin yang kebetulan lewat melihat Yura menangis langsung menghampirinya. Tidak lama, Jisung sadar dia langsung menampar Jiheon dan tidak sengaja melihat Yura yang menangis di temani oleh Jaemin.
Jisung berlari menghampiri Yura, dia ingin menjelaskan kejadian nya. Tapi Yura sudah terlanjur marah dan lagsung pergi ke toilet. Jaemin yang tadinya ingin ke toilet pun pergi ke toilet laki-laki. Karena merasa bersalah Jisung menuggu Yura keluar dari toilet.
Beberapa menit kemudian, Yura keluar dan Jisung langsung menghampirinya.
“Yura maafin aku Yur. Itu benar-benar salah paham.” Jelas Jisung kepada Yura.
“Heh...” Yura menghela nafas lalu pergi meninggalkan Jisung.
“Sudah lah sung. Pasti nanti dia akan kembali seperti semula.” Kata Jaemin.
Jisung dan Jaemin pun bergabung dengan member Nct Dream yang lain. Jisung memperhatikan Yura yang sedang mengetik hpnya terus menerus. Dia curiga apa yang sedang dilakukan dengan Yura dan berpikir Yura sedang mengechat Eunwoo.
“Yura... Ikutan Truth or Dare enggak? Kok malah hp an mulu.” Kata Mark.
“Enggak, lagi nggak mood.” Jawab Yura yang masih fokus dengan hpnya.
“Ayo lah Yur,” paksa Haechan.
“Dibil..”
“Sudah lah biarin aja Yura, kan dia bilang lagi enggak mood.” Kata Jaemin memotong ucapan Yura.
“Ya sudah.” Kata Haechan pasrah.
“Yur mau pulang duluan?” Tanya Renjun.
“Iya kok kelihatan nya pucet gitu,” kata Jeno.
“Loh iya, lebih baik kita pulang duluan aja Yur.” Kata Taeyeon yang langsung memasukkan hp nya ke tas.
“Eng...”
“Enggak ada penolakan, yuk!” Taeyeon berdiri dan menggandeng tangan Yura.
“Enggak usah eonn,” kata Yura masih duduk enak.
“Enggak besok kan kita ke london, masa kamu harus sakit.” Kata Taeyeon.
“Iya Yur lebih baik pulang duluan saja,” kata Jisung.
“Apa sih ngikut mulu,” kata Yura tidak suka.
“Yuraa yang cantik, baik, pintar masak lebih baik pulang duluan aja ya.” Kata Jaemin lembut.
“Ya sudah deh.” Kata Yura pasrah.
“Kami duluan,” kata Yura dan Taeyeon bersama.
Saat melihat mu sakit, aku juga merasakan sakit bahkan lebih sakit dari yang kamu rasakan –batin seseorang.
Yura dan taeyeon segera masuk ke mobil dan berangkat kembali ke hotel. Sesampai di hotel, Taeyeon membantu Yura untuk beres-beres. Taeyeon juga memberikan tablet vitamin untuk Yura.
“Yura kamu ada masalah kan?” Tanya Taeyeon.
“Tidak eon,” jawab Yura bohong.
“Jujur saja yur, aku akan membantu mu menemukan jalan keluar nya.” Kata Taeyeon.
“Tidak masalah eonni, ini hanya masalah sepele kok dan sangat mudah untuk di selesaikan.” Jawab Yura.
“Berarti tentang Jisung,” kata Taeyeon curiga.
“Kalau begitu aku kasih tahu satu hal. Ada seseorang di sekitar mu yang sangat menyukai mu. Dia bahkan juga lumayan dekat dengan mu Yur, dia terus memantau mu, dan tidak ingin kamu kenapa-kenapa.” Jelas Taeyeon.
“Siapa itu? Jisung?” Tanya Yura.
“Salah,” balas Taeyeon, kemudian pergi tidur.
“Siapa dia eonni,” Teriak Yura mengganggu Taeyeon tidur.
“Nanti juga kamu pasti tahu,” jawab Taeyeon kemudian pergi ke mimpi nya.
Yura yang sudah terlanjur penasaran pun, mengurungkan niat untuk mencari tahu. Dia hari ini benar-benar lelah, sangat lelah. Apalagi dengan kejadian di depan toilet tadi. Yura berharap semoga dia bisa memaafkan Jisung secepatnya.
Keesokan paginya, Yura bangun pagi dan segera mandi. Yura melihat ke arah Taeyeon, dia masih memikirkan apa yang dikatakan Taeyeon semalam dan segera mandi. Tidak lama, setelah Yura mandi Taeyeon sudah bangun.
“Yura mau jalan-jalan enggak?” Tanya Taeyeon.
“Mau,” jawab Yura semangat.
“Oke, aku mau mandi dulu.” Kata Taeyeon dan pergi ke kamar mandi.
Selama Taeyeon mandi, Yura membereskan kamar dan merapian baju yang ada di kopernya. Selesai merapikan kopernya, Yura merapikan koper milik Taeyeon juga karena Taeyeon belum selesai dengan kegiatan mandinya. 5 menit kemudian Taeyeon keluar dengan keadaan yang sudah rapi.
“Loh kok rapi gini Yur? Kamu habis beres-beres?,” tanya Taeyeon kepada Yura.
“Iya jadi nanti kita enggak usah packing lagi.” Kata Yura.
“Makasih Yura, ya sudah yuk kita jalan-jalan.” Ajak Taeyeon keluar.
“Oke eonni.” Jawab Yura dan ikut keluar bersama Taeyeon.
Yura dan Taeyeon berjalan-jalan di sekitar hotel. Mereka juga mencari makanan di sekitar hotel. Taeyeon menemukan tempat makan yang melayani breakfast, jadi Yura dan Taeyeon memutuskan untuk makan di sana.
Entah kebetulan apa, saat Yura dan Taeyeon masuk mereka melihat Jaemin dan Jeno yang sedang breakfast bersama. Jaemin dan Jeno memanggil Taeyeon dan Yura untuk mengajak mereka breakfast bersama.
“Noona sama Yura habis dari mana?” Tanya Jaemin.
“Habis cari angin bentar Jaem,” jawab Taeyeon.
“Oohh,” kata Jaemin.
“Ya sudah, selamat makan.” Kata Jeno dengan senyum nya.
Pagi itu, Jaemin, Jeno, Yura, dan Taeyeon pun breakfast bersama. Jaemin melihat Yura yang sedang makan dengan tenang. Di wajah Yura ada bekas makanan yang menempel di dekat bibir Yura. Jaemin mengambil satu lembar tisu dan menghilangkan bekas makanan yang ada di dekat wajah Yura.
“Nging,” kata Taeyeon pura-pura tidak tahu.
“Awas nanti pawang nya datang lo Jaem.” Kata Jeno memperingatkan.
“Makasih Jaem.” Kata Yura berterima kasih.
“Iya sama-sama. Pawang nya? Kan aku Cuma ngelap bibir nya doang enggak yang aneh-aneh.” Jelas Jaemin tidak terima.
“Iya deh terserah loh Jaem,” kata Jeno melanjutkan breakfast nya.
“Nanti kalian berangkat jam berapa?” Tanya Jaemin.
“Jam 11.20 tapi kita ke bandara jam sebelas.” Jawab Taeyeon.
“Oh, Yura sama Noona hati-hati ya nanti. Aku sama Jeno mau balik duluan ke hotel.” Pamit Jaemin.
“Oh iya, hati-hati Jaem.” Kata Yura.
“Pasti, duluan ya Yura, Noona.” Kata Jaemin dan segera pergi dari sana bersama Jeno.
Selesai makan, Yura dan Taeyon memutuskan untuk kembali ke hotel. Sebelum kembali, mereka membayar apa yang sudah mereka pesan. Tapi kasir nya bilang bahwa makanan yang dipesan di meja mereka sudah dibayar semuanya. Taeyeon berfikir bahwa Jaemin lah yang membayarnya, jadi Taeyeon berterima kasih kepada Jaemin lewat pesan. Setelah itu Yura dan Taeyeon pun kembali ke hotel untuk beristirahat lagi.
.
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.