
Setelah memilih tempat untuk dikunjungi Yura dan Taeyeon segera memotret tulisan mereka dan mengirimkannya kepada manager karena manager masih ada urusan lain. Seusainya Taeyeon mengajak Yura untuk pulang karena akan packing baju dan yang lainnya. Yura menuruti permintaan Taeyeon dan mereka segera kembali ke mobil untuk pulang.
Sesampai di rumah Taeyeon dan Yura segera masuk ke kamar masing-masing. Di dalam kamar Yura mengambil beberapa baju dan memasukkan beberapa make up. Setelah packing Yura membuka hpnya karena tadi ada bunyi kalau Yura mendapat telepon. Tertulis nama Guanlin di layar hp Yura dengan segera Yura menelpon Guanlin balik.
“Halo oppa ada apa?” tanya Yura to the point.
“Aku dengar kamu mendapat liburan ke Jepang benarkah itu Yur?” tanya Guanlin.
“Iya benar memang kenapa Oppa?” tanya Yura penasaran.
“Ah tidak apa-apa jangan lupa oleh-oleh ya Yur,” kata Guanlin disebrang sana.
“Oleh-oleh? Tentu saja nanti akan aku belikan untuk oppa yang banyak.” Kata Yura sambil memakan camilan yang ada di kamarnya.
“Ya sudah kalau gitu aku tutup ya Yur, hati-hati dan jaga diri baik-baik.” Tutur Guanlin dan menutup teleponnya.
Tidak lama, “Yura” panggil Taeyeon dari luar kamar.“Kenapa eon?” tanya Yura.
“Sudah selesai kah?” tanya Taeyeon.
“Sudah barusan,” jawab Yura.
“Cepat turun karena kita akan segera berangkat ke bandara.” Jelas Taeyeon turun menuju ruang tamu terlebih dahulu.
Yura kembali masuk ke kamar mengambil kopernya lalu membawa kopernya keluar menuju ruang tamu. Taeyeon yang melihat Yura membawa koper langsung membantu, karena koper miliki Taeyeon sudah berada di bagasi mobil. Yura dan Taeyeon segera keluar rumah dan naik ke mobil dan berjalan menuju bandara.
Membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di bandara, Yura dan Taeyeon hanya menikmati pemandangan di luar kaca mobil. Sesekali Yura merenung yang tidak-tidak dan pada saat itu juga Yura langsung membuka hpnya karena teringat dengan Jisung. Di dalam chatroomnya bersama Jisung menandakan bahwa Jisung hanya membaca pesan Yura dan tidak membalasnya sama sekali. Yura keluar dari chatroomnya dan Jisung pada saat yang bersamaan Jaemin mengatakan hati-hati dijalan kepada Yura. Karena Yura adalah seseorang yang juga perhatian dengan orang lain Yura berterima kasih dan mengirim pesan hati-hati juga kepada Jaemin. Ingin sekali Yura menanyakan ada apa dengan Jisung kepada Jaemin tetapi jari-jari tangannya tidak bisa mengetik kalimat tersebut, jadi Yura langsung mematikan hpnya.
“Kenapa Yur? Kok murung,” tanya Taeyeon yang sadar perubahan wajah Yura.
“Enggak apa-apa kok eon,” jawab Yura bohong.
“Jujurlah Yur tidak apa-apa kok aku akan menjaga setiap kata yang kamu ucapkan.” Kata Taeyeon meyakinkan Yura untuk bercerita.
“Benar eonni aku tidak apa-apa kok,” jawab Yura meyakinkan Taeyeon.
“Kalau ada apa-apa cerita Yur jangan dipendam terus,” kata Taeyeon membiarkan Yura sendiri.
“Iya eon terima kasih,” kata Yura.
Tidak lama Yura dan Taeyeon sudah sampai di bandara. Yura dan Taeyeon segera masuk ditemani beberapa pengawal dan staff yang dikirimkan oleh manager. Setelah beberapa langkah yang Yura dan Taeyeon tempuh kini mereka sudah berada di dalam pesawat. Di dalam pesawat Yura langsung tidur untuk menghilangkan pikiran negatif yang sebelumnya dia pikirkan termasuk apa yang terjadi dengan Jisung saat ini. Taeyeon yang ada di samping Yura memutuskan untuk mendengarkan musik dan membiarkan Yura tidur dengan tenang.
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua setengah jam Yura dan Taeyeon sampai di Tokyo. Taeyeon dan Yura segera turun dari pesawat dan keluar dari bandara. Sesampai di dalam mobil Yura dan Taeyeon menghempaskan diri karena lelah.
Seharusnya lebih baik aku istirahat di rumah –batin mereka.
Kini mobil yang mereka tumpangi berjalan menuju hotel.Sesampai di hotel Yura dan Taeyeon segera mencari nomor kamar mereka. Setelah menemukannya mereka menaruh koper asal-asalan dan menghempaskan diri ke tempat tidur. Sehingga Yura dan Taeyeon langsung terlelap dan masuk ke dalam mimpi masing-masing.
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Pagi telah datang membuat Yura dan Taeyeon terbangun dari mimpi mereka masing-masing. Yura bangun dan mengambil hpnya yang berada di dekatnya. Di layar hp Yura menampilkan beberapa pesan yang masuk ke hpnya. Tetapi yang Yura inginkan hanya pesan dari Jisung saja seperti selamat pagi, sudah bangun atau belum, hati-hati dijalan, dan sebagainya. Yang diinginkan oleh Yura hanya harapan yang menurut Yura tidak akan terwujud.
“Yur...Yura,” teriak Taeyeon karena Taeyeon sudah memanggil Yura berkali-kali tetapi Yura malah merenung.
“Kamu kenapa sih Yur kok kayaknya banyak pikiran gitu. Kalau ada masalah cerita saja mungkin aku bisa membantu.” Kata Taeyeon mencoba membuat Yura untuk meringankan beban yang berada dipikirannya
.“Enggak ada apa-apa kok eon,” jawab Yura bohong.
“Ayolah Yur, kita lagi liburan harusnya kita bahagia dan dulu kan aku juga pernah bilang kalau salah satu dari kita bersedih maka kita berdua juga akan sedih dan kalau salah satu dari kita ada masalah maka harus cerita maka salah satu dari kita akan mencoba mencari jalan keluarnya.” Jelas Taeyeon panjang lebar.
“Iya eon,” jawab Yura lemas.
“Jadi karena itu ceritalah Yur,” kata Taeyeon geram.
“Tentang Jisung eon,” kata Yura.
“Jisung?” tanya Taeyeon memastikan.
“Iya, dari kemarin Jisung berubah banget.” Kata Yura sambil menatap layar hpnya.
“Berubah gimana Yur? Jadi lebih cuek gitu?” tanya Taeyeon kepada Yura.
“Iya, padahal aku enggak ada salah sama dia.” Kata Yura kesal sampai melempar hpnya yang masih mulus.
“Mungkin kecapekan Yur,” jawab Taeyeon.
“Meskipun capek atau lagi marahan biasanya dia tetap mengirim pesan eon. Kalau marahan atau capekan dia masih mengirim stiker tapi kali ini enggak sama sekali sampai aku spam dia dan responnya hanya dibaca doang enggak dijawab padahal dia lagi online.” Jelas Yura sambil menunjukkan layar hpnya dan terlihat terdapat tulisan online dikontak Jisung.
“Yah mau gimana Yur mungkin moodnya lagi jelek,” jawab Taeyeon.
“Enggak eon,” bantah Yura kesal dan matanya berkaca-kaca.
“Yah Yur jangan menangis dong mau aku tanyain ke Jisungnya langsung kah? Atau Jaemin kebetulan aku dekat dengan Jaemin tapi hanya sebatas adik kakak doang loh Yur jangan salah paham.” Jelas Taeyeon.
“Enggak usah eon,” jawab Yura sambil menangis.
Yah gini nih kalau lawan seorang bucin salah mulu –batin Taeyeon.
“Enggak apa-apa, aku tanyain ke Jaemin saja ya.” Kata Taeyeon mengambil hpnya.
“Enggak usah eon,” jawab Yura masih menangis.
“Ya sudah deh tapi jangan nangis dong Yur kan harusnya hari ini kita bahagia.” Kata Taeyeon menenangkan Yura.
“Iya eon,” jawab Yura mengelap air matanya yang jatuh.
“Ya sudah sana mandi setelah itu kita keluar refreshing. Lupain Jisung pasti nanti juga balik Yur,” kata Taeyeon saat Yura masuk ke kamar mandi.
.
.
.
Terima kasih untuk para pembaca...
Jangan lupa buat like 👍🏻, klik favorit ❤, rating ⭐, komen atau saran 💌, vote 💎, dan follow author.