Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
amnesia



Sudah 1 Minggu, keadaan ku semakin memburuk, papa Dandi tidak tau lagi cara untuk menemukan Dandi dan akhirnya papa Dandi membuat berita kalau aku sudah tiada dan mama sakit parah. Hanya itu pilihan terakhir papa Dandi. Setelah Dandi mendengar kabar itu, Dandi langsung ke rumah sakit dan mencari ruangan aku.


“ Pa kak Laras mana” Dandi mendekati papanya


“ setelah Laras pergi baru kamu kesini, benar kata mama, kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri, Laras ada di dalam” papa membawa Dandi ke ruangan aku


Mama keluar dari kamar mandi, Dandi kaget saat melihat mamanya baik-baik aja, Dandi merasa di bohongi, Dandi melangkah keluar tapi alat untuk melihat Detak jantung ku tidak berfungsi. Papa Dandi memanggil dokter dan Dandi terhenti saat melihat alat itu tidak bergerak. Dandi dan keluarganya di minta keluar, dokter memeriksa aku tapi kata dokter aku tidak bisa lagi di selamat kan. Dandi masuk dan menggerakkan tubuhku.


“ kak bangun kak, kakak bercandakan, kak bangun” Dandi menangis sambil memeluk tubuhku


“ puas kamu, saat Laras membutuhkan kamu, kamu kemana, kemana dan, kemana” mama marah-marah sama dandi


“ maafin Dandi ma, Dandi nggak tau kalau kak Laras akan melakukan ini, yang Dandi tau kakak Laras imannya kuat” Dandi masih memeluk tubuhku


Aku merasa ada yang berbeda dari tubuhku, aku merasa hangat dan damai. Aku mencoba untuk membuka mata secara berlahan, Dandi dan keluarga merasa bahagia dan memanggil dokter. Dokter memeriksa keadaanku.


“ kamu siapa, mama dia siapa ma, kenapa dia disini” aku mencoba duduk


“ dok ada apa dengan Laras” Dandi menarik kra baju dokter


“ ras, kamu ingat mama” mama memeluk Laras


“ mana mungkin Laras lupa sama mama tapi dia siapa ma, kenapa dia ada disini, apa dia suami Laras tapi kalau iya kenapa Laras tidak ingat apa-apa tentang dia” aku melirik Dandi


“ kak aku Dandi, Dandi orang yang membuat kamu pergi dari Indonesia, orang yang membuat hidup kamu hancur” Dandi menangis


“ aku tidak ingat sama kamu, aku tidak kenal dengan kamu” aku tersenyum


Dandi keluar dan menangis, mama juga keluar dan memeluk Dandi


“ ma kenapa kak Laras tidak ingat dengan dandi, kenapa ma” Dandi menangis di pelukan mamanya


“ Mungkin ini takdir kalian, mungkin Allah tidak menginginkan kalian bersama” mama mengelus kepala Dandi


Aku sudah di perbolehkan pulang, Dandi sudah tidak pernah melihat aku lagi, ingatanku belum sepenuhnya pulih tapi sedikit demi sedikit aku sudah ingat tapi anehnya, ingatan aku tentang Dandi tidak pernah ada.


Walaupun mama dan papa Dandi sudah memperlihatkan foto kami tapi tidak ada yang aku ingat. Aku tau kalau mama dan papa Dandi bukan orang tuaku, aku memutuskan untuk kembali ke Thailand karena ingatanku sudah pulih menurutku. Mama dan papa Dandi mengantarkan aku ke bandara, aku naik pesawat untuk ke Thailand, sebenarnya aku tidak mau meninggalkan mama dan papa Dandi tapi bagaimana lagi, aku bukan anak mereka. alasan aku pergi karena aku bukan anak dari mama dan papa tapi alasan aku pergi karena aku ingin mengembalikan ingatan aku yang sudah hilang, aku ingin ingatanku tentangan mama dan papa dan juga Dandi kembali secara utuh.