
Aku Laras, aku salah satu karyawan dari sebuah perusahaan terbesar di kotaku, aku lulusan ekonomi di sebuah universitas terbaik di negara ku. Aku bukanlah mahasiswa yang aktif di organisasi maupun di kelas, aku hanya mahasiswa biasa yang tidak menonjol atau terkenal di kampus selama kuliah begitu juga sekarang aku hanya karyawan biasa.
Dalam hidupku tidak ada yang istimewa, tapi itu semua berubah ketika aku diminta menjadi guru private untuk anak dari bos di kantorku. Bos aku memiliki anak yang sangat nakal yang tidak bisa di kontrol, awalnya aku tidak mau menerima pekerjaan itu tapi bos aku mengatakan kalau aku mau, aku akan mendapatkan tambahan gaji.
Saat itu aku sangat membutuhkan uang mangkanya aku mengambil pekerjaan itu, aku tidak berpikir dengan aku menjadi guru private, aku bisa menjalani hidup dengan baik. Alasan aku tidak mau mengambil pekerjaan itu awalnya karena anak bos ku cowok dan aku sebagai muslim tidak boleh bersentuhan dengan orang yang bukan mahram atau muhrim ku tapi karena terpaksa aku harus menerima pekerjaan itu.
alasan bos memilih aku menjadi guru private anaknya karena kepribadian dan cara aku bersikap terhadap orang lain, bos aku juga bilang kalau dia percaya bahwa aku bisa mengubah anaknya menjadi anak yang bertanggung jawab.
Hari ini aku tidak masuk kantor lagi karena pekerjaan utamaku adalah menjadi guru private untuk anak bosku. Di hari pertama menjadi guru private, aku sudah di suruh untuk membangunkan anak itu sama bosku. Awalnya aku tidak mau tapi karena bosku yang minta akhirnya aku harus masuk ke kamar cowok itu dengan sangat terpaksa, aku kaget ketika masuk kamar cowok itu, isinya bikin aku pusing, hampir aja aku jatuh karena barang-barang cowok itu ada di mana-mana. Aku membangunkan cowok itu tanpa menyentuh nya tapi cowok itu tidak bangun, aku mulai kesal dan menarik selimutnya, cowok itu bangun dan marah-marah sama aku.
“ Eh Lo siapa berani sekali masuk ke kamar gue, Lo mau gue tampar” Dandi mengangkat tangannya untuk menampar aku
Walaupun aku cewek muslim tapi aku juga bekas anak karate saat SMA, aku menangkap tangan Dandi dan memutarnya ke belakang “ aku bukan cewek lemah dan satu hal lagi aku disini sebagai guru kamu, jadi kamu harus menghormati aku” aku melepaskan tangannya dan mendorong Dandi
“ cewek lah, apalagi, kamu nggak lihat aku pakai baju apa ha”
Dandi sangat kesal dan masuk ke kamar mandi. Sudah hampir setengah jam Dandi di kamar mandi, aku sangat kesal dengan sikap Dandi, aku menggedor-gedor pintu kamar mandinya dan akhirnya Dandi keluar dengan wajah lesu sekaligus marah. Saat aku dan Dandi keluar dari kamar dan turun kebawah, orang tua Dandi tercengang karena tidak ada seorang pun yang bisa membuat Dandi ke sekolah sepagi ini.
“ Bagaimana kamu bisa membuat anak ini bangun sepagi ini padahal kami sebagai orang tua saja tidak bisa membangunkan dia” mama Dandi mendekati aku
“ Oh itu, maaf buk, Laras salah ya” aku menunduk
“ bukan salah ras tapi ibu berterimakasih karena kamu yang bisa membuat dia bangun sepagi ini” mama Dandi mengelus kepala aku
Aku seperti baby sister Dandi karena aku harus ikut ke sekolah bersama dia dan memperhatikan semua tindakannya.