Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
anak kecil tadi



Paman langsung terbang ke tempat jadian namun sudah hampir satu minggu pencarian tubuh ataupun barang kami tidak di temukan. Paman terus mengabari ke rumah tentang perkembangan di tempat kejadian. Paman mulai putus asa namun tim penyelamat mengatakan ada seorang wanita hamil di temukan, paman langsung kesana dan bingung apakah itu aku atau tidak karena wajah dan tubuhnya sudah tidak bisa dikenali. Paman mengirim foto itu ke rumah dan mama semakin histeris. Papa terus mencoba menengkan mama.


Sudah satu bulan pencarian, paman juga kembali kerumah, mereka semua sudah putus asa dan menganggap kami berdua sudah meninggal karena jasad kami tidak di temukan.


Di lain sisi aku sudah melahirkan anak pertama kami, kami tinggal di sebuah desa seperti yang aku inginkan. Anak kami berjenis kelamin laki-laki, dia sangat tampan dan imut. Sudah 1 bulan lebih kami tinggal disini semenjak kami meninggalakan rumah. Aku merasa damai ada disini dan dandi juga mulai mencari kerja karena uang yang kami bawa sudah mulai menipis. Aku juga bantuin dandi dengan menanam beberapa sayuran untuk memperkecil pengeluaran.


1 tahun sudah kami tinggal disini, karena kedamaian di desa ini kami hampir lupa untuk pulang, karena anak kami sudah pandai berjalan dan berbicara, aku dan dandi memutuskan untuk kembali ke rumah. Kami kembali ke kota dan memesan tiket untuk pulang ke indonesia. Kami menginap di hotel sebelum besok kami terbang ke indonesia.


“ umi, umi” aydan memanggil aku (anak aku dan dandi)


Aku tersenyum dan menggendongnya, aku membawa aydan ke tempat dandi duduk, aku duduk di sebelah dandi. Dandi mengambil aydan dari pangkuanku dan bermain bersamanya.


Keberangkatan kami sebentar lagi, kami naik ke pesawat. Di pesawat kami mengatakan kepada aydan bahwa kami akan menemui nenek dan kakek. Aydan terlihat sangat bahagia mendengar kakek dan nenek. Aydan tertidur di pangkuan dandi, aku juga tertidur di pundak dandi. Dandi tersenyum melihat kami tertidur.


Kami sudah sampai di indonesia, kami turun dari pesawat dan mencari taxi untuk kerumah. Di rumah aku kaget melihat keadaan rumah, rumah sangat sepi dan tidak ada mobil di depan rumah. Kami berjalan masuk ke pekarang rumah dan mendapatkan intan sedang membersihkan taman.


“ intan mama dan papa mana” aku mendekati intan


Intan kaget dan menjauh dari ku “ ka..ka..kamu siapa” intan ketakukan dan gugup


Dandi yang mendengar barang jatuh pergi menghampiri aku dan intan “ ada apa”


“ ka…ka..kalian masih hidup” intan masih gugup


Aku dan dandi menceritakan apa yang terjadi. Kami asyik bercerita dengan intan membuat kami lupa kalau aydan tidak bersama kami. Aydan masuk rumah dan pergi ke kamar mama dan papa. Papa dan mama yang melihat ada anak kecil masuk rumah memanggil intan. Sontak kami bertiga masuk dan melihat aydan ada di pangkuan papa. Papa yang melihat aku dan dandi ada di hadapannya memanggil mama. Mama keluar dan kaget melihat kami.


“ umi” aydan mencoba menggapai aku, aku mengambil aydan dari pelukan papa dan bersalaman dengan papa dan mama.


Papa dan mama masih belum bisa percaya dengan apa yang mereka lihat. Aku meminta intan membawa aydan bermain di halaman. Aku dan dandi menceritakan apa yang terjadi di hari penerbangan kami ke roma.


“ seperti itu lah yang terjadi ma, pa. Maaf kalau kami tidak mengabari mama dan papa” dandi bersimpuh di kaki papa dan mama


“ jadi di detik terakhir kalian mengganti tujuan kalian dan kalian menghilangkan ponsel kalian dan kalian tinggal di sebuah desa, iya” mama memegang wajah dandi


“ ya ma” aku duduk di sebelah mama


“ alhamdulillah pa, mereka baik-baik saja” mama memeluk aku dan dandi


“ oh ya ma, anak kecil tadi anak aku dan dandi namanya aydan” aku tersenyum


Papa pergi ke taman dan membawa aydan kembali masuk. Mama dan papa bermain bersama aydan, aku dan dandi pergi ke kamar. Betapa kagetnya kami melihat kamar sudah di isi dengan barang bayi dan banyak terpajang foto kami dan bayi di kamar. Aku dan dandi hanya tersenyum dan melihat ke kamar mandi. Aku memanggil dandi dan dandi kaget melihat desain kamar mandi dan bak mandi bayi ada di kama mandi kami.


Aku dan dandi turun dan memeluk mama dan papa. Aku sangat bahagia, semua barang yang aku beli bersama mama tidak pernah dibuang, malahan di letakkan dimana mestinya. Aydan yang melihat aku dan dandi memeluk mama dan papa berjalan kearah kami dan menarik baju papa. Papa mengendong aydan.