Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
kemarahan dandi



Dandi tersenyum dan menyiapkan air hangat untuk aku mandi, setelah semuanya selesai dandi meminta aku untuk mandi, aku mandi, selama aku mandi dandi juga sdah menyiapkan pakaian untukku, saat aku keluar, aku melihat baju sudah tersedia di atas kasur, aku mengambil baju tersebut dan memakainnya. Aku juga sudah menyiapkan air untuk dandi mandi, aku menyuruh dandi mandi. Setelah dandi selesai mandi dan memakai baju, kami bersantai di balkon hotel, sedang asyik bersantai ponselku bebunyi, aku menajwab panggilan dan mengatakan hotel yang kami tempati.


Aku dan dandi turun ke lantai satu untuk menemui teman-temanku. Dandi tersenyum melihat aku tersenyum lebar saat bertemu dengan teman-temanku. Dandi berencana kembali ke kamar tapi salah satu temanku menghentikannya dan mengajak dandi bergabung dengan kami. Dandi menerima tawaran dari temanku dan kami semua pergi sebuah restoran yang ada di dekat hotel.


Kami berbicara banyak hal, kami tidak sadar kalau restoran tersebut akan tutup karena sangking asyiknya bercerita. Dandi tersenyum melihat kami tertawa karena tidak tahu waktu. Teman-temanku kembali ke penginapan mereka dan aku dan dandi juga kembali ke hotel.


Di kamar dandi menatap aku dan tersenyum, aku mendekati dandi dan duduk di sebelah dandi.


“ kenapa melihatku seperti itu, ada yang salah denganku”


Dandi tersenyum “ tidak, aku hanya bahagia melihat kakak tersenyum dan tertawa seperti tadi, aku sangat bahagia”


Aku bersandar di bahu dandi “ jadi selama ini aku tidak pernah tersenyum seperti tadi sampai-sampai kamu sangat bahagia”


Dandi memegang wajahku “ pernah saat kakak menjadi guru privateku dan setelah itu aku tidak pernah melihat kakak senyum seperti tadi” dandi mencium dahi ku


“ maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk kamu, aku selalu membuat kamu khawatir”


“ tidak, kakak sudah menjadi istri terbaik di dunia ini dan aku sangat bahagia memiliki kakak” dandi memeluk aku


Aku tersenyum dan menangis dalam pelukan dandi, aku menghapus air mataku dan melepaskan pelukan dandi, aku mengambil kedua tangan dandi dan menciumnya. Aku tersenyum dan tidur di paha dandi. Aku melihat dandi sangat bahagia dan aku berjanji dalam hati bahwa ‘ aku tidak akan pernah meninggalkan dandi apapun yang terjadi dan aku akan selalu membuat dandi bahagia’. dandi memindahkan aku ke tempat tidur, dandi mematikan lampu dan tidur di sampingku.


Sekikat jam 2 malam dandi terbangun dan sholat tahajut dan berdoa “ ya allah jagalah istri dan anak hamba, jangan biarkan mereka berada dalam bahaya ya allah, bantu hamba untuk membuat istri dan anak hamba selalu aman”, setelah selesai sholat dandi duduk di dekat aku tidur dan mencium dahiku. Dandi mengubah posisinya dan kembali tidur. Aku yang juga terbangun saat dadni sholat, membuka mataku dan mengelus wajah dandi.


“ aku juga akan membantu kamu menjaga anak kita, kita berjuang bersama oke” aku mencium pipi dandi


2 minggu berlalu, aku dan dandi sudah menghabiskan waktu yang banyak di thailand, aku dan dandi berencana untuk kembali, aku mengajak dandi untuk memebrilakn beberapa hadiah untuk mama dan papa, dan juga untuk karyawan di kantor. Kami pergi ke sebuah pusat perbelanjaan dan juga beberapa tempat souvenir, setelah selesai kami kembali ke hotel dan bersiap untuk terbang ke bangkok. Kami juga langsung naik pesawat saat sampai di bangkok agar sampai di rumah tidak terlalu malam.


Kami sampai di rumah sekitar jam 11 malam dan aku langsung istirahat sedangkan dandi menemui mama dan papa. Mama dan papa marah-marah sama dandi, dandi bingung kenapa mama dan papa marah-marah sama dia.


“ ada apa ma, pa” dandi bingung


“ menyembunyikan apa ma” dandi semakin bingung


Papa memberikan sebuh rekaman dimana rekaman tersebut berisi video CEO martin mengganggu aku dan video CEO martin hampir mencelakai aku.


“ dari mana mama dan papa mendapatkannya” dadni menatap kedua orang tuanya


“ kami ke kantor dan keamanan kepercayaan papa memberikan video itu kepada papa” papa juga ikut marah sama dandi


Aku yang mendengar teriakan mama turun ke bawah dan menemui mereka.


“ ada apa ma, pa” aku melihat mama dan papa dengan wajah lelah


“ kenapa kakak turun, kakak harus istirahat, kakak sangat lelah” dandi membawa aku kembali ke kamar


Aku menghentikan dandi dan menatapnya “ kamu sudah janji sama aku tidak akan ada yang di sembunyikan, benarkan”


papa memberikan video itu kepadaku, aku kaget saat melihat video tersebut, aku menatap dandi dengan wajah khawatir.


“ kenapa kalian tidak cerita masalah sebesar ini dengan mama dan papa” mama masih marah


“ Sebenarnya saat kejadian, aku ingin mengatakannya kepada mama dan papa tapi karena beberapa minggu setelah kejadian itu, CEO martin tidak menganggu aku lagi dan aku berfikir masalah ini sudah selesai” aku menatap mama


“ tapi kamu tahu apa yang terjadi selama kamu pergi berlibur” mama marah sama aku


“ tidak ma” aku bingung


“ cowok itu membuat kekacauan di kantor dan mengancam karyawan, sekarang karyawan sementara waktu di liburkan”


Mendengar itu dandi sangat marah dan pergi menemui CEO martin, kali ini aku tidak bisa menghentikan dandi, mama dan papa juga tidak bisa menghentikan dandi, aku sangat khawatir kepada dandi dan memanggil beberapa bodyguard yang rekrut dandi untuk menjagaku mencari dan melindungi dandi. Mereka semua langsung mencari dandi.