Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
berangkat



Dandi membangunkan aku untuk sholat subuh, kami berdua sholat berjama’ah dan aku melakukan aktivitas aku seperti biasa, aku menyiapkan makanan dan juga pakaian untuk dandi. Saat sarapan papa dan mama tersenyum melihat aku dan dandi sudah berbaikan.


“ gitu dong, jangan seperti tadi malam, diam dan diam” papa meledek aku dan dandi


“ ih papa, mana ada kayak gitu, kami baik-baik aja kok, kami nggak pernah berantem” dandi tersenyum


Mama dan aku tersenyum mendengar perkataan dandi, kami semua sarapan bersama dan keberangkatan mama dan papa untuk pergi berlibur sudah di tentukan dan tiket sudah aku pesan untuk mama dan papa. Setelah semuanya urusan mama dan papa beres aku dan dandi berangkat ke kantor. Di perjalanan aku meminta agar dandi bersandiwara di kantor bahwa kami berdua masih belum berbaikan. Awalnya dandi tidak menerima tapi aku memohon karena aku pengen mencari tahu apa tujuan dari amel sekretaris dandi melakukan ini semua.


Sebelum turun dari mobil dandi mencium dahi aku dan kami mulai bersandiwara setelah keluar dari mobil. Terlihat senyum di bibir amel melihat dandi dan aku masih belum berbaikan. Kebetulan sekali hari ini dandi ada jadwal kuliah jadi dandi meninggalkan kantor, dandi mengirim pesan kepada ku dan mengatakan bahwa dia ada kuliah sampai makan siang. Kami saling mengabari di chat, saat dandi di kampus ada beberapa investor datang ke kantor dan menanyakan dandi. Amel yang merupakan sekretaris dandi meminta agar investor menunggu dandi di ruangan rapat, amel yang tidak tahu bahwa dandi akan kembali ke kantor sebelum makan siang. Sudah 2 jam berlalu dandi belum kembali, investor yang datang marah-marah sama amel, kebetulan sekali aku pergi ke kantor utama dan melihat amel di marahin sama investor. aku masuk dan bertanya.


“ ada apa bapak-bapak memarahi sekretaris dandi”


“ maaf buk sebelumnya tapi kami ingin menemui pak dandi, dia bilang kalau pak dandi sebentar lagi pulang tapi kami sudah menunggu 2 jam disini dan kami masih belum bertemu dengan pak dandi” asisten investor tersebut menjelaskan apa yang terjadi


“ maafkan kami pak, sebenarnya jika bapak ingin menemui pak dandi, bapak harus kembali kesini sebelum atau sesudah makan siang, karena saat ini pak dandi ada kuliah dan dia sekarang di kampus, tapi karena bapak sudah sampai disini dan sudah menunggu selama 2 jam, bagaimana kalau bapak ikut saya keruangan pak dandi dan kita bisa membicarakannya disana, nanti saya akan menyampaikan semuanya kepada pak dandi dan memberikan kabar kepada bapak, bagaimana” aku mencoba menengkan investor tersebut


Investor tersebut menerima tawaran aku dan mengikuti aku ke ruangan dandi, didalam ruangan dandi mereka membahas apa tujuan investor tersebut ke kantor dan aku mencatat semua yang di katakan investor tersebut. Dengan pelayanan yang aku berikan kepada investor, membuat investor tersebut tenang dan mengatakan tujuannya dengan baik. Setelah selesai investor tersebut meninggalkan aku di ruangan dandi.


Amel yang melihat investor sudah pergi masuk keruangan dandi dan memukul meja.


“ apa maksud kamu mengambil alih pekerjaan aku, kamu pikir kamu bisa jadi sekretaris pak dandi” amel marah-marah nggak jelas kepada aku


Aku hanya tersenyum dan berkata “ jika aku ingin menjadi sekretaris dandi nggak butuh 1 minggu untuk mendaftar, hari ini juga aku bisa menjadi sekretaris dandi” aku menaikkan alis


“ mimpi sekali kamu bisa menjadi sekretaris pak dandi, pak dandi nggak pernah sayang sama kamu, dia nikahin kamu karena kasihan dan menerima permintaan orang tuanya” amel berlagak mengetahui semua yang terjadi


aku tertawa dan menatap amel “ jika dia tidak menyanyangi aku, dia nggak bakal tidur bersamaku dan dia nggak bakal bertahan selama ini dengan aku” aku membalas amel


Amel yang merasa di tantang mengangkat tangannya ingin memukul aku tapi aku menangkap tangan amel dan menghempaskannya. Dandi masuk dan amel pura-pura jatuh agar dandi marah sama aku. Dandi bantuin amel berdiri dan duduk di tempat duduknya.


Amel mendekati dandi dan berkata


“ pak, tadi laras dorong aku karena aku menegur dia dan mengatakan bahwa bapak tidak ada di ruangan bapak” amel memegang tangan dandi


aku yang melihat tindakan amel berusaha tenang dan menatap dandi, dandi melepaskan tangan amel dan berdiri, dandi berjalan ke kursi tamu yang ada di ruangannya dan diikuti amel. Aku mengirim pesan kepada dandi yang isinya “ ikutin aja permainan amel, aku akan berusaha tenang walaupun dia harus pagang-pegang kamu, aku ingin membuat dia malu” kurang lebih seperti itulah isi pesan dari aku. Dandi yang membaca pesan aku mengambulkan permintaan aku. Kami berdua mengikuti permainan amel.


“ laras, kenapa kamu mendorong amel” suara dandi yang keras terdengar keluar dari ruangan dandi


Aku berjalan mendekati dandi “ saya tidak mendorong ibuk amel pak, saya hanya membela diri saya” aku menundukkan kepala ku


“ bohong pak, dia tapi hampir manampar saya dan saya menangkap tangannya tapi dia malah mendorong saya pak” amel menatap aku


“ saya nggak habis fikir sama kamu laras, kenapa divisi produksi bisa sampai disini ha, jawab” dandi bersusah payah untuk menaikkan nada suaranya ketika berbicara dengan aku


“ saya hanya ingin me”


Belum sempat aku melanjutkan perkataanku, mama dan papa masuk ruangan dandi. Papa dan mama yang tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya melihat dandi memarahi aku. Papa dan mama menarik aku keluar dari ruangan dandi dan meninggalkan dandi berdua dengan amel. Aku menghentikan langkah mama dan papa, aku menjelaskan semuanya kepada mama dan papa barulah papa dan mama kembali keruangan dandi bersama ku.


“ ada apa dandi, kenapa kamu marahin menantu papa ha, apa salah laras, jawab papa dandi” dandi kaget karena papa tiba-tiba marah sama dia, aku memberikan kode dengan mata dan dandi langsung mengerti


“ dia mendorong amel pa, dia hampir memukul amel” dandi juga berteriak kepada papa


“ jikapun dia mendorong amel, dia tetap istri kamu bukan wanita lain” mama juga ikutan marah


“ udah ah terserah kalian aja, amel kamu sekarang keluar, saya akan menyelesaikan masalah keluarga saya” dandi mengusir amel


Amel keluar dengan senyuman di wajahnya. aku juga tersenyum melihat senyuman di wajah amel. aku tertawa dan diikuti sama dandi, papa dan mama. Kami semua berbincang-bincang layaknya keluarga yang sedang di landa kebahagiaan. Papa juga mengatakan bahwa papa dan mama akan berangkat nanti malam, aku dan dandi yang mendengar kabar tersebut sangat bahagia, aku langsung mengganti jadwal penerbangan mama dan papa.


Amel menghubungi seseorang dan mengatakan rencana mereka berhasil dan berjalan lancar. Aku yang melupakan sesuatu kembali dan kebetulan mendengar perkataan amel, aku mengirim pesan kepada dandi


“ sepertinya amel di suruh seseorang karena dia bilang rencana mereka berhasil”


“ jika memang ada orang lain yang terlibat, kita harus lebih hati-hati, karena orang itu pasti kenal dekat dengan kita karena amel bisa tahu begitu banyak tentang masa lalu kita” dandi menjawab.


Aku dan dandi melupakan masalah amel terlebih dahulu, kami sibuk dengan pekerjaan kami yang tertunda kemaren. kerjaan kami sudah selesai, Aku pulang kerja duluan karena aku ingin bantuin mama dan papa berkemas, dandi juga pulang lebih awal karena permintaan aki.


Kami berkumpul diruangan tamu dan berbincang sebelum papa dan mama pergi. Jam keberangkatan mama dan papa sebentar lagi, dandi dan aku mengantarkan mama dan papa ke bandara. Di bandara mereka berpelukan dan mama, papa naik ke atas pesawat. Dandi dan aku juga pulang dan sesampai dirumah aku menyiapkan makan malam untuk kami berdua.


Dandi yang biasanya tidak pernah membantu aku menyiapkan makan malam sekarang dandi bantuin aku. Dandi membantu aku memotong-motong sayuran yang akan aku masak. Makan malam sudah selesai, aku menyajikannya di meja makan, kami berdua makan malam, setelah selesai makan malam, aku membersihkan meja makan dan pergi ke kamar menemui dandi.


“ sampai kapan papa dan mama pergi” aku duduk disebelah dandi


“ aku juga tidak tahu tapi mungkin sekitar 1 minggu” dandi menatap aku


“ berarti ketika kamu dikantor atau lembur , aku sendiri dong dirumah, yah nggak asyik” aku membuat wajah sedih


“ kalau gitu, gimana kalau kamu nungguin aku di ruangan aku sampai aku selesai kerja” Dandi menaikkan alisnya


“ mau sih tapi kan kita lagi sandiwara” aku menaikkan alis juga


“ kita akhirin aja sandiwaranya” jawab dandi


“ kalau akhirin sekarang, bagaimana kita tahu siapa yang bantuin amel, hayo” aku nunjuk ke wajah dandi


“ ya deh” dandi menurunkan tangan aku dan tersenyum


aku meninggalkan dandi dan menyiapkan air panas untuk dandi dan juga menyiapkan baju tidur. Dandi masuk ke kamar mandi. Saat dandi mandi ponselnya berbunyi.


“ dan, ponsel kamu bunyi” aku berteriak dari kamar


“ siapa” dandi membalas teriakan aku


Aku mengambil ponsel dandi dan tertulis amel “ amel” jawab ku


“ angkat aja atau nggak abaikan” dandi melanjutkan mandinya


“ oke”


aku menjawab ponsel dandi. Aku sengaja belum berbicara karena aku ingin tahu apa yang ingin dikatakan amel, terdengar suara amel dari dalam ponsel.


“ maaf pak saya ganggu bapak malam-malam, jadi gini pak saya mau bilang kalau tadi kemaren saya melihat buk lara berduaan dengan laki-laki di lobi dan laki-laki tersebut mengatakan kalau dia suka sama buk laras” amel berhenti berbicara


aku masih belum berbicara sampai dandi selesai mandi dan aku memberikan ponselnya kepada dandi, dandi menaikkan alisnya dan mengambil ponselnya dari aku. aku meminta Dandi menspiker telponnya.


“ pak, apa bapak mendengarkan saya” amel bertanya


“ ya maaf, apa yang kamu katakan barusan” jawab dandi sambil heran melihat wajah aku


“ kemaren saya melihat buk laras berduaan dengan laki-laki di lobi perusahaan dan laki-laki tersebut mengatakan kalau dia suka sama buk laras, saya tidak tahu apa jawaban buk laras tapi saya yakin buk laras menerima laki-laki tersebut”


Dandi yang tahu apa yang terjadi menepuk dahinya dan menjawab “ terserah dia aja, saya tidak peduli, apa kamu hanya ingin mengatakan itu, jika iya saya tutup dulu telponnya”


Dandi mematikan telponnya, dandi duduk di sebelah aku dan memeluk ku, aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya murung dan melepaskan pelukan dandi, aku naik keatas tempat tidur dan tidur, dandi mematikan lampu dan mencium dahi aku dan tidur di samping aku, aku bergeser dan memeluk dandi, dandi memeluk aku dan tidur.