Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
perawatan



Aku bukannya nggak kasihan melihat dia tapi aku masih belum bisa menerima dia, aku masih sakit hati, mungkin aku adalah cewek yang egois dan nggak punya hati. Aku terus melihat dia menyakiti tangannya dengan memukul dinding dan menyiksa dirinya dengan memukul wajahnya sampai darah keluar dari bibirnya. Aku masih melihat dia tanpa melakukan apapun walaupun hatiku sakit saat melihat dia menyakiti dirinya sendiri tapi aku tidak melakukan apapun. Dandi berhenti dan melihat ke arahku, dia memastikan apa itu bayangan atau nyata, Dandi berjalan sempoyongan ke arahku, Dandi tidak bisa menopang tubuhnya sehingga dia terjatuh. Aku masih diam saat aku melihat Dandi jatuh, Dandi terus mencoba mendekati ku dengan menarik tubuhnya dengan tangan, Dandi sampai di dekatku dan berusaha berdiri tapi karena dia hanya makan 1 kali sehari membuat tubuhnya sangat lemah, Dandi sempoyongan dan pingsan. Setelah Dandi pingsan aku baru mengangkat dia dan membaringkan dia di tempat tidur, aku mencari kotak P3K, aku mengobati tangan dan wajahnya, aku juga membersihkan tubuhnya, aku juga membersihkan kamar Dandi agar kembali bersih tanpa debu.


Saat aku mau membersihkan kamar mandi, aku kaget saat melihat tulisan yang di buat dari darah. Tulisannya ' maafkan aku Laras, aku mencintaimu tapi aku tidak bisa menjaga kamu, aku mempermalukan kamu' seperti itulah tulisannya, aku menghapus tulisan itu dan membersihkan kamar mandi, aku juga kaget saat melihat tempat sampah di kamar mandi penuh dengan obat-obatan yang sudah kadaluwarsa. Aku membuang obat itu dan memanggil dokter. Mama dan papa Dandi heran kenapa dokter datang ke rumah.


“ ada apa ras, kenapa kamu memanggil dokter, apa kamu sakit” papa Dandi terlihat bingung


“ tidak pak, aku meminta dokter untuk memeriksa Dandi karena Dandi mengkonsumsi obat yang sudah kadaluwarsa” aku membawa dokter ke kamar dandi.


Selama dokter memeriksa Dandi, aku mempersiapkan makanan yang baru untuk Dandi, setelah selesai dokter memeriksa dandi, Dandi juga sudah sadar, dokter mengatakan kalau Dandi sudah mencapai stadium akhir dari penyakitnya karena selama ini Dandi tidak mendapatkan pengobatan yang benar, dokter juga mengatakan kalau umur Dandi bisa jadi kurang dari 1 bulan. Aku nggak tau kenapa saat mama mendengar kata-kata dokter, mama malah tertawa.


“ ma kenapa tertawa, Dandi tidak memiliki banyak waktu ma” aku menunduk di hadapan mama


“ akhirnya kesengsaraan kamu berakhir ras, akhirnya kamu bisa hidup setelah dia mati” mama memeluk aku


“ ras, mama bahagia karena orang yang telah menghancurkan kamu akan pergi selamanya, mama senang kamu bisa bebas” mama menangis


“ ma Laras tidak pernah dendam sama Dandi jadi mama jangan seperti ini, Laras akan merawat Dandi sampai sembuh, Laras janji” aku memeluk mama


“ janji” mama dandi memberikan jari kelingkingnya kepada ku


“ Ya”


Setelah hari dimana aku berjanji, aku di minta untuk tinggal di rumah keluarga Dandi, aku juga di minta tidur di kamar atas di sebelah kamar dandi. Hari berlalu tapi penyakit Dandi semakin parah, Dandi terus mengatakan kalau dia cowok brengsek, selalu kata-kata itu yang keluar dari mulut Dandi. Aku yang merawat Dandi setiap hari aku merasa bersalah dengan keadaan yang di hadapi dandi saat ini.