
Aku bersalaman dengan paman “ kapan paman ke sini, kenapa nggak bilang kami dulu” aku duduk di sebelah mama
“ jika paman kasih tahu nggak kejutan dong” paman tersenyum
“ laras akan membangunkan dandi dulu” beranjak dari kursi
“ tidak usah, biarkan dia istirahat dan laras juga harus istirahat bukan, ini sudah malam” paman menghentikan aku dan menyuruh aku kembali ke kamar.
“ baik paman”
Aku kembali ke kamar dan kembali tidur, mama dan yang lainnya juga tidur karena sudah larut malam.
Dandi membangunkan aku, dandi tersenyum melihat aku baru bangun.
“ kenapa” aku menatap dandi dengan heran
“ kamu lucu” dandi mencium dahi ku
Aku hanya tersenyum dan meninggalkan dandi di tempat tidur, aku ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi memasak. Saat aku turun aku melihat paman sudah duduk di meja makan, aku mendekati paman.
“ apa paman mau sesuatu” aku bertanya
“ tidak, intan sudah membuatkan paman minuman” paman tersenyum
“ ya sudah, laras ke dapur dulu paman” aku meninggalkan paman
Kami semua makan bersama begitu juga intan, kami sudah menganggap intan keluarga kami jadi dia makan bersama kami di meja makan. Setelah selesai kami beralih ke ruang tamu dan berbincang di sana. Begitu banyak yang kami ceritakan sehingga kami lupa waktu.
Matahari sudah menyinari seluruh bumi, paman bergegas untuk bersiap ke kantor karena paman ingin melihat-lihat kantor yang di kelola dandi. Dandi juga bersiap untuk menemani paman begitu papa ikut bersama dandi dan paman. Aku dan mama tinggal di rumah dan memutuskan untuk pergi berbelanja untuk kebutuhan bayi aku saat dia sudah lahir. Intan juga ikut bersama kami karena aku dan mama berencana membelikan intan beberapa pakaian.
Aku dan intan memilih-milih beberapa barang bayi sedangkan mama pergi melihat-lihat tempat tidur bayi dan tempat mandi bayi. Setelah aku dan intan selesai membelikan barang bayi yang di utuhkan, kami pergi menemui mama. Mama sudah memiliki beberapa pilihan dan meminta aku melihat pilihan mama. Semua yang di pilihkan mama sangat bagus tapi aku tertarik dengan tempat tidur bayi yang sederhana tapi memiliki nuansa elegan, aku memilih itu dan mengirim gambarnya kepada dandi. Dandi yang menerima pesan dari ku kaget melihat pesanku dan langsung bertanya aku ada di mana. Aku mengatakan posisi kami. Dandi langsung meluncur ke lokai kami, dandi meninggalkan papa dan paman di kantor.
Tidak butuh waktu lama untuk dandi sampai di tempat kami berbelanja. Dandi menghampiri kami dan memeluk aku.
“ jangan bikin aku khawatir dong” dandi ngos-ngosan karena berlari menghampiri kami
“ kamu ngapain disini sayang bukannya kamu di kantor nemenin paman dan papa” aku memeluk dandi
“ bagaimana aku bisa kerja kalau melihat kamu pergi keluar dan pergi membeli semua ini, jika terjadi sesautu sama kamu gimana” dandi memegang wajahku
Mama dan intan tertawa “ hahahaha, kamu lucu sekali dandi, laras pergi bersama mama dan intan. Mana mungkin kami membiarkan laras terluka, hahaha” mama memukul dandi
“ ya dandi tahu mama tapi mama tahu sendiri apa yang terjadi dengan laras tadi malam dan sekarang sudah pergi berjalan-jalan seperti ini dan beli banyak lagi” dandi menatap aku
“ oke, karena kamu sudah disini, kita milih tempat tidur untuk anak kita oke” aku menarik dandi
Setelah melihat semua tempat tidur kami akhirnya mengambil pilihan pertamaku dan untuk bak mandi bayi sudah di pilih mama. Mama dan intan meninggalkan kami berdua dan pergi beberapa baju untuk intan dan mama tidak lupa membelikan aku baju. Aku dan dandi nungguin di mobil karena aku sudah capek karena terlalu berjalan.