Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
bersyukur menjadi istri dandi



Intan masuk membawakan minuman dan meninggalkan aku dan mama lagi. Kami melnajutkan cerita kami. Mama melihat papa sudah pulang, aku dan mama keluar menyambut papa. Papa turun dari mobil dan disusuli dandi, aku yang melihat dandi berlari dan memeluknya, mama hanya tersenyum melihat aku dan papa bingung melihat aku.


“ ada apa dengan dia” papa melihat mama


“ biasa istri yang kangen sama suaminya” mama mengambil tas papa dan masuk ke dalam


Dandi tersenyum “ ada apa” dandi mengelus kepalaku


“ hmm, kangen” aku melepaskan pelukanku dan mengambil tas dandi, aku masuk dengan senyum lebar.


Dandi mengikuti aku di belakang, dandi bingung melihat aku bersikap seperti anak kecil. Di kamar dandi memeluk aku dari belakang dan bertanya.


“ kakak kenapa”


“ nggak ada, aku hanya lagi bahagia” aku melepaskan tangan dandi dan mencium pipi dandi.


Dandi tersenyum “ ya aku tahu kakak bahagia tapi kenapa”


“ nggak ada alasan, aku bahagia karena aku jadi istri dan ibu dari anak kamu” aku tersenyum


Dandi menunduk dan mencium perutku “ sehat terus ya nak sampai kamu lahir dan sampai kamu bisa menjaga ibu kamu” dandi berdiri dan mencium dahi ku.


Setelah aku bercerita dengan mama, aku mulai benar-benar membuka diriku dengan dandi, aku mulai memanggil dandi panggilan sayang dan aku meminta dandi untuk tidak memanggil aku kakak lagi. Walaupun aku masih malu memanggil dadni dengan kata sayang tapi aku terus membiasakannya. Dan terkadang aku ikut dandi ke kantor untuk melihat kantor dan bantuin dandi dalam melakukan pekerjaan yang bisa aku bantu.


Hari ini dandi tidak ke kantor karena mama dan papa membuat syukuran untuk aku dan bayiku karena sebentar lagi aku akan melahirkan anak pertama kami. Selama mempersiapkan acara, aku selalu di temani dandi kemanapun aku pergi, dandi benar-benar semakin ekstra dalam menjaga aku, saat aku ingin memeriksa kursi, salah satu karangan bungan hampir menimpaku, untung ada dandi dan beberapa pekerja yang menahan karangan tersebut. Dandi langsung membawa aku masuk dan menyuruh aku duduk di ruangan tamu, dandi pergi mengambil minum dan memberikannya kepadaku, aku mengambil minum dari tangan dandi dan melihat tangan dandi terluka. Aku menarik tangan dandi dan menatap dandi.


“ aku baik-baik saja”


Aku menggeleng dan meminta inta mengambil kotak p3k. intan memberikannya kepadaku dan aku mengobati luka dandi.


“ besok-besok kalau kamu terluka, jangan pernah menahannya sendiri sekecil apapun itu, mengerti” aku menatap tajam dandi


Aku menarik dandi dan memeluk dandi “ sama- sama sayang”


Hari sudah sore, semua persiapan sudah selesai, para tamu juga sudah mulai berdatangan, mama dan papa sudah berdiri menyambut para tamu. Aku dan dandi sedang bersiap-siap, intan memanggil kami untuk turun karena sebentar lagi acara dimulai.


Kami turun dan acara sudah di mulai, ustad memimpin acaranya dan di akhiri dengan berdoa bersama. Acara intinya sudah selesai, sekarang semua tamu di persilahkan untuk memakan hidangan yang sudah di siapkan, aku juga pergi mengambil beberapa cemilan untuk aku dan dandi. Saat aku sedang mengambil kue, ibuk-ibuk yang datang ke acara itu sedang membicarakan aku dan dandi


“ eh buk, saya bingung kenapa cewek itu mau ya sama dandi, padahal dandi terkenal dengan anak yang nakal” kata salah satu ibuk-ibuk tersebut


“ mungkin karena dandi anak pengusaha dan banyak uang “ ujar yang lainnya


“ shutt, dia ada disini” ibuk yang lain melirik aku


Aku mengehela nafas dan mendekati ibuk-ibuk tersebut, aku tersenyum


“ maaf sebelumnya buk, kebetulan saya mendengar percakapan kalian barusan, saya nggak tahu kalian sengaja biar saya mendnegarnya atau tidak tapi saya hanya ingin mengatakan satu hal kepada ibuk-ibuk, saya menikah dengan dandi bukan karena harta, dandi juga bukan anak nakal, jika kalian tidak mengetahui apa yang yang terjadi dengan keluarga orang lain jangan pernah mengatakan sesuatu hal yang bisa membuat keluarga orang itu hancur dengan omongan kalian yang tidak benar” aku menatap mereka


“ maaf jika kamu tersinggung tapi”


Aku memotong perkataannya “ saya tidak tersinggung tapi saya hanya mengingatkan ibuk-ibuk dan maaf jika saya berkata kurang sopan sama buk-ibuk”


Dandi yag melihat aku berdebat dengan ibuk-ibuk udanangan, berjalan mendekati kami


“ jika bukan karena harta mana mungkin seorang wanita mau menikah dengan anak nakal seperti dia” ibuk-ibuk tersebut nyolot


“ benar, kami tidak asal ngomong yang kami katakan benar” ibuk yang lain mendukung pernyataan temannya


Dandi yang mendengar kata ibuk-ibuk tersebut langkahnya terhenti, aku tersenyum dan menjawab


“ saya bingung harus bicara apa dengan kalian, saya masih muda dari kalian dan saya rasa saya sudah keterlaluan berbicara seperti ini kepada kalian tapi saya sebagai istri dandi tidak bisa menerima kalau suami saya di omongin di belakang dengan omongan yang buruk yang tidak pernah di lakukan suami saya. Asal kalian tahu suami saya adalah suami terbaik di dunia, ya itu memang hanya saya yang mengatakannya tapi saya bersyukur bisa menjadi istri dandi, saya bersyukur bisa bersama dia. Saya tidak tahu dari mana kalian mendengar tentang dandi melakukan ini itu yang kalian bicarakan tadi. Tapi kalian ingat satu hal, jika kalian terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga orang lain, jangan sampai rumah tangga kalian tidak kalian hurus dan malah hancur” aku menahan air mata