Love Don't See Who We Are

Love Don't See Who We Are
jebakan



Jam kerja sudah selesai namun semua laporan yang seharusnya di tanda tangani oleh dandi, tidak dilihat sama sekali. Para karyawan khawatir dengan sikap Dandi yang tidak bisa membedakan antara urusan pribadi dan perusahaan, mereka takut perusahaan tidak akan berjalan lancar jika dandi bersikap seperti ini setiap kali menghadapi masalah.


Salah satu karyawan ingin menemui dandi namun karyawan lain menghentikannya karena dandi akan mengusir mereka semua. Karyawan yang sedang sibuk berbicara melihat dandi keluar dari ruangannya dan buru-buru untuk turun kebawah.


Di bawah Dandi melihat aku dan seorang laki-laki sedang duduk, dandi menemui kami dan duduk di sebelah aku.


“ ada apa” dandi mencoba bersikap normal setelah apa yang terjadi


aku mencairkan suasana dengan sebuah pertanyaan


" nah karena suami saya sudah disini, silahkan CEO martin berbicara” aku tidak menjawab pertanyaan dandi


CEO martin tersenyum “ sepertinya kalian sedang ada masalah”


“ tidak usah basa basi langsung aja ke point yang ingin anda katakan” aku sedikit menahan emosi karena CEO martin bisa melihat apa yang sedang terjadi antara aku dan dandi


“ oke, saya kesini untuk berbicara dengan kamu bukan dengan dia jadi” CEO martin melihat kearah dandi


Dandi berdiri “ jika aku tidak di butuhkan disini maka aku akan menunggu kakak di mobil” dandi melangkahkan kakinya


aku menghentikan langkah dandi “ jika kamu pergi dan melangkah satu langkah lagi, maka kamu tidak pernah menganggap aku sebagai istri kamu” aku melepaskan tangan dandi


Dandi berbalik dan menggenggam tangan ku “ anda sudah mendengar dari istri saya, jadi silahkan katakan apa mau anda”


CEO martin melihat sinis ke arah dandi dan melunakkan pandangannya ke arah ku


“ aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada kamu ras, apakah kamu bahagia dengan bocah ini dan apa kamu tidak merasa kesal ketika kamu bersama dengan bocah ini, aku tahu dia sudah bekerja di usianya segini tapi apakah dia bisa membuat kamu bahagia dan bersikap dewasa dalam menyelesaikan masalah kalian, contohnya seperti sekarang”


Laras tersenyum “ jika saya tidak bahagia dengan suami saya, tidak mungkin saya memanggil dia kesini hanya untuk menemani saya berbicara dengan anda dan satu lagi walaupun dia masih kecil tapi dia bersikap lebih dewasa dari pada anda”


“ kamu begitu percaya diri dengan dia, tapi apakah kamu tahu apa yang di lakukannya di belakang kamu”


CEO martin mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, CEO martin memberikan sebuah foto kepada laras, laras mengambilnya dan melihat foto tersebut. Laras kaget melihat fotonya tapi laras berusaha tenang.


Laras tersenyum “ jika masalah ini saya sudah tahu jadi anda tidak perlu memperlihatkannya kepada saya dan adalagi yang belum anda ketahui tentang kami, kami saling percaya satu sama lain” aku menggenggam lebih erat tangan dandi


“ hmm, aku salah menilai kamu laras, aku pikir kamu akan goyah dengan foto dandi dan sekretarisnya tapi kamu bisa setegar itu, karena inilah aku menyukai kamu” CEO martin meninggalkan aku dan dandi.


Aku melepaskan genggaman tangan aku dengan dandi dan meninggalkan dandi, aku pulang dan menyiapkan makan malam untuk kami semua, dandi yang tidak fokus bekerja memutuskan untuk pulang namun saat dandi sampai di rumah, tangan ku sudah diperban, terlihat dari wajah Dandi khawatir dan ingin menanyakan keadaan aku tapi karena kejadian di kantor membuat dandi bersikap dingin dengan ku. Papa dan mama yang melihat tingkah aku dan dandi membuat mama dan papa mencoba untuk membuat kami berdua akur lagi.


Di meja makan, papa sengaja tidak memulai pembicaraan, aku dan dandi pun tidak mengatakan sepatah katapun. Mama yang sangat mengenal papa dan dandi memulai pembicaraan.


“ mama dan papa berencana pergi berlibur tapi kayakanya bakal batal deh” mama melihat kearah aku dan dandi


“ gimana kami bisa pergi ketika anak kami dalam keadaan tidak baik-baik saja” papa mengehentikan makannya


“ masalah, siapa pa, kami berdua, nggak pa, kami baik-baik aja, kami hanya terlalu lelah dengan kerjaan kantor apalagi akhir-akhir ini perusahaan kita berkembang pesat” aku mencoba meyakinkan papa dan mama


“ kamu nggak mau ngomong dan” papa melihat kearah dandi yang masih melanjutkan makannya


Dandi menghentikan makannya dan berkata “ benar kata kak laras pa, kami baik-baik aja, kami hanya capek dengan kerjaan, udah itu aja” dandi melanjutkan makannya


“ jadi kalian nggak ada masalah, oke, tapi tetap aja papa dan mama tidak akan pergi berlibur” papa melanjutkan makannya


“ kenapa pa, ma” laras menghentikan makannya


“ kalian pikir mama dan papa bodoh sehinggan anak kami dalam masalah kami tidak tahu gitu, itu yang kalian pikirkan tentang kami, kayaknya kami nggak kalian butuhkan lagi”


Papa dan mama meninggalkan aku dan dandi di meja makan, dandi yang merasa kesal juga meninggalkan meja makan, aku tinggal sendirian di meja makan, aku membereskan meja makan sambil menangis.


“ kenapa begitu sulit untuk aku membuat keluarga ini bahagia, kenapa rasanya semua yang aku lakukan sia-sia” aku menghapus air mata dan kembali ke kamar.


aku masuk kamar dan melihat dandi duduk di tempat tidur sambil memainkan laptopnya, aku naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah dandi. aku tidak berbicara namun aku terus melihat ke arah dandi.


Dandi yang merasa ada yang janggal dengan ku menutup laptopnya dan melihat ke arah ku balik. kami berdua tidak berbicara hanya mentap ke dalam mata satu sama lain. Tanpa di minta air mata aku mengalir di kedua pipi ku, aku cepat-cepat menghapus air mata ku dan membaringkan tubuh ku di tempat tidur. Dandi yang tidak bisa melihat aku menangis berbaring di samping ku dan memeluk ku dari belakang.


“ kenapa kakak menangis” dandi menaruh kepalanya di punggung aku


“ aku baik-baik saja, aku hanya berfikir apakah keluarga kamu bisa bahagia dengan keberadaan aku disini” aku menggenggam tangan dandi


“ maksud kakak apa, apa kakak menyesal menikah denganku” suara dandi sangat pelan dan hampir tidak terdengar oleh ku.


Aku melepaskan pelukan dandi dan melihat kearah dandi “ aku tidak pernah menyesal menikah dengan kamu tapi aku nggak tahu kenapa semua yang aku lakukan rasanya sia-sia, tidak ada sekalipun kebahagiaan menghapiri keluarga ini semenjak aku masuk ke dalam keluarga ini” aku menghapus air mata dandi


“ itu tidak benar kak, kakaklah yang membawa kebahagiaan dalam keluarga kami, kakak yang mengubah aku dan kakak juga yang membuat papa dan mama mau menerima aku lagi, disini aku yang salah karena tidak bisa menjadi suami yang baik dan malahan aku membuat kakak kecewa dengan apa yang aku lakukan dengan amel” dandi menggenggam tangan aku dan mencium tangan aku


aku duduk dan diikuti dandi, aku meletakkan tangan ku di kedua pipi dandi dan mencium dahi dandi “ aku laras cintia tidak pernah menyalahkan kamu dalam masalah kamu dengan sekretaris kamu, aku tahu kamu di jebak sama amel, aku bertindak seperti itu karena aku ingin amel merasa senang dan berhasil membuat kita berantem tapi yang membuat aku sakit melihat kamu tidak percaya diri ketika kamu berbicara dengan CEO martin, kamu malahan mau meninggalkan aku berdua dengan CEO martin, aku merasa kamu tidak serius dengan hubungan kita” aku melepaskan tangan aku dari pipi dandi.


“ maafkan aku kak, karena aku berfikir kamu masih marah sama aku mangkanya aku tidak bisa percaya diri saat berbicara dengan CEO martin tadi, apalagi setelah mendengar apa yang ingin dikatakan CEO martin yang membuat aku berfikir bahwa kakak tidak bahagia dengan pernikahan ini” dandi menundukkan kepalanya


Aku tersenyum dan memeluk dandi “ jadi sekarang kita sudah baikkan"


Dandi tersenyum dan memeluk aku. Setelah berbicara sepanjang malam, mereka berdua memutuskan untuk tidur. aku tidur diatas lengan dandi, kami berdua berpelukan semalaman.